Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Perjuangan


__ADS_3

Setelah kedatangan teman-teman nya, Nisa memutuskan untuk fokus menyelamatkan Roy saja. Hal itu sudah di bicarakan olehnya bersama mbah Cokro dan juga bapak. Tentu tidak akan mudah, tapi Nisa yakin dengan bantuan teman-teman nya tersebut, mustahil Roy kembali ke sisinya lagi. Tinggal menyiapkan tenaga dan fikiran nya agar bisa menang bertarung melawan Mohana.


Pagi ini pun, semuanya sudah bersiap di rumah mbah Cokro. Mereka akan membicarakan langkah-langkah yang mungkin bisa di ambil untuk menyelamatkan Roy dari cengkeraman Mohana. "Lebih baik kita segera berangkat ke kota saja, lebih cepat membawa Roy keluar dari rumah itu, akan jauh lebih baik", ujar Anton menyuarakan pendapat nya. "Tak mungkin begitu


Anton, Mohana menyeleksi semua orang yang datang ke rumah. Kalau dia tahu kita ke sana, gerbang pintu tak akan mungkin di buka", lanjut Nisa menanggapi usulan Anton.


"Ada satu cara yang mungkin bisa kalian lakukan", ujar mbah Cokro setelah terdiam beberapa lama.


"Kita pancing Mohana keluar dari rumahnya, setelah itu biar Anton dan Alan yang membawa Roy keluar dari rumah nya. Dan itu hanya bisa kau lakukan Nisa", sambung mbah Cokro.


"Saya mengerti mbah, aku akan menghubungi nya segera", ujar Nisa kemudian.


Tentang dewi ular penghuni hutan Larangan, lebih lanjut mbah Cokro belum mengambil keputusan. Untuk bantuan yang akan di berikan nya, dia meminta imbalan nyawa yang tidak sedikit jumlahnya. Nantinya, pemilik nyawa tersebut akan menjadi budak dan roh nya tetap berada di hutan Larangan sebagai pengikut sang dewi ular. Nisa tentu saja tak menginginkan hal tersebut. Dia tidak mau mencelakai orang lain, sekecil apapun itu bentuknya.


Setelah menyusun langkah yang mungkin akan mereka ambil dalam pertarungan kali ini, mbah Cokro kembali ke rumahnya. Sementara Alan, Ratri dan Anton beristirahat di kamar yang sudah di sediakan oleh Nisa dan keluarganya. Hal berat akan mereka hadapi sebentar lagi. Dan Nisa sudah menyiapkan diri sebaik mungkin kali ini. Dia tak boleh kalah dari iblis wanita tersebut. Meskipun Nisa tahu, Mohana adalah iblis yang menyerupai dirinya. Tentu saja kemampuan Nisa Mohana sudah pasti menguasainya.

__ADS_1


Mereka sudah menyusun rencana, Nisa memancing Mohana keluar rumah, sementara Anton, Ratri dan Alan akan mengeluarkan Roy dari rumahnya. Nanti setelah Roy berhasil di bawa keluar, sementara akan di sembunyikan di rumah mbah Cokro. Dan mereka sepakat menjalankan rencana tersebut esok hari. Lebih cepat lebih baik bagi semuanya.


Malam ini Nisa terlebih dahulu menghubungi Mohana. Dia meyakinkan iblis itu supaya bersedia bertemu. Tentu saja Nisa harus sedikit menekan dan mengintimidasi nya supaya dia mau meninggalkan rumah. Sudah di sepakati bahwa keduanya akan bertemu di taman kota. Nisa akan bersama bapak untuk berjaga-jaga kalau Mohana mendadak menyerang dirinya.


"Ini denah rumah ku, Alan tentu sedikit banyak sudah paham dengan ruangan nya. Kalian cari Roy dan bawa keluar, bagaimanapun caranya. Biar aku yang mengatasi iblis itu", ujar Nisa.


Malam ini mereka masih berkumpul di ruang tamu untuk menyusun strategi. Sesekali Nisa melemparkan candaan kepada Ratri. Sudah lama sekali mereka tak saling bertemu. Baru kali ini mereka akhirnya bisa melepas rindu.


"Sesuai kesepakatan kita, besok aku akan bertemu dengan Mohana. Sementara itu, kalian langsung saja membawa Roy keluar dari rumah itu. Semoga saja iblis itu tak mengetahui rencana kita", lanjut Nisa pada ketiga teman nya.


"Kita jadi berangkat malam ini kan Nis?", tanya Anton selanjutnya. "Tentu saja, sebentar lagi kita berangkat. Akan lebih baik kita tiba di sana lebih awal", tukas Nisa kemudian.


