Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Kacau.


__ADS_3

"Mas,,tunggu...kita perlu bicara serius".


"Simpan kata-kata mu untuk nanti saja".


"Kau pergilah ke tempat Roy,,,hibur dia dan jangan perduli kan aku".


"Kau memang kelewatan Dito,,,,baiklah....


kalau itu mau mu,akan aku turuti".


"Kau mau aku bersama Roy kan,,,oke...!!".


"Selama ini aku sudah berusaha menjadi istri yang baik, memperbaiki kesalahan ku".


"Tapi malah kau yang berusaha menjauh dari ku".


"Kau bersenang-senang tiap malam".


"Kurasa memang sudah saatnya aku mencari pengganti mu".


"Kalau kau sendiri yang menyuruh ku bersama Roy,,akan ku turuti".


"Cerai kan aku,,mulai detik ini aku bukan lagi Nisa istri mu".


Nisa berlari ke ruangan nya dengan berlinang air mata. Akhirnya, rumah tangga nya bersama Dito tidak bisa diselamatkan lagi. Dito sudah menjadi orang asing bagi Nisa. Dia bahkan merelakan dirinya untuk Roy. Seperti Nisa sebuah piala bergilir yang bebas di miliki oleh siapa pun juga.


Mata Nisa terhalang oleh butiran bening yang terus saja mengajak sungai. Dia berlari tanpa melihat arah. Tak sadar dirinya menabrak Roy.


"Hei .....kau kenapa Nisa,,,,apa ini....kenapa kau menangis??".


"Maaf Roy,,aku tidak sengaja...!!".


Nisa bangkit ditolong oleh Roy. Dia segera berlari masuk ke ruangan nya. Butiran air matanya sengaja dia sembunyikan dari Roy.


Roy yang melihat, segera mengejarnya masuk ke dalam ruang kerjanya.


"Nisa,,,apa lagi yang suami mu lakukan sekarang??".


"Tinggalkan aku Roy,, aku hanya ingin sendiri sekarang".


"Aku mengenal perempuan itu Nisa,,, namanya Mawar".


"Apa maksud mu Roy??".


"Selingkuhan Dito,,,nama gadis itu Mawar".

__ADS_1


"Bagaimana kau bisa tahu??".


"Kalau kau ingin tahu tentang dia, aku bisa mengantar mu ke rumah nya".


Nisa masih belum merespon kata-kata Roy. Dia sibuk menata hatinya.Kata-kata yang diucapkan nya tadi sungguh keluar dalam keadaan marah. Dia sangat menyesal. Tapi Sikap Dito yang keterlaluan membuat dirinya kembali meradang.


"Tenangkan diri mu dulu, setelah itu kita bicara lagi".


"Akan ku buktikan kalau aku bukan sekedar omong kosong".


"Suami mu berselingkuh dengan Mawar".


"Bukan hanya sekali dua kali, tapi berkali-kali dia melakukan nya".


"Kau boleh pegang kata-kata ku ini".


Roy kemudian meninggalkan ruang kerja Nisa. Dia keluar dan masuk ruang kerjanya sendiri. Sekarang terserah Nisa bersikap. Yang perlu dikatakan sudah diucapkan nya.


Setelah Dito ribut dengan Nisa, dia langsung pergi ke bar langganan nya. Di lihatnya Mawar sudah duduk di kursi pojok belakang. Dia melambai ke arah Dito. Dia langsung menghampiri meja tersebut.


"Kau seperti tahu aku sedang butuh teman".


"Tentu saja,,,kau habis ribut dengan istri mu kan??".


"Sudah ku bilang, tinggalkan dia....dengan begitu kita bisa terus bersama".


"Mungkin ini memang jalan satu-satu nya".


"Sudah sayang,,,sekarang minumlah...".


"Lupakan semua beban mu".


"Malam ini kita akan bersenang-senang!!".


Mawar menuangkan minuman ke dalam gelas Dito. Dia sudah setengah mabuk sebenarnya. Namun Mawar masih saja menuangkan minuman lagi dan lagi.


Ketika sudah mabuk, Mawar membawanya ke rumah nya seperti biasa. Mereka bercinta semalaman, menyalurkan hasrat Dito yang tertahan.


Tidak seperti biasanya, malam ini Dito memberi obat tidur kepada Mawar. Dia tak mau Mawar bangun duluan dan meninggalkan nya di rumah tua. Itulah sebabnya Mawar terlelap di samping nya.


