Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Babak Baru Kehidupan Nisa.


__ADS_3

Pendarahan hebat yang dialami Nisa membuatnya tak sadarkan diri. Dokter sudah mengupayakan yang terbaik untuk Nisa, nyatanya Tuhan berkehendak lain. Nisa mengalami koma akibat hipertensi yang dialaminya. Untuk sementara dia masih harus mendapatkan perawatan insentif di rumah sakit.


Dito masih setia menunggu di ruang ICU. Dokter mengijinkan keluarga menjenguk bergantian. Dito sangat bersedih, namun disisi lain dia juga harus memikirkan anak kembarnya yang baru saja lahir.


"Nisa, bangunlah sayang,, anak kita merindukan mu".


Di alam lain, Nisa mendengar panggilan dari Dito. Dia tiba-tiba terlempar dari raganya. Walaupun dia berdiri di samping tubuhnya, dia tak dapat menyentuhnya, apalagi kembali ke dalam tubuhnya.


Nisa memandang wajah Dito. Dia mencoba menyentuhnya, namun tangan nya tak mampu menggapai. Dia kemudian memandangi dirinya sendiri yang terbaring di ranjang rumah sakit.


"Dito, ini aku Nisa.....aku di sampingmu Dito,


ayolah.....kau harus mendengar ku".


Nisa melihat Dito menangisi dirinya.Tangan-


menggenggam erat tangan Nisa seolah-olah


mentransfer perasaan nya.


"Dito,, aku disini....aku masih hidup,,tunggulah,


aku akan mencari cara supaya bisa kembali


ke tubuhku lagi".


Nisa berjalan keluar melewati pintu ruang ICU. Dia bisa melihat raut kesedihan di mata orang tua dan mertuanya. Dia kemudian menuju ruangan bayi. Kedua malaikat kecilnya sedang terlelap di dalam inkubator.


"Sayang....ini mama nak,,,mama sangat mencintai kalian, tunggulah...sebentar lagi kita pasti berjumpa".


Nisa hendak kembali ke ruangan ICU, ketika dia melihat 3 orang di depan kamar jenazah.


Nisa melangkah mendekati mereka.


"Selamat bergabung, kau pasti baru saja meninggal kan??".


"Apa maksudmu,, aku masih hidup, aku belum meninggal".


"Semua orang berkata begitu saat pertama kali berjumpa dengan kami".


"Tapi aku beneran sedang koma,,entah kenapa aku bisa keluar dari tubuhku".


"Karena kau sedang mati suri, semua organ mu sedang tidak berfungsi, makanya jiwamu kehilangan pegangan".


"Lalu,, gimana caranya aku bisa kembali ke tubuhku".


"Entahlah.....kalau kami bisa, mungkin tidak perlu berkeliaran di rumah sakit ini".


Mereka pun akhirnya berkenalan satu sama lain.Ada Dena,gadis cantik korban kecelakaan

__ADS_1


ada Risa,ibu muda yang dianiaya suaminya, serta satu lagi Veri, seorang pemuda yang terkena peluru nyasar saat demo di kampusnya.


Ketiganya juga merupakan pasien koma di rumah sakit. Mereka sudah lama menghuni rumah sakit tersebut, tanpa ada titik terang karena keluarga menghentikan pengobatan nya. Mereka bahkan sampai bisa menggerakkan barang, menyentuh dan berkomunikasi dengan orang. Nisa akhirnya berkenalan dengan mereka bertiga.


Mungkin dalam beberapa hari ke depan, mereka lah yang akan menjadi teman Nisa.


"Nisa,,,selama kau disini, aku peringatkan jangan pernah kau dekati kamar itu".


"Kalau kau masih ingin kembali ke tubuhmu,


turuti kata-kata kami".


"Memang kenapa??".


Percayalah.....ada makhluk seram yang sudah pasti kau tak sanggup melihatnya".


Nisa bergidik ngeri membayangkan makhluk seram yang dimaksud oleh Risa.Semua makhluk gaib di dunia, sudah pernah dilihat


dan dilawan nya, tapi justru kini dirinya menjadi bagian dari makhluk tersebut.


Nisa sedang meninggalkan tubuhnya, sudah pasti cincin dan liontin itu, masih menempel di tubuh Nisa.Itu berarti Nisa tak bisa menggunakan kekuatan yang dimilikinya.


