Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Sisi Lain Rumah Anton.


__ADS_3

"Anton buka pintunya,,, tolong aku..."


Nisa melihat ke belakang,,Genderuwo itu masih mengejarnya sambil mengusap-usap


mata nya.


"Anton......tolong.....!!".


Terburu-buru Anton membuka pintu.Dia melihat Nisa ketakutan.Napas nya naik turun tak beraturan.


"Anton selamatkan aku,, makhluk itu ingin


menangkap ku".


Belum sempat menjawab, Nisa menyeret tangan Anton dan membawanya masuk ke dalam rumah.Nisa menutup pintu dan menguncinya dari dalam.


"Nisa,,,tenanglah.....,tak ada siapa pun di luar,


lihatlah sendiri"


"Aku dikejar Genderuwo, dia akan menculik ku


lagi".


Anton terpaku menatap Nisa.Dia menyadari keheranan Anton.Nisa kemudian teringat kalau hanya Dito yang mengerti kemampuan


nya, sedang Anton belum tahu akan hal itu.


Anton melihat ke luar.Makhluk itu masih berdiri di bawah pohon.Dia sibuk mengusap


matanya sambil menggeram kesakitan.Anton


sudah siap jika dia mencoba masuk. Namun


makhluk itu berbalik dan menghilang di kegelapan malam.


Nisa masih gemetar ketakutan.Dia teringat kembali kisah nya di kampung waktu itu.


Nisa trauma akan diperkosa oleh Genderuwo.


"Minumlah.........teh hangat ini akan membuatmu lebih tenang".


Anton yang mengerti kepanikan Nisa, lantas ke dapur membuatkan teh hangat.Nisa langsung meminum habis teh tersebut.


"Sudah lebih baik sekarang??".


Nisa mengangguk, kepalanya tertunduk lesu.


Tanpa sadar air matanya mengalir dari kedua pelupuk matanya.Anton menggenggam tangan Nisa erat, untuk menyalurkan energinya.Dia membiarkan Nisa menumpahkan air matanya agar perasaannya


lega.Setelah beberapa saat berlalu, Nisa sudah bisa menguasai dirinya kembali.


"Bolehkah malam ini aku menginap di sini??".


"Aku takut dia kembali lagi kesini".


Anton masih berpura-pura bodoh di depan Nisa.Dia menyetujui permintaan Nisa.Tapi


disisi lain, Anton juga khawatir Nisa akan melihat makhluk gaib yang mendiami barang


barang pusaka milik Anton.Apalagi Nisa memakai cincin mustika itu.


"Anton.............!!!!!!".


"Ya,,,,silahkan Nisa".


"Aku tak tahu apa yang kau alami, tapi itu pasti sangat berat, kalau kau ingin berbagi cerita, kapan pun aku siap mendengarkan".


"Dan kau bisa menginap disini sesukamu,


anggap rumah sendiri, dan buatlah dirimu nyaman".


"Terima kasih Anton, aku sangat menghargai


hal itu".


Anton sangat khawatir kalau keberadaan makhluk gaib yang mendiami benda-benda pusaka di rumahnya, diketahui oleh Nisa.


Kejadian ini sangat mendadak, jadi dia tak sempat menyembunyikan benda-benda tersebut lebih dulu.


Anton kemudian menggelar kasur lantai di ruang tamu untuk Nisa, sementara dirinya di


sofa. Dia berharap agar makhluk gaib peliharaannya tidak terpengaruh kehadiran Nisa dan cincin nya itu.


Akan halnya Genderuwo itu, dia pergi setelah

__ADS_1


melihat rumah Anton yang sudah dipagari.


Dia tak mungkin bisa masuk karena nanti pasti tidak mampu berinteraksi dengan banyaknya makhluk gaib yang menghuni


rumah Anton.


Nisa terbangun di tengah malam.Dia berada di tengah hutan dengan banyak pepohonan.


Dia juga mendengar suara berisik anak kecil


sedang bermain petak umpet. Mereka berteriak dan berlarian ke sana kemari tanpa


memperdulikan kehadiran Nisa.


Nisa melangkah perlahan,dia semakin masuk ke dalam hutan.Ada banyak penampakan di


sana.Macan putih, jenglot,pocong, kuntilanak,


dan Ular berkepala manusia itu juga ada di


sana.Mereka semua diam tak bereaksi apa-


apa.Seperti ada sesuatu yang menahan gerak


mereka. Tatapan mereka mengisyaratkan me-


mohon pertolongan.


Nisa seperti bermimpi. Semua makhluk ada di sini dan ada satu sosok yang sangat ditakuti Nisa, Genderuwo. Anehnya dia tidak


seagresif yang mengejar Nisa tadi.


Nisa mundur dan berbalik, dia takut Genderuwo itu akan mengejarnya lagi.


Tiba-tiba Anton memanggilnya dari ruang tamu.Nisa seperti tersadar.Semua penampakan yang dilihatnya tadi sudah hilang.Ruangan yang di masuki nya sudah


berganti menjadi dapur.


"Aku memanggilmu berkali-kali Nisa".


"Aku haus sekali, aku ingin ambil minum,


kupikir kasihan kalau harus membangunkan mu".


Nisa tidak mengatakan keanehan yang terjadi


bersama Anton.


"Hari sudah hampir pagi, sebaiknya aku pulang".


"Kau sudah tidak takut lagi??".


"Kalau nanti aku takut, aku akan mengetuk


pintu mu lagi".


"Anton,,,,,kau pikir aku aneh bukan???".


"Tidak juga Nis,,aku tahu tentang kisah mu


dan kau melewati tahun-tahun yang berat


sejak kejadian bude mu".


"Wajar kalau sekali dua kali ada sosok penunggu rumah budemu yang mungkin


masih mengikuti mu".


"Terima kasih atas pengertian mu".


Nisa kembali ke rumahnya.Kejadian yang aneh di rumah Anton tadi masih terekam jelas


di ingatan nya.


Nisa yakin kalau semua makhluk halus itu


menghuni rumah Anton. Tapi apa Anton tahu


semua ini.Kalau rumahnya bukan seperti


"rumah" biasanya.Tetapi mengapa mereka semua seakan-akan terpenjara di sana.


Biasanya makhluk gaib cenderung agresif atau jahil.Mereka sangat ingin berinteraksi


dengan manusia.Tapi melihat kehadiranku, mereka sama sekali tidak terganggu".

__ADS_1


Sampai di rumah, Nisa mandi dan bersiap-siap berangkat ke kantor. Dito sudah menunggu di depan rumah.


"Kita berangkat sekarang??".


"Kita masih punya waktu, masuklah........aku


buatkan teh untukmu".


"Semalam waktu kau pulang, ada Genderuwo


yang menyamar jadi dirimu".


"Dia mencoba berbuat kasar padaku".


"Aku ketakutan,,semalam aku tidur di rumah Anton".


"Ada hal sebesar ini kenapa kau tidak meneleponku???".


"Aku sudah trauma duluan,,,jadi aku lari keluar dan meminta pertolongan".


"Lalu, bagaimana keadaanmu sekarang, kau sudah lebih baik??".


"Aku justru menemukan hal lainnya di rumah Anton".


"Maksudmu??".


"Dia menyimpan banyak makhluk halus di rumahnya".


"Aku tak tahu itu entah pesugihan atau memang penunggu rumah di situ, yang jelas


mereka semua sangat banyak".


"Apa kubilang,,,Anton itu tidak seperti yang kau kira".


"Dia menyimpan misteri tentang kehidupan


pribadinya".


"Jadi, sekarang kau percaya kan kalau waktu


itu dia berniat menikahi mu?".


"Dan orang-orang nya sengaja memukuli aku


agar tidak mengganggu pernikahan kalian".


"Tapi, untuk apa dia melakukan itu?".


"Karena kau istimewa, maka nya dia ingin


mendapatkan mu".


"Apa istimewanya aku?".


"Karena kau mewarisi kemampuan supranatural yang tak biasa".


"Bukankah ibu ratu sendiri yang menjagamu?".


"Dan mustika mu adalah incaran bagi para orang jahat yang ingin mengambil jalan pintas".


"Kau sekarang tahu kan Nisa,,kau itu istimewa


makanya aku tak mau orang lain memanfaatkan mu".


"Kalau perlu aku ingin menikah denganmu, agar bisa selalu menjagamu".


"Tapi,,, aku masih belum memikirkan hal itu".


"Pikirkanlah,,,,,aku menunggu keputusanmu".


"Setidaknya kalau bersamaku, kau pasti akan


baik-baik saja".


"Aku akan memastikan bahwa entah itu manusia atau setan sekalipun tidak akan ada


yang berani mendekatimu".


"Lalu bagaimana kalau sebaliknya?".


"Maka, kita hadapi berdua, apa pun itu, bersama lebih baik daripada sendirian bukan??".


"Nanti setelah bertemu orang tuaku, baru kita pikirkan lagi rencana ini".


"Baiklah,,,, ayo kita berangkat".

__ADS_1


Nisa dan Dito pun segera bergegas menuju ke kantor.Masih banyak pekerjaan sebelum Nisa mengajukan cuti untuk kembali ke kampungnya.


__ADS_2