Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Misteri Lorong Waktu.


__ADS_3

Nisa berjalan menembus lorong yang gelap. Dirinya seperti sedang terhipnotis karena wajah dan pandangan matanya nampak kosong. Dia terus melangkah ke depan,,tak menyadari kalau pintu di belakangnya tertutup dan menghilang.


Dari dalam kamar Alan, Dito mendengar Francis berteriak marah kepada para pengawal, karena Nisa dan Alan berhasil melarikan diri.Wajah nya terlihat mengerikan kalau sedang marah.


"Cari mereka sampai ketemu..!!!".


"Tak mungkin mereka bisa keluar,, mereka masih tetap di rumah ini".


"Kalian harus segera menemukan nya,,,wanita itu sangat berbahaya".


"Aku tak mau dia sampai mengacaukan semuanya".


Dito tetap berada di tempat persembunyian nya. Dari tempatnya, dia bisa mengawasi Francis langsung. Lagipula Nisa masih menghilang di rumah ini. Jadi, untuk sementara Dito harus tetap bisa bertahan di sini.


Nisa sudah berjalan jauh menembus lorong gelap.Sampai dia menemukan seberkas sinar terang di dalam sana. Nisa seakan tersadar, dia sendiri kebingungan mendapati dirinya di dalam lorong gelap.


"Tempat apa ini,,,kenapa aku bisa sampai kesini??".


"Apa mungkin Francis yang sudah mengirim ku kemari??".


"Tapi,, hendak kemana aku ini sekarang??".


Nisa terus saja berjalan lurus ke depan. Cahaya terang di depan, seolah memandu jalan nya. Hingga akhirnya dia sampai juga ke tempat seperti sebuah Padang pasir yang gersang.


Di depan tempatnya berdiri, nampak sebuah layar raksasa terpampang di sana. Nisa mendongak ke atas, dan melihat gambaran langit biru disana.


Nisa sempat berpikir kalau dirinya sudah mati dan dibawa ke tempat berkumpulnya para roh. Namun, dia sendirian saja di sana. Tak ada roh lain yang mengikutinya.


Nisa hendak berbalik dan kembali lagi menyusuri lorong gelap di belakangnya. Namun tiba-tiba, layar di depannya menyala.


Tampak, gambaran kampung halaman nya.


Nisa kecil bersama kedua orang tuanya. Nisa termangu,,,gambaran masa lalunya ditampilkan satu demi satu dalam bermacam tayangan.


Nisa larut dalam emosi. Perasaan nya seperti diaduk-aduk. Saat momen sedih, Nisa bisa menangis sesenggukan, dan saat momen bahagia, Nisa tertawa riang.Emosinya benar-benar di permainkan di ruangan ini.


Sesaat kemudian kembali layar mati dan ruangan gelap gulita. Nisa kembali panik, hampir saja dia kesulitan bernafas. Phobia akan gelap kembali menyerangnya.


Namun, hal tersebut tak berlangsung lama. Dari tengah ruangan, muncul sosok ibu ratu, yang selama ini melindunginya. Nisa langsung menunduk, mengucap salam kepada beliau. Ibu ratu mendekatinya dan kemudian mengulurkan tangan ke arah nya.

__ADS_1


"Nduk,,,cah ayu.....kemarilah........!!!".


"Berikan jiwa mu pada ku,,,ayo anak ku....kemarilah segera.....!!!".


Nisa mendekat ke arah ibu ratu dan berlutut di depan nya. Dia hendak mengeluarkan jiwa Nisa dari tubuhnya. Melalui mulutnya keluar asap putih yang membuat Nisa merasakan kesakitan luar biasa di dadanya. Dia hampir saja kehilangan nyawa, saat ibu ratu yang asli muncul dan menyelamatkan dirinya.


Nisa terlempar ke belakang, karena kekuatan ibu ratu menghalangi iblis tersebut mengambil jiwa Nisa. Sekarang di hadapan nya berdiri dua sosok ibu ratu. Nisa sungguh tak tahu yang mana di antara mereka berdua, yang merupakan sosok ibu ratu yang asli.


Kedua sosok tersebut bersikeras mengulurkan tangan pada Nisa. Seolah hendak menolongnya dari kematian. Nisa sungguh kebingungan. Hingga kemudian, Nisa mengambil cincin di tangan nya.


Cincin tersebut mengenali tuan nya sendiri. Dia mengeluarkan sinar merah dan menyerang ibu ratu palsu. Sosok nya seketika menghilang dan hanya terdengar suara keras yang menggelegar.


"Aku pasti bisa mendapatkan jiwa mu".


"Kau tak akan bisa keluar dari sini, sebelum mau menyembahku".


