
"Jangan menangis Nisa,,,,,aku sudah membuat jalan kita mudah".
"Sekarang tidak ada lagi penghalang cinta kita
Nisa"
"Tidak..............!!!!!!".
Nisa menutup matanya, tak sanggup melihat
Anton menusukkan pisau ke perut Dito.
"Hei...... lepaskan,,,apa-apa an kalian".
Nisa membuka matanya.Disana, tampak arwah gadis kecil dan teman-teman nya
memegangi tangan dan kaki Anton.
Tapi,,, Anton bisa melihat mereka semua.
Berarti selama ini Anton hanya berpura-pura
di depan Nisa.Dia ternyata orang jahat yang
di ceritakan gadis kecil itu.
"Ana,,,,tolong buka ikatan ku....cepat!!!".
Ana membuka ikatan Nisa, sementara teman
teman nya masih memegangi tangan dan kaki Anton.Nisa kemudian berlari menghampiri Dito.
"Dito,,,,,bangun!!!!!".
"Ayo cepat pergi dari sini".
Nisa susah payah menggotong Dito menuju
ke rumahnya.Pintu penghubung dikunci Nisa dari dalam.Ana sudah berjanji untuk mengalihkan perhatian Anton sementara.
Nisa buru-buru membawa Dito ke rumah sakit.Soalan Anton akan diurus nanti setelah
Dito tertolong
Di dalam rumah, Anton berteriak marah pada
arwah Ana dan teman-teman nya. Gara-gara ulah mereka Dito dan Nisa berhasil kabur.
Anton mengeluarkan cincin mustika miliknya untuk menghukum makhluk gaib yang membantu Nisa tadi.Namun mereka sudah lebih dulu ngumpet biar tidak jadi sasaran Anton.
Nisa dan Dito masih di rumah sakit.Luka-
luka Dito tidak begitu parah.Perawat juga sudah memberi obat untuk Dito.
"Sebaiknya kita lapor polisi,,,orang itu harus
ditangkap sebelum ada yang celaka".
"Aku sudah menghubungi mereka, mungkin
saat ini Anton sudah di tangkap".
"Baguslah.....kita ambil barang-barang mu
kau tinggal di rumahku sekarang".
Nisa mengangguk setuju dengan keputusan
Dito.Lagi pula Nisa masih takut kalau Anton
menyerangnya lagi.
Dirumahnya, Anton mengumpulkan boneka arwah diruang tamu.Setelahnya Anton menumpahkan minyak tanah dan membakarnya.Arwah Ana dan teman-teman
nya menjadi marah melihat rumahnya di
bakar oleh Anton.
Mereka meminta bantuan pada makhluk gaib yang menghuni rumah Anton. Satu-persatu makhluk gaib di rumah Anton pun
menampakkan diri.Mereka bergentayangan
mendatangi Anton yang sedang membakar boneka arwah.
Menyadari hal itu, Anton kemudian mengeluarkan cincin mustika nya dan
merapalkan mantra pengendali setan.
Tapi semua usaha Anton gagal.Makhluk gaib itu terlalu marah, sehingga kekuatan mereka
dua kali lipat lebih besar dari biasanya.
Mereka semua ingin membalas dendam pada
__ADS_1
Anton, karena selama ini dikurung dan hanya
dimanfaatkan oleh Anton.
Ada yang membuat melayang dan dilemparkan ke lantai.Ada yang mencekik
sampai kehabisan nafas dan baru dilepaskan.
Ada yang menampar berkali-kali dan arwah boneka itu menggigit seluruh tubuh Anton.
Anton sekarang tidak berdaya.Kesaktian nya
lenyap seketika.Dia berteriak meminta ampun.
Polisi yang datang hendak menangkap Anton
dibuat kebingungan oleh sikapnya. Mereka tak tahu bahwa ada kekuatan mistis yang sedang menghukum Anton.
Polisi kemudian membawa Anton yang masih berteriak seperti orang gila.Nisa memandang
dengan tersenyum karena Ana dan teman-
teman hantunya masih setia mengikuti
Anton.
"Kenapa kau senyum-senyum sendiri?".
"Itu,,,, hantu peliharaannya ikut semua ke
kantor polisi.
"Aku malah takut kalau dia nanti dihabisi
seperti bude Wati".
"Itu resikonya kalau bermain-main dengan
makhluk gaib".
"Apalagi kalau untuk kejahatan atau pesugihan, terima sendiri resiko nya".
"Kau masih marah pada Anton??".
"Jelas aku marah,,,,,tapi sudah ada yang
menghukumnya sekarang".
"Lalu bagaimana denganku, yang bisa melihat
denganku??".
"Kau lain Nis, kau tidak memanfaatkan mereka, kadang malah mereka jahat padamu".
"Untuk itu aku siap melindungi mu".
