Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Mohana.


__ADS_3

Sosok wanita yang menyerupai Nisa tersebut memberikan ponsel nya pada mertua tercinta nya. Sudah sebulan ini, dirinya beserta keluarganya berada di bawah pengaruh ilmu hitam milik Mohana. Sosok gaib yang keluar dari patung emas, saat kutukan nya di bebaskan oleh Nisa di ruang bawah tanah. Dia akan menjelma menjadi sosok orang yang membebaskan dirinya.


Hanya saja, sifat nya akan bertolak belakang, bahkan lebih jahat dan kejam daripada orang nya yang asli.


Asal mula Mohana adalah seorang gadis yang cantik jelita. Sayang sekali, dirinya silau akan harta. Tiap kali melihat emas, dia segera memakainya di tubuhnya. Tiap kali di peringatkan oleh keluarganya,Mohana selalu mencurigai mereka akan mengambil emas yang sudah di kumpulkan nya. Sifat nya yang sombong dan selalu memamerkan perhiasan emas miliknya, membuat salah seorang sesepuh kampung mengutuk dirinya. Tubuhnya akan tenggelam dan tertimbun di dalam emas yang di pakainya.


Tadinya Mohana mentertawakan ucapan sesepuh kampung tersebut. Dia bahkan mengejeknya dengan kata-kata kasar. Sampai suatu ketika, saat Mohana tengah mencari emas di dalam gua, dirinya tertimbun dalam reruntuhan gua bersama dengan seluruh perhiasan milik nya.


Mohana tak pernah ditemukan lagi sejak saat itu. Dia raib bersama dengan ribuan kilo emas yang di pakainya. Sampai suatu ketika, ibu Roy yang sudah berilmu tinggi, menemukan harta karun di gua bekas Mohana hilang dahulu.


Penemuan patung emas beserta banyak peti harta karun tersebut, di rahasiakan oleh ibu Roy. Beliau mengerahkan seluruh kemampuan ilmu hitamnya, untuk membawa patung Mohana.


Sekian lama, tak ada yang mengetahui rahasia besarnya.Sampai Sri dan Paijo sendiri yang menemukan ruang rahasia tersebut. Karena itulah, Sri dan Paijo meminta bagian sebagai imbalan tutup mulut.Untuk itulah, ibu Roy kalap dan menghabisi keduanya. Tentu saja dengan bisikan dari patung emas yang di bawanya.


Mohana,,sosok wanita yang sangat kejam. Dia bisa dengan mudah menghabisi siapa pun tanpa harus menyentuhnya. Kali ini, dengan menyerupai Nisa, kekuatan jahatnya semakin bertambah. Mengingat Nisa yang asli juga punya kemampuan siritual yang sudah lumayan tinggi.


"Siap kan makan malam untuk ku dan Roy".


"Malam ini putra mu akan pulang ke rumah bersama kita".


"Baik Nisa, sesuai keinginan mu".


Begitulah Mohana,,tatapan matanya saja sudah membuat orang tunduk dan patuh terhadapnya.


Bisa di bayangkan kalau lawan Nisa kali ini jauh lebih kuat dari dirinya. Dia seperti Nisa versi jahat.


Dia sanggup melakukan apapun agar keinginan nya tercapai.


Begitu sampai di hotel, Roy merasa sangat gelisah. Entah kenapa sedari tadi pikiran nya hanya tertuju pada suara yang baru saja di hubungi nya. Seolah dirinya begitu ingin segera menemuinya.


"Kau kenapa mas, ku lihat sepertinya kau begitu gelisah".


"Aku memcemaskan ibu ku Nisa, bagaimana keadaan mereka sekarang ini".

__ADS_1


"Kita akan ke sana untuk memastikan keadaan nya, setidaknya kita sudah tahu sekarang, lawan seperti apa yang akan kita hadapi".


"Sebaiknya kau tetap disini Nisa, biar aku sendiri yang datang".


"Mungkin kalau tidak bersama mu, dia mau membuka pintu pagar".


"Tidak mas, aku tetap akan ikut!!".


"Apapun yang terjadi, kita harus tetap bersama".


