
Sudah hampir tengah malam, tapi sejoli ini seakan tidak punya rasa lelah. Mereka justru malah semakin bersemangat. Setelah berputar-putar keliling kota, keduanya mampir di restoran untuk makan malam.
"Sayang,,,,aku bahagia sekali malam ini".
"Setelah ini kita ke hotel ya,, aku ingin mengulang kemesraan kita tadi malam".
"Tapi Mawar,, aku harus pulang".
"Jangan.....kita menginap di hotel saja".
"Malam ini pokoknya hanya ada kita berdua,, aku tak mau kau beralasan macam-macam".
"Aku akan membuatmu bahagia ".
Dito hanya mengiyakan permintaan manja dari seorang Mawar. Entah kemana larinya
rasa marah karena kelakuan Nisa, bila saat ini pun Dito bahkan dengan sadar mengulangi perbuatan nya. Dia benar-benar telah tersihir oleh pesona Mawar.
Mawar mengarahkan Dito ke hotel dipinggiran kota. Dengan pesona dan kemanjaan nya, Dito dibuat tak berdaya. Mereka memesan kamar dengan alasan sebagai pasangan suami istri. Keduanya melenggang ke kamar hotel yang ditunjuk oleh resepsionis.
Di rumah, Nisa masih belum tidur. Sejak dari kantor tadi, perasaan nya sungguh gelisah. Dito bahkan belum pulang juga. Mungkin benar perkataan pelayan bar itu, Dito tengah pergi dengan seorang wanita. Nisa mencoba menelpon nya lagi. Dari tadi, telpon Dito tidak diangkat. Entah apa yang sedang dilakukan nya.
Dito yang mendengar telpon nya berdering, segera mengambilnya. Dia ingin menjawab telepon dari Nisa, tapi Mawar sudah lebih dulu menyambar telepon dan mematikan nya.
"Tidak ada telpon lagi,,,tidak untuk malam ini".
"Aku tak mau ada gangguan ".
"Malam ini hanya milik kita".
"Yang lainnya, kita lupakan saja".
Dito benar-benar tak bisa berkutik. Mawar merebut handphone nya dan menyembunyikan di dalam tasnya. Dia bahkan mematikan ponsel tersebut, agar tidak ada yang menghubungi Dito lagi.
Nisa kesal karena panggilan nya ditolak. Bahkan ketika dihubungi lagi, ponsel Dito sudah tidak aktif. Tak berapa lama, Roy mengirim pesan singkat kepada Nisa. Tampak video dan foto Roy yang sedang bermesraan dengan seorang wanita. Tidak begitu jelas wajahnya, namun Nisa bisa menerka kalau Dito sedang bermain api di belakangnya. Dia lalu menelpon Roy.
"Darimana kau dapat ini semua Roy??".
"Tak penting kau tahu,, yang pasti..seperti itulah kelakuan suami mu di luar sana".
"Malam ini dia tidak pulang kan,, mereka menyewa hotel di pinggir kota".
"Kalau kau mau,, aku bisa mengantarmu ke sana".
__ADS_1
"Kau yakin, Dito ada di sana Roy??".
"Ayolah Nisa,,, buka matamu.....suami mu itu sudah punya selingkuhan baru".
"Sebentar lagi kau pasti diceraikan,,, dengan dalih kau yang berkhianat duluan"..
"Dia terang-terangan sudah menantang mu".
"Roy,, berapa lama perjalanan ke hotel itu??".
"Kalau kita berangkat sekarang,,, besok pagi kita sudah sampai di sana".
"Antar aku ke sana Roy,, sekarang juga aku tunggu di rumah".
Nisa segera berpakaian dan berkemas. Setelah menitipkan pesan pada Sofia, dia lalu keluar, menunggu Roy yang akan menjemputnya. Tak butuh waktu lama bagi Roy untuk sampai ke rumah Nisa. Hanya selang setengah jam, Roy sudah tiba di rumahnya.
"Kita berangkat sekarang saja Nis".
"Iya,,aku juga sudah siap,,ayo.....!!!".
Nisa dan Roy menaiki mobil dan segera berangkat ke hotel tempat Dito menginap. Sepanjang jalan, Nisa hanya terdiam tak bersuara. Dia masih kepikiran tentang Dito.
Entah bagaimana sekarang suasana hatinya.
