Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Balas Dendam


__ADS_3

"Jangan menangis Nisa,,,,,aku sudah membuat jalan kita mudah".


"Sekarang tidak ada lagi penghalang cinta kita


Nisa"


"Tidak..............!!!!!!".


Nisa menutup matanya, tak sanggup melihat


Anton menusukkan pisau ke perut Dito.


"Hei...... lepaskan,,,apa-apa an kalian".


Nisa membuka matanya.Disana, tampak arwah gadis kecil dan teman-teman nya


memegangi tangan dan kaki Anton.


Tapi,,, Anton bisa melihat mereka semua.


Berarti selama ini Anton hanya berpura-pura


di depan Nisa.Dia ternyata orang jahat yang


di ceritakan gadis kecil itu.


"Ana,,,,tolong buka ikatan ku....cepat!!!".


Ana membuka ikatan Nisa, sementara teman


teman nya masih memegangi tangan dan kaki Anton.Nisa kemudian berlari menghampiri Dito.


"Dito,,,,,bangun!!!!!".


"Ayo cepat pergi dari sini".


Nisa susah payah menggotong Dito menuju


ke rumahnya.Pintu penghubung dikunci Nisa dari dalam.Ana sudah berjanji untuk mengalihkan perhatian Anton sementara.


Nisa buru-buru membawa Dito ke rumah sakit.Soalan Anton akan diurus nanti setelah


Dito tertolong


Di dalam rumah, Anton berteriak marah pada


arwah Ana dan teman-teman nya. Gara-gara ulah mereka Dito dan Nisa berhasil kabur.


Anton mengeluarkan cincin mustika miliknya untuk menghukum makhluk gaib yang membantu Nisa tadi.Namun mereka sudah lebih dulu ngumpet biar tidak jadi sasaran Anton.


Nisa dan Dito masih di rumah sakit.Luka-


luka Dito tidak begitu parah.Perawat juga sudah memberi obat untuk Dito.


"Sebaiknya kita lapor polisi,,,orang itu harus


ditangkap sebelum ada yang celaka".


"Aku sudah menghubungi mereka, mungkin


saat ini Anton sudah di tangkap".


"Baguslah.....kita ambil barang-barang mu


kau tinggal di rumahku sekarang".


Nisa mengangguk setuju dengan keputusan


Dito.Lagi pula Nisa masih takut kalau Anton


menyerangnya lagi.


Dirumahnya, Anton mengumpulkan boneka arwah diruang tamu.Setelahnya Anton menumpahkan minyak tanah dan membakarnya.Arwah Ana dan teman-teman


nya menjadi marah melihat rumahnya di


bakar oleh Anton.


Mereka meminta bantuan pada makhluk gaib yang menghuni rumah Anton. Satu-persatu makhluk gaib di rumah Anton pun


menampakkan diri.Mereka bergentayangan


mendatangi Anton yang sedang membakar boneka arwah.


Menyadari hal itu, Anton kemudian mengeluarkan cincin mustika nya dan


merapalkan mantra pengendali setan.


Tapi semua usaha Anton gagal.Makhluk gaib itu terlalu marah, sehingga kekuatan mereka


dua kali lipat lebih besar dari biasanya.


Mereka semua ingin membalas dendam pada

__ADS_1


Anton, karena selama ini dikurung dan hanya


dimanfaatkan oleh Anton.


Ada yang membuat melayang dan dilemparkan ke lantai.Ada yang mencekik


sampai kehabisan nafas dan baru dilepaskan.


Ada yang menampar berkali-kali dan arwah boneka itu menggigit seluruh tubuh Anton.


Anton sekarang tidak berdaya.Kesaktian nya


lenyap seketika.Dia berteriak meminta ampun.


Polisi yang datang hendak menangkap Anton


dibuat kebingungan oleh sikapnya. Mereka tak tahu bahwa ada kekuatan mistis yang sedang menghukum Anton.


Polisi kemudian membawa Anton yang masih berteriak seperti orang gila.Nisa memandang


dengan tersenyum karena Ana dan teman-


teman hantunya masih setia mengikuti


Anton.


"Kenapa kau senyum-senyum sendiri?".


"Itu,,,, hantu peliharaannya ikut semua ke


kantor polisi.


"Aku malah takut kalau dia nanti dihabisi


seperti bude Wati".


"Itu resikonya kalau bermain-main dengan


makhluk gaib".


"Apalagi kalau untuk kejahatan atau pesugihan, terima sendiri resiko nya".


"Kau masih marah pada Anton??".


"Jelas aku marah,,,,,tapi sudah ada yang


menghukumnya sekarang".


"Lalu bagaimana denganku, yang bisa melihat


denganku??".


"Kau lain Nis, kau tidak memanfaatkan mereka, kadang malah mereka jahat padamu".


"Untuk itu aku siap melindungi mu".