Roy tetap saja ingin pergi sendiri walaupun Nisa sudah berulang kali meyakinkan dirinya untuk pergi berdua ke rumah mereka. Kali ini dia merasa bimbang untuk mengajak Nisa bersamanya. Roy takut kalau wanita yang ada di rumah nya nanti mencelakai Nisa yang asli.


Roy membatalkan keinginan nya untuk pergi ke rumah. Dia malah menyuruh Nisa agar beristirahat lebih dulu. Saat Nisa sudah tertidur nanti, Roy akan pergi diam-diam ke rumah nya.


"Besok pagi saja kita pergi Nisa, kalau malam hari akan sangat beresiko".


"Sebaiknya kau cepat istirahat, kita sudah melalui hari yang sangat melelahkan".


"Baiklah mas, aku juga capek sekali rasanya".


Nisa merebahkan tubuhnya ke atas kasur. Tak butuh waktu lama dirinya sudah terlihat memejamkan mata. Nafasnya teratur dan sepertinya sudah tertidur lelap. Roy segera mengenakan jaketnya dan menyelinap keluar kamar. Dia melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.Roy sudah bertekad untuk menghadapi apapun yang akan terjadi nanti.


Sesampainya di rumah lama nya, Roy heran karena pintu gerbang sudah terbuka lebar, seakan sudah siap menyambut kedatangan nya.


Mobilnya pun langsung masuk ke pelataran rumah dan di parkir di bawah pohon. Roy turun dari mobil seperti orang asing.


Dari dalam rumah terlihat seorang wanita yang menyambut kedatangan nya. Tidak salah lagi, wanita inilah yang selama ini menyamar menjadi Nisa. Sungguh bagai pinang di belah dua, tak ada perbedaan sama sekali dengan Nisa yang asli.


Roy masih tertegun di tempatnya berdiri. Tak lama, Roy merasakan hembusan angin dingin menerpa wajahnya. Roy diam terpaku, akal nya terasa sudah hilang. Pesona Mohana sudah menghipnotis dirinya. Yang tampak dalam bayangan nya hanyalah Nisa yang saat ini ada di hadapan nya.


"Sayang,,,aku rindu sekali dengan mu, sudah lama kita tidak bertemu".


"Ayo..masuk lah sayang, ayah dan ibu sudah menunggu di dalam".

__ADS_1


Roy mengangguk dan mengikuti langkah kaki Mohana yang menggandengnya masuk ke dalam rumah. Keduanya langsung menuju meja makan.


Orang tua serta kakak Roy sudah menunggu di sana.Yang lebih mengherankan lagi, Paijo dan Sri tengah sibuk menyiapkan hidangan di meja makan.


"Kenapa sayang,, kau lupa dengan Sri dan Paijo??".


"Lama di luar negeri, kau jadi pelupa rupanya".


"Tunggu dulu,,bukan kah kalian??".


"Sudah Roy,,kita bicara lagi nanti, sekarang waktunya makan malam".


"Ayo....duduk lah, aku sudah menyiapkan makanan kesukaan mu".


Bagai kerbau yang di cocok hidungnya, Roy menuruti semua perkataan Mohana kepadanya.


Roy asyik menikmati makanan yang rasanya persis sama dengan masakan Nisa.


Pengaruh mistis Mohana sangat besar. Dia mampu menghipnotis semua orang yang di kehendakinya. Tatapan matanya sungguh sangat berbahaya. Orang seperti Roy pun begitu mudahnya terperdaya dengan kekuatan nya.


"Sayang,,kau jangan kembali ke luar negeri".


"Aku tak tahan kalau berjauhan dengan mu lagi".


"Kau setuju kan Roy??".


"Tentu saja Nisa, tapi....di mana anak-anak, sejak tadi aku tak melihat mereka?".


"Si kembar ada di kamar Roy, mereka kecapekan setelah pulang dari study tour".


"Kau bisa menemuinya nanti".


Roy sudah terjerat di lingkaran gaib di dalam rumahnya. Entah apa dia bisa kembali sadar atau kah tidak akan pernah bisa keluar dari pengaruh mistis Mohana. Yang jelas, Nisa asli masih tertidur pulas di kamar hotel. Dia sama sekali tidak tahu kalau suaminya sedang dalam bahaya saat ini.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2