Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Ruangan Khusus.


__ADS_3

Setelah membaca salinan data yang diberikan oleh Dito,Nisa jadi sedikit mendapatkan petunjuk.Ternyata benar,,setiap korban bunuh diri punya selang waktu 1 tahun.Dengan pola kejadian yang sama,,Arwah Dewi menghasut temannya untuk meloncat ke bawah.


Fakta bahwa di tempat kerjanya ada yang menyerupai bude Wati serta ruangan khusus di kantornya semakin membuat Nisa antusias untuk memecahkan misteri ini.


Nisa menduga ada aroma mistis di kantor ini.


Terbukti setelah ada korban bunuh diri,pundi-pundi uang mengalir deras. Apa mungkin bude Wati dalang dibalik semua kecelakaan


di kantor ini.


Nisa tak mau gegabah menuduh tanpa bukti.


Terlebih bude Wati adalah kakak ibunya.


Beliau juga halus perangainya,mana mungkin dia tega melakukan hal itu pada karyawannya.


Nisa akan menyelidiki sendiri.Kalau ada


kesempatan, dia akan mencoba masuk ruangan khusus tersebut.


Nisa penasaran, sebenarnya ada apa di ruangan itu.Apa yang coba disembunyikan oleh bude Wati.Ini benar-benar mencurigakan.


"Bagaimana Nis,kau sudah membaca data yang kuberikan?.


"Iya,,aku baru sekilas membacanya".


"O....iya .....,Dito apa kau tahu kalau di ruangan bude Wati ada kamar rahasia??".


"Itu.............jangan pernah kau menanyakan tentang ruangan itu lagi,atau kau harus angkat kaki dari kantor ini".


"Memang apa isinya, kok sampai segitunya??".


"Aku tak tahu Nis,sebaiknya untuk yang satu ini kau juga jangan coba-coba cari tahu".


"Akan fatal akibatnya untukmu nanti".


"Iya,,, kau tenang saja".


Satu jalan sudah tertutup,para karyawan ini jelas akan bungkam.Tak mungkin mereka mau memberi informasi.Jadi, untuk ini, aku harus mencari keterangan sendiri.


"Bude,,,,boleh Nisa masuk??".


"Masuklah Nis,kau ada perlu apa ke ruangan bude?.


"Nisa minta ijin untuk berkeliling ke kantor ini,sudah lama disini tapi Nisa masih belum hafal ruangan yang ada di kantor ini".


"Semalam saja Nisa masih tersesat saat akan mengambil kopi di pantri".


"O,,,,kalau begitu kau boleh meminta pak satpam untuk menjadi pemandumu".


"Tapi ingat Nisa, diruangan ini ada satu kamar khusus yang sudah terkunci dari dulu,jadi kau juga dilarang masuk ke sana".

__ADS_1


"Memang ada apa diruangan itu bude??".


"Bude juga belum pernah membukanya".


"Pakde mu dulu yang berpesan untuk tidak masuk ke sana, sejak pakdemu meninggal,kamar itu tetap tertutup sampai sekarang".


"Pakde kan sudah meninggal bude, kenapa bude tidak membuka kamar itu???".


"Akan fatal akibatnya kalau bude membukanya, itu pesan pakdemu dulu".


"Bude tak mau ambil resiko, cukuplah bude hidup tentram dan nyaman di masa tua bude".


"Ok bude .....Nisa akan mengingatnya".


"Jangan membuka kamar khusus itu kan?".


"Iya Nisa".


"Siap bude....".


Kecurigaan Nisa semakin besar.Jelas ada sesuatu di kamar itu.Aku sendiri yang akan mengungkapnya.


Sore hari saat semua orang sudah meninggalkan kantor, Nisa meminta seluruh kunci ruangan kepada satpam.


"Tak usah ditemani pak, Nisa bisa sendiri".


"Baik non,,,!!!".


"Ketemu......".


Nisa lantas membuka kunci pintu ruangan tersebut.Bunyi pintunya berderit karena sudah bertahun-tahun tidak dibuka.


Aroma anyir tercium dari dalam ruangan begitu Nisa membuka pintunya.Nisa terbatuk karena debu yang tebal beterbangan terbawa angin ketika ruangan dibuka.


Nisa meraih saklar untuk menyalakan lampu.


Ruangan yang cukup luas dengan dipenuhi lukisan dinding bergambar makhluk-makhluk menyeramkan.


