Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Beraksi Di Hotel.


__ADS_3

Malam itu, di kamarnya Nisa mendengar suara kambing mengembik dengan keras. Bunyi klinting lonceng di lehernya pun terdengar sangat nyaring. Nisa bahkan sampai tak bisa tidur.


Tengah malam, pelan-pelan Nisa membuka pintu kamar hotelnya. Dia keluar untuk mengecek arah sumber suara. Lorong yang gelap dan sepi, membuat suasana semakin mencekam. Nisa berjalan beberapa langkah, saat di lihatnya makhluk berkepala kambing tersebut berada di luar kamar hotel.


Tali di lehernya masih terikat, sementara di berdiri di depan pintu. Suara berisiknya sudah berhenti karena dia sudah memegang botol minum berisi darah segar. Kambing tersebut minum dengan lahapnya, seolah-olah itu adalah susu. Tak berapa lama, tangan hitam nya menuang darah tersebut ke telapak tangan nya dan langsung di oleskan ke tanduknya.


Nisa hanya bisa memandanginya dari kejauhan. Dia takut kalau nanti makhluk tersebut memergoki nya. Setelah tanduk dan kepalanya berlumuran darah, tiba-tiba kambing tersebut berubah menjadi seorang anak kecil. Dia kemudian masuk sebentar ke kamar hotel, dan keluar dengan membawa uang segepok. Anak kecil tersebut langsung menghilang di balik pintu dengan membawa uang yang baru saja diambil nya.


Nisa buru-buru masuk ke dalam kamarnya. Dia baru tahu ada makhluk pesugihan macam itu. Mengambil uang dari pengunjung hotel dan mencari tumbal dari jalanan. Sementara majikan nya santai-santai menerima uang tanpa harus menanggung konsekuensi apapun.


"Nisa,, dari mana saja kau??".


Nisa hampir meloncat karena kaget. Roy tiba-tiba mengagetkan nya. Dia lalu buru-buru menghampiri suaminya.


"Kau tahu,, ada yang membawa pesugihan ke tempat ini".


"Kamarnya ada di dekat kamar kita".


"Aku baru saja mengikutinya Roy".


"Makhluk itu sungguh menyeramkan".


"Sebaiknya kau aman kan uang tunai mu".


"Aku hanya bawa sedikit uang tunai Nisa, kau jangan khawatir".


"Baguslah,, aku melihat sendiri kalau dia membawa uang segepok dari kamar para penghuni hotel yang lain".


"Makanya, kamu jangan suka keluar kamar sendirian deh Nis".


"Jadi begini kan?".


"Sini, kembali tidur!!".


Nisa menuruti kata-kata Roy untuk naik ke tempat tidur. Pikiran nya masih teringat dengan kejadian di lorong tadi. Pemandangan yang tak biasa di hotel yang semewah ini.


Keesokan paginya, Nisa dan Roy berangkat dari hotel untuk mencari rumah. Di dalam lift, kebetulan dia berpapasan dengan wanita pemilik pesugihan. Kali ini dia menggandeng


seorang anak kecil, yang Nisa ingat betul kalau anak itulah yang di lihatnya semalam.


Nampaknya memang hanya Nisa yang bisa melihat anak kecil tersebut. Yang lain bahkan tidak memperhatikan kalau anak itu merogoh tas dan kantong masing-masing orang di lift dengan maksud mencari uang. Saat dia hendak mendekati Nisa dan Roy, Nisa langsung melotot ke arahnya.


Tahu ada yang bisa melihatnya, anak kecil itu kembali ke majikan nya dan langsung menarik tangan wanita paruh baya tersebut.

__ADS_1


Sesaat dia menoleh dan menatap ke arah Nisa. Nisa mengangguk sambil tersenyum kepada nya. Wanita itu kembali memalingkan muka ke depan.


Dia buru-buru keluar ke lantai 2, padahal tadi dia menekan lantai 1. Mungkin dia malu kepada Nisa karena mengetahui tentang pesugihan yang dimilikinya. Atau kah mungkin dia takut akan di amuk oleh massa di dalam lift. Yang jelas dia seperti orang yang ketakutan.


Nisa masih menunggu sampai lift turun ke lantai 1. Mereka kemudian segera keluar dari lift. Nisa menggandeng lengan suaminya sambil berjalan di sampingnya.


"Kau mengenal wanita di lift tadi?".


"Tidak juga,, aku hanya sempat melihatnya beberapa kali".


"Ku pikir dia tetangga mu di kampung".


"Dia seperti ketakutan melihat mu".


