Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Ketakutan.


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Nisa sudah kedatangan tamu. Mereka adalah paman dan bibi dari Amira. Setelah melihat tayangan berita, mereka jadi ketakutan. Pasalnya, keduanya adalah dalang dari pembunuhan Amira. Mereka takut nasibnya akan sama dengan para napi di kantor polisi kemarin.


Nisa mempersilahkan keduanya masuk. Dia baru bersiap-siap hendak pergi ke kantor. Namun kedua orang itu lebih dulu datang ke rumahnya.


"Nisa, kami ingin minta tolong, lindungi kami berdua".


"Maksudnya,,, saya kurang paham dengan maksud kalian berdua".


"Kami akui, Kamilah yang memerintahkan menculik Amira,,, kami butuh uang, tapi bukan kami yang menyuruh membunuhnya".


"Kalian,,,,, tega sekali melakukan hal tersebut".


"Maaf Nisa, kami sudah terdesak,kami dikejar rentenir, jadi kami gelap mata".


"Aku tak bisa membantu kalian,,, sebaiknya kalian ke kantor polisi dan mengakui semua perbuatan kalian itu".


"Kami takut arwah Amira akan datang dan membunuh kami seperti para napi itu".


"Aku tidak bisa mengendalikan situasi ini".


"Ini di luar kuasa ku sebagai manusia".


"Nisa,,kami tahu kemampuan mu, kau bisa berkomunikasi dengan arwah".


"Jadi, kau juga pasti bisa membujuk arwah Amira".


"Bukan seperti itu caranya pak".


"Kami mohon Nisa,,,tolonglah.....!!".


"Sebaiknya anda ke kantor polisi sekarang, itu bisa mengurangi hukuman anda nantinya".


"Setelah itu minta maaf pada orang tua Amira".


"Mungkin dengan begitu, Amira mau memaafkan kalian".


Sebenarnya ketakutan mereka sangat beralasan, pasalnya saat ini, arwah Amira sedang menunggu paman dan bibi nya di dalam mobil. Dia duduk di jok mobil sambil tersenyum.


Nisa melihat sekilas wajah Amira ketika paman dan bibinya hendak memasuki mobil.


Dia kemudian keluar ke halaman rumah dan menghampiri mobil mereka.


"Tunggu........jangan naik dulu".


Amira kemudian masuk ke dalam mobil. Dia mencoba berkomunikasi dengan arwah Amira.


"Hentikan Amira,, sudah cukup.....!!".


"Biarkan mereka menyerahkan diri dan menebus dosa-dosa mereka".


"Kembalilah kau ke alam mu, sudah cukup kau menghabisi nyawa orang-orang".

__ADS_1


"Aku belum puas Nisa,, mereka harus merasakan akibatnya".


"Tidak ada gunanya,,, serahkan mereka ke pihak berwajib".


"Aku mohon,,, kau itu gadis yang manis, jangan biarkan iblis menguasai mu".


"Hentikan perbuatan mu, cukup sampai disini saja".


"Aku yang menjamin mereka akan dipenjara".


"Kembalilah,,,,kami akan mengirim doa padamu".


Amira menangis tersedu-sedu. Bagaimanapun, dia adalah paman dan bibinya. Namun lagi-lagi amarah dan kebencian menguasai dirinya. Dia kemudian menghilang dari hadapan Nisa.


Paman dan bibinya lalu memasuki mobil dan berangkat ke kantor polisi. Nisa meyakinkan keduanya kalau tidak akan terjadi apa-apa.


Namun Nisa sangat terkejut ketika mobil itu sudah masuk ke jalan, arwah Amira ada di atas mobil mereka sambil tertawa melengking.


"Ayo mas,, cepat kita susul mobil itu".


"Amira pasti akan mencelakai mereka".


Di dalam mobil, paman dan bibi Amira sempat mendengar suara tawa yang melengking. Tawa itu berpindah ke arah jok belakang. Mereka menoleh,,, ternyata sosok


Amira ada di situ.


"Kalian mau kemana paman???".


"Mau menculik ku lagi,,ayo culik aku sekarang,kenapa kalian malah diam".


tolong jangan bunuh kami".


Paman menepikan mobilnya. Amira kemudian ke jok depan berusaha mengambil alih kemudi. Namun mobil Nisa sudah memotong jalur di depan dan menghalangi mobil paman Amira.


"Kalau kau tak mau mendengarkan, aku terpaksa bertindak Amira".


"Aku yang menemukan jenazah mu dan memakamkan nya, tapi ini balasan mu??".


