
Roy dan Nisa sampai di restoran tempat pertemuan dengan klien nya. Restoran itu terletak di samping bar yang kerap dikunjungi Dito. Kebetulan Roy melihat mobilnya terparkir di depan bar. Dia segera memberitahu Nisa dan menunjukkan keberadaan Dito di sana.
"Nisa,, itu mobil Dito kan,,, mau apa siang-siang begini mendatangi bar?".
"Itu memang mobilnya Roy,, entahlah apa yang dilakukan nya".
"Sebaiknya kita segera masuk saja".
"Jangan sampai klien kita menunggu terlalu lama".
Nisa sebetulnya juga penasaran, sama seperti Roy. Tapi, dia menahan diri agar Roy tidak banyak bertanya. Bagaimanapun Dito adalah suaminya. Walaupun dia berperilaku buruk, Nisa harus tetap menjaga nama baik nya.
"Nisa,, kau masuklah dulu,, aku harus menelpon sebentar".
"Nanti aku segera menyusulnya".
"Baik Roy,, jangan lama-lama".
Nisa langsung masuk ke dalam restoran. Sementara Roy, dia menelpon teman nya untuk membuntuti Dito. Roy sangat ingin memisahkan Nisa dan Dito. Kalau Dito berbuat buruk, bukan tak mungkin Nisa pasti akan langsung meninggalkan nya.
"Lakukan tugasmu sekarang".
"Aku sudah mengirimkan foto orang dan mobilnya".
"Kutunggu laporan mu secara detail, setiap hal yang dia lakukan, jangan sampai ada yang terlewat".
"Baik pak,,, siap laksanakan!!".
Roy masuk ke restoran dan menyusul Nisa. Dia terlihat gembira. Langkahnya untuk bersatu dengan Nisa sebentar lagi terwujud. Tinggal menunggu kehancuran Dito yang punya hobi baru ber mabuk-mabukan. Dan tanpa sadar, dia akan kehilangan Nisa sebagai istrinya.
"Maaf, menunggu lama..sampai di mana pembicaraan kita Nisa?".
"Aku sudah selesai presentasi Roy,, tinggal menunggu jawaban dari klien".
"Baiklah,,silahkan pak...anda boleh berdiskusi
dengan rekan anda".
"Tak perlu pak Roy,,saya cukup puas dengan presentasi dari Bu Nisa,,saya putuskan untuk bekerjasama dengan perusahaan kalian".
"Wah,,,terimakasih atas kepercayaan nya pak,,anda tidak akan menyesal bekerja sama dengan kami".
"Selamat Nisa,,,lagi-lagi kau mendapatkan klien hebat".
"Iya,,, kami menyukai cara Bu Nisa presentasi, sungguh membuat kami tertarik".
" Kami ingin Bu Nisa sendiri yang menangani proyek ini".
"Bapak jangan khawatir, memang nantinya saya dan Nisa yang akan menangani proyek ini".
__ADS_1
Kedua orang pegawai perusahaan tekstil itu kemudian undur diri setelah menandatangani kontrak kerja dengan perusahaan Nisa. Niat Nisa semula yang akan mengundurkan diri, bisa dipastikan batal setelah mendengar permintaan mereka. Mungkin ini memang jalan bagi Nisa, sementara kondisi Dito masih belum stabil. Dia belum mau bekerja kembali. Jadi sementara, memang Nisa yang harus bekerja.
"Kau tidak senang dengan keberhasilan mu??".
"Aku senang Roy,, hanya aku masih berpikir tentang Dito".
"Apa mobilnya masih di sana?".
"Mungkin,,, aku juga belum tahu".
"Kalau kau mau, kita bisa memeriksanya".
"Tidak usah Roy, kita kembali ke kantor saja".
Roy dan Dito berjalan keluar ruangan. Mereka menuju ke tempat parkir. Mobil Dito masih terparkir di depan bar. Nisa kemudian melangkah mendekati bar tersebut.
"Roy, tunggu sebentar disini,, aku mau lihat Dito dulu".
"Nisa,,,kau mau kemana....tunggu Nisa,, aku akan menemanimu".
Nisa berjalan masuk ke dalam bar. Tak dihiraukan nya, panggilan dari Roy. Dia hanya fokus mencari suaminya saja. Tapi, di dalam bar tidak nampak ada Dito. Dia sudah berkeliling tapi tak menemukan sosok suaminya itu. Dia menghampiri pelayan dan menanyakan keberadaan suaminya.
"Mas,,saya mencari orang ini, dia ada disini kan, mobilnya ada di depan".
"O,iya Bu,,,tadi dia ada disini, menunggu teman wanitanya, mungkin mereka sekarang sudah pergi Bu?".
"Pergi ke mana,,,teman wanita yang mana mas??".
Nisa sebenarnya masih ingin bertanya lebih banyak lagi, tapi dia keburu ditarik tangan nya oleh Roy. Dia membawanya keluar bar dan langsung berbicara pada Nisa. Tentu saja Nisa jadi kecewa, karena dia masih penasaran dengan keberadaan Dito.
"Kenapa kau membawaku pergi Roy??".
"Aku hanya ingin tahu, Dito kencan dengan siapa??".
"Itulah .....aku tak mau kau bersedih mendengar kelakuan suamimu".
"Mungkin saja Dito sebenarnya sudah berhubungan dengan wanita itu, jauh sebelum kita berbuat kesalahan".
"Mungkin ini cara dia untuk melepaskan dirimu".
"Entahlah Roy, aku tak bisa berpikir".
"Mobilnya ditinggalkan disini,, mungkin dia memakai mobil wanita itu".
Nisa sudah sangat kesal mendengar kata-kata Roy tentang Dito. Dia segera mengajak Roy meninggalkan bar tersebut dan kembali ke kantor.
Sementara di dalam bar, Dito baru keluar dari toilet. Seorang pelayan menghampiri dirinya.
"Pak, barusan ada seorang wanita yang mencari bapak kemari".
__ADS_1
"O,,ya..dimana dia sekarang??".
"Baru saja dia pergi pak,, saya tak tahu anda di toilet".
"Sial.....!!!!!".
"Ya sudah,, biar aku telpon dia lagi".
Pelayan itu segera pergi dari meja Dito. Dia langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi wanita teman kencan nya semalam.
"Kau dimana saja, aku menunggumu di bar dari tadi".
"Sebentar lagi aku sampai sayang".
"Kau tunggu saja di meja yang kemarin, lima menit lagi aku datang".
Dito memutuskan sambungan telepon nya dan duduk kembali di mejanya. Dia masih memainkan ponselnya, ketika tiba-tiba, wanita itu sudah ada di hadapan nya.
Seketika ruangan bar dipenuhi harum bunga melati, parfum dari wanita yang bersama Dito.
Melihat kecantikan wajahnya, mata Dito tak bisa berkedip. Wajahnya mirip sekali dengan Nisa, tapi dandanan nya agak lebih menor. Kemarin Dito mabuk, jadi tak sempat menikmati kecantikan wajahnya. Sekarang tahulah dia kenapa bisa sampai tidur dengan nya.
"Darimana kau masuk, aku tak mendengar suara langkahmu".
"Karena kau terlalu asyik memainkan ponsel mu,,jadi kau tak menyadari kehadiran ku".
"E......Mawar,, aku mau menjelaskan tentang kejadian semalam".
"Itu, aku sedang mabuk, jadi.....aku tak sadar kalau kita berdua...".
"Tak apa sayang,, walaupun kau mabuk,, tapi tadi malam kau sangat hebat,, menggairahkan".
"Permainan mu luar biasa!!".
"Maksudku bukan begitu Mawar,, aku....".
"Ayo minumlah.....kali ini aku yang mentraktir mu".
"Mas,,, tolong bawakan minuman ke sini".
Pelayan itu mematuhi perintah wanita yang memesan minuman padanya. Diakui pelayan itu,, kalau wanita ini sangat mirip dengan yang tadi siang datang. Tapi, wanita ini jauh lebih agresif dan berani. Terang-terangan bersikap mesra dengan laki-laki di depan nya.
"Mawar,,,sudah cukup....malam ini aku tak mau sampai mabuk".
"Iya sayang,,,aku juga mau mengajak mu jalan-jalan malam ini".
"Kita pergi sekarang,, ayo......aku sudah tak sabar ingin melihat keindahan kota di malam hari".
Entah kenapa Dito tak bisa menolak. Dia seperti kerbau yang di cocok hidungnya. Dito menurut saja ketika Mawar menggandeng tangan nya keluar dari bar. Entah apa yang telah merasuki pikiran nya, sehingga melupakan Nisa dan si kembar.
__ADS_1
Malam itu Dito dan Mawar berjalan-jalan keliling Jakarta. Sepanjang perjalanan, Mawar tak melepaskan genggaman tangan nya.Dia terus tersenyum di samping Dito. Mawar bahkan tak sungkan untuk mencuri ciuman dari Dito. Dia seperti wanita yang tengah kasmaran.
...****************...