Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Bermalam di Samping Makam.


__ADS_3

Hari sudah sore, Dito dan Nisa hendak bersiap untuk pulang, ketika tiba-tiba Mawar menelpon Dito. Dia mengajak Dito untuk bertemu. Kalau tidak dipenuhi, dia mengancam akan menemui Nisa.Terpaksa Dito harus berbohong lagi kepada Nisa.


"Sayang,, aku akan mengantarmu pulang dulu".


"Setelah itu, aku harus rapat dengan klien".


"Mereka mendadak ingin bertemu".


"Mas, kalau kau buru-buru, sebaiknya aku pulang sendiri".


"Kau pergilah,, jangan sampai klien mu menunggu".


"Ingat mas,, jangan pulang terlalu malam".


"Aku usahakan Nis,,tapi kau jangan tunggu aku,, tidurlah kalau sudah lelah".


"Aku pergi dulu".


"Hati-hati mas".


Dito berlalu membawa mobilnya meninggalkan Nisa di depan kantor. Roy yang melihat Nisa berjalan sendiri, segera menghampiri nya.


"Kau mau pulang bersama ku??".


"Tidak Roy,, aku naik taxi saja, terimakasih atas tawaran mu".


"Ayolah......Dito juga sudah pergi kan??".


"Roy,, aku tak ingin menambah masalah lagi".


"Aku dan Dito sedang berusaha memperbaiki


semuanya sekarang".


"Tolong,, biarkan aku sendiri saja".


"Kau seperti tidak tahu,, suami mu pasti berkencan dengan gadis itu lagi".


"Gadis yang mana Roy,, kita sudah melihat nya kemarin,, tak ada gadis yang pergi dengan


Dito".


"Kita sudah salah sangka dengan nya".


"Dan aku menyesal tidak mempercayai suami ku sendiri".


"Kau terlalu polos Nisa,, kalau suami mu sendiri di hotel, lalu kenapa dia masih telanjang saat kita datang".


"Sudah Roy,, cukup......aku tak mau terpengaruh oleh mu lagi".


"Kau pasti menyesal nanti Nisa,,, aku tidak akan tinggal diam".


"Aku akan buktikan kalau suami mu itu punya kekasih".

__ADS_1


"Dan saat itu terjadi,, kau pasti akan berterimakasih pada ku nanti".


Roy segera meninggalkan Nisa yang tengah mencari taxi online. Dia sangat marah karena Nisa sudah kembali berbaikan dengan Dito. Keinginan nya untuk memisahkan mereka, mungkin bisa gagal kali ini. Tapi dia masih membuntuti Dito, untuk mencari bukti tentang perselingkuhan nya.


Dito tiba di restoran tempat diri nya janjian dengan Mawar. Dito masuk ke dalam, ketika wanita itu melambai ke arah nya. Dito segera mendatangi meja tempat Mawar duduk.


"Aku sudah lama menunggu mu sayang".


"Mawar,, aku ingin bicara serius dengan mu".


"Katakan,,,aku akan mendengar kan".


"Sebaiknya kita akhiri hubungan kita ini".


"Aku tak ingin istri ku sampai kecewa dengan ku".


"Kau jangan macam-macam Dito,,, !!!".


"Siapa pun yang bermain-main dengan ku,, maka.....ku pastikan, nyawa mereka taruhan nya!!!".


"Kau jangan menakuti ku Mawar,,, aku tahu itu hanya gertakan mu saja kan??".


"Aku bicara serius,,,, jangan coba-coba mencampakkan Mawar,,, kalau kau tak mau


tubuh mu di penuhi dengan duri".


"Perlahan-lahan duri itu akan masuk ke tubuh mu dan menancap tepat di jantung mu!!!".


Dito memperhatikan ekspresi Mawar. Wajahnya menakutkan ketika mengucapkan ancaman kepada Dito. Belum lagi dia tertawa nyaring, tapi menyayat hati. Dito semakin takut melihat seringai kejam di wajahnya.


"Kau jangan membuatku takut Mawar, ku kira kita hanya bersenang-senang saja".


"Kau ingat pepatah lama,, hutang nyawa di bayar dengan nyawa, itu juga berlaku untuk ku".


"Tidak semudah itu meninggalkan ku setelah kau mencicipi tubuh ku".


"Aku akan mengejar mu, walau sampai ke liang lahat sekali pun".


"Dito termenung. Dia baru sadar kalau sudah bermain-main dengan bahaya. Saat itu dia tidak berpikir sejauh ini. Baru sekarang dia menyesal. Akibat mabuk-mabukan, dia jadi terjerumus ke dalam hubungan yang mematikan.