"Kau tidak ada hubungannya dengan semua ini Nisa,, biarkan aku puaskan dendam ku untuk menghabisi mereka berdua".


"Untuk apa,,, toh kau juga tak akan kembali hidup bukan??".


"Terimalah takdirmu,, itu sudah kehendak Tuhan".


"Tinggalkan urusan dunia, kembalilah ke alam mu".


"Lepaskan paman dan bibi mu".


Nisa memperlihatkan cincin merah delima di jarinya. Sinarnya mengarah ke arwah Amira, seketika dia menangis dan bersimpuh di hadapan Nisa.


Dia menyesali perbuatan nya, telah menghabisi semua narapidana. Bahkan paman dan bibi Amira juga meminta maaf padanya. Tak lama Amira bangkit dan mengucap kan dalam perpisahan. Dia kemudian menghilang dari hadapan mereka.

__ADS_1


"Sekarang kalian boleh tenang,, jalani hukuman kalian dengan baik".


"Seterusnya, jangan lagi berbuat kejahatan pada siapa pun".


Paman dan bibi Amira sudah pergi.Mereka menuju kantor polisi. Amira hendak masuk ke dalam mobil, namun kilatan Blitz menyilaukan pandangannya.Wartawan merekam kejadian tadi rupanya. Mereka langsung pergi setelah ketahuan oleh Nisa.


Ternyata tak cukup sampai disitu. Amira hanya bersandiwara di depan Nisa. Dia tetap mengejar paman dan bibinya. Mobilnya hilang kendali tidak jauh dari tempat mereka berhenti. Mereka berdua tewas mengenaskan terjepit dashboard mobil.


"Kalian sudah mati sekarang,,,aku puas bisa membalas dendam ku".


"Aku tak akan berhenti sampai mereka semua menemaniku disini".


"Nisa,,, kau harus ikut dengan ku".


"Aku kesepian tanpa mu".


Arwah Amira rupanya sudah diluar kendali. Sepertinya ada yang sengaja menunggangi kemarahan nya. Kali ini bahkan Nisa yang jadi sasaran berikutnya. Mungkin penghuni hutan waktu itu yang kini sedang menguasai jiwanya.


"Tunggu mas,, itu kan mobil paman dan bibi Amira,,, mereka kecelakaan??".


"Cepat mas, kita periksa".


Nisa dan Dito turun kembali untuk ikut memastikan keadaan paman dan bibi Amira.


Nun jauh di sana, arwah Amira sudah kembali ke dalam hutan. Dua tumbal lagi sudah di persembahkan Amira untuk penguasa hutan tersebut.


Kalau dia tidak menjadi pengabdi setianya, tubuhnya tidak akan pernah ditemukan oleh Nisa waktu itu. Ternyata arwah Amira selamanya harus berdiam di dalam kolam tersebut. Perjanjian dengan penguasa hutan sudah mengikat jiwanya.


"Tugasku sudah selesai paduka".


"Bawa Nisa kemari,,,dia harus menjadi pendampingku, baru aku menguasai jagad lelembut di daerah ini".


"Dia ratu incaran bangsa jin,, kematian nya akan sangat dirindukan, terutama oleh ku".


"Amira,,,kau sudah ku jadikan dayang di kerajaan ini".


"Lekas bawa arwah Nisa secepatnya ke sini".


"Baik, paduka!!".


Rupanya peringatan kakek tua di hutan kemarin benar. Dia menyuruh Nisa berhati-hati. Kekuatan besar sedang mengincar nya.


Dan Nisa sama sekali tidak menyadari hal itu.


Di lokasi kecelakaan, Nisa menelpon Roy, agar memberitahu orang tua Amira. Wartawan yang masih mengikuti Nisa, turun dan merekam kejadian kecelakaan tersebut.


Sementara Nisa masih sibuk, menunggu proses evakuasi. Dia menelpon Roy untuk langsung berangkat ke rumah sakit. Nisa dan Dito mengikuti ambulan yang membawa jenazah keduanya ke rumah sakit.


Sebelum meninggalkan tempat kejadian, Nisa sempat menangkap bayangan tak kasat mata, meloncat di antara celah mobil bekas kecelakaan. Makhluk kecil, hitam dengan mata melotot dan gigi yang bertaring.


Nisa memperhatikan sosoknya. Mungkin saja itu adalah makhluk yang sering meminta tumbal di jalanan. Nisa merasa kasihan kepada paman dan bibi Amira ini, meninggal karena ulah makhluk halus.

__ADS_1


Nisa sama sekali tak melihat sosok Amira. Berarti ini murni kecelakaan, bukan balas dendam dari Amira lagi.


...****************...


__ADS_2