Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Tragedi Berdarah.


__ADS_3

Nisa sudah selesai mandi.Dia kemudian membuatkan teh panas untuk Dito.


"Mas,,,,,ayo bangun,,ini sudah siang".


"Ini aku bawakan teh panas,,,minumlah".


Dito yang masih tertidur segera meraih tubuh


Nisa dan memeluknya.Dia mencium pipi dan


rambut Nisa yang wangi.


"Kemarilah,,, aku masih ingin bersamamu".


"Kau mandilah dulu,,ini handuknya".


Dito yang masih mengantuk segera berdiri dan memakai handuk yang diberikan Nisa.


"Tok.....tok .....tok......"


Suara ketukan di pintu mengagetkan Nisa. Dia kemudian berjalan ke depan untuk membukakan pintu.


"Pak RT......tumben pagi-pagi begini,,ada perlu


dengan bapak??".


"Iya Nis,,,tolong panggilkan bapakmu cepat,,,,


ini penting sekali".


Nisa segera memanggil bapak di kamarnya.


"Ayo pak ikut saya ke jalan kampung".


"Memangnya kenapa pak RT??".


"Itu,,,,,penyanyi dangdut yang semalam dapat


musibah".


"Baik pak,,,mari kita segera ke sana".


Pak RT dan bapak segera menuju ke lokasi yang disebutkan pak RT.Disana para penyanyi itu menangis histeris.Tampak pula sesosok


mayat yang ditutupi daun pisang.


Warga kampung menunggu polisi datang ke TKP. Sementara keadaan jadi gaduh karena


mereka ngeri melihat jenazah tanpa kepala.


Nisa dan Dito yang menyusul ke lokasi


kejadian, juga sangat kaget.Mereka mengira


harimau itu sudah sangat nekat.


"Ini bukan ulah harimau pak,,,,dia itu seperti


setan, kami tak kuat melihat perbuatannya


pada pak sopir".


"Kepalanya dicabut,kemudian darahnya dihisap dari lehernya, dan organ dalamnya juga diambil, setelah itu, dia terbang membawa kepala pak sopir".


Nisa mendengarkan dengan seksama cerita


dari para penyanyi itu.Dia juga melihat darah berceceran di sekitar tubuh korban yang ditinggalkan nya.


"Mas,,,aku rasa ......".


"Tetap disini saja, tunggu sampai polisi datang,,,,kau dengar aku kan, sayang.....".


"Baiklah mas,,,,aku mengerti".


Tak berselang lama, polisi sudah tiba di tempat kejadian.Mereka memasukkan mayat


tanpa kepala itu ke kantong jenazah.Polisi


mengatakan akan melakukan penyelidikan


lebih lanjut.


"Ini sudah bukan manusia lagi,,, tapi iblis".


"Dia tega bertindak brutal pada korbannya".


"Sebaiknya kita adakan rapat sekarang juga pak,,,warga kampung pasti tidak berani keluar malam setelah kejadian ini".


Semua warga menuju ke balai desa untuk mengadakan rapat dadakan terkait kejadian


pagi ini.

__ADS_1


Nisa dan Dito segera pulang ke rumah.


Sementara itu di dalam kebun tebu,,makhluk


yang dibicarakan itu, diam-diam mengintai.


Dia menunggu manusia yang lengah untuk


dijadikan korban berikutnya.


"Sayang,,,dia ini makhluk berbahaya,,,aku harap kamu jangan ikut turun tangan".


"Biar polisi yang menyelesaikan kasus ini".


"Untuk sementara kita hanya bisa menunggu


hasil penyelidikan polisi, semoga pelakunya


segera tertangkap".


Kondisi di kampung Nisa jadi mencekam.


orang-orang tidak berani keluar malam lagi.


Mereka benar-benar takut dengan makhluk ini.


Satu malam, pak Andi satpam mall di kota


kemalaman pulang.Ketika adzan Maghrib dia baru tiba di persimpangan hutan larangan.


Dia merasa ada yang mengikutinya.Tetapi


ketika menoleh ke belakang tidak ada apapun.


Tiba-tiba makhluk itu terbang dan menyambar kepalanya. Tubuhnya ditinggalkan dia tas motor setelah menghisap darahnya dan mengambil organ dalamnya.Pagi harinya


tubuhnya baru diketemukan.


Mendengar berita di tv belakangan ini, Dion


jadi curiga.Dia pernah memergoki ayahnya sedang makan janin, jangan-jangan itu semua


perbuatan ayahnya.


Nisa sedang menikmati masa bulan madu


nya. Ketika ada telepon masuk dari Dion.


"Aku yakin, ayahku lah makhluk jadi-jadian itu".


"Dia haus darah,, bahkan di rumahnya banyak sekali tengkorak dan tulang manusia".


