Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Kesurupan Massal Di Pabrik


__ADS_3

Nisa terjatuh dan tak sadarkan diri di restoran setelah mengucapkan kata-kata berbahasa Jawa.Dito panik,baru pertama kali menemui kejadian mistis seperti ini.Mana hidung Nisa berdarah lagi,dia bingung harus berbuat apa.


Dengan dibantu pegawai restoran,Dito menyadarkan Nisa.Hidungnya yang berdarah sudah dibersihkan dengan tisu.


"Nisa, apa sebaiknya aku panggil ayahmu kemari?".


"Tidak perlu Dit, aku sudah biasa seperti ini".


"Kau ingat apa yang kuucapkan saat kerasukan tadi kan??".


"Aku kurang begitu paham,kau berbicara bahas jawa Nis, mana aku ngerti".


"Setidaknya kau pasti ingat barang sedikit saja apa yang aku ucapkan".


"Yang ku ingat Gelung rambut, ciloko apalah Nisa,,, maafkan aku, karena panik aku jadi tidak fokus".


"Sudahlah......sebaiknya kita pulang Dito".


"Aku capek sekali"."


"Ayo,,,,aku akan mengantarmu".


Saat meninggalkan restoran,tanpa sadar bayangan tinggi besar dan hitam mengikuti mereka.


Sejak masuk ke restoran tadi memang, Nisa merasakan kalau ada yang tidak beres.


Nisa mencoba menetralisir kekuatan jahat yang ingin mencelakainya, tapi kondisi Nisa tidak memungkinkan untuk melakukannya.


"Sekarang bahkan seluruh kekuatan yang ada pada tubuhnya sudah dia transfer untuk memagari Dito.Alhasil Nisa semakin melemah dan makhluk itu dengan mudah menyerangnya.


Ya,,,,,,Buto ijo memang menandai korbannya dengan ciri-ciri dari hidung mengeluarkan darah.Kemudian dia akan menampakkan wujudnya pada calon korbannya.


Bagi Nisa yang sudah mengenal dunia gaib, tentu saja tahu betul akan hal ini.Tak apa dirinya ditandai, yang penting Dito baik-baik saja.Kalaupun pada akhirnya nyawanya harus menjadi korban, itu sudah konsekuensinya karena menantang makhluk pesugihan.


Sampai dirumah,Nisa sudah tak kuat berdiri.Dito membopongnya ke ruang tamu bude Wati.Bapak terlihat panik melihat keadaan Nisa.


"Nak Dito,,ini Nisa kenapa???".


"Itu pak, tadi Nisa.....".


"Pak,,,Nisa baik-baik saja, Dito kau pulanglah,


Istirahatlah,kita ketemu lagi di kantor besok pagi".


"Iya Nis,,aku pamit dulu,,mari pak..".


"Hati-hati nak Dito,,terima kasih sudah mengantar Nisa".


Bapak menggendong Nisa ke kamarnya.Anak itu sudah hampir pingsan.Badannya panas dan hidungnya masih mengeluarkan darah.


Bude Wati memanggil dokter keluarga untuk memeriksa Nisa.Dokter bilang Nisa terserang tifus dan infeksi saluran pencernaan.Dokter menyarankan Nisa untuk istirahat total.

__ADS_1


Ibu dan bapak menemani Nisa tidur di kamarnya.Ibu mengompres dahi Nisa agar panasnya mereda.


Tengah malam Nisa menggigil kedinginan.


Badannya masih saja panas,hidungnya juga


masih mengeluarkan darah.


Dalam tidurnya Nisa mengigau,Nisa meminta dipakaikan kebaya yang ada di lemarinya.


Kebaya pemberian ibu ratu.


"Pak,,,gimana ini???, Nisa malah bertambah parah, kebaya apa yang dimaksud Nisa".


"Bapak nggak tahu Bu, coba ibu cari dilemari Nisa, siapa tahu ada".


Ibu bergegas membuka lemari pakaian Nisa.


Dilihatnya tumpukan pakaian di rak lemari.


Ibu sudah mengobrak-abrik isi lemari, tapi kebaya yang dimaksud tak kunjung ketemu juga.


" Mungkin baju itu bukan baju biasa Bu, biar


bapak yang mencoba mencarinya".


Ibu bergeser dari depan lemari agar bapak bisa membantu mencarinya.Benar saja,,kebaya itu ada ditumpukan lemari bagian atas.Padahal ibu sudah mencarinya disana tetapi tidak menemukannya.


Tiba-tiba dari dalam tubuh Nisa keluar sinar berwarna merah menyala.Sinar itu menembus keluar dan menghilang di kegelapan.


