Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Mengusir Iblis Di Tubuh Nisa.


__ADS_3

Dito sampai dirumah dengan keadaan yang masih pusing dan lemas.Rasa nyeri akibat luka jahitan di dahinya, tidak seberapa di banding luka hati karena istrinya sendiri yang mencoba menghabisi nya.


Ibu yang membukakan pintu ketika mereka sampai.Ibu bilang Nisa mengunci diri di dalam kamar. Ibu cemas melihat keadaan Dito.


"Ini bagaimana to pak,,,,kok kalian sampai kecelakaan begini".


"Aku nggak apa-apa Bu, Untung nak Dito naik mobilnya pelan,, coba kalau ngebut, kita semua pasti udah Ndak pulang kesini lagi".


"Bapak ini Lo,,,, mbok ya jangan ngomong gitu


to pak".


"Panggil anak kesayanganmu itu Bu,,, suruh dia ngurusi suaminya".


Ibu mengetuk pintu kamar Nisa dan


menyuruhnya untuk segera keluar.Tak lama


kemudian Nisa keluar dari kamarnya.


"Ada apa ibu memanggilku??".


"Lihat.....suami mu mengalami kecelakaan".


Nisa kemudian menemui Dito yang tengah berbaring di sofa.


"Kenapa bisa begini mas???, kenapa kau tidak


meneleponku???".


"Nisa,,,,aku capek,, kepalaku pusing, tolong jangan ganggu aku".


"Kalau begitu kita ke kamar saja mas".


"Ayo,,,,,sini .....biar aku bantu".


"Lepaskan Nisa!! aku ingin disini saja".


"Kau marah padaku mas??".


"Memang nya aku salah apa padamu??".


"Cukup!!!!!! aku tak mau berdebat denganmu,


sebaiknya kau pergi dari sini, aku ingin istirahat".


"Aku ini istrimu mas,,,,biarkan aku merawat


mu"..


"Kau bukan istriku,,,, entah siapa yang ku hadapi sekarang".


"Nisa ku sudah lama menghilang dari rumah ini".


"Mas..........!!!!!".


"Cukup Nisa, pergilah..".


Dito sudah tak tahan lagi.Amarahnya benar-benar meluap melihat kelakuan Nisa. Dia


sangat kecewa, iblis itu telah merubahnya


menjadi sosok pembunuh.


Malam ini rencana yang disusun mereka bee lima, harus segera dilaksanakan. Tidak bisa


menunggu lagi, atau jiwa Nisa benar-benar


akan menyatu dengan iblis itu.


Sore hari, kyai Ahmad dan Ki Santoso telah


sampai di rumah Nisa. Mereka telah membawa peralatan yang dibutuhkan untuk

__ADS_1


ritual pengusiran iblis. Nisa sudah sejak sore diberi obat tidur, supaya rencana nanti tidak


kacau.


"Nisa ada di kamarnya, ini sudah hampir tengah malam, sebaiknya kita mulai saja".


"Kau sudah siap kan semuanya kan Ratri??".


"Iya Ki,,, sebaiknya bapak ikat Nisa di tempat tidur, supaya dia nanti tidak kabur".


Bapak melaksanakan perintah Ratri untuk mengikat Nisa. Sementara kyai Ahmad membaca doa di sebelah Nisa, Ratri dan Ki Santoso bersiap untuk mengusir iblis yang merasuki Nisa.


Doa-doa yang dibacakan kyai Ahmad bereaksi di tubuh Nisa.Iblis itu berteriak menahan panas.


"Hentikan.............panas........panas......."


"Keluarlah dari tubuh Nisa, iblis terkutuk".


"Ini rumahku.......aku dan Nisa adalah satu...".


Saat iblis itu sudah kewalahan mendengar doa dari kyai Ahmad,,, Ratri dan Ki Santoso segera memanggil jiwa Nisa, dan menuntunnya kembali ke raganya.


"Nisa......pulanglah....aku memanggilmu Nisa ......kembalilah ke ragamu".


Ratri melihat arwah Nisa sudah berada di dekat mereka.


"Lakukan Ki, sekarang......!!!!!!".


"Mereka bertiga memaksa iblis itu untuk meninggalkan tubuh Nisa. Iblis yang menolak keluar, melawan ketiganya.


Tubuh Nisa yang semula terikat,,tiba-tiba melayang di atas tempat tidur.Kepalanya membentur tembok berkali-kali. Setelah itu Nisa menghampiri Ratri dan mencekik lehernya.


"Kalian tidak bisa mengusirku.........".


"Kalian harus mati..............".