Dito duduk memperhatikan Mawar. Dia sebenarnya tidak mabuk, tapi hanya berpura-pura saja. Dia hanya ingin tahu jati diri Mawar sebenarnya. Kenapa setiap kali habis bercinta dengan nya, pasti berakhir di rumah tua samping makam.


Lama Dito terjaga mengamati Mawar. Hingga tengah malam tiba. Mata Mawar tiba-tiba terbuka. Dia kemudian berdiri dan seperti kehilangan kesadaran. Baju seksinya berubah menjadi jubah putih kecoklatan. Dia membuka jendela dan terbang diiringi tawa nyaring yang menyayat hati.


Seketika rumah mewah yang ditempati Dion berubah menjadi ruangan gelap. Kasur mewah dan perabotan nya menghilang seketika. Dan Dito sudah berada di ruangan sempit rumah kosong samping makam.

__ADS_1


Dito seketika tersadar dengan kejadian yang baru saja menimpa dirinya. Rupanya selama ini, dia berhubungan badan dengan kuntilanak. Sejurus kemudian Dito buru-buru mengenakan pakaian nya dan pergi dari rumah tersebut.


Alangkah terkejutnya dirinya ketika keluar dari ruangan. Mawar berdiri menantinya dengan tatapan mata yang menakutkan.


"Mau kemana kau mas,,, tetaplah disini".


"Tunggu......berhenti di situ,, kau bukan manusia".


"Aku istri mu mas,,, selamanya kau akan jadi milikku".


"Pergi.....jangan ganggu aku lagi!!".


Dito mundur dan berusaha masuk ke mobil nya. Namun Mawar tetap mengikuti dirinya. Dia duduk di samping mobil Dito. Mawar memperlihatkan wajahnya yang cantik berubah jadi busuk. Belatung bermunculan dari kelopak mata dan hidungnya, sambil terus tertawa cekikikan.


"Ayo sayang,, cium aku".


"Aku milikmu sepenuhnya sayang".


"Pergi kau dari sini,,, aku tidak mengenalmu".


"Jangan ganggu hidupku lagi".


Buru-buru Dito menyalakan mobilnya setelah Mawar menghilang. Namun kali ini Mawar justru menempel di kaca depan mobil Dito yang tengah berjalan. Dito panik, karena kepala Mawar tepat berada di atas stir kemudi nya.


Dia mengendarai mobil dengan asal-asalan. Kuntilanak bernama Mawar itu terus saja mengganggu konsentrasi nya. Dito tak bisa melihat jalan di depan nya. Akhirnya,, mobilnya menabrak jembatan. Bodinya bahkan tinggal separo sudah tercebur ke sungai. Kondisi Dito luka parah karena bodi depan nya ringsek.


Mawar tertawa puas di atas jembatan.Satu lagi laki-laki berhasil dia korban kan. Lelaki hidung belang yang menyetubuhinya tanpa ampun. Itulah balasan untuknya. Hanya sebuah kematian yang pantas untuk diri nya.


Pengguna jalan yang lain segera menelpon polisi dan ambulan. Kecelakaan kali ini sungguh parah. Entah bagaimana nasib pengemudi nya.


Polisi yang datang segera mengevakuasi mobil tersebut agar tidak masuk ke sungai. Mereka menggunakan mobil derek. Selanjutnya pengemudi nya di evakuasi dari dalam mobil.


Sejak pulang dari kantor tadi, perasaan Nisa sudah tidak enak. Kata-katanya pada Dito memang kelewatan. Dia sekarang menyesali nya. Apalagi tanpa sengaja, Nisa memecahkan gelas ketika membayangkan Dito tadi. Dia benar- benar khawatir, karena se


larut ini Dito belum juga pulang.


Tepat sesaat setelah Nisa membersihkan pecahan kaca, ada telepon masuk ke ponselnya. Suaminya itu menelpon diri nya. Buru-buru dia mengangkat telpon dari Dito tersebut.


"Selamat malam Bu,,, ini kami dari kepolisian memberitahukan bahwa suami anda kecelakaan".


"Beliau sudah di bawa ke rumah sakit PELITA,


mohon ibu segera menyusul ke sana".


"Baik pak,, saya mengerti...saya akan segera berangkat".

__ADS_1


Nisa meraih jaket dan tas nya, lalu bergegas berangkat ke rumah sakit. Dia sungguh khawatir pada Dito. Bagaimana mungkin dia bisa mengalami kecelakaan. Dan bagaimana kondisi nya saat ini. Nisa sangat cemas memikirkan nya.


...****************...


__ADS_2