Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Dunia Nyata.


__ADS_3

Dalam ruangan gelap, berdinding kaca, sebuah tubuh terbujur kaku tak berdaya. Nafasnya sesak turun naik dengan lemahnya.


Di lengan nya masih terpasang selang infus serta oksigen untuk menopang hidupnya. Tak ada seorang pun yang menunggu di sampingnya. Hanya dirinya sendiri berada di ruangan bercat putih tersebut.


Dari luar kamar, terdengar bunyi saklar di tekan, dan lampu ruangan menyala seketika. Seorang wanita cantik masuk ke dalam ruangan tersebut dan menyuntik kan sesuatu ke lengan pasien nya.


Dia kemudian tertawa dan mendekat ke wajah wanita tersebut.


"Kau sudah berakhir Nisa,,,".


"Seumur hidup jiwamu akan mengembara".


"Kali ini, tak ada yang bisa menolong mu".


"Ini lah akibatnya, kalau kau coba menentang Fransisca".


"Tak akan ada yang bisa luput dari kekejaman nya".


"Kau begitu bernyali untuk melawan ku bukan,,,ayo....bangun lah....kalahkan Fransisca".


"Kau ingin menantang wanita iblis ini bukan??".


"Rasakan akibatnya jika kau berani bermain-main dengan ku".


"Fransisca......tidak akan tinggal diam, sebelum musuhnya menderita".


Fransisca meninggalkan ruang perawatan Nisa dengan tawa yang menakutkan. Dia merasa puas sekali bisa membalas dendam pada Nisa. Beberapa waktu yang lalu, Fransisca sengaja menculik Nisa dari rumah sakit, dan memindahkan ke kediaman keluarga Wibisana.


Setiap hari, Fransisca selalu menyuntikkan narkoba ke lengan nya. Tujuan nya untuk membuat Nisa melayang dan jiwanya terjebak dalam ilusi yang di ciptakan nya sendiri. Sampai.saat ini pun, Nisa belum sadarkan diri. Hanya jiwanya terus berkelana


memasuki ruang dimensi yang di ciptakan oleh ilusi pikiran nya sendiri.


Polisi dan Alan masih terus mencari keberadaan Nisa yang tiba-tiba menghilang dari rumah sakit. Sudah berkali-kali mereka memeriksa kediaman Wibisana, tapi Fransisca cukup pintar menyembunyikan Nisa.


Wanita jelmaan iblis itu, bahkan sering kali masuk ke alam bawah sadar Nisa untuk membuat jiwanya lebih tersesat lagi dan semakin mengembara. Sampai akhirnya, Nisa tak kan bisa kembali. Jiwanya terpisah selamanya dari raganya, dan akhirnya menjadi penyembah iblis. Itulah tujuan Fransisca satu-satunya. Menarik Nisa untuk menjadi budak iblis seperti halnya Fransisca.


Mengirim sosok Satria ke dalam ilusi ciptaan nya. Iblis lah yang selama ini menjelma menjadi sosok Satria. Mengikat Nisa dengan pernikahan di dunia maya. Menjadi suami sekaligus penolong bagi hidup Nisa. Begitu sempurna dan seolah-olah nyata, ilusi yang di ciptakan oleh iblis dan juga Fransisca.


Alan sendiri tak patah semangat. Dia terus mencari Nisa.Dibantu oleh Roy, Anton dan Ki Santoso, mereka kembali berkumpul di rumah Nisa.


"Bagaimana menurut Ki Santoso,,apa Nisa masih hidup,atau seseorang sudah menghabisi nyawanya".

__ADS_1


"Nisa terjebak terlalu jauh,,,dia masih belum menemukan jalan kembali".


"Kita temukan dulu tubuhnya,,,setelah itu,aku akan menuntun jiwanya untuk pulang".


"Jiwanya di sandera oleh kekuatan jahat yang sangat besar".


"Mustahil dia kembali pulang,,kalau jiwanya saja sudah merasa nyaman".


"Rumah itu milik mu juga kan Alan??".


"Kalian bertiga bisa masuk ke sana dengan diam-diam".


"Kalau wanita itu masih di sana, mustahil kita bisa menemukan Nisa".


"Ada banyak ruangan rahasia di rumah besar itu".


"Susah payah aku dan Nisa bisa keluar dari sana".


"Namun rupanya, wanita itu lebih licik dari yang kita kira".


"Kalau saja aku tidak ketiduran di rumah sakit waktu itu".


"Mungkin mereka tak kan bisa membawa tubuh Nisa".


"Karena Nisa punya kemampuan mengendalikan makhluk halus di sekitarnya".