Ratri dan Ki Santoso berkali-kali dibanting ke tembok.Mereka sudah sesak nafas karena


pada arwah Nisa yang panik melihat kedua temannya tersiksa.


"Nisa.............gunakan cincin mustika mu,,,lawan dia Nisa........ayo,,,tolong kami...".


Nisa maju dan mengambil cincin mustika miliknya.Dia mengarahkan cincin itu ke tubuhnya. Sinar merah menghujam ke mata iblis itu.Ratri dan Ki Santoso terjatuh ke lantai.


Sejurus kemudian kyai Ahmad membacakan


doa di ubun-ubun Nisa.Iblis yang sudah tidak berdaya itu tak kuasa melawan.


"Sekarang Nisa........masuklah kembali ke ragamu...".


Nisa masuk ke dalam tubuhnya kembali, sementara jiwa iblis itu berkeliaran di dalam ruangan.Kyai Ahmad terus berdoa untuk mengusir iblis tersebut.Nisa mendapatkan kembali jiwanya.


Iblis itu kembali mengamuk.Dia menerbangkan benda-benda di dalam ruangan untuk di hancurkan dan dibenturkan


pada semua orang di ruangan itu.


Nisa yang sudah mendapatkan jiwanya kembali, kemudian mengarahkan cincin mustika nya sekali lagi ke mata iblis itu.


Iblis itu akhirnya menyerah, dia berubah menjadi gumpalan asap yang kemudian


menghilang di dalam AC kamarnya.


Nisa terduduk lemas dilantai.Dia menangis


tersedu-sedu.Dito menghampiri dan memeluknya erat.


"Semua sudah selesai sayang,,,,,Nisa ku sudah kembali.


Ratri dan Ki Santoso terlihat kelelahan. Mereka luka lebam akibat dihantam furniture


di rumah Nisa. Hanya kyai Ahmad yang sama sekali tidak disakiti oleh iblis tersebut.


Bapak memapah Ratri ke atas sofa di ruang tamu.Ibu sudah menyediakan minuman untuk mereka.

__ADS_1


"Aku minta maaf pada kalian semua, mungkin


tanpa sadar, aku telah melukai kalian".


"Nisa,,kami bersyukur kau sudah kembali".


"Ingatlah......iblis itu masih belum musnah".


"Kau harus berhati-hati".


"Aku mengerti Ratri,,,aku harap kalian semua masih terus mendampingi ku".


"Kalau iblis itu membisikkan sesuatu padamu,


kau harus melawan Nisa".


"Iya,,,,aku mengerti".


Mereka masih berbincang-bincang di ruang tamu. Sementara di luar,,,iblis itu masih mengintai di balik pepohonan.


Hari masih pagi, tapi bapak dan ibu sudah bangun. Mereka sengaja membereskan rumah Dito karena kekacauan semalam.


"Mas,, bangun.....ini sudah subuh".


"Iya sayang".


"Hari ini biar aku yang kerja, mas dirumah saja dengan ibu dan bapak, aku akan berangkat bersama Ratri".


"Baiklah....lagipula kepalaku masih pusing".


Nisa merawat dan melayani Dito dengan telaten. Dia menyiapkan sarapan untuk semua anggota rumahnya. Setelah selesai, Nisa bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.


"Nis, bapak dan ibu mau pulang ke kampung".


"Kenapa bapak buru-buru,,,, tinggallah lebih lama lagi, Nisa masih kangen sama kalian".


"Kau kan sudah baik-baik saja sekarang, jadi


bapak harus segera pulang".


"Iya Nis,, aku juga akan kembali ke Malang".


"Ada apa dengan kalian??".


"Semuanya berbarengan pergi dari rumah ini,


kau juga Ratri, bukankah kita masih ada proyek bersama??".


"Aku percayakan semua pada Dito".


"Yang penting, kalau ada sesuatu kau harus menghubungiku,,,kau mengerti??".


"Sepertinya aku tidak bisa lagi menahan kalian".


"Aku hanya bisa berterima kasih atas kebaikan kalian semua".


"Tapi, kalian belum boleh pergi sebelum makan malam dirumah ini".


"Nanti malam,,aku ingin kita berkumpul dan


makan malam sebelum kalian pergi dari Jakarta".


"Baiklah Nis,,,,,tapi sekarang kita harus segera


ke kantor, atau kita akan terlambat".


"Siap boss!!!!!".


Nisa dan Ratri berangkat bersama ke kantor.


Ratri merasa lega, akhirnya Nisa bisa mendapatkan kembali raganya. Dia berharap


iblis itu benar-benar pergi dari tubuh Nisa.

__ADS_1


__ADS_2