Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Kebahagiaan Nisa Dan Dito.


__ADS_3

Hari ini hari baru bagi Nisa. Dia sudah terbebas dari pengaruh iblis yang merasukinya. Bapak dan ibu juga sudah kembali ke kampung. Walaupun Nisa memaksa untuk tinggal, tapi bapak dan ibu tetap kembali ke Jogja.


Ratri juga sudah kembali ke Surabaya. Nisa dan Dito rajin menelponnya sehari sekali.


Dito juga sudah sembuh dari luka di dahinya.


Lengkaplah sudah kebahagiaan Nisa.


Hari ini mereka berdua sengaja berjalan-jalan di taman kota. Keduanya perlu keluar dari rutinitas kantor dan masalah yang mereka hadapi akhir-akhir ini.


"Sayang,,,aku sedang berpikir bagaimana kalau kita bulan madu yang kedua???".


"Itu ide bagus mas,,,tapi aku hanya ingin dirumah berdua saja denganmu, itu juga sudah bulan madu kan??".


"Aku ingin menebus kesalahan yang ku perbuat padamu mas".


"Itu bukan kesalahanmu,,,lagipula iblis itu yang menginginkan kematian ku".


"Untung,,, sekarang kau sudah kembali, jadi Nisa yang aku cintai dulu".


"Mulai sekarang aku janji, aku akan selalu membuatmu bahagia mas".


"Terima kasih sayang".


Mereka menikmati suasana taman yang sejuk.Ada danau di dekat taman dan pepohonan yang rimbun.


Banyak juga para pedagang yang menjajakan


makanan bagi para pengunjung taman. Nisa dan Dito benar-benar menikmati rekreasi mereka kali ini.


Tak terasa hari sudah semakin siang, keduanya segera beranjak hendak meninggalkan taman, ketika tiba-tiba handphone Nisa berdering.


Nisa menjawab teleponnya, tapi tidak ada suara diseberang. Beberapa kali hal itu terjadi


sampai membuat Nisa jadi jengkel.


"Siapa???".


"Aku tak tahu mas, mungkin orang iseng, nomernya juga di privat".


"Apa aku ganti nomer saja ya mas??".


"Tidak usah,,,lain kali biarkan saja, jangan diangkat".


"iya mas".


Mereka menuju parkiran untuk mengambil motor. Handphone Nisa berbunyi kembali.


Kali ini ada pesan masuk ke hp nya.


"Tolong aku..........".


"Ini siapa??".


"Aku terjebak di sini".


" Dimana??".


"Dia datang.......cepat.....tolong!!!".


" Katakan yang jelas".


"Aahh.......ampun!!!!".


"Sebenarnya ini siapa mas??".


"Sudahlah sayang,, ayo kita pulang".


Nisa memasukkan kembali gawai nya ke dalam tas. Mereka lalu bergegas mengambil


motor dan pulang.Sampai di rumah, Nisa masih kepikiran dengan gangguan dari hp nya tadi.

__ADS_1


"Sudah sayang,,,sesekali kau bersikap cuek sedikit,,,kau juga butuh bahagia kan??".


"Bagaimana kalau ternyata dia memang butuh bantuan mas??".


"Kita akan bantu, asal tidak meneror lewat hp".


"Matikan hp mu dan mandi lah sana".


Nisa meletakkan hp nya kemudian mandi.


Dito benar,, terlalu lemah juga bisa dimanfaatkan. Seperti iblis waktu itu, menguasai Nisa lewat bisikan gaib nya.


Nisa yang suka linglung ketika ada masalah,


sampai lupa kalau dia tidak membawa handuk ke kamar mandi.


"Mas,,,,bisa minta tolong kau ambilkan handuk,,,aku lupa membawanya".


"Iya sayang,,,tunggu sebentar".


Dito yang bersemangat kemudian berlari ke kamar mandi.Dia mengira Nisa sengaja memberi kode untuk mengajaknya mandi bersama. Saat tangan Nisa terulur hendak meraih handuknya,,,tiba-tiba Dito langsung ikut masuk ke dalam".


"Apa ini mas.....???".


"Ayolah sayang,,,,,,ini kan yang kau mau????".


"Jangan mas......".


"Sssttttt......!!!!!!!!".


Dito mencium lembut Nisa dibawah guyuran


air shower. Keduanya larut dalam gairah suami istri. Mereka melakukannya di kamar mandi. Sensasi yang diciptakan dari gemericik air ditambah suara ******* yang saling bersahutan, menambah kenikmatan


dari penyatuan mereka berdua.


"Sayang,,,aku mencintaimu......sangat mencintaimu...!!!".


Nisa dan Dito berpelukan setelah saling menyalurkan hasrat mereka. Kegiatan mereka


diakhiri dengan mandi bersama.