Esok nanti, peperangan akan segera di mulai. Saat yang menentukan bagi Nisa, apakah bisa mendapatkan Roy kembali atau kah malah kehilangan suaminya itu untuk selamanya. Yang jelas, Nisa sudah mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk menghadapi Mohana.


Di satu sisi, Nisa sudah teramat capek menghadapi semuanya. Namun, di sisi lain fia harus sekali lagi meyakinkan hatinya bahwa kejahatan akan kalah dan sebaliknya, kebaikan pasti akan selalu menang. Berbekal keyakinan itulah, Nisa mantap melangkah. Menjemput cintanya kembali yang sudah sekian lama terpisah darinya.

__ADS_1


"Nisa.....kau melamun??", tanya Ratri saat panggilan nya tak kunjung di jawab. Nisa malah asyik memandang jalanan gelap yang ada di samping jendela mobil nya. Dengan tergagap Nisa kemudian menjawab panggilan sahabat nya tersebut. "Maaf Ratri,, aku hanya sedang berfikir", sahutnya lirih. "Setelah semua ini berakhir nanti,, aku akan berhenti berurusan dengan makhluk gaib. Aku akan memulai hidup ku yang baru bersama Roy dan kedua putri ku. Rasanya aku sudah terlalu lelah. Aku ingin berhenti", ujar Nisa panjang lebar.


"Aku tahu Nisa,,, semangat.....kita pasti bisa",


sahut Ratri sambil tersenyum. Di genggam nya tangan Nisa erat.Sekedar untuk memberinya kekuatan. Tak terasa, perjalanan mereka sudah sampai di hotel. Rombongan tersebut kemudian beristirahat. Besok adalah hari yang berat bagi Nisa dan teman-temannya.


Keesokan paginya, sesuai rencana yang sudah di sampaikan oleh Nisa, merrka sudah bergerak ke posisi masing-masing. Nisa menunggu Mohana di restoran, dengan di awasi oleh bapak dan mbah Cokro dari kejauhan.Sementara Ratri, Anton dan Alan, mengamati rumah Roy. Mereka menunggu sampai Mohana keluar untuk bertemu dengan Nisa.


Saat itu, ketiganya melihat duplikat Nisa sudah meninggalkan rumahnya. Setelah memastikan Mohana pergi jauh, Anton dan yang lain bergegas masuk ke dalam rumah. Rupanya iblis itu menciptakan ilusi yang sungguh luar biasa. Seolah-olah semua keluarga Roy memang yang tinggal di dalam rumah. Padahal, mereka semua hanyalah jelmaan makhluk halus ciptaan Mohana. Mata Roy sudah tertutup oleh ilusi dari Mohana.


Malangnya Roy, dia di buat tidur saat Mohana sedang keluar. Butuh kekuatan untuk membawanya keluar dan menyingkirkan makhluk halus yang ada di rumah besar tersebut. Beruntung ketiga nya sigap dan on power menghadapi lawan-lawan nya, sehingga Roy bisa di bawa ke hotel dengan aman. Selanjutnya tinggal mengirim pesan kepada Nisa kalau misi ketiganya telah berhasil.


Nisa tersenyum menerima pesan dari Ratri. Dari kejauhan, Mohana tampak berjalan ke arahnya. Nisa sengaja memilih keramaian supaya Mohana tak berani berulah. Namun, tampaknya Mohana sudah tahu ada yang tidak beres dengan Roy. Dia tampak marah dan menggebrak meja yang ada di depan Nisa.


"Kalau kau pikir sudah menang melawan ku, kau salah besar Nisa. Suami mu masih berada di bawah pengaruhku, meskipun kalian sudah membawanya pergi", teriak Mohana. Nisa hanya tersenyum lebar. Di keluarkan nya cincin kecil dengan batu giok berwarna hitam ke atas meja.

__ADS_1


"Kembalilah ke tempat asal mu sekarang iblis jahat. Setelah ini kau akan terkurung selamanya di sini",sahut Nisa. Mohan terkejut, tiba-tiba saja kekuatan nya melemah. Badan nya menyusut dan berubah menjadi asap pekat berwarna hitam. Asap tersebut langsung di hisap oleh cincin giok masuk ke dalam batu. Tentu saja peran mbah Cokro begitu besar di seberang jalan. Kekuatan nya hampir habis menghadapi perlawana Mohana. Untung bapak berverak cepat membantu mbah Cokro. Hingga iblis Mohana tersebut akhirnya terkurung di dalam batu giok.


...****************...


__ADS_2