
Nisa mengambil tas nya dan segera pergi ke kantor setelah berpamitan pada Dito. Tak berapa lama, ada panggilan masuk ke handphone Dito. Nomer yang sama dengan pagi tadi. Wanita yang bersama nya semalam
menghubunginya lagi.
Ragu-ragu Dito mengangkat ponselnya. Suara merdu wanita di seberang sana menyapa dirinya. Bahkan Dito tidak tahu nama wanita itu. Tapi dia bahkan sudah tidur dengan nya semalam.
"Sayang,,, aku bahkan sudah merindukan dirimu".
"Nanti malam kita ketemu lagi kan??".
"Tunggu,, siapa kau sebenarnya??".
"Apa,,, jadi setelah apa yang kau lakukan semalam,, kau berpura-pura hilang ingatan?".
"Tega sekali kau sayang!!".
"Aku benar-benar tidak mengenal mu,, oke....aku sudah bercinta denganmu, aku minta maaf untuk itu".
"Ku kira kau adalah istriku,, kita ketemu saja sekarang, aku akan jelaskan semuanya padamu".
"Tut....................".
Sambungan telepon terputus begitu saja. Rupanya wanita itu benar-benar marah padanya. Tapi, Dito mengatakan yang sebenarnya. Dia bahkan lupa menanyakan namanya.
Dito segera bangun dari tempat tidur. Dia bergegas menuju kamar mandi. Dito sudah mencoba menelpon wanita itu kembali, tapi handphone nya tidak aktif. Dito harus segera meluruskan masalah ini agar tidak semakin berlarut-larut.
Nisa terlambat sampai di kantor. Dia segera memasuki ruangan nya. Nampak Roy juga baru sampai. Dia menyusul Nisa masuk ke ruangan.
"Roy,, tolong ketuk pintu dahulu,, tidak bisa kah aku mendapat privasi sedikit".
"Maaf Nisa,, aku cuma ingin menyampaikan materi rapat nanti".
"Kau pelajari dulu,, itu klien kita yang baru".
"Ok,, letakkan saja di mejaku, aku akan membacanya nanti".
"Nisa,, omong-omong bagaimana Dito??".
"Kalian sudah berbaikan atau malah Dito minum-minum lagi".
"Roy,, ini kantor, sebaiknya kita tidak membahas urusan pribadi di sini".
"Ya......ya.....ok,,aku mengerti!!!".
"Kalau kau berubah pikiran, atau butuh teman bercerita, aku ada di ruangan sebelah".
Nisa menahan rasa kesalnya. Belum selesai urusan dengan Dito, Roy masih saja terus mengganggunya. Seakan sulit menghindari Roy. Secara, mereka satu kantor dan Roy adalah pemegang saham terbesar di perusahaan nya. Akan sangat sulit untuk terlepas dari Roy.
Sementara Nisa masih dilema dengan Roy, Dito sendiri tengah menghadapi masalah baru. Kehadiran wanita asing yang menemani dirinya semalam, membuat Dito gelisah. Wanita itu terus menghubungi dirinya, berharap untuk kencan lanjutan dengan nya.
"Ayo,,,angkat telpon nya...kita harus bertemu sekarang!".
Berkali-kali Dito menghubunginya, tapi wanita itu seperti ditelan bumi. Dito makin gelisah saja. Bagaimana menyelesaikan masalah, sementara wanita itu tidak aktif ponselnya.
Dito segera mengambil kunci mobil. Dia menuju bar yang didatanginya semalam. Mungkin mereka kenal atau tahu dimana alamat wanita itu.
Dito bergegas menaiki mobilnya dan berangkat ke bar. Dia sudah tidak sabar untuk mencari tahu identitas wanita tersebut. Sampai di bar, ternyata belum buka. Hanya ada 2 pelayan dan manajer yang sedang berbenah ruangan.
"Maaf mas, anda ingat dengan saya kan,, saya yang semalam ke sini".
"O...iya pak, anda yang mabuk berat semalam,, ada apa ya pak??".
"Apa mungkin ada ketinggalan sesuatu disini??".
__ADS_1
"Enggak mas, saya cuma mau cari tahu,, semalam saya pulang dengan siapa ya??".
"Atau anda kenal dengan wanita yang mengantar saya semalam".
"Wanita,,, saya malah baru tahu pak,, setahu saya anda pulang sendiri tadi malam".
"Wanita itu menemani saya di bar, dia yang menuangkan minuman".
"Setelah itu, kami keluar dari sini bersama".
"Wah.....mungkin saya yang tidak melihat,, coba nanti saya tanyakan pada teman saya".
"Barangkali mereka ada yang mengenal teman wanita bapak itu".
"Iya mas,, saya minta tolong informasinya".
"Ini no telpon saya,, kalau ada kabar, tolong hubungi saya secepatnya".
"Baik pak".