Di tengah ruangan ada meja kecil tempat menaruh sesajen.Bekas dupa yang masih belum habis terbakar.serta cawan kecil berisi bekas darah yang sudah mengering.


Di kanan kiri meja,ada tombak dan keris serta cambuk yang mungkin digunakan sebagai benda pusaka.


Nisa melangkah ke dalam ruangan.Sejurus kemudian dia mundur melihat penampakkan tinggi besar,mirip Genderuwo,persis seperti makhluk yang ada di mimpinya.


Dia tengah mencambuk arwah wanita yang telah diikat kaki dan tangannya.Ada sekitar 10 arwah yang disiksa oleh makhluk itu.Mereka menjerit dan menangis meminta ampun.


Namun makhluk itu seolah tidak perduli.


Perangainya kasar dan wajahnya juga menyeramkan.


Nisa terus mengamati dari jauh.Dia belum yakin akan bertindak bagaimana.Tiba-tiba salah satu arwah wanita itu menoleh seolah tahu akan keberadaan Nisa.

__ADS_1


Ternyata itu arwah Mia.Arwahnya tertahan disini.Tatapannya sendu seolah meminta tolong pada Nisa.Nisa mundur ke belakang agar kehadirannya tidak diketahui makhluk itu.


Nisa masih shock dengan yang baru saja dilihatnya.Arwah-arwah ini dijadikan budak oleh Genderuwo.Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi.


Suara tangisan yang di dengar Nisa malam itu ternyata berasal dari sini.


Arwah-arwah ini dalam kondisi yang sungguh menyedihkan.


Nisa menyelinap keluar diam-diam.Dia belum yakin untuk menghadapi makhluk ini sekarang.Apalagi waktunya saat ini tidak memungkinkan.


Nisa turun ke bawah dan mengembalikan kunci kepada pak satpam.Dalam perjalanan pulang Nisa mencari tahu di laptopnya tentang gambaran makhluk yang baru saja dilihatnya itu.


Nisa mengamati dan mempelajari dengan seksama informasi yang dia peroleh dari laptop.Sedikit banyak dia sudah mempunyai gambaran untuk langkah selanjutnya.


Sampai dirumah,Nisa menceritakan penemuannya kepada bapak.


"Aku sudah mencari di laptop pak,ini makhluknya,disitu disebutkan kalau makhluk itu bernama Buto ijo".


"Sejenis makhluk gaib yang dipelihara untuk mencari pesugihan".


"Kalau bude Wati saja tidak pernah membuka ruangan itu,berarti pelaku nya adalah suami bude Wati".


"Tapi,bukannya makhluk gaib yang dipelihara,ketika majikannya meninggal, dia juga akan ikut pergi, kecuali kalau ada yang mewarisinya".


"Bagaimana menurut bapak??".


"Entahlah Nis,,,,,bapak belum tahu".


"Kita juga tidak boleh sembarangan menuduh kalau kamu belum punya bukti".


"Apalagi ini berhubungan dengan makhluk gaib yang tak kasat mata,jadi tidak semua orang bisa melihat wujudnya".


"Kau harus berhati-hati dalam bertindak Nisa,ingat dia itu budemu,kakak dari ibu, salah-salah kita melangkah hubungan kakak beradik yang dipertaruhkan.


"Kalau kau bisa mengahadapi makhluk itu, selesaikan sendiri Nis,untuk sementara jangan libatkan budemu dulu".


"Bapak percaya pada kemampuanmu,tapi kalau sekiranya terlalu beresiko,mintalah bantuan seseorang yang lebih pintar dalam hal-hal seperti ini".


"Kau paham kan Nisa???".


"Iya pak,Nisa akan selalu ingat pesan bapak".


"Istirahatlah nak,,,,akhir-akhir ini kau kurang tidur,jangan sampai kau sakit Nisa".


"Baik pak!!".


Perkataan bapak memang ada benarnya.


Jadi semuanya sekarang tergantung Nisa.


Kalau bisa bude Wati jangan sampai tahu perihal masalah ini.

__ADS_1


Nisa sudah melangkah sejauh ini,tak mungkin bisa mundur lagi.Hanya dibutuhkan tenaga dan pikiran yang benar-benar fit untuk menghadapi makhluk itu.Jangan sampai justru menambah korban jiwa lagi.


__ADS_2