"Dan satu lagi, kharisma dalan diri Nisa bisa membuat tunduk segala jenis makhluk gaib apa pun jenisnya".


"Itulah alasan mengapa iblis mengincarnya".


"Mereka ingin memanfaatkan Nisa guna menambah pengikutnya".


"Baik dari kalangan manusia atau pun makhluk gaib".


"Dan ini sangat berbahaya!!!".


"Secepatnya kalian harus menemukan tubuh Nisa, bagaimanapun caranya!!".


"Baik,Ki Santoso....saya akan mencoba masuk rumah Wibisana".


Dengan penuh kepastian, ketiga sahabat Nisa menyanggupi permintaan Ki Santoso untuk secepatnya mengambil kembali tubuh Nisa.

__ADS_1


Alan yakin kalau Fransisca yang berada di balik hilangnya Nisa dari rumah sakit.


"Tapi, kita harus tetap waspada".


"Di rumah Wibisana, banyak sekali ilusi dan tipuan mata".


"Ruangan di rumah itu juga sangat luas dan menyeramkan".


"Terakhir kali aku dan Nisa keluar dari sana dengan susah payah".


Anton, Roy dan Ki Santoso mendengarkan dengan seksama penjelasan dari Alan. Dia lah satu-satunya anggota keluarga Wibisana yang tidak mengikat perjanjian dengan iblis.


Ketika teman-teman Nisa masih berusaha mencari keberadaan dari raga Nisa, sukmanya masih melanglang buana di buat sesat oleh iblis bernama Satria.


Dia meyakini filosofi Jawa yang mana seorang istri harus tunduk dan patuh kepada suaminya. Ikatan pernikahan adalah hal sakral dan suci. Maka pertama kali, jiwa Nisa harus di ikat dalam sebuah pernikahan.


Dalam alam bawah sadarnya, seolah-olah Nisa baru saja menikah dan harus mengabdi pada suaminya. Padahal sejatinya, Satria adalah perwujudan iblis yang sangat berbahaya. Dia mampu masuk ke alam pikiran manusia, dan mengajaknya ke dalam kesesatan. Sama seperti yang saat ini di alami oleh Nisa.


Nisa dan Satria masih memadu kasih di dalam kamar mandi. Di iringi suara gemericik air yang jatuh dari shower, menambah suasana semakin romantis.


Dengan bersandar di dinding kamar mandi, Satria terus menghujani Nisa dengan kenikmatan yang tiada tara. Dirinya semakin terhanyut, merasakan tubuh Satria memasuki dirinya. Keduanya mengerang, sama-sama merasakan kepuasan yang dalam. Hingga setelahnya masih dilanjutkan dengan acara mandi bersama.


Semakin hari, Nisa semakin menikmati peran nya sebagai seorang istri. Satria begitu memanjakan dirinya dalam hal asmara. Sehingga Nisa semakin terlena dan enggan untuk kembali ke dunia nyata.


Sudah larut malam, dan Satria sudah terlelap.


Nisa melangkah ke luar rumah. Semua orang sudah beristirahat di kamarnya masing-masing. Nisa keluar rumah dan membuka pintu depan.


Nisa seolah-olah tersadar, rumahnya terletak di tengah sawah yang luas. Jalanan yang berada di depan rumahnya nampak lenyap seketika. Hanya ada kegelapan dan rimbun nya pepohonan. Dari kejauhan sayup-sayup terdengar suara tangisan anak kecil. Nisa tersentak kaget. Seperti pernah mendengar tangisan tersebut, tapi di mana,,, lagi-lagi Nisa belum mampu mengingatnya. Dia hanya merasa aneh, semua tempat berubah- ubah bentuknya hanya dalam waktu sekejap.


"Sebenarnya aku di mana??".


"Tempat ini sungguh asing bagi ku".


"Mengapa aku bisa menikahi Satria??".


"Lalu, di mana yang lain nya??".


Berbagai macam pertanyaan berkelebat di otaknya. Ingin sekali Nisa segera menemukan jawaban nya, namun pikiran nya masih belum bisa mengingat apapun. Hanya buram dan samar-samar.


Dalam kegelapan malam, Nisa memegangi kepalanya. Dia ingin segera mengingat semuanya. Bukan hanya gambaran bayangan yang sekilas lalu dan kadang hadir utuh dalam pikiran nya.

__ADS_1


Nisa hendak kembali ke kamarnya, ketika tiba-tiba, nenek tua itu datang kembali. Dia tersenyum di depan pintu gerbang. Kehadiran nya seolah membawa suatu pertanda. Namun Nisa masih juga belum bisa membacanya dengan jelas. Sampai akhirnya sosoknya menghilang di kegelapan malam.


...****************...


__ADS_2