"Kalau tahu akan nikmat begini, sebaiknya aku nggak usah bawa handuk ke kamar mandi lagi".


"Iya kan sayang..".


"Apaan sih mas,,,,dasar mesum!!!!".


Sepanjang hari, mereka tidak keluar rumah.


Libur kerja kali ini benar-benar dimanfaatkan


keduanya untuk beristirahat. Walaupun di rumah saja, nyatanya mereka juga bisa berbulan madu.


Malam hari, Dito memberi kejutan dengan mengajak Nisa makan malam romantis di sebuah restoran terkenal di Jakarta. Mereka benar-benar menghabiskan waktu sepanjang hari berdua. Handphone keduanya juga sengaja di matikan agar tidak merusak suasana.


"Bagaimana perasaanmu sayang,,,apa kau bahagia???".


"Aku sangat bahagia mas,, aku benar-benar beruntung memiliki suami seperti mu".


Nisa merasa tersanjung diperlakukan layaknya seorang ratu. Makan malam romantis dengan cahaya lilin dan ditemani orang tercinta,, Nisa merasa seperti bermimpi.


Larut malam Nisa dan Dito baru pulang ke rumah. Nisa tengah berganti pakaian dan bersiap untuk tidur, ketika tiba-tiba Dito memeluknya dari belakang. Dito membisikkan kata-kata mesra sembari mencium leher dan pundak nya.


"Mas............".


"Aku mencintaimu Nisa......".


Dito mencium kening Nisa, kemudian turun ke bibir nya. Terbawa suasana romantis di restoran tadi, keduanya pun melanjutkan aktivitas suami istri. Sementara di tempat lain


orang-orang sudah terlelap, tapi bagi Nisa dan Dito malam masih panjang untuk melanjutkan penyatuan mereka.

__ADS_1


Pagi hari nya,Nisa dan Dito bangun terlambat.


Mereka segera bersiap berangkat ke kantor.


Terburu-buru keduanya menaiki lift untuk menuju ruang kantornya.


"Reni,,,,tolong agendaku hari ini".


"Bu,,,,ada yang menunggu ibu di dalam,,, saya sudah menelpon ibu berulang kali, tapi hp ibu tidak aktif".


"Iya,,,,habis baterai,,,,baiklah saya segera ke dalam".


"Tapi Bu,,,,, itu....".


Belum selesai Reni bicara, Nisa sudah masuk keruangan nya. Nisa sangat terkejut karena


Anton sudah duduk di kursinya.


"Selamat pagi Nisa,,,kau terlambat hari ini".


"Kau,,,,,bukannya kau di penjara,,,sedang apa kau disini??".


"Nisa,,,kalau kau lupa,,,aku masih punya saham di sini, dan ya.....aku sudah bebas dari


segala tuduhan, jadi aku kembali bekerja di kantorku".


Nisa keluar dari ruangan dengan menahan


marah. Dia menuju meja sekretarisnya.


"Kenapa kau tak bilang kalau pak Anton ada di


dalam??".


"Tadi kan saya sudah mencoba memberitahu ibu, tapi ibu langsung masuk saja".


"Sudah lah,,,,Reni....saya ke ruangan pak Dito,


tolong berkas nya kau bawa ke sana".


"Baik Bu".


Nisa segera menuju ke ruangan Dito.Kehadiran Anton yang mendadak membuat Nisa tak bisa berpikir.


"Ada apa sayang,,,,kau masih kangen denganku?".


"Jangan bercanda mas,,,,Anton ada di ruangan ku sekarang".


"Apa,,,,,mau apa dia kemari,,bukankah seharusnya dia masih dipenjara??".


"Dia sudah bebas mas,, dan ini memang kantornya,,,dia masih punya saham disini".


"Biar aku menemuinya,,,kau tunggu di sini".


"Sebentar lagi rapat di mulai mas,,, kita bicarakan di sana saja".


"Ini siapa lagi yang menelpon ku,,nomer tak dikenal".


"Itu mungkin Anton lagi yang meneror mu".


Nisa masih sibuk dengan handphone nya.


Banyak sekali panggilan masuk kemarin, tapi


nomernya tak dikenal. Nisa jadi semakin


bertambah kesal.


"Bu,,,pak Anton sudah menunggu di ruang rapat,,,,ibu diminta ke sana sekarang".


"Ayo mas,,,kita lihat seperti apa rencana Anton".

__ADS_1


Keduanya segera menuju ruang rapat.Mereka masih sangat marah kalau ingat perlakuan Anton kepada Nisa. Tapi mengingat, Anton adalah rekan bisnis, jadi mau tak mau Nisa dan Dito harus bersikap profesional.


__ADS_2