Tak berapa lama Nisa membuka matanya.


Badannya sudah tidak panas lagi,mimisan dari hidungnya juga sudah berhenti.


"Kenapa Nisa bisa memakai kebaya ini pak?".


"Lah .....bukannya kau sendiri yang minta".


"Kau mengigau meminta dipakaikan baju kebaya ini Nis".


"Tapi bapak bersyukur,kau sudah melewati masa kritismu nak,,,serangan gaib entah dari siapa sudah keluar dari tubuhmu".


"Jangan banyak bicara dulu,,sekarang istirahatlah,,nyawamu hampir melayang tadi".


Nisa mengangguk menjawab perintah bapak.


Tubuhnya terlalu lemah bahkan untuk berbicara.Nisa mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan,,,sosok bayangan hitam yang mengikutinya dari restoran tadi sudah tidak tampak lagi.


Sekali lagi ibu ratu menyelamatkannya.Nisa


memejamkan mata,dia harus memulihkan kondisinya dulu.

__ADS_1


Ibu dan bapak tak beranjak sedikitpun dari kamar Nisa.Semalaman mereka tidak tidur,bergantian menjaga Nisa.


Pagi ini Nisa sudah lebih baik.Walaupun badannya masih lemah, dia sudah bisa duduk.Ibu menyuapi Nisa bubur ketika telepon rumah berdering.


Bude Wati mendapat laporan kalau di pabrik ada yang kesurupan lagi.Bukan hanya satu tapi hampir separuh pegawai pabrik yang tengah bersiap- siap kerja kesurupan.Ada yang berteriak marah-marah,ada yang menangis dan tingkah laku aneh lainnya.


Nisa mendengar percakapan bude Wati dari dalam kamarnya.Nisa kemudian menghubungi Dito untuk mendapatkan kejelasan.Nisa yakin ini ada hubungannya dengan kejadian kemarin.


"Dito,,,,coba tolong jelaskan padaku suasana di dalam pabrik, aku ingin tahu detailnya".


"Mereka kesurupan Nis,kami sedang berusaha mengevakuasi satu persatu ke mushola kantor".


"Pak satpam sudah memanggil kyai untuk membantu menyadarkan karyawan yang kesurupan".


"Suasana pabrik ini kacau sekali".


"Baik,,,,aku ke sana sekarang".


"Jangan Nisa, bapak tidak mengijinkanmu kali ini, kau masih lemah nak,bapak jelas-jelas melarangmu pergi".


"Tapi pak,,,,,ini semua ulah Nisa".


"Nisa yang menyebabkan peristiwa ini".


"Budemu sudah kesana, bapak yakin bude Wati bisa mengatasi kejadian ini".


"Lagi pula sudah ada orang pintar dan kyai yang dipanggil untuk membantu menyadarkan karyawan yang kesurupan".


"Kita tunggu kabar dari budemu,kau tetap di kamar ini sampai kau benar-benar sembuh".


Nisa terdiam mendengar kata-kata bapak.Kali ini bapak benar- benar serius melarang Nisa.


Mungkin bapak khawatir dan cemas melihat kondisi Nisa semalam, sehingga bapak terlihat marah kepada Nisa.


Nisa mengalah,,,dia terpaksa mematuhi perintah bapak.Dia akan menunggu kabar dari Dito saja.


Bude Wati sudah tiba di kantor.Dia langsung menuju mushola.Suasana di pabrik benar- benar kacau.Baru kali ini ada kesurupan massal di kantornya.


Bude Wati melihat sendiri kondisi karyawannya.Ada yang berteriak histeris,marah-marah, bahkan ada yang menangis.Bude Wati kemudian memerintahkan satpam untuk menutup gerbang kantor.Hari ini kantor diliburkan.


Satu persatu karyawan sudah mulai sadar.


Mereka yang sudah sadar dipindahkan ke ruang kesehatan agar tidak kesurupan lagi.Sementara yang belum berangkat, dipersilahkan untuk kembali pulang.


Tengah hari, kekacauan ini mulai bisa teratasi.Satu-persatu karyawan sudah diantarkan pulang.Bude Wati meliburkan kantor selama 3 hari, guna diadakan "pembersihan".


Bude Wati juga mengadakan rapat staf kantor.


Mereka harus ikut mencari tahu penyebab kejadian ini.


Nisa memantau perkembangan keadaan kantor lewat Dito.Syukurlah semua karyawan sudah sadar kembali.Nisa yakin ini ulah Buto ijo yang marah karena gagal menghabisi Nisa tadi malam.

__ADS_1


__ADS_2