Sampai bisa masuk kembali ke tubuhnya, Nisa harus berhati-hati.


Nisa kembali ke ruang ICU. Dito masih setia menunggu Nisa di kamarnya. Nisa mendekati Dito dan membelai kepalanya. Dia sangat merindukan suaminya itu.


Dito yang setengah tidur terkejut merasakan kehadiran Nisa.Dia merasa Nisa sedang menyentuhnya.


"Bangunlah sayang, aku sangat merindukan mu".


"Mas,,aku memang disini".


"Aku sedang menyentuhmu".


"Ayolah mas,,dengarkan suaraku ini".


Nisa sudah putus asa. Dia terus mondar-mandir di dalam ruangan ICU. Sesekali dia


mencoba kembali masuk ke tubuhnya, namun tetap tidak bisa.


Dokter yang datang meriksa Nisa mengatakan kalau kondisinya masih sama. Nisa masih belum menunjukkan perkembangan.


"Dokter,, lakukan yang terbaik,,saya masih ingin hidup".


"Tolong dokter,, kembalikan saya seperti semula".


Nisa mencoba berbicara dengan dokter. Dia terus saja berjalan disampingnya. Tentu saja tak ada yang menyadari kehadirannya.


Nisa duduk di samping bapak. Dia menangis

__ADS_1


menyesali keadaannya. Bapak menoleh ke samping, dia merasa ada seseorang di dekatnya. Hubungan batin yang sangat dekat diantara keduanya membuat bapak merasakan kehadiran Nisa tersebut.


"Nisa takut pak, Nisa belum ingin berpisah dengan kalian".


"Nisa masih ingin merawat si kembar pak".


Nisa hanya bisa bersedih memandang orang-orang yang dicintai nya. Mereka berharap penuh atas kesembuhan Nisa. Sedangkan Nisa tak berdaya, berada di alam lain, bisa melihat keluarganya namun mereka tak mengetahuinya.


Nisa masih duduk di ruang perawatan. Ketika dilihatnya Risa, Dena dan Veri menghampiri dirinya.


"Sudahlah,, terima saja nasibmu, kami sudah hampir setahun berada di sini".


"Bahkan keluarga Dena sudah putus asa dan menyudahi perawatan nya".


"Hanya karena kekasihnya yang selalu setia di sampingnya, maka Dena masih menjalani pengobatan".


Aku yakin keluarga ku akan tetap meneruskan pengobatan ku, mereka tulus menyayangi ku".


"Belum tentu,, coba kau lihat Risa, suaminya bahkan belum pernah mengunjungi dirinya".


"Disini kita harus terima nasib, menunggu kematian atau berharap pada keajaiban".


"Aku harus bisa pergi dari sini".


"Aku akan kembali ke keluargaku, kalau dulu saja aku pernah dirasuki iblis, berarti aku juga bisa merasuki seseorang". Ucap Nisa dalam hati.


Nisa menjauh dari ketiga sahabat barunya itu.


Dia bergegas masuk ke ruangan nya. Dicobanya masuk ke dalam tubuh Dito.Berkali-kali dirinya hanya melewati tubuh Dito saja. Usahanya tak membuahkan hasil sama sekali.


Nisa mencoba menyentuh gelas di atas meja, supaya bisa menjadi tanda bagi keberadaan nya. Tapi lagi-lagi dia gagal melakukan nya.


Rupanya sangat tidak mudah untuk menggerakkan benda-benda di sekitarnya.


Nisa kembali ke ruang tunggu. Hanya itu yang bisa dikerjakan nya. Dia tak bisa jauh-jauh dari tubuhnya.Atau dia selamanya tak akan dapat kembali sadar lagi.


Dia kemudian mengunjungi kedua buah hatinya. Sepertinya putri-putrinya itu bisa melihat dirinya. Mereka tersenyum lebar setiap kali Nisa datang. Saat Nisa meninggalkannya, mereka berdua akan menangis kencang.


Rupanya bayi memang peka, bisa melihat benda yang tak kasat mata. Apalagi ini ibunya sendiri. Mereka mempunyai ikatan batin yang kuat.


Saat di ruang ICU, Nisa tak henti memandangi wