Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Kebebasan Mbak Tanti.


__ADS_3

Roy segera mengangkat tubuh istrinya yang terkulai lemas akibat serangan dari Tanti. Dia membopong Nisa ke dalam kamar. Sementara itu, Tanti masih menjadi tontonan para penghuni hotel yang lain karena masih di rasuki oleh makhluk gaib peliharaan nya.


Roy meletakkan Nisa di atas ranjang hotel dengan hati-hati. Dia melihat sekeliling kamar, waspada kalau ada makhluk halus yang mengikuti istrinya masuk ke kamar. Setelah memastikan kalau Nisa aman, Roy meninggalkan nya dan kembali untuk melihat keadaan Tanti.


Di depan kamar hotel, wanita itu masih berteriak memaki-maki Nisa dengan bahasa kasar. Tak ada yang berani mendekatinya, apalagi menolongnya. Mereka takut akan bernasib sama dengan Nisa, di serang oleh Tanti.


Roy maju dan langsung memegangi tangan Tanti. Kekuatan wanita itu sangat besar, karena dua makhluk yang merasukinya sudah mengambil alih tubuhnya. Roy bisa merasakan energi jahat melingkupi aura dari wanita yang ada di hadapan nya.


"Lepaskan aku,,,,atau nasib mu akan sama seperti wanita tadi....!!".


"O...ya,,,kau pikir aku akan melepaskan mu begitu saja,,setelah kau menyerang istri ku??".


"Aku peringatkan padamu,,,tinggalkan tubuh


wanita ini, atau aku sendiri yang terpaksa harus menghancurkan kalian!!".


Bukan nya takut dengan ancaman Roy, Tanti malah tertawa terbahak-bahak, seolah mengejek Roy. Dengan sekali hentakan, Roy tersungkur ke lantai. Tak berapa lama, tubuhnya sudah terangkat ke atas dan sesaat berikutnya terbanting ke lantai dengan suara keras. Roy terlihat menahan kesakitan akibat serangan dari Tanti.


"Rupanya kekuatan mu tak lebih besar daripada istri mu !!!".


"Ayo......bangun,,,lawan aku sekarang!!!".


"Inilah akibatnya kalau kalian terlalu ikut campur!!!".


Tanti menghampiri Roy yang sudah kelihatan lemas, setelah berkali-kali tubuhnya di banting ke tanah dengan kekuatan tak kasat mata yang di miliki oleh Tanti. Tangan nya sudah siap mencekik Roy dan menghabisinya saat itu juga. Namun, langkah Tanti terhenti seketika karena teriakan Nisa di belakang nya.


"Hentikan.......!!!!".


"Sudah cukup Tanti,,,,lepaskan suami ku sekarang!!!".


"Rupanya kau masih punya nyali juga Nisa??".


"Bagus,,,jadi aku bisa sekalian menghabisi kalian".


Dengan sekali tatapan matanya, Tanti berhasil menghempaskan tubuh Nisa ke samping Roy.


Nisa segera bangun dan kemudian duduk bersila. Dia memfokuskan pikiran dan mata batin nya, sambil mengucapkan doa di dalam hati. Sementara Tanti di depan nya masih saja terlihat tertawa dengan seringai menakutkan.


Nisa masih terlihat khusyuk berdoa, sementara di sampingnya, Roy juga melakukan hal yang sama. Terlihat Tanti gelisah dan merasakan panas di sekujur tubuhnya. Tawanya hilang, berganti dengan raut wajah kesakitan. Melihat hal itu, para penghuni hotel yang lain, segera mengikuti Nisa, membacakan doa yang mereka bisa untuk mengusir setan yang ada di tubuh Tanti.


Tak berapa lama, Tanti sudah berteriak kesakitan. Dia berulang kali mengeluhkan panas di sekujur tubuhnya. Telinganya di tutup sambil berguling-guling di lantai.


"Hentikan......diam kalian semua...!!!".


"Panas......sakit........hentikan..!!!!!".

__ADS_1


"Ini belum selesai,,,aku masih akan kembali!!".


"Aku akan membuat perhitungan dengan kalian semua!!".


Tanti tergolek lemah di lantai depan pintu kamar Nisa. Dia pingsan seketika. Makhluk yang merasuki tubuhnya sudah menghilang.


Nisa dan yang lain berhenti berdoa dan menghampiri Tanti.


"Kasihan sekali wanita ini,,,".


"Dia korban dari ulah bejat suaminya".


"Tolong angkat wanita ini ke kamar saya".


Satpam hotel di bantu dengan dua orang tamu hotel mengangkat Tanti ke dalam kamar Nisa. Mereka membaringkan nya di atas sofa.


