Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Menuju Kebebasan.


__ADS_3

Nisa mulai mendapat titik terang. Alan ternyata sudah berganti nama menjadi Luis sekarang. Dia berada di bawah ancaman. Namun Nisa belum paham apa yang mengancam jiwanya tersebut.


Dia kembali melanjutkan tidur. Tak perlu menunggu informasi dari Sofia karena semuanya sudah jelas. Hanya tinggal mencari kesempatan untuk keduanya bertemu besok. Semua hal akan jelas nanti.


Di kediaman keluarga Luis, dia juga sudah bangun. Hari ini hari pertamanya kerja di kantor. Mereka sedang sarapan di meja makan. Kedua orang tua Alan terlihat sangat berbeda pagi ini. Mereka nampak kelelahan dan raut wajahnya pucat seperti kertas.


Alan mengamati keduanya. Kemarin mereka nampak lebih muda, namun sekarang kulitnya kembali keriput. Luis hendak bertanya, tapi asisten pribadi orang tuanya sudah membawa masuk seorang pria muda. Dia berteriak ketakutan dan memberontak ingin melarikan diri.


"Tunggu, lepaskan dia....apa yang kau lakukan padanya".


"Tolong tuan,,, saya tak mau mati,, lepaskan saya".


"Diam,,,,jangan banyak bicara...!!!!".


Pria itu lagi-lagi menyeret pemuda tersebut masuk ke dalam kamar orang tuanya. Mereka menatap Luis sebentar dan kemudian berdiri meninggalkan meja makan.


"Luis,, berangkat lah ke kantor sekarang".


"Francis sudah menunggu di depan".


"Tinggalkan sarapan mu dan pergilah sekarang!!".


Luis segera meninggalkan ruang makan dengan wajah ketakutan. Dia paham apa yang akan di lakukan oleh orang tuanya. Mereka pasti akan menjadikan pemuda itu korban seperti kemarin. Luis membayangkan kedua orang tuanya meminum darah pemuda tersebut.


Di luar rumah, Fransisca menyambutnya dengan senyum mengembang. Dia mencoba mengalihkan perhatian Luis dari kejadian di dalam rumah.


"Tidur mu nyenyak semalam??".


"Tidak begitu,, aku merasa tidak tenang, entah kenapa??".


"Bagaimana permintaan ku untuk pindah ke apartemen,, apa kalian menyetujuinya??".


"Bisa diatur,, kau boleh pindah di sebelah ku".


"Aku sudah mengurus semuanya".


"Francis,, boleh aku bertanya sesuatu pada mu??".


"Tapi ku minta kau jangan marah".


"Katakan saja apa yang ingin kau ketahui".


"Setiap hari orang tua kita memasukkan seorang pemuda ke kamar mereka,,memangnya pekerjaan apa yang mereka tawarkan??".


"Belum saat nya kau tahu Luis".


"Lebih baik kau fokus pada pekerjaan mu di kantor saja".


"Ayo, kita berangkat sekarang".


Luis dan Francis segera berangkat ke kantor bersama. Keduanya berada dalam satu mobil.

__ADS_1


Ketika mereka tiba, karyawan lain berdiri menyambut pimpinan mereka yang baru.


Luis memasuki ruangan bersama dengan Fransisca. Wanita cantik itu membantu Luis mengerjakan tugasnya selama di kantor. Luis banyak belajar bisnis dari kakak perempuan nya itu.


Ketika sedang berdiskusi, tiba-tiba Fransisca menutupi lengan nya dengan panik. Dia buru-buru meninggalkan ruangan kantor. Luis hanya terbengong menyaksikan kelakuan kakaknya.


"Kau sudah mendapatkan barang itu untuk ku??


"Segera bawa ke sini, aku sudah tidak kuat lagi".


"Aku tunggu di toilet ruang kerjaku,, cepat..!!".


"Baik nona".


Fransisca membuka lengan nya yang berubah hitam dan keriput. Tiap kali terjadi seperti ini, jika dia telat mendapatkan obat awet mudanya. Dia harus buru-buru menghisap sari kehidupan seorang perjaka dan meminum darah mereka. Baru di bisa pulih kembali dan kelihatan awet muda.


Entah iblis apa yang sudah mereka puja, tapi


mereka berhasil memanjangkan usianya dan awet muda dari usia mereka sebenarnya. Tak lain dan tak bukan karena mereka menghisap


jiwa-jiwa para pemuda yang masih perjaka.


Rupanya, ilmu ini sudah turun-temurun di wariskan oleh trah Wibisana. Menyembah iblis untuk mendapatkan kekayaan dan keabadian. Namun sebaliknya, mereka harus berlaku kejam, dengan menumbalkan perawan di setiap malam bulan purnama.