Yang jelas, Nissa harus membuktikan sendiri kebenaran dari foto dan video yang dikirim oleh Roy tadi. Dalam hatinya masih tidak menyangka kalau Dito berbuat seperti itu.
Tak tahan lagi dengan gairah yang hampir meledak, Dito menarik rambut Mawar seraya mencium bibirnya lembut. Baju Mawar entah sudah hilang kemana. Kedua bukit kembarnya pun tak luput dari sasaran mulut Dito. Dito tampak sangat menikmati permainan nya dengan Mawar.
Sedetik kemudian, mereka sudah telanjang bulat. Satu sama lain saling memuaskan. Merengkuh nikmatnya madu asmara. Sprei di ranjang pun sudah tak berbentuk karena pertempuran panas diantara keduanya.
Hampir satu jam Dito dan Mawar melakukan aktivitas fisik di ranjang hotel. Kini mereka berbaring kelelahan tanpa busana. Dito tak bisa berkata-kata, dia sangat puas dengan pelayanan dari Mawar. Selang beberapa menit, Dito akhirnya tertidur karena kelelahan.
Roy dan Nisa tiba di hotel sekitar jam 5 pagi. Mereka menanyakan kamar tempat Dito
menginap.
"Maaf Bu, kalau menyangkut privasi dari tamu kami, kami tidak bisa memberikan informasi".
"Mbak, suami saya di dalam, bersama perempuan lain, kalau mbak tidak mau memberitahu, saya terpaksa lapor polisi".
Mendengar ancaman Nisa, pegawai hotel lalu menyerahkan kunci kamar Dito kepada Nisa. Dengan catatan, mereka tidak dilibatkan dalam masalah rumah tangganya.
Nisa dan Roy segera naik mencari letak kamar Dito. Setelah ditemukan, mereka langsung masuk ke dalam. Nisa menemukan Dito telanjang bulat di atas ranjang hotel, sementara Roy mencari keberadaan wanita yang bersamanya. Rupanya wanita itu sudah duluan pergi dari hotel. Hanya aroma wangi melati yang masih tercium di ruangan.
__ADS_1
"Mas,,, bangun......apa-apa an kau ini".
Dito mengucek matanya dan melihat wajah Nisa. Dia menunggu sampai kesadaran nya pulih. Tahulah Dito kalau memang Nisa yang menemuinya.
"Nisa,,,,sedang apa kau kemari??".
"Sedang apa,,, lihat keadaan mu mas!!".
"Kau sungguh tak tahu malu".
"Dimana perempuan yang bersama mu".
Dito buru-buru memungut celananya dan langsung memakainya. Dia menyadari kalau Mawar sudah tidak berada di dalam kamar. Dalam hati dia bersyukur karena Mawar tanggap akan situasi.
"Kau sungguh keterlaluan mas!!!".
"Kau tega mengkhianati diriku dengan wanita murahan ini".
"Kau jangan salah sangka Nisa".
"Aku hanya ketiduran di sini,, aku tak membawa siapa pun".
"Nisa,,kau bisa lihat cctv hotel kalau kau tak percaya".
"Aku kemari sendiri".
"Dito,,,kau tak bisa mengelak lagi,,,ini apa???".
"Ini fotomu dengan gadis itu bukan??".
Roy memperlihatkan ponselnya pada Dito. Ketika Dito melihatnya,,, itu foto dirinya yang sedang berjalan sendirian. Dito heran,,bagaimana mungkin Mawar tidak nampak. Tapi Dito sedikit senang, karena Nisa tak akan mengetahui penghianatan nya.
"Lagi-lagi kau Roy,,,sudah kuduga...kau memang ingin menghasut Nisa".
"Lihat dulu ponselmu,,,aku berjalan sendirian, lalu apa yang harus ku buktikan".
Roy memeriksa ponselnya. Benar saja....gambar wanita itu hilang seketika. Nisa juga turut memeriksa, untuk memastikan nya.
Dan benar....wanita itu menghilang dari foto dan video Roy.
Roy yang merasa aneh, segera menemui manajer hotel untuk memeriksa cctv. Lagi-lagi mereka tercengang. Dalam rekaman cctv, Dito berjalan sendirian, walaupun tangan nya seperti tengah merangkul seseorang.
"Bagaimana mungkin bisa seperti ini??".
__ADS_1
"Jelas, ada yang tidak beres disini".
...****************...