"Entahlah mas,, aku juga sudah berusaha tersenyum dengan nya tadi".


Sesaat mobil Nisa meninggalkan hotel, dia melihat wanita tersebut sudah ada di samping trotoar. Gerak-geriknya terlihat mencurigakan. Nisa melihat di sekelilingnya, namun tak menemukan makhluk pesugihan nya. Nisa yakin mereka sedang mencari mangsa, yaitu pengendara jalan yang lengah.


Nisa masih mengamati jalanan di depan nya, ketika sosok itu tiba-tiba muncul di pangkuan Roy. Dia hendak naik ke punggungnya dan menutup mata Roy agar tak bisa melihat jalan. Nisa tentu saja langsung bereaksi.


"Pergi dari situ,, atau kau akan menyesal nanti".


Bukan nya takut, makhluk itu malah mengejek Nisa dengan menjulurkan lidahnya. Dia masih bertengger di atas punggung Roy. Tak berapa lama, Nisa membaca doa di dalam hati. Sampai akhirnya makhluk itu gelisah dan turun dari posisinya.


Nisa terus berdoa seperti yang di ajarkan pak ustad. Makhluk di depan nya itu pun bereaksi. Dia berteriak kepanasan dan meminta ampun pada Nisa.


"Aku bisa terbakar........berhenti sekarang".


"Keluar dari mobil ku sekarang juga".


Nisa menepuk pantat anak kecil jelmaan pesugihan tadi, hingga berwarna merah. Tak berapa lama, dia sudah menghilang dari mobilnya. Nisa sudah tidak tahu lagi kemana makhluk itu pergi.


"Kau ini semakin aneh saja,, berteriak tak jelas, dan berdoa dengan kencang".


"Aku hanya tak ingin kita menjadi korban orang yang mencari tumbal di jalanan mas".


"Mungkin jalan di depan hotel tersebut ada yang memasang hal-hal semacam itu bukan??".


"Buktinya kecelakaan yang kita saksikan kemarin itu".


"Ada benarnya juga analisa mu".


"Orang semakin nekat saja sekarang".

__ADS_1


"Demi kekayaan, mereka berusaha menjual jiwanya kepada iblis".


Mobil yang di tumpangi Roy, tiba di depan rumah joglo yang sudah di renovasi menjadi lebih mewah. Nisa memandang i joglo tersebut dari pintu masuk. Suasana dan keadaan rumah, mengingatkan Nisa akan suatu tempat yang pernah di singgahi nya.


"Ayo kita masuk,,, ini rumah yang di rekomendasikan oleh teman ku".


"Harganya murah dan tempatnya strategis".


"Halaman nya juga luas, anak-anak bisa bermain di depan rumah nanti".


"Aku seperti pernah melihat rumah ini mas, tapi aku lupa di mana".


"Barang kali dulu kau pernah lewat sini".


"Sudah lah...kita masuk dulu ke dalam".


Nisa masih terdiam di depan pintu gerbang saat Roy sudah terlebih dulu masuk ke dalam.


Ada sedikit perasaan tidak enak ketika menginjak kan kakinya ke halaman rumah.


Sementara Roy sudah berbincang dengan sahabat nya di dalam.


"Nisa,,, kemarilah,,kenalkan ini Adit teman ku".


"Dia yang menawari ku rumah ini kemarin".


Nisa menghampiri Adit dan menjabat tangan nya. Lagi-lagi keraguan muncul di hatinya. Tangan Adit yang dingin seperti es, serta wajahnya yang pucat, Nisa menduga kalau sepertinya ada sesuatu yang janggal.


Nisa meminta izin kepada Adit untuk berbicara dengan Roy. Dia menarik suaminya menjauh dari tempat Adit berdiri.


"Ada apa,, kau kelihatan aneh sekali".


"Apa kau yakin akan membeli rumah ini??".


"Aku tak suka dengan bentuk rumah semacam ini mas".


"Tapi ini murah Nisa,, nanti kita bisa merenovasi lagi supaya terlihat lebih indah".


"Pikirkan dulu baik-baik mas, jangan sampai kita membeli sesuatu yang tak kita sukai".


"Baiklah,, kita lihat dulu ke dalam".


"Kalau kau masih tak suka, nanti kita cari rumah lain".

__ADS_1


Nisa mengangguk dan mengikuti langkah Roy ke depan. Adit sudah mengajaknya untuk melihat kondisi dalam rumah. Nisa masih memegangi lengan Roy dan mengekor di belakangnya.


...****************...


__ADS_2