Oh,,,,,,,,,,,so sweet!!!!!".
Berita Anton yang tertangkap polisi sudah menyebar di kantor. Benda-benda pusaka yang berhubungan dengan ilmu klenik dan
dukun disita oleh polisi.
"Kasihan sekali kita,,,dua kali dapat boss sesat semua".
"Yang pasti Nisa nggak sesat kan".
"Sudah-sudah,,, kerja....., jangan gosip terus".
"Duh,,,,calon pengantin,,,kejar target ya biar bisa segera cuti".
"Aku mah memang Minggu depan sudah off".
"Biar Reni nanti yang mengurus semua nya ".
"Aku titip perusahaan, selama aku pergi ya Ren??".
"Memang kalian cuti berapa lama?".
"Aku dua Minggu, Dito masih masuk seminggu di sini".
"Biar nanti sementara Dito yang tangani
perusahaan ini".
"Nanti hari "H" kalian semua diundang di kampung ku".
"Biar kalian sekalian liburan di Jogja".
"Akomodasi gratis Bu Nisa??".
"Bayar sendiri-sendiri".
Mereka semua gembira menyambut pernikahan Nisa yang kurang 3 Minggu lagi.
__ADS_1
Dito yang merasa sedih, karena harus berpisah dengan Nisa.
Nisa harus pulang kampung 3 Minggu lebih awal.Dia harus menyiapkan segala urusan untuk pernikahan nanti, mengingat acara di laksanakan di rumah mempelai wanita.
"Aku pasti sangat merindukanmu nanti".
"Kau kan bisa menelpon ku?".
"Lagi pula setelah ini, kita akan bersama terus kan?".
"Sabar,,,,bukankah katanya cinta butuh pengorbanan??".
"Belum cukup pengorbananku, dua kali dipukuli oleh Anton?".
"Belum lagi dijahili kuntilanak".
"Masih kurang cukup aku berkorban untukmu Nisa??".
"Aku bercanda Dit,,, aku tahu semua itu, makanya aku memilihmu".
"Nisa,,apa kau mencintaiku??, selama ini aku tak pernah mendengar kau mengatakan itu
padaku".
"Hmmm.....haruskah ku ucapkan, bila kau sudah tahu jawaban nya".
"Aku ingin mendengarnya sekali saja".
"Aku mencintaimu Dito, dan aku yakin kau
lah yang akan jadi pendampingku".
"Aku lega Nisa,,,, aku juga mencintaimu,,
aku ingin kau jadi ibu dari anak-anak ku kelak".
"Semoga,,,,,,".
Keduanya kemudian saling berpelukan. besok pagi Nisa sudah harus bertolak ke Jogja.
Jadi ini malam terakhir kebersamaan mereka.
"Kalau kau sudah sampai, kabari aku, hati-hati
di stasiun, dan jangan bicara dengan orang asing,,,, mengerti!!!!!".
"Masih ada lagi??".
"Aku serius Nisa,,, baru kali ini kau pergi sendiri".
"Tenang lah.....aku bukan anak kecil lagi".
Mereka berbincang-bincang sambil menunggu kedatangan kereta tujuan Jogja.
Setelah beberapa saat kereta tiba di stasiun.Dito melepas kepergian Nisa
dengan rasa sedih".
Nisa duduk bersebelahan dengan ibu-ibu.
Beliau belum terlalu tua , tapi jalannya sudah
membungkuk. Ibu itu bercerita kalau sudah berobat lama,tapi masih belum membaik
keadaan punggungnya.
"Maaf Bu, kalau boleh tanya sejak kapan ibu begini??".
"Terakhir kali ibu ziarah ke makam orang tua ibu, disana ibu bilang kalau orang tua ibu akan selamanya ibu pikul".
"Sejak saat itu, punggung ibu terasa berat nak,,,puncaknya seperti ini, macam orang bongkok".
Nisa memandang punggung ibu tersebut.
Arwah kedua orang tua nya duduk di punggung sambil menyeringai. Pantas saja
kalau ibu itu keberatan, sudah 5 tahun arwah
orang tua nya duduk manis di punggungnya.
"Bu,,,, kalau ibu ingin sembuh,,, coba katakan
pada orang tua ibu kalau ibu sudah tidak sanggup lagi memikul keduanya".
"Dan mintalah tolong untuk orang tua ibu supaya kembali ke alamnya".
"Ikhlaskan mereka Bu,,, niatkan dalam hati,agar mereka tenang di alamnya".
Ibu itu mendengarkan kata-kata Nisa.Dia mencoba mempraktekan nya.Ajaib.......
ibu itu bisa tegak berdiri lagi seperti dulu.
Ibu itu ingin berterima kasih kepada Nisa, tapi dia sudah lebih dulu keluar dari kereta, karena
__ADS_1
sudah sampai di stasiun.