Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Patah Hati Anton.


__ADS_3

Perjalanan Jogja-Jakarta dengan kereta relatif lebih singkat.Jam 4 sore keduanya sudah tiba di stasiun.Dito lanjut mengantar


Nisa ke rumah kontrakan nya.


Mereka berdua melepas lelah dengan berbaring di atas sofa.


"Karena kita sudah di Jakarta, aku mengingatkanmu untuk jaga jarak dengan


Anton,,,kau paham kan??".


"Baru saja sampai, penyakit posesif mu kambuh lagi".


"Sekarang, aku tunangan mu Nis,,, aku berhak


untuk melarang mu, jika itu menyangkut pria lain".


"Iya deh......aku nurut aja,,,mas tunangan...".


"Kamu........!!!!!!!!!".


Nisa berlari terkekeh sambil melempar bantal


ke arah Dito. Nisa menuju dapur mengambil minum untuk mereka berdua. Keduanya lanjut


ngobrol sambil istirahat.


Tak berapa lama Anton kelihatan memarkir


mobilnya di halaman rumah. Dia baru saja


pulang dari kantor.Melihat Nisa dan Dito sudah kembali, Anton menghampiri mereka


berdua.


"Kalian sudah sampai, kenapa tidak telpon,


aku kan bisa menjemput kalian di stasiun".


"Kau kan sendirian di kantor, kami nggak enak


kalau harus merepotkan mu".


"Kau tenang saja Ton, jaman sekarang kan


banyak jasa pengantaran online".


"Masuk dulu Ton, aku bawa oleh-oleh dari Jogja, khusus untukmu".


"Berarti sekarang aku dong yang merepotkan mu".


"Ini baju batik, khusus ku belikan untukmu".


"Nanti kau pakai saat kami menikah ya,,, itu seragam keluarga".


"Menikah???, jangan bercanda Nis......!".


"Aku serius,,, Dito melamar ku di kampung,


dan sebulan lagi kami akan melangsungkan


pernikahan".


"Kenapa mendadak begini??".


"Ton,,,Aku ke Jogja memang untuk meminta izin ayah Nisa, jadi ini bukan dadakan".


"Kebetulan beliau setuju, jadi kami langsung


bertunangan di sana".


"Iya,,,, ini cincin nya,,, indah kan??".


Anton mengangguk mendengar pertanyaan Nisa sambil memperlihatkan tangannya.Di


sana telah melingkar cincin di jari Nisa.


Anton buru-buru mengucapkan selamat kepada mereka berdua.


Kekecewaan Anton tampak di wajahnya.Dia


merasa kalah, karena Nisa lebih memilih Dito


untuk jadi pendamping hidupnya.Anton lantas


berpamitan pulang ke rumahnya.


Karena hari sudah sore, Dito juga pulang kerumahnya. Nisa melanjutkan beres-beres rumah dan mandi. Tiba- tiba dari arah pintu


penghubung rumah Anton, terdengar bunyi


benda- benda berserakan.


Bunyi kaca pecah dan perabotan lain yang sengaja di banting, terdengar jelas dari rumah


Nisa. Tak lama kemudian, disusul suara orang


yang sedang marah-marah.


Nisa hanya berani mencuri dengar dari pintu

__ADS_1


penghubung.Dia tak berani mendekat karena


takut terkena lemparan dari si empunya rumah.


Nisa masih menempelkan telinga nya di pintu


ketika gadis kecil itu mendekat dan menangis.Dia seperti ketakutan, dan langsung bersembunyi di balik lemari kamar Nisa.


Nisa bingung harus bagaimana, jelas sekali


itu suara Anton yang berteriak-teriak marah.


Dan di kamarnya ada arwah gadis kecil yang


ketakutan, kemudian kabur meminta perlindungan Nisa.


Nisa memutuskan menuju ke kamarnya.


Dia mendekati arwah gadis kecil tersebut.


"Katakan padaku cantik,, apa yang kau takuti?".


"Orang jahat itu marah-marah,,,tolong......


Nisa,,,kau harus menolong kami".


Nisa senang karena akhirnya arwah gadis kecil itu mau berbicara kepada Nisa. Tapi Nisa juga kasihan melihat raut mukanya yang ketakutan.


"Dimana kau tinggal sekarang, aku akan


menolong mu".


"Di dalam boneka Nisa,,,,namaku Ana,,,orang jahat itu mengurung kami di rumah kaca".


"Ayolah Nisa,,,,,,,cepat selamatkan kami....".


Gadis itu menangis tersedu-sedu di depan


Nisa. Tampaknya kali ini Anton benar-benar


sedang mengamuk. Nisa kemudian menelpon


Dito dan menceritakan apa yang terjadi di


rumah Anton.


