Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Pengakuan.


__ADS_3

Pagi-pagi Nisa dan keluarganya sudah siap kembali ke Jakarta. Mereka dapat jadwal penerbangan pagi.Kebetulan Roy juga sudah menjemput mereka untuk berangkat ke Bandara. Pagi ini momen berpamitan nenek dan cucu diwarnai tangis haru. Pasalnya ibu belum usai kangen-kangen nan dengan cucu kembarnya.


"Sudah Bu,, jangan menangis,, nanti kalau ibu rindu kan bisa ke Jakarta".


"Entah kenapa Nisa,, ibu sedih sekali melepas kalian pagi ini".


"Soalnya si kembar ini lucu dan bikin gemas,, jadi nenek pasti akan rindu terus".


"Sampai jumpa lagi nenek".


Nisa membawa si kembar untuk berpamitan pada orang tuanya. Ibu dan bapak menciumi kedua putri Nisa yang sudah pintar ngoceh itu. Mereka menangis enggan ditinggalkan.


"Kami berangkat dulu Bu".


"Jaga kesehatan ibu dan bapak,,, semoga lebaran nanti Nisa bisa pulang lagi".


"Kalian hati-hati,,, jaga cucu ku baik-baik".


"Nisa pamit Bu!!".


Setelah berpamitan, mereka segera berangkat menuju bandara. Sengaja bapak dan ibu tidak mengantar, mereka masih ada tugas di balai desa. Lagipula Roy juga sudah menjemput dari tadi.


Mereka tiba di bandara setelah menempuh perjalanan selama 1 jam. Jadwal penerbangan nya tepat waktu, sehingga satu setengah jam mereka sudah tiba kembali di Jakarta.


"Roy,, terimakasih atas semuanya, aku dan Nisa pamit pulang".


"Sofia dan anak-anak sudah kelihatan lelah".


"Aku bisa mengantar kalian dulu".


"Tidak usah Roy, kami naik grab saja ".


"Ok,, aku duluan kalau begitu".


Nisa dan Dito segera menuju rumah mereka dengan memesan grab. Anak-anak tertidur sejak di pesawat tadi. Nisa dan Dito yang menggendongnya kali ini. Mereka kasihan melihat Sofia yang tampak kelelahan.


Setibanya mereka di rumah, Nisa segera masuk ke dalam dan menidurkan Sheina. Sementara Dito masih menggendong Sheila, karena anak itu sudah terbangun.


l"Sofia, kau temani Sheina saja, biar aku yang


beres-beres rumah".


"Kau tidak capek sayang??".


"Tak apa mas,, mumpung Sheina masih tidur".


Nisa segera membersihkan seisi rumah. Setelah itu dia lalu membereskan pakaian mereka kembali kedalam lemari. Dia kemudian memasak makanan untuk keluarganya. Nisa baru bisa beristirahat setelah semua pekerjaan nya selesai.


Baru juga mau menyandarkan punggung nya di sofa, nyatanya Roy sudah menelpon Nisa.


"Kenapa lagi Roy??".


"Aku hanya ingin dengar suaramu Nis".


"Baru beberapa jam, aku sudah tak tahan harus berjauhan dengan mu".


"Tolong Roy, aku sedang capek saat ini".

__ADS_1


"Sebentar saja, biarkan aku sendiri dulu".


"Tolong, jangan ganggu aku!!!".


Nisa sudah kelihatan jengkel, apalagi saat ini dia benar-benar lelah. Wajar saja jika telepon dari Roy begitu mengganggunya. Ingin rasanya Nisa menjauh dari Roy, tapi video mereka berdua masih dipegangnya. Dia belum mempunyai keberanian untuk jujur pada Dito.


"Roy kenapa sayang,,kulihat akhir-akhir ini, dia sering sekali menelpon mu??".


"Itu karena kami masih terlibat dalam satu kerjaan mas".


"Segera setelah proyek ku selesai, aku akan mengajukan resign".


"Aku kerja dari rumah saja, sambil mengawasi anak-anak".


"Terserah padamu sayang,,,apapun keputusanmu, aku akan selalu mendukung".


Nisa agak sedikit takut dan cemas. Dito sudah mencurigai kedekatan nya dengan Roy.


"Andai saja kau tahu mas".


"Mungkin saja kau akan langsung menceraikan ku".


"Maafkan segala kesalahan ku padamu mas,,,aku tak bisa menjaga diriku sendiri".


Nisa masih saja teringat dengan malam terkutuk itu. Andai saja saat itu dirinya sedang tidak sakit. Mungkin saja Nisa bisa melawan Roy. Tapi nyatanya, laki-laki itu malah menggunakan kesempatan untuk


meniduri nya. Dan aksinya itu direkam melalui video, untuk digunakan mengancam Nisa.


Nisa serba salah. Dia tak tahu harus berbuat apa.Nisa benci dirinya sendiri dan juga Roy.


"Kau kenapa sayang??".


"Kalau punya masalah, kau boleh cerita, aku ini kan suamimu??".


"Entah lah mas,, apa yang kurasakan pun aku tak bisa memahaminya".


"Banyak yang terjadi belakangan ini".


"Bahkan ketika liburan di Jogja pun, kau masih merasa punya beban".


"Sayang,, kalau kau seperti ini terus,, masalah mu tak akan selesai, yang ada kau malah jatuh sakit".


"Aku tak mau istriku sakit ataupun menderita".


"Aku merindukan mu mas".


"Sekarang, momen kita berdua semakin jarang".


Dito merasakan kesedihan Nisa dari kata-katanya.Dia pun memeluk erat, istrinya tersebut. Saat itu Nisa menangis.Kerinduan nya akan perhatian Dito kembali muncul.


Kalau bisa, Nisa ingin mengulang waktu kembali. Dimana hanya ada dirinya dan Dito suaminya.


"Tenanglah,,,kau bisa percaya padaku".


"Aku akan selalu mendampingi di sisimu".


"Kau tidak perlu ragu, sayang...!!".

__ADS_1


"Mas,, kalau suatu hari nanti, aku membuat kesalahan Fatal,,apa kau juga masih akan memaafkan ku??".


"Kenapa kau bicara sepeti itu sayang??"


"Tidak,,,lupakan saja!!".


"Dengar.....tak perduli seberapa besar kesalahan pasangan kita,,cinta sejati akan selalu memaafkan".


"Bukan menuntut dan menghukum".


"Hanya mencintai dan memahami,, serta melupakan semua kesalahan".


"Hatimu sungguh mulia mas,, sedangkan aku,,


kurasa aku tak pantas jadi istri mu lagi".


"Dosa ku sungguh besar mas,,, aku telah membuat kesalahan".


"Aku sungguh tak pantas diampuni,,aku malu mas...!!!".


"Bicara apa kau sayang,,, apa yang telah kau lakukan".


Nisa sudah tak dapat menahan nya lagi. Dengan berlinang air mata, dia berusaha jujur kepada Dito. Masalah ini harus segera diselesaikan. Walaupun Nisa tak tahu apa konsekuensi nya nanti.


"Kau ingat mas,, malam dimana aku menginap di Kaliurang bersama Roy??".


"Malam itu, Roy memanfaatkan kesempatan".


"Aku phobia gelap, dan situasi itu Roy gunakan untuk menjebak ku mas".


"Kami sudah tidur bersama,, dan Roy merekam nya untuk mengancam ku".


"Apa.......,,, kau pasti bercanda kan,, itu tidak mungkin kan sayang??".


"Aku kenal siapa dirimu,, kau tidak mungkin tega melakukan itu".


"Maafkan aku mas,,,, aku memang istri yang tidak berguna".


"Nisa......!!!!!!!!!".


"Setan apa yang telah merasuki mu,, sehingga kau berbuat hina macam itu".


"Aku sungguh kecewa padamu Nisa".


"Tega sekali kau mengkhianati suami mu".


"Mas,,,tunggu mas.....kau mau kemana??".


"Mas Dito,,, jangan pergi mas!!!".


Dengan kemarahan nya, Dito pergi meninggalkan rumah. Entah perasaan macam apa yang tengah dia rasakan sekarang. Pengakuan Nisa berhasil membuat dirinya shock. Dia tak menyangka sama sekali kalau istrinya bisa Setega itu padanya.


Dito mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Dia arahkan mobilnya tersebut ke sebuah cafe. Dia kemudian masuk dan memesan minuman. Pikiran nya benar-benar kacau.Dito bahkan tak tahu lagi harus berbuat apa.


Dia memesan minuman kepada bartender. Sudah 5 gelas alkohol dia minum. Masih saja belum bisa menghilangkan pengakuan Nisa dari pikiran nya. Bayangan istrinya disentuh oleh lelaki lain. Amarah nya semakin meledak. Mau tak mau dia harus segera bertemu Roy.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2