Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Kerajaan Siluman Kera Putih.


__ADS_3

Nisa sudah terlihat lebih baik, dia juga sudah bisa bangun dari tempat tidur. Dito benar-benar merawatnya dengan baik. Dia sempat


khawatir karena Nisa memuntahkan benda tajam yang tak semestinya ada di perutnya.


"Benda tajam yang ada di perutmu,,aku sudah


menaruhnya di tempat yang aman".


"Kau jangan pergi kemana-mana dulu, aku tak mengijinkan mu kali ini".


"Iya mas,,,terimakasih ya,,,kau dengan setia merawat ku".


"Sayang,,,lain kali jangan membuatku takut


seperti itu, kau muntah darah banyak sekali".


"Nenek tua itu memang sakti,,, aku sudah dua kali merasakan kekuatannya mas".


"Tapi,,kenapa dia begitu melindungi kuntilanak di rumah Rudi".


"Sudah sayang,,,,stop dulu pikirkan hal itu, biar Anton dan Ratri yang mencari jawaban nya".


"Yang mesti kau lakukan saat ini adalah, makan sarapan mu dan kembali ke tempat tidur".


"Dan kau akan pergi ke kantor mas??".


"Aku akan menemani mu sampai kau sembuh".


"Aku tak mau ada kekuatan jahat yang menyerang mu lagi".


Nisa mematuhi segala perkataan Dito. Tadi malam, dengan kondisi nya yang penuh darah,Dito tetap merawatnya dengan tulus.


Nisa tak ingin suaminya khawatir lagi.


Hilangnya Deni dari rumah Rudi benar-benar membuat kuntilanak itu marah. Nenek tua itu


nyatanya bisa dikalahkan oleh rombongan yang di bawa Yeni.


"Yeni,,,dari tadi aku tak melihat Deni,,dimana dia??".


Anakmu itu pergi dari rumah, dia ingin menyusul kakak nya".


"Apa....!!!! kenapa kau tak memberitahu ku".


"Aku baru tahu saat kita pulang dari makam tadi,,, dia meninggalkan surat, bacalah...!!".


Rudi membaca surat dari Deni dengan rasa marah. Yeni membuat surat itu seolah -olah


Deni tak betah tinggal di rumah. Dan di surat itu, Yeni juga menulis kalau penyebab Nina


sampai meninggal adalah Rudi.


"Keterlaluan anak itu,,,, dia sudah tidak menghormati ayahnya lagi".


"Pelan kan suaramu, kita masih berduka".


"Suruh pak satpam untuk mencari anak itu sampai ketemu".


"Anak itu harus diberi pelajaran!!!".


"Iya,,,,kau tenang saja...".


"Kita pasti menemukan Deni kembali".

__ADS_1


Rencana Yeni berhasil,,, satu persatu anggota keluarga ini pergi dari rumah nya. Dan nanti nya hanya akan tersisa para penghuni gaib di rumah itu.


Tentang Rudi,, mereka bisa menyingkirkan nya dengan mudah, namun kehadiran Rudi masih di butuhkan di rumah ini.


Kalau tiba-tiba Rudi juga ikut meninggal, maka rumah ini akan diwariskan pada Deni dan Yeni yang asli. Dan mereka pasti akan merobohkan bangunan tua di belakang rumah.


Bagi sebagian orang, mungkin itu hanya bangunan tua,, tapi bagi bangsa gaib, itu adalah kerajaan siluman kera putih Arcopodo.


Siluman itu sangat kuat,,, penguasa kerajaan


gaib dari tanah Jawa.


Siluman itu sedang bertapa untuk meningkatkan ilmunya. siluman itu bersemedi di kerajaan nya, yaitu di halaman belakang rumah Yeni dan Rudi.


Untuk menyempurnakan ilmu siluman itu, pengikutnya harus meminumkan darah perawan sebanyak 40 orang. Nina adalah korban ke 38, kurang 2 lagi,,, maka mereka bisa membangunkan raja nya.


Makanya kuntilanak itu berpura-pura menjadi


Yeni agar bisa memberi minum darah setiap malam Jumat Kliwon dan melindungi kerajaan gaib Arcopodo dari gangguan manusia.


Sebelum Yeni disingkirkan,, semula dia berencana untuk merenovasi rumahnya menjadi model rumah bergaya Eropa.


Itulah, mengapa kuntilanak itu marah dan mengeluarkan Yeni dari rumahnya. Setelah


Yeni keluar,, maka makhluk gaib pemuja siluman kera datang dan menjaga raja mereka sebelum dibangkitkan.


Kuntilanak dan nenek tua itulah yang bertugas mencari tumbal darah perawan.


Mereka berpikir bisa lebih sakti daripada


manusia, jadi mereka membangkitkan raja


siluman untuk menguasai dunia.


Nisa dan kawan-kawan nya belum menyadari


akan hal ini. Mereka belum bisa masuk ke halaman belakang, yang ternyata merupakan kerajaan siluman kera. Ternyata ada rahasia yang sangat besar di halaman belakang rumah Yeni tersebut.


"Mbak Yeni,,aku minta maaf tidak bisa menemanimu ke makam Nina, aku harus menjenguk Nisa,,,,lukanya kemarin sangat parah".


"Iya Ratri,,,tolong, sampaikan salam ku padanya, aku akan ke makam bersama Deni".


"Kalian hati-hati ya,,,kuntilanak itu bisa muncul kapan saja".


"Kalau ada sesuatu, langsung hubungi aku atau Anton,,,ya mbak??".


"Iya ....".


Mereka keluar rumah bersama-sama, tapi berbeda tujuan. Ratri yang lebih dulu sampai di rumah Nisa. Dia mengetuk pintu rumahnya".


"Tok.....tok......tok....!!".


"Tunggu sebentar".


Dito tersenyum mengetahui kedatangan Ratri.


Dia lantas membuka pintu rumahnya.


"Nisa masih sakit??".


"Sudah mendingan,,,masuklah,,,dia ada di kamar".


Ratri masuk ke kamar Nisa. Dia sangat cemas dengan kondisi sahabatnya itu. Semalam Ki Santoso sudah menjelaskan keadaan Nisa yang sebenarnya.

__ADS_1


"Nisa,,,maafkan aku,,hari itu tak bisa melindungi mu".


"Untunglah,,,,perutku menolak benda tajam, jadi semuanya keluar tadi malam,,, kau mau lihat??".


"Sebanyak ini,,,???, nenek tua itu rupanya memang ingin membunuhmu".


"Untunglah aku punya sahabat yang guru spiritualnya sangat baik kepadaku".


"Semalam aku mungkin tidak selamat, jika Ki Santoso tidak membantu".


"Dan aku juga beruntung, punya suami yang sangat cinta dan tulus merawat ku".


"Oh,,,,,so sweet!!!!, Dito........ kau dengar itu..".


"Ya,,,,hanya aku lah yang paling mencintai nya".


"O...ya, bagaimana dengan mbak Yeni dan putranya.


"Mereka baik Nis,, pagi ini mbak Yeni mengunjungi makam putrinya bersama Deni".


"Baguslah....aku senang mereka bisa berkumpul lagi".


"Kau selalu memikirkan orang lain, padahal saat itu kau tengah sekarat, tapi tetap menyuruhku menolong Deni".


"Aku selalu senang menolong orang".


"Dan kita masih punya tugas untuk mengembalikan rumah dan keluarga mbak Yeni lagi".


"Kau pulihkan badan mu dulu,, biar aku dan Anton yang mencari tahu".


"Begitu kalian dapat informasi, kabari aku ya??"


"Atau kalian tanyakan pada Deni dulu,,ada keanehan apa di rumahnya".


"Ah.....aku sampai nggak kepikiran ya....!".


"Baiklah,,,aku pamit dulu,,aku akan menginterogasi Deni".


"Pelan-pelan saja Ratri, kasihan...anak itu masih trauma".


"Beres Nis...!!".


Ratri segera bergegas menyusul Yeni dan


putranya ke makam. Sangat penting untuk


mengetahui rahasia di dalam rumah nya.


Yeni masih menangis, memandang nisan putrinya. Seakan dia tak rela kehilangan putri


sulungnya itu. Deni masih khusuk mendoakan kakaknya. Tanpa disadari di belakang mereka, berdiri Yeni palsu.


Deni kaget dan menari mamanya ke belakang.


Yeni palsu tertawa melengking khas suara kuntilanak. Dia menggerakkan kedua tangannya ke atas. Dalam sekejap, Yeni dan putranya dicekik lehernya dan diangkat ke atas.


Keduanya meronta-ronta, memegangi lehernya, berusaha melepaskan cekikan dari kuntilanak itu. Dia masih tertawa menyaksikan ibu dan anak itu menderita.


"Akhirnya kau menampakkan wujud asli mu


kuntilanak,,".


"Lepas kan mereka berdua,,,sekarang!!!".

__ADS_1


Kuntilanak itu tidak takut dengan ancaman dari Ratri. Dia justru semakin mencekik leher keduanya. Mereka sudah pasrah kalau memang harus mati


__ADS_2