Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Perbuatan Terlarang.


__ADS_3

Nisa masuk ke dalam kamar hotel bersama Roy. Dia kemudian duduk di sofa. Roy mengambil handuk dan mengeringkan rambutnya. Setelah itu dia lalu menghampiri Nisa.


"Ini,, keringkan dulu rambutmu, setelah itu ganti pakaian mu".


"Pakailah bathrobe di kamar mandi, dan keringkan bajumu, biar besok bisa dipakai lagi.


Nisa melakukan semua yang diperintahkan Roy padanya. Rasa dingin yang mendera tubuhnya,membuatnya tak bisa berpikir.


Roy memesan makan malam dan minuman hangat. Dia khawatir dengan keadaan Nisa.


Nisa keluar dari kamar mandi dengan perasaan tak nyaman. Hanya berdua saja di dalam kamar, dengan lelaki yang bukan suaminya. Dan lagi, Nisa hanya mengenakan bathrobe saja. Bajunya dia keringkan di kamar mandi hotel, karena basah kehujanan.


Roy sendiri pun sama, dia juga hanya mengenakan bathrobe, di dalamnya dia juga telanjang bulat. Tapi Roy terlihat sangat percaya diri. Seolah tak merasa risi sama sekali.


Roy menarik tangan Nisa dari pintu kamar mandi. Dia ingin mengajaknya makan malam.


"Kemarilah.....aku sudah memesan makan malam untuk kita".


"Tapi, tangan mu dingin sekali......ayo duduklah!!".


Roy segera menggenggam erat telapak tangan Nisa. Dia menggosok-gosok tangan nya agar terasa hangat.


"Sudah Roy,,,aku sudah lebih baik sekarang".


"Ayo kita makan saja".


Sepanjang acara makan, Roy tak henti-hentinya memandangi wajah Nisa. Hal itu semakin membuat Nisa salah tingkah.


"Nisa,,kau saja yang tidur di ranjang,, biar aku tidur di sofa".


"Tapi Roy,,,aku jadi tak enak".


"Santai saja,, kau tidurlah dengan nyaman".


"Di luar, hujan sangat lebat".


"Aku khawatir dengan anak-anak".


"Mereka pasti mencari ibunya".


"Kau ingin menelpon nya sekarang??".


"Tidak,, pasti mereka sudah tidur sekarang".


Nisa masih belum tidur, dia terlihat gelisah di tempat tidur. Hujan lebat disertai kilatan petir di luar sana, membuat hati Nisa semakin cemas. Tepat jam 12 malam,,, tiba-tiba lampu hotel padam seketika.


Dari balik jendela,kilatan petir sesekali menambah terang suasana. Nisa sudah panik di tempat tidur. Dia fobia gelap,, jadi saat lampu padam lama, otomatis Nisa akan sesak nafas.


"Roy,, tolong aku,, handphone.....aku tak bisa


bernafas".


"Sebentar Nisa,, aku akan telepon resepsionis hotel".


Nisa sudah mulai menangis. Dia kesulitan untuk bernafas, sementara Roy sibuk menelpon.


"Ada kerusakan jaringan akibat petir yang menyambar kabel listrik".


"Mungkin sampai besok pagi, listrik baru menyala".

__ADS_1


Roy menghampiri Nisa dan menyalakan senter handphone nya. Di dapati nya, Nisa sudah kesulitan bernafas. Melihat cahaya handphone, perlahan nisa bisa mengatur nafasnya kembali.


"Tolong,,,, jangan matikan senter hp nya".


"Aku takut gelap Roy......".


"Tenang Nisa, ada aku di sini".


"Sebentar lagi, staf hotel akan mengantarkan lilin kemari".


"Berhentilah menangis".


Tanpa sadar, Nisa memeluk Roy dan memegang tubuhnya dengan kencang. Nisa sudah tak perduli apapun lagi. Dia masih berusaha mengatur nafasnya yang sedari tadi sesak.


"Aku baru tahu kalau kau fobia gelap".


"Padahal kau tidak takut dengan apapun".


"Hanya jika benar-benar gelap gulita seperti tadi".


"Untung saja kau langsung menyalakan senter ponsel mu".


Staf hotel baru saja mengantarkan lilin ke kamar Roy dan Nisa. Tapi ternyata masalah belum selesai. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Bahkan angin masuk ke dalam kamar hotel.Jendela terbuka dan menutup terkena terpaan angin.


Udara Kaliurang yang sudah dingin bertambah menjadi sangat dingin. Lantai kamar bahkan sudah basah sebagian karena air hujan masuk lewat jendela.


