
Tak berhenti sampai di situ, Ular yang merasa kesakitan itu marah dan menyerang Nisa.
Namun Nisa mengarahkan cincin mustika nya tepat di kepala sang ular.Ular itu kemudian menyerah dan meminta ampun.
Dia berjanji tak akan mengganggu wanita itu lagi.Setelahnya ular itu menghilang.
Nisa lalu menyuruh wanita itu untuk mencoba bergerak perlahan-lahan. Karena sudah
bertahun-tahun lumpuh, wanita itu harus menyesuaikan tubuhnya.
Selang 1 jam setelah otot-ototnya diregangkan, wanita itu bisa bergerak kembali.Suami istri itu menangis haru.
Mereka berterimakasih atas pertolongan Nisa.
Bahkan sebelum keduanya pamit pulang,
Laki-laki itu memberikan amplop berisi uang
kepada Nisa.Nisa menolak uang tersebut.
Tapi diam-diam, uang itu ditinggalkan di sofa
kamar tamu rumah Nisa.
"Uang ini mau kita apa kan pak???".
"Rumah orang tadi pun Nisa tak tahu".
"Ya sudah Nisa,,, anggap saja itu rezeki
buat kamu, simpanlah baik-baik uang itu".
"Baik pak".
Keesokan harinya, Nisa siap berangkat ke kota.Dia janji ketemu dengan WO yang mengurus pernikahannya.
"Kau yakin bisa pergi sendiri ke sana??".
"Iya pak,,, aku naik motor saja biar lebih cepat".
Nisa memacu motornya menuju pusat perbelanjaan terkenal di kota Jogja. Dia
sudah ditunggu di restoran.
"Maaf ya mbak Desi,,,saya telat,,,sudah lama
menunggu??".
"Belum Bu,,,, santai saja".
Nisa lalu menghubungi Dito lewat video call.
Mereka sepakat dengan konsep pernikahan yang ditawarkan Desi.Selanjutnya tinggal
menunggu pelaksanaan hari "H" saja.
"Baiklah Bu Nisa,,,senang sekali bekerjasama
dengan ibu,,,kami permisi ".
Nisa masih duduk di restoran dan ngobrol
dengan Dito.Nisa menceritakan semua kejadian yang dialaminya baru-baru ini.
"Waduh......aku jadi takut kalau calon istriku
benar-benar jadi dukun".
"Enggak lah......lagi pula aku hanya menolong mereka itu saja".
"Tapi kamu jangan kecapean ya,,,nanti hari "H"
malah kamu sakit".
"Tenang saja aku dirumah dimanjakan ibu kok".
Setelah puas mengobrol dengan Dito, Nisa lalu memutus sambungan telepon nya.
Dia hendak meninggalkan restoran ketika seseorang tiba-tiba memanggilnya.
"Nisa.........kau Nisa kan???, anaknya pak Ari".
"Dion..........sedang apa kau disini??".
"Kalian sedang mudik,,,Bu Mimin sehat kan?".
"Iya Nis,,,aku sudah lama tinggal di Jogja".
__ADS_1
"Ibu keluar masuk rumah sakit, jadi aku mengurusnya"
"Omong-omong kau makin cantik saja Nis".
"Ah......biasa saja,,,aku turut prihatin dengan
keadaan Ibumu".
"Terimakasih Nisa,,,sudah sebulan ibu dirawat
di rumah sakit diseberang mall ini".
"Kalau kau tak keberatan, boleh aku ikut untuk
menjenguk Bu Mimin??".
"Tentu saja,,ayo....".
Nisa dan Dion berjalan menuju ke rumah sakit. Di ruang perawatan, Bu Mimin tergolek
tak berdaya.Sampai saat ini, dokter belum menemukan penyakitnya. Sedang tubuhnya
hanya tinggal kulit dan tulang saja.
Nisa yang mempunyai mata batin melihat bahwa sakitnya Bu Mimin seperti bude Wati.
Hanya pesugihan yang mengikuti Bu Mimin
adalah sesosok tuyul. Dia terus-menerus menyusu pada Bu Mimin.Tuyul itu menghisap
darah Bu Mimin lewat payudara nya.
Nisa miris menyaksikan keadaan Bu Mimin.
Dia jadi teringat dengan bude Wati, yang meninggal karena pesugihan juga. Keadaan
mereka berdua sama, antara hidup dan mati.
"Dokter mendiagnosa ibu terkena kanker
payudara, tapi untuk kemoterapi, keadaan ibu
sudah tidak memungkinkan".
"Maaf Dion,,,apakah kau sudah pernah me-
manggil ustad untuk mendoakan ibumu?".
"Cobalah......siapa tahu ibumu bisa sembuh".
Nisa hanya bisa memberi nasehat untuk Dion.
Dia tidak tahu perjanjian macam apa yang
Bu Mimin ucapkan,,Nisa hanya berharap ustad yang dipanggil nanti dapat membebaskan jiwa Bu Mimin".
Nisa meninggalkan rumah sakit dan kembali ke rumahnya.Dia tak menyangka kalau ternyata kekayaan Bu Mimin diperoleh dengan cara yang tidak halal.
Sore hari Nisa baru sampai rumah.Nisa menceritakan tentang Bu Mimin kepada
bapak. Bapak terkejut mendengarnya, karena
setahu warga kampung, bu Mimin pindah
ke luar kota. Rumahnya pun sudah dijual.
Dan warga kampung tak tahu tempat tinggal
mereka yang baru.
Bertemu Dion, mengingatkan Nisa akan
peristiwa yang dialaminya dulu.Waktu itu
Genderuwo menyamar jadi Dion. Lamunan
Nisa pun terputus karena ketukan di pintu.
"Tok....tok.....tok ....tok"
"Mbak Nisa,,, boleh saya masuk..".
"Oh......mari silahkan Bu".
Rupanya suami istri yang diobati Nisa kemarin datang bertamu. Dia sengaja datang
untuk berterimakasih kepada Nisa. Dia juga menawarkan bantuannya karena mendengar Nisa akan menikah.
__ADS_1
Dia juga meminta Nisa untuk mengobati sahabatnya yang tengah sakit. Nisa menolak permintaan keduanya mengingat hari pernikahan sudah semakin dekat.Lagipula Nisa bukan lah dukun yang bisa menyembuhkan penyakit.
Setelah gagal membujuk Nisa, suami istri itu pulang.Tak berapa lama telepon Nisa berdering.Rupanya ada panggilan masuk dari
Dion.
"Nis,,,,,,rupanya kau tahu sesuatu tentang penyakit ibuku, apa kita bisa bertemu sekarang??".
"Aku ingin membicarakan sesuatu kepadamu".
"Ini sudah malam Dion,,,besok saja kita
bertemu".
"Tapi ini penting Nisa, hanya kau yang bisa
mengakhiri penderitaan ibuku".
"Aku akan menjemputmu sekarang,kalau
kau setuju".
"Baiklah.....datanglah ke rumahku".
Setelah menutup telepon dari Dion, Nisa bercerita kepada orang tuanya kalau Dion
meminta pertolongannya.
"Terserah padamu saja Nis,,,kalau kau pikir
itu baik, lagipula Bu Mimin kan juga
tetangga kita".
"Baiklah pak,,,Nisa akan coba menolong Bu
Mimin".
Selang setengah jam, Dion sudah sampai di rumah Nisa. Dia membicarakan tentang
keterangan ustad yang mendoakan Bu Mimin.
"Kata ustad itu, hanya kau yang bisa menolong ibuku Nis".
"Aku mohon tolonglah Nis!!!".
"Memangnya ustad itu bilang apa tentang ibumu??".
"Ibuku pemuja setan Nis".
"Selama ini aku tak tahu karena aku sekolah di luar kota".
"Baru tadi aku tahu kenyataanya".
"Kata pak ustad, walaupun sudah di doakan, dia tetap tidak mau pergi karena masih terikat
perjanjian dengan ibu".
Nisa bingung mendengar penjelasan Dion, harusnya kalau cuma tuyul, ustad itu pasti bisa menangkapnya dan mengembalikan
ke tempatnya semula.
Lalu,,,setan macam apa yang dipuja Bu Mimin
sebenarnya. Nisa ragu, karena sebentar lagi
hari pernikahannya, dan besok pagi Dito
dan keluarganya akan tiba di Jogja.
Nisa tak ingin rencananya jadi kacau karena hal ini. Nisa berusaha menjelaskan pada Dion
tentang kondisinya saat ini.
"Aku sungguh minta maaf Dion, untuk hal ini
aku tidak bisa membantu".
"Besok pagi keluarga calon suamiku tiba dari
Jakarta, dan aku harus menemani mereka
selama disini".
"Mintalah tolong pada pak ustad supaya mencarikan bantuan untuk ibumu".
"Tapi Nis.......".
__ADS_1
"Ku mohon, jangan memaksaku, kali ini aku benar-benar tidak bisa".
Setelah mendengar penjelasan dari Nisa, Dion akhirnya kembali ke rumah sakit.Ibunya mungkin selamanya akan menjadi mayat hidup, akibat memuja setan.