Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Bapak Murka.


__ADS_3

"Ada apa ini pak??".


"Tolong lepaskan Siska, kasihan dia kesakitan begitu".


"Kau disitu saja Nisa, ada yang berniat jahat di rumah mu ini".


"Untung bapak melihatnya, kalau tidak,, entah apa yang terjadi".


Nisa menuruti kata-kata bapak. Dia mengawasi dari jauh gerak-gerik Siska. Gadis itu tertawa dengan suara berat. Sementara matanya berubah menjadi warna putih semua. Bapak sudah membacakan doa, serta berusaha mengeluarkan makhluk gaib yang merasukinya. Tapi nampaknya tenaga gadis itu sangat kuat. Dia berhasil memukul dan menendang bapak, lalu kabur keluar rumah.


Nisa berlari menghampiri bapak dan menolongnya. Nisa lalu menelpon Roy.


"Ya Nisa,,ada apa?".


"Kau sudah sampai di rumah Roy??".


"Aku baru saja sampai, kenapa memangnya??".


"Siska sepertinya kambuh lagi".


"Dia baru saja habis dari sini".


"Tunggu sebentar Nisa, nanti aku hubungi lagi".


Roy sudah berlari masuk ke dalam rumah untuk mencari Alan. Dia hendak mengabarkan keberadaan Siska di rumah Nisa. Namun, seketika Roy di buat terkejut tatkala mengetahui kalau Nisa ada di dalam rumah bersama Alan dan Anton.


"Bagaimana Siska ada di situ, bukan nya dia??".


"Iya Roy, tadi dia memang menghilang".


"Tapi saat aku dan Anton kembali, dia sudah tertidur di sofa".


"Kalian yakin itu Siska,,,soalnya Nisa baru saja menelpon dan bilang kalau Siska mengacau di rumahnya".


Alan dan Anton saling berpandangan. Mereka kemudian mendekati Siska dan bermaksud hendak membangunkan nya. Tapi tak di sangka gadis itu rupanya langsung mencengkeram leher Alan dengan kuku panjang nya. Dia tertawa cekikikan dan bertengger di atas pundaknya.


"Hi.....hi.....hi.....hi.......".


"Kau ingin mati rupanya,,,aku kabulkan sekarang juga".


"Tunggu.....kau siapa,,kami tak mengganggu mu bukan??".


"Turun dari situ dan lepaskan temanku".


"Hi......hi .....hi .....hi....hi".


"Aku ingin dia mati bersama ku".


Anton langsung bertindak. Sementara Alan dan Roy bersikap waspada. Tasbih yang di bawa Anton di lemparkan ke arah kuntilanak


yang ada di pundak Alan. Dia terpental ke belakang, mengasuh sambil menangis. Tubuhnya kepanasan mendengar ayat suci yang di lantunkan Anton.


Seperti anak kecil dia mengaduh, berteriak


kepanasan. Kuntilanak itu meminta di lepaskan dari jeratan tasbih di lehernya.

__ADS_1


"Katakan,, siapa yang menyuruh mu datang kemari??".


"Dia yang menyuruh ku,, ampun........sakit".


"Dia siapa,, aku akan melepaskan mu kalau kau katakan".


"Dia......aku takut,,, dia jahat".


"Lepaskan.......".


Anton hampir saja mendapatkan jawaban, saat tiba-tiba tasbih tersebut tercerai-berai ke lantai, dan kuntilanak itu terbang menghilang ke atas.


"Kurang ajar,,, aku yakin ini ada hubungan nya dengan iblis peliharaan keluarga mu Alan".


"Dia masih ingin menyerang kita, terutama Nisa".


"Jangan-jangan...Siska juga di pengaruhi oleh nya".


"Nisa bilang dia melawan bapak, dengan suara laki-laki".


"Kalau begitu, kita segera ke rumah Nisa".


"Jangan sampai iblis itu melakukan sesuatu yang buruk di sana".


"Ah.....kau mengerjai ku Anton,, aku baru dari rumahnya".


"Kau saja yang setir Alan, badan ku masih capek rasanya".


Alan menerima kunci mobil yang di lemparkan oleh Anton dan langsung kembali ke rumah Nisa. Mereka ingin memastikan keberadaan Siska di sana.


Di rumah Nisa,, bapak yang sudah mencium adanya sesuatu yang ganjil, langsung menanyai Nisa saat itu juga.


"Kau tak mau cerita pada bapak?".


"Maksud bapak apa, Nisa juga kurang paham pak".


"Rumah mu ini dikelilingi aura negatif yang sangat jahat nduk".


"Bapak Ndak tahu kenapa kau bisa kehilangan kemampuan mu".


"Jadi mereka bisa leluasa keluar masuk rumah dan mengganggu mu".