Nisa kembali menggigil. Apalagi dia sama sekali tidak mengenakan pakaian. Selimut hotel sudah dipakai semuanya. Roy mengecek suhu tubuh Nisa. Ternyata dia demam. Di situasi seperti ini, mustahil bisa langsung mendapatkan perawatan medis.


Nisa mengigau, memanggil semua orang untuk dimintai tolong. Panas tubuhnya semakin tinggi saja. Dia mencengkram erat pergelangan tangan Roy.


"Nisa,, maafkan aku,, ini satu-satunya cara agar panas badanmu tak semakin tinggi".


Roy membuka bathrobe nya dan milik Nisa. Kemudian Roy masuk ke dalam selimut dan memeluk Nisa dengan erat. Lambat Laun, panas badan Nisa berkurang dan dia tak lagi menggigil kedinginan.


Roy memeluk Nisa sampai keduanya ketiduran. Tengah malam Nisa terbangun. Dia terkejut mendapati dirinya dan Roy telanjang dalam satu selimut.


"Roy,, apa yang kita lakukan??".


"Nisa,,syukurlah kau sudah sadar,,maafkan aku,,aku berpikir ini bisa menyelamatkan nyawamu".


"Dan ternyata berhasil,, aku senang panas badanmu sudah turun".


"Kau boleh melakukan apapun padaku, tapi aku melakukan nya demi dirimu".


"Kalau kau anggap aku salah, baiklah....hukum aku sesuai keinginanmu".


"Roy aku.......terimakasih sudah menolongku".


"Aku tidur di sofa saja sekarang".


"Jangan,,, disini saja...kau masih belum sehat benar".


"Aku takut sekali akan kehilangan dirimu tadi".


"Jangan khawatir,, karena gelap, aku tidak sempat melihat tubuhmu".


"Aku sadar, kau ini istri orang,, tak sepantasnya aku berharap terlalu jauh padamu".


"Ini salahku,,,,aku terlalu mencintaimu".

__ADS_1


"Bibirmu, wajahmu....semua yang ada padamu,,,aku tak bisa lagi menahan perasaanku ini".


Roy merayu Nisa dengan menyentuh wajah dan bibirnya. Dia terus saja membisikkan kata-kata mesra di telinga Nisa.


Gelapnya malam dan udara yang dingin menjadi saksi perbuatan terlarang mereka berdua. Mereka terhanyut dalam bujukan setan. Sampai akhirnya perbuatan itu pun tak bisa dihindari.


"Roy......kumohon lepaskan aku".


"Oh....Nisa,,,, entah kenapa aku sangat mencintaimu.....semua yang ada padamu.....


ah.......Nisa,,, cintaku".


"Roy .....jangan.........!!".


Roy tidak memperdulikan ucapan Nisa. Dia terus saja mencium seluruh tubuh Nisa. Keduanya bercumbu dengan panas. Nisa dan Roy sudah tak ingat lagi. Mereka tertidur kelelahan, setelah pertempuran panas diatas ranjang hotel.


Pagi hari keduanya terbangun. Nisa mencoba mengingat peristiwa yang terjadi tadi malam.


Dia merasa sangat malu, karena melakukan perbuatan yang sangat tidak pantas.


"Bangun Roy,, kita harus pulang sekarang".


"Tunggu sebentar sayang,, ini masih terlalu pagi....kita bisa lanjutkan kegiatan kita".


"Plak......!!!".


"Berani sekali kau,,, setelah kesalahan ini,,, kau bahkan tidak menyesalinya".


"Kau keterlaluan Roy,,,, kurang ajar kau!!!".


"Aku.......bukannya kau juga menikmatinya??".


"Sebenarnya kau juga menginginkan nya bukan??".


"Aku akan mundur kalau kau menolak,, tapi kulihat semalam kau diam saja".


"Iya.....ini salahku,,, kita berdua yang salah!!".


"Cepat berpakaian dan antar aku pulang, sekarang!!".


"Nisa,,,,tenangkan dirimu".


"Aku akui telah lancang dan berani menyentuhmu".


"Kalau kau bisa,,, tolong maafkan aku".


"Aku sudah mengkhianati Dito, Roy...".


"Entah apa aku sanggup menemuinya".


"Tenanglah Nisa,,, ini hanya akan menjadi rahasia kita berdua".


"Tunggu sebentar,,, aku berpakaian dulu,,baru kita pulang".


Nisa merasa sangat bersalah.Dia sudah mengkhianati Dito. Semalam keduanya telah melakukan perbuatan selayaknya suami istri.


Hanya karena menuruti nafsu sesaat, Nisa sudah terjerumus dalam perbuatan dosa. Dia akan menyesali penghianatan ini seumur hidupnya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2