"Tunggu aku sampai Nis,,,kau jangan pergi ke


sana sendiri".


"Cepatlah Dit,, aku takut terjadi apa-apa".


Nisa mondar-mandir menunggu kedatangan


Dito.Sesekali dia menengok ke pintu berharap


Dito segera sampai. Dari arah pintu penghubung, tiba-tiba terdengar bunyi anak kunci diputar.


Nisa bertambah panik ketika Anton keluar dari sana dengan kondisi kacau. Tatapan nya


kosong. Dia berjalan mendekati Nisa.


"Anton,,,apa yang kau lakukan di sini??".


"Aku ingin membawamu pergi dari sini Nisa".


"Maaf, tapi aku masih capek, apa kita bisa pergi lain kali saja".


Anton tidak memperdulikan perkataan Nisa.


Dia menyeret Nisa ke dalam rumahnya, kemudian mengikat Nisa di tiang yang ada di dekat kamarnya. Walaupun Nisa berteriak dan meronta-ronta,,sepertinya Anton sudah tidak perduli.Dia berputar mengelilingi tubuh Nisa


yang sudah diikat nya.


"Ssttt...,,,,,,diam lah,,,Nisa,,,biarkan aku bersama mu sekejap saja".


"Lepaskan aku,,,,atau Dito tak akan mengampuni mu".


"Jangan sebut namanya di hadapanku,,,


malam ini hanya ada kita berdua".


"Kau sakit!!!!!!, lepaskan aku brengsek!!!!".


"Ha.....ha.....ha....ha".


Anton terus tertawa sambil menatap tubuh


Nisa yang terikat. Nisa melihat sekeliling kamar. Ada banyak sekali benda pusaka,


boneka berjejer di rak kaca dan jenglot di


dalam botol.


Nisa baru tahu tentang benda-benda ini.


Rupanya selama ini Anton adalah pelaku


ritual gaib.Pantas arwah gadis kecil tadi

__ADS_1


mengaku dikurung di rumah kaca.


"Kau tahu kan Nisa,,,,aku mencintaimu


jauh melebihi Dito".


"Lalu,,kenapa kau mencampakkan aku begitu


saja".


"Kalau aku tak bisa memilikimu, berarti Dito juga tidak".


Anton terus meracau, mengeluarkan isi hatinya.Dia sudah mulai mengambil pisau.


Nisa mencoba untuk mengulur waktu, menunggu Dito sampai.


Anton mendekati Nisa dengan pisau di tangan nya.Pisau tajam itu di tempelkan


pada wajah dan lehernya dengan disertai


kata-kata ancaman.


"Ayo Nisa,,,,panggil Dito,,,,panggil pelindungmu


aku tak takut,,,kalau perlu kita mati bersama


hari ini".


"Jangan membuatku takut Anton,,,kau itu


orang baik,, kau pasti bisa mendapatkan


yang lebih baik dariku".


"Aku hanya mau kau Nisa....hanya dirimu,,,


tidak ada yang lain"


"Kau lihat pisau ini,,,,,dia akan menjadi saksi


cinta kita berdua".


Nisa hanya bisa menangis,,sedikit saja


bergerak, maka pisau itu akan benar-benar


melukainya.


"Nisa......Nisa.....dimana kau??".


"Aku disini Dito".


Dito berlari ke rumah Anton melalui pintu


penghubung.Dia melihat Nisa terikat dan


segera berlari mendekatinya.


"Tunggu,,,,,,,,berhenti di situ,,,atau pisau ini


akan langsung memotong leher Nisa kita


tercinta".


Dito kaget karena ternyata Anton berdiri di belakang Nisa dengan pisau terhunus di depan wajah Nisa.


"Lepaskan Nisa sekarang,,,,kalau kau mau


kau boleh menyakitiku".


"Romantis sekali........sayang,,,aku tidak tertarik menerima tawaranmu".


"Kecuali, Nisa mau menikah denganku,


maka aku akan melepaskannya".


"Kurang ajar kau Anton!!".


"Ya........ya..... inilah aku,,,.dan kalau kau


ingin Nisa selamat dan tetap hidup,,maka, tinggalkan tempat ini sekarang juga!!".


Dito masih saja berdiri di tempatnya.Dia


sedang mencari cara untuk membebaskan


Nisa.


"Nisa,,,,suruh tunangan mu pergi dari sini,


atau aku terpaksa melakukan kekerasan


padanya".


"Pergi lah Dito,,jangan pikirkan aku"


Karena Dito tidak mau pergi, Anton memukuli


Dito habis- habisan. Dia tidak kuasa membalas karena Nisa taruhan nya. Nisa

__ADS_1


hanya bisa menangis melihat Dito berlumuran darah.


__ADS_2