"Baiklah sayang,, sudah cukup bicara serius,, sekarang kita bersenang-senang saja".


"Tunggu Mawar,, tiba-tiba kepalaku pusing, aku harus pulang sekarang".


"Tidak,,, kau tidak boleh pergi sebelum kita bersenang-senang".


"Sekarang kau harus minum,,, lepaskan semua beban mu,, nikmati waktu kita berdua".


Dengan terpaksa, Dito menerima gelas yang di sodorkan oleh Mawar. Entah sudah ke berapa kali dia minum. Yang pasti,, pandangan nya sudah mulai kabur dan kesadaran nya sudah berkurang.


Setelah Dito benar-benar mabuk, Mawar membawa nya ke dalam mobil. Dia kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke rumah nya.


Dito sudah tidak bisa berkutik. Telepon berdering dari Nisa pun, tidak di hiraukan oleh nya. Yang jelas, di matanya hanya ada Mawar saat ini.

__ADS_1


"Kita sudah sampai sayang,,ayo masuk".


"Malam ini,,dan selamanya...kau hanya akan menjadi milik ku".


Mawar melemparkan Dito ke atas ranjang. Dia lalu melucuti seluruh pakaian nya. Setelah nya, dia juga melakukan hal yang sama kepada dirinya. Kini keduanya sudah telanjang bulat.


Mereka kemudian saling mencium dan menyesap. Dito meneriakkan nama Nisa disela-sela ******* nya. Mawar tidak perduli, yang terpenting dirinya bisa merengkuh madu asmara Dito. Walaupun dalam bayangan Dito, Mawar adalah Nisa istrinya.


Malam ini, sudah ketiga kalinya Mawar menyetubuhi Dito. Pria itu sampai kewalahan dibuatnya. Mawar seolah tak ada puasnya. Hampir semalaman mereka bercinta. Dito yang kelelahan, langsung tertidur di ranjang. Energi nya seperti habis di hisap oleh Mawar.


Dito terkulai lemas.


Semalaman Nisa tak bisa tidur. Dia cemas memikirkan Dito. Dia sudah janji untuk pulang. Nyatanya sampai pagi tak kelihatan batang hidung nya. Bahkan ponsel nya pun sengaja di matikan.


Pagi harinya, penjaga makam melihat mobil yang sama dengan yang terparkir tempo hari.


Dia kemudian memeriksa melalui kaca jendela mobil, tapi tak seorang pun ada di dalam. Penjaga makam tersebut kemudian menuju rumah kosong, memeriksa kalau-kalau ada penghuni di dalam nya.


Benar saja,,penjaga makam tersebut menemukan Dito pingsan dalam keadaan telanjang bulat. Dia kemudian memakai kan baju dan mengambilkan air minum dari rumah nya. Butuh waktu lama untuk membuat Dito sadar kembali. Tubuhnya sudah kedinginan, semalaman di lantai rumah kosong.


"Bapak nyasar kemari lagi rupanya,,,ayo di minum dulu".


"Terima kasih pak,,,kenapa saya bisa sampai kemari??".


"Perasaan,,,saya ke rumah teman saya semalam".


"Teman bapak itu perempuan kan??".


"Iya pak,,,dia mengajak saya ke rumahnya".


"Hmmm......saya sudah duga pak,,,perempuan itu sebenarnya....".


"Sebentar pak,,,istri saya menelpon".


Omongan penjaga makam itu terpotong karena Dito mengangkat telepon dari Nisa. Dito menjelaskan perihal dirinya yang tersesat di jalan. Setelah itu dia buru-buru pulang. Dia tak ingin Nisa berpikiran macam-macam kepada nya. Dito segera berpamitan pada penjaga makam.


"Maaf pak,,,saya harus buru-buru pulang,,,istri saya sudah cemas".


"Baik pak,,hati-hati di jalan".


"Terima kasih pak,,sudah menolong saya tadi".


Dito segera masuk ke mobil dan berlalu dari makam tua tersebut. Sepeninggal Dito, penjaga makam tersebut mendatangi nisan yang bertuliskan nama Mawar. Dia menyentuh dan mengelus nisan tersebut.


Setelahnya dia bergumam.


"Mawar,,,rupanya kau buat ulah lagi".


"Kasihan laki-laki itu".


"Sebentar lagi, dia akan terpisah dengan keluarga nya ".


"Semua ini gara-gara kau Mawar".

__ADS_1


...****************...


__ADS_2