"Berikan jiwamu,,, maka akan aku berikan imbalan nya ".


"Semua kesenangan di dunia, dan keabadian akan selalu menyertai mu".


"Tidak,,, aku tidak mau".


"Jangan mengganggu ku lagi dasar iblis sesat".


Seperti orang gila, Nisa berteriak sendirian di dalam kamar. Hingga akhirnya, ibu ratu kembali hadir menemui dirinya.


"Cah ayu,, ini hanya ilusi, tidak nyata".


"Konsentrasi dan fokus kan pikiran mu".


"Kau akan menemukan jalan keluar dari tempat ini".


Bunda ratu menghilang, selepas memberikan nasehat pada Nisa. Kini hanya tinggal dirinya sendiri, di ruangan gelap dan tak berujung. Gunakan hati yang terdalam untuk bisa menuntun dirinya keluar dari ilusi yang di ciptakan oleh iblis.


Nisa memejamkan mata, berdoa dalam hati supaya punya kekuatan untuk menghadapi godaan iblis yang hendak mengambil jiwanya.


Dia memantapkan langkah ke depan memasuki lorong gelap kembali.


Baru saja hendak berjalan, telinga Nisa mendengar suara anak kecil di belakangnya.

__ADS_1


Nisa menoleh dan melihat kedua putri kembarnya sedang berlari ke arahnya dengan memanggil namanya.


"Mama.......mama.......mama.......!!!".


"Sheina,,,,,Sheila......kalian ada di sini???".


"Ayo kemari nak,,,, sini.....peluk mama..!!!".


Nisa berlari mendekati kedua buah hatinya. Namun, tiba-tiba seekor ular besar melilit keduanya dan membuat dua anak kecil itu kesulitan bernafas.


"Lepaskan mereka,,,,jangan ganggu putri ku".


"Aku mohon,,hentikan..!!!".


"Aku akan menuruti perintah mu,,,asalkan kau lepaskan anak-anak ku".


Nisa berlari mendekati kedua putrinya. Dia nekad melawan ular tersebut tanpa peduli dengan keselamatan nya sendiri.Nisa meraih ekornya dan langsung menggigitnya. Seketika ular tersebut melepaskan belitan di tubuh si kembar dan pergi merayap keluar dari ruangan dan menghilang.


Nisa mendekati kedua putrinya dan langsung menggendong mereka. Tubuh mereka terlihat sudah sangat lemas. Nisa menggendongnya dan berlari mencari jalan keluar, agar putrinya segera tertolong.


Di tengah lorong yang gelap dan sempit, kedua putri Nisa tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. Mereka memutar kepalanya sambil menunjukkan wajah yang menakutkan. Matanya melotot dan lidahnya menjulur keluar. Saking kagetnya Nisa, dia langsung melepaskan kedua putrinya tersebut.


Rupanya, lagi-lagi iblis mempermainkan dirinya. Dia mengirim makhluk gaib menyerupai putrinya. Kini,,, Nisa di kelilingi sekumpulan anak kecil yang menangis bersamaan. Suaranya membuat kepala Nisa terasa pusing. Ditambah kegelapan yang tiada ujungnya. Nisa hampir tak bisa bernafas. Dia pingsan kekurangan oksigen.


Nisa terbangun sendirian di ruangan kosong.


Sebuah cahaya menyorot tubuhnya dari atas. Nisa yakin bahwa dirinya sudah mati saat ini.


Tak ada siapa pun di sekitarnya. Nisa kemudian terbangun dan berdiri.


Dia mengamati ruangan tempatnya terbangun. Tak ada pintu dan jendela. Hanya ada ventilasi di sebelah atas. Pada perasaan nya, tembok kamar tersebut bergerak hendak menghimpitnya. Nisa berteriak meminta tolong. Namun tak ada seorang pun yang menyahuti teriakan nya.


"Siapa pun di luar tolong aku, ku mohon..!!!".


"Aku masih ingin hidup..!!!".


"Tolong.......!!!".


Kedua tangan dan kaki Nisa sudah hampir terhimpit tembok. Nisa memejamkan mata dan berdoa di dalam hati. Dia pasrah kalau akhirnya harus mati. Tak ada lagi yang bisa menolongnya kali ini.

__ADS_1


Di tengah, kepanikan nya,, tiba-tiba dinding tersebut bergerak menjauhi tubuh Nisa. Ruangan kembali normal. Namun, di depan Nisa sekarang, berdiri sosok tinggi besar dan menakutkan. Dengan tangan nya, dia memukul kedua bagian dinding yang hampir meremukkan tulang nya tadi.


...****************...


__ADS_2