Setelah nya, kerumunan itu meninggalkan depan kamar Nisa dan kembali ke kamar mereka masing-masing.


Nisa mengambil air putih dan meminumkan nya pada Tanti. Tak berapa lama, dia mendapatkan kembali kesadaran nya. Di lihatnya Nisa dan Roy yang berada di samping nya.


"Syukurlah....mbak Tanti baik-baik saja".


"Memangnya saya kenapa Nisa,,,dan apa yang ku lakukan di kamar mu??".


"Tenang dulu mbak, semuanya sudah selesai sekarang".


"Makhluk itu sudah meninggalkan mbak Tanti sekarang".


"Coba mbak lihat sendiri, mereka sudah tidak lagi di sekeliling mbak Tanti bukan??".


"Mbak Tanti sudah terbebas dari pesugihan suami mbak".


Tanti menoleh ke sekelilingnya. Dia mencari-cari sosok makhluk gaib yang selama ini selalu menempel di tubuhnya. Benar saja,,mereka sudah lenyap seperti perkataan Nisa. Rupanya, kedua pesugihan milik suaminya itu sudah tak lagi mengikuti dirinya.


"Bagaimana bisa seperti ini Nisa??".


"Apa sekarang aku sudah bebas??".


"Kau yakin mereka tak akan kembali lagi kepada ku bukan??".


"Mereka memang belum musnah mbak".


"Tapi, aku yakin kalau sekarang, mbak Tanti bisa hidup normal kembali".


"Tinggalkan suami mu mbak, mulai hidup baru dengan jalan yang halal".

__ADS_1


"Jangan lagi menjadi budak dari makhluk gaib".


"Atau,,,hidup mbak Tanti bisa sengsara lagi".


"Mbak Tanti bisa pindah ke kota lain, dan memulai hidup baru di sana".


"Ini mbak,, saya ada sedikit uang untuk mbak Tanti, semoga ini bisa membantu mbak ke depan nya".


"Kamu begitu baik Nisa, padahal kita baru saja mengenal".


"Mbak hanya bisa berterimakasih kepada kalian berdua".


"Semoga ini adalah jalan bagi kehidupan mbak yang lebih baik".


"Terimakasih sekali lagi Nisa, mbak permisi dulu".


"Hati-hati di jalan mbak ".


"Semoga nanti kita bisa bertemu lagi".


Nisa mengantar mbak Tanti keluar dari kamar hotelnya. Langkahnya mantap, maju ke depan dan meninggalkan masa lalunya. Nisa memandanginya sampai masuk ke dalam lift. Dia lega, bisa membebaskan satu lagi orang dari jeratan iblis. Nisa menutup pintu kamar hotel dan masuk ke dalam menemui suaminya.


"Aku salut padamu sayang,,, kau tak tanggung-tanggung membantu mbak Tanti".


"Kau tidak keberatan kan mas, aku memberikan sedikit uang untuk bekal hidupnya di kota lain".


"Sama sekali tidak, justru...aku sangat bangga pada istri ku ini".


"Kau sudah melakukan hal yang tepat".


"Kemari lah........aku ingin memeluk mu".


Roy meraih tangan Nisa dan membawa tubuhnya ke dalam pelukan nya. Dia memandangi wajah mungil istrinya. Sesaat kemudian, bibir mereka sudah saling berciuman mesra. Roy meminta hak nya sebagai seorang suami kepada Nisa. Malam yang panjang sudah terbayang di pelupuk mata Nisa. Keduanya memadu kasih layaknya pengantin baru.


Matahari pagi sudah mengintip di balik jendela, namun pasangan suami istri itu masih terlelap di peraduan nya. Kedua nya masih kelelahan karena aktivitas panas nya semalam. Entah berapa kali sampai akhirnya Nisa dan Roy bisa memejamkan mata. Jadi, wajar saja kalau sampai siang, sejoli ini masih belum bangun dari tempat tidurnya.


Nada dering ponsel milik Nisa berbunyi nyaring, mengagetkan dirinya. Nisa meraih ponsel di atas meja dan menjawab panggilan tersebut.


"Mama.......kapan mama dan papa pulang??".


"Aku sudah kangen sama papa".


"O...ya,,,hanya kangen papa, dan mama tidak??"


"Hi....hi....hi.......cepat pulang mama!!".

__ADS_1


Nisa tersenyum mendengar suara putrinya. Dia kemudian meletakkan ponselnya dan menoleh ke samping, menatap wajah suaminya yang masih terlelap.


...****************...


__ADS_2