Dito merasa aneh. Wanita itu sungguh misterius. Bagaimana mungkin pelayan bar itu tidak ada yang melihatnya. Tapi dia berpikir positif, mungkin wanita itu juga baru sekali pergi ke bar ini.
"Siapa kau sebenarnya??".
"Yang aku lihat, wajahmu mirip sekali dengan Nisa".
"Mungkin nanti malam aku harus kesini lagi, siapa tahu dia kemari".
Dito menuju ke mobilnya, hendak pulang ke rumah. Sesaat kemudian ponselnya berbunyi.
Panggilan dari wanita yang semalam bersamanya. Dito segera menjawab telponnya.
"Sayang,, kau mencari ku rupanya, kalau siang hari aku kerja".
"Tunggu,, sebenarnya siapa namamu???".
"Kita sudah begitu dekat, tapi aku bahkan lupa
dengan mu".
"Kau panggil saja aku Mawar".
"Aku tunggu kau nanti malam di bar".
"Aku mencintaimu sayang".
Wanita itu segera mematikan ponsel nya. Tinggal lah Dito yang melongo. Mawar,,,hanya itu yang Dito tahu tentang identitasnya. Selebihnya masih menjadi misteri.
Ketika ponselnya kembali berdering, tanpa pikir panjang Dito langsung mengangkatnya. Dia mengira itu masih telpon dari Mawar. Padahal Nisa yang telah menghubunginya.
"Iya Mawar,,, perkataan mu sudah cukup jelas bagiku"
"Mawar siapa mas,, ini aku Nisa".
"Oh...itu temanku,,kami sedang membicarakan bisnis".
"Ada apa kau menelpon ku??".
"Aku cuma ingin tahu keadaan mu mas, Sofia bilang kau keluar tadi".
"Tak perlu cemas, aku baik-baik saja".
"Lanjutkan saja pekerjaan mu, jangan menghubungi ku lagi".
__ADS_1
"Aku sedang sibuk saat ini".
Dito langsung mematikan sambungan telpon nya, tanpa Nisa sempat menjawab. Nisa jadi bertanya-tanya, kesibukan apa yang tengah dikerjakan oleh Dito. Lalu klien mana yang bernama Mawar,, Nisa baru kali ini mendengar namanya. Tapi dia masih percaya dengan Dito. Tak sedikitpun dirinya menaruh curiga pada suaminya itu.
"Tok.....tok.....!!".
"Ya......masuk....!!!".
"Kau sudah siap Nisa,,, kita harus berangkat sekarang".
"Berangkat,,,,ke mana??".
"Tuhan,,, sejak pagi aku sudah memberimu materi presentasi kan???".
"Apa yang sedang kau pikirkan??".
"Ya ampun Roy,, aku sampai lupa".
"Ayo,,,nanti ku pelajari di mobil saja".
"Kau yakin bisa,, atau kita batalkan saja pertemuan kali ini".
"Jangan,,, beri aku waktu sebentar,, aku pasti bisa presentasi nanti".
Nisa dan Roy bergegas menuju ke mobilnya. Mereka harus presentasi dengan perusahaan yang ingin kerjasama dengan nya. Walaupun Nisa tidak fokus,, dia harus tetap profesional.
Di dalam mobil, Nisa sempatkan mempelajari materi presentasi. Setidaknya dia harus tahu poin-poin nya. Jadi ketika presentasi nanti tidak melakukan kesalahan.
"Nisa,, kulihat sejak malam itu kau nampak lelah sekali".
"Apa Dito memperlakukan mu dengan baik??".
"Tentu saja, dia suamiku....mungkin sesaat dia marah, tapi setelah itu dia pasti memaafkan ku".
"Maksud mu sampai sekarang Dito masih membenci mu??".
"Jangan katakan kalau setiap malam dia masih mabuk-mabukan".
"Ini kesalahan kita Roy,,wajar kalau Dito berbuat seperti itu".
"Kita sudah mengkhianati Dito".
"Ini memang salahku,, tak bisa menahan diri".
"Aku bahkan tak bisa menjaga kehormatan ku sendiri".
"Jangan terlalu menyalahkan dirimu".
"Kita berdua yang melakukan nya, dan aku tidak menyesal".
"Kalau Dito seperti itu, berarti dia tidak layak mendampingi mu".
"Kau harus secepatnya meninggalkan nya".
"Jangan buat dirimu menderita!!".
"Sudah cukup Roy,, hentikan....Dito tak seperti yang kau katakan".
"Dia lelaki yang baik,, hanya saat ini sedang marah padaku, itu saja".
Roy salut pada Nisa. Bagaimanapun buruk Dito memperlakukan nya, dia tetap sabar. Semula Roy hendak mempengaruhi Nisa untuk membenci Dito, tapi nyatanya dia tak berhasil melakukan nya.
...****************...
__ADS_1