"Kalau tak percaya,,aku akan mengantarmu ke


rumahku dan kau bisa melihatnya sendiri"..


Nisa memberikan informasi dari Dion kepada bapak, untuk diteruskan ke pak Kadus.


Polisi yang mendapat laporan dari pak Kadus,


siang itu langsung bergerak. Mereka akan


menggeledah rumah Dion.


Nisa berharap hari ini ayah Dion ditangkap.


Paling tidak bisa meminimalisir korban yang


menjadi sasarannya.Sambil menunggu kabar


dari bapak, Nisa berbincang -bincang dengan


Dito.


"Menurutmu apa ayah Dion pelaku kejahatan ini?".


"Aku tak tahu, aku kan tidak mengenal mereka


sebelumnya".


"Aku yakin ayah Dion dikendalikan oleh iblis".


"Hanya iblis yang memperlakukan korbannya seperti itu,,sangat tidak manusiawi".


"Apa kau tidak bisa berkomunikasi dengan arwah korban itu".


"Itulah anehnya,,,apa mungkin karena kepalanya hilang, jadi rohnya tidak di dekat tubuhnya??".


"Aku sudah mencari-cari arwahnya tapi tidak


kutemukan juga".

__ADS_1


"Lupakan tentang mayat itu,,,ini kan masa bulan madu kita"


"Lalu???,kau mau apa??".


"Aku mau kamu,,,sayang!!!".


"Mas,,,,,hentikan......!!".


Dito memeluk Nisa erat, kemudian menciuminya. Masa-masa bulan madu yang


harusnya penuh kemesraan malah terganggu


dengan adanya tragedi berdarah.


Sayang,,,sehari lagi mereka harus kembali ke


Jakarta. Waktu cuti mereka sudah habis.


Nisa berharap semoga kasus ini selesai hari


ini, atau dia tak tenang meninggalkan orang


tuanya disini.


Polisi dan beberapa warga kampung tiba di rumah Bu Mimin. Mereka langsung masuk


karena polisi sudah membawa surat penggeledahan.


"Ada apa ini bapak- bapak".


"Maaf pak,,kami harus memeriksa rumah bapak,karena menurut keterangan saksi, bapak terlibat dengan kasus baru-baru ini".


"Anda mungkin salah pak, saya baru saja kembali dari luar kota untuk urusan bisnis".


"Kalau begitu kami akan langsung memeriksa rumah bapak".


Polisi masuk dan memeriksa setiap sudut rumah.Tidak ada yang aneh dan mencurigakan.Ayah Dion sudah mengetahui dari teman gaibnya perihal penggeledahan ini.


Ayah Dion menyembunyikan kepala korban didalam freezer. Benda itu sengaja ditaruh di pojok ruangan supaya tidak ada orang yang lihat.


Salah satu polisi curiga dengan box dipojok


ruangan tempat menyembunyikan kepala manusia.Dia berjalan untuk memeriksanya.


Ayah Dion sudah pucat pasi.Polisi itu membuka tutupnya ketika tiba-tiba komandan


memanggilnya.


Ayah Dion tersenyum penuh kemenangan.


Dia berhasil mengelabui polisi dan warga kampung.Tinggal 2 lagi kepala yang harus dikumpulkannya, maka sempurna sudah


ilmunya.


Mereka pulang dengan tangan kosong.


Kecurigaan Dion tidak berhasil dibuktikan.


"Saya merasa aneh dengan penampilan pak Ali suami Bu Mimin itu, kok nggak bertambah tua malah kelihatan jauh lebih muda ya??".


"Namanya orang kaya pak,,,nggak mikir apa-apa".


"Tapi kan istrinya sakit kanker,,tapi kayak nggak sedih gitu..".


"Sudah bapak-bapak,,,kita mesti waspada lagi


karena pelakunya belum ketemu".


"Saya heran pak, sebenarnya siapa ya pelaku


pembunuhan di kampung kita ini".


"Entahlah pak,,,untuk sementara kita tunggu saja langkah dari pak polisi".


Ketika bapak sampai rumah, dia menceritakan kondisi rumah Dion yang bersih dan sama sekali tidak ada halangan mencurigakan.


"Bapak tahu kan, bude Wati dulu juga mempunyai ruang rahasia untuk menyembunyikan mayat suami dan anak-anaknya".


"Mungkin ayah Dion juga seperti itu, karena


dia adalah pemuja setan, jauh lebih cerdik


dan licik".


"Bapak baru ingat Nis,,kenapa tidak kepikiran dari tadi ya.....".


Bapak baru bisa berpikir jernih setelah sampai di rumah.Kalau memang ada ruang rahasia, harusnya Dion yang bisa menemukan


ruangan itu. Dia tak akan mungkin dicurigai,


karena anaknya sendiri.

__ADS_1


-


__ADS_2