Oh,,,,,,,,,,,so sweet!!!!!".


Berita Anton yang tertangkap polisi sudah menyebar di kantor. Benda-benda pusaka yang berhubungan dengan ilmu klenik dan


dukun disita oleh polisi.


"Kasihan sekali kita,,,dua kali dapat boss sesat semua".


"Yang pasti Nisa nggak sesat kan".


"Sudah-sudah,,, kerja....., jangan gosip terus".


"Duh,,,,calon pengantin,,,kejar target ya biar bisa segera cuti".


"Aku mah memang Minggu depan sudah off".


"Biar Reni nanti yang mengurus semua nya ".


"Aku titip perusahaan, selama aku pergi ya Ren??".


"Memang kalian cuti berapa lama?".


"Aku dua Minggu, Dito masih masuk seminggu di sini".


"Biar nanti sementara Dito yang tangani


perusahaan ini".


"Nanti hari "H" kalian semua diundang di kampung ku".


"Biar kalian sekalian liburan di Jogja".


"Akomodasi gratis Bu Nisa??".


"Bayar sendiri-sendiri".


Mereka semua gembira menyambut pernikahan Nisa yang kurang 3 Minggu lagi.

__ADS_1


Dito yang merasa sedih, karena harus berpisah dengan Nisa.


Nisa harus pulang kampung 3 Minggu lebih awal.Dia harus menyiapkan segala urusan untuk pernikahan nanti, mengingat acara di laksanakan di rumah mempelai wanita.


"Aku pasti sangat merindukanmu nanti".


"Kau kan bisa menelpon ku?".


"Lagi pula setelah ini, kita akan bersama terus kan?".


"Sabar,,,,bukankah katanya cinta butuh pengorbanan??".


"Belum cukup pengorbananku, dua kali dipukuli oleh Anton?".


"Belum lagi dijahili kuntilanak".


"Masih kurang cukup aku berkorban untukmu Nisa??".


"Aku bercanda Dit,,, aku tahu semua itu, makanya aku memilihmu".


"Nisa,,apa kau mencintaiku??, selama ini aku tak pernah mendengar kau mengatakan itu


padaku".


"Hmmm.....haruskah ku ucapkan, bila kau sudah tahu jawaban nya".


"Aku ingin mendengarnya sekali saja".


"Aku mencintaimu Dito, dan aku yakin kau


lah yang akan jadi pendampingku".


"Aku lega Nisa,,,, aku juga mencintaimu,,


aku ingin kau jadi ibu dari anak-anak ku kelak".


"Semoga,,,,,,".


Keduanya kemudian saling berpelukan. besok pagi Nisa sudah harus bertolak ke Jogja.


Jadi ini malam terakhir kebersamaan mereka.


"Kalau kau sudah sampai, kabari aku, hati-hati


di stasiun, dan jangan bicara dengan orang asing,,,, mengerti!!!!!".


"Masih ada lagi??".


"Aku serius Nisa,,, baru kali ini kau pergi sendiri".


"Tenang lah.....aku bukan anak kecil lagi".


Mereka berbincang-bincang sambil menunggu kedatangan kereta tujuan Jogja.


Setelah beberapa saat kereta tiba di stasiun.Dito melepas kepergian Nisa


dengan rasa sedih".


Nisa duduk bersebelahan dengan ibu-ibu.


Beliau belum terlalu tua , tapi jalannya sudah


membungkuk. Ibu itu bercerita kalau sudah berobat lama,tapi masih belum membaik


keadaan punggungnya.


"Maaf Bu, kalau boleh tanya sejak kapan ibu begini??".


"Terakhir kali ibu ziarah ke makam orang tua ibu, disana ibu bilang kalau orang tua ibu akan selamanya ibu pikul".


"Sejak saat itu, punggung ibu terasa berat nak,,,puncaknya seperti ini, macam orang bongkok".


Nisa memandang punggung ibu tersebut.


Arwah kedua orang tua nya duduk di punggung sambil menyeringai. Pantas saja


kalau ibu itu keberatan, sudah 5 tahun arwah


orang tua nya duduk manis di punggungnya.


"Bu,,,, kalau ibu ingin sembuh,,, coba katakan


pada orang tua ibu kalau ibu sudah tidak sanggup lagi memikul keduanya".


"Dan mintalah tolong untuk orang tua ibu supaya kembali ke alamnya".


"Ikhlaskan mereka Bu,,, niatkan dalam hati,agar mereka tenang di alamnya".


Ibu itu mendengarkan kata-kata Nisa.Dia mencoba mempraktekan nya.Ajaib.......


ibu itu bisa tegak berdiri lagi seperti dulu.


Ibu itu ingin berterima kasih kepada Nisa, tapi dia sudah lebih dulu keluar dari kereta, karena

__ADS_1


sudah sampai di stasiun.


__ADS_2