"Istilah kasarnya, pintu rumah mu sudah hancur, jadi yang datang dan keluar bebas di sini".


"Bahkan mereka lebih senang menetap di rumah mu".


"Seolah-olah merasa, kau memanggil mereka kemari".


"Nisa tak merasa seperti itu pak, bahkan Nisa juga tak tahu".


"Nisa masih bingung dan belum ingat semuanya".


Bapak sedikit terkejut mendengar kata-kata Nisa. Kalau dia saja tak ingat semuanya, berarti ada sesuatu yang menimpanya. Dan bapak tahu pasti, siapa yang bisa menjelaskan ini semua.Bapak akan menunggu sampai dia datang ke rumah dan memberitahu semua tentang Nisa, tanpa ada yang di sembunyikan.


Dan kebetulan juga, Roy, Anton dan Alan tiba di rumah Nisa bertepatan di saat bapak menginginkan kehadiran mereka. Ketiganya masuk ke dalam rumah dan di sambut langsung oleh bapak.

__ADS_1


"Lah.....Siska mana pak, kata Nisa dia ada di sini".


"Siapa Siska,, gadis jadi-jadian itu tadi?".


"Bapak sudah mengusirnya, karena dia bukan manusia".


"Bapak justru ingin minta penjelasan dari kalian bertiga tentang kondisi Nisa dan rumah ini sekarang".


"Anton, kau lihat sendiri kan bagaimana keadaan nya?".


"Sekarang,,kalian harus menceritakan sejujurnya pada bapak,, ada apa sebenarnya!!".


Mereka bertiga sudah tak mungkin lagi berbohong pada bapak. Intuisi lelakinya itu sangat tajam. Apalagi kalau menyangkut tentang putrinya, Nisa. Mereka tidak punya pilihan lain. Malam itu juga Anton menceritakan peristiwa yang menimpa Nisa dari awal sampai akhir.


Bapak mendengarkan dengan seksama penjelasan dari Anton dan Roy. Sesekali dia melihat ke arah Nisa yang masih tetap datar tanpa ekspresi. Setelah selesai bercerita, barulah bapak paham yang terjadi sebenarnya.


"Itulah,,,yang bapak khawatirkan selama ini".


"Kita melawan kekuatan gaib,, barang yang tak kasat mata".


"Sementara, Nisa sudah tak punya apa-apa lagi".


"Hanya tinggal punya aura yang bisa mengundang kehadiran para penghuni dunia lain".


"Akan seperti ini terus, kalau aura di tubuh Nisa tidak segera di tutup".


"Hal sebesar ini, dan kalian merahasiakan dari orang tua ini".


"Kami tak ingin bapak cemas, lagipula Ki Santoso juga sudah ada di sini".


"Hanya Mbah Cokro yang bisa menyembuhkan Nisa,,, tentunya dengan syarat dan laku khusus".


Dulu,,, jauh-jauh hari Mbah Cokro sudah memperingatkan kepada bapak tentang kondisi Nisa. Banyak hal yang di sebutkan olehnya, salah satunya yang terburuk adalah keadaan ini.


Nisa juga berasal dari keturunan leluhur penyembah pesugihan. Walaupun urutan nya terputus di tangan bapak, namun para iblis senantiasa mencari kelemahan dari manusia.


Mereka membujuk Nisa agar bisa kembali menjadi penyembah iblis untuk mendapatkan harta dan kesenangan hidup. Berbekal kemampuan Nisa menaklukkan beberapa makhluk halus, mereka juga ingin memanfaatkan hal tersebut.


Beruntung Nisa di temukan sebelum benar-benar bersatu dengan iblis tersebut. Kalau tidak, Nisa bisa menjadi seseorang yang menakutkan di bawah kendali iblis tersebut.


"Tak ada cara lain, bapak harus membawa Nisa pulang ke Yogya dulu".


"Biar Mbah Cokro yang membersihkan tubuhnya dari pengaruh jahat makhluk gaib yang mengikutinya".


"Asal kalian tahu, iblis itu,,justru bersemayam di diri Nisa saat ini".


"Jadi tak mungkin kalian bisa menemukan nya".


"Roy,, tolong kau pesankan tiket untuk kami kembali ke Yogya".


"Baik pak,, tapi...saya minta ijin untuk ikut menemani Nisa ke sana".


"Setidaknya kalau ada sesuatu kita bisa mengatasi sama-sama pak!".


"Hmmm.....baiklah Roy,, bapak setuju".

__ADS_1


Bapak masuk ke dalam rumah dan menyuruh ibu dan Sofi kembali berkemas. Mereka akan pulang ke Yogya bersama Nisa. Iblis di dalam tubuhnya harus segera di hilangkan, bagaimanapun caranya. Bapak tak ingin Nisa mewarisi leluhurnya sebagai pemilik pesugihan abadi.


...****************...


__ADS_2