Semula Alan juga akan di wariskan ilmu tersebut, tapi dia menolak, sehingga iblis marah dan membuat Alan menjadi mayat hidup selama bertahun-tahun. Dia hanya terbaring di rumah sakit karena penyakit misterius. Kalau pada akhirnya dia hidup kembali, itu karena jiwa Dito yang meminjam tubuhnya. Tentu saja dia juga tidak akan mau menyembah iblis seperti yang dilakukan keluarga Alan. Namun sejauh ini, Dito masih belum tahu kebenaran nya.


Seorang asisten membawa pemuda yang di minta Francis ke ruang kerjanya. Setengah jam kemudian pemuda itu sudah keluar dengan tubuh menyusut berwarna hitam.


"Urus dia seperti biasanya".


"Baik nona".


"Jangan sampai adik ku mengetahuinya".


Francis kembali ke ruang kerja Alan. Dia sudah pulih seperti sedia kala sekarang. Satu


lagi pemuda sudah di korban kan.


"Kemana saja kau,, kenapa terburu-buru".


"Aku ada urusan yang harus ku selesaikan".


"Nanti kau langsung kembali ke apartemen saja".


"Aku ada urusan dengan mama dan papa, mungkin kami tak pulang selama satu minggu".


"Tapi jangan berbuat macam-macam karena aku mengawasi mu".


"Memangnya kalian mau kemana??".


"Kami harus ke luar negeri".

__ADS_1


"Urusan di sini, aku serahkan kepada mu".


Francis segera berlalu dari ruangan Luis. Dia harus segera terbang ke Indonesia. Pusat ritual gaib mereka ada di sana. Semua rahasia keluarga pemuja iblis ini ada di rumah Alan. Jadi, mereka semua akan berangkat ke Indonesia untuk melakukan ritual.


Sementara keluarganya terbang ke Indonesia,


Luis melanjutkan pekerjaan kantor nya. Dia mengambil kesempatan untuk menelpon Nisa dan meminta nya datang ke kantornya.


Terlebih dahulu dia memberi tahu asisten yang mengawasinya.


"Saya ada janji dengan ibu Nisa, perusahaan dari Indonesia".


"Tolong hubungi beliau sekarang juga".


"Kalau sampai pekerjaan ini tak selesai, Francis bisa marah padamu".


"Baik tuan muda,, segera saya selesaikan".


Asisten itu segera meninggalkan ruangan Luis untuk menghubungi Nisa. Sementara Luis menyiapkan semua hal untuk menjalankan rencananya bersama Nisa nanti. Dia berniat kabur dari Inggris, dan hanya Nisa yang bisa membantunya.


Asisten pribadi Luis kembali ke ruangan kantor majikan nya. Dia mengatakan bahwa Nisa akan tiba setengah jam lagi. Luis lalu memerintahkan dirinya untuk keluar dari kantor.


"Nisa,, kau yakin hanya kau sendiri yang di minta ke kantor Luis??".


"Iya Roy, nanti saja aku ceritakan, siapa tahu ini kesepakatan penting".


"Bisa menjadi pulang bisnis kita supaya go internasional bukan??".


"Seharusnya aku juga ikut kan Nisa??".


"Baiklah,, segera berpakaian, kita pergi bersama".


"Kau kan rekan kerja ku bukan??".


Roy segera bergegas, masuk ke kamar hotelnya dan berpakaian rapi. Dia menganggap sebuah kehormatan kalau sampai Luis memanggil mereka. Setelah keduanya selesai, mereka menghampiri mobil jemputan dari kantor dan segera berangkat.


Sesampainya di kantor, Nisa dan Roy diantar ke ruangan Luis. Mereka kemudian masuk dan duduk di sofa. Mulanya Luis kaget karena Roy ikut, tapi selanjutnya dia malah merasa beruntung, karena para pengawal tak akan mencurigai pertemuan ini.


"Aku mengundang kalian untuk meminta tolong pada kalian berdua".


"Maksud pak Luis??".


"Tolong,, bawa aku ke Jakarta bersama kalian".


"Nanti malam kita bertemu,, dan langsung terbang ke Jakarta".


"Semua sudah ku siapkan,, tinggal kalian menyembunyikan identitas ku saja".


"Kalian setuju??".


Nisa dan Roy saling berpandangan. Membantu Luis kabur dari rumahnya sendiri,, Roy menerka telah terjadi sesuatu yang serius. Mereka belum bisa menjawab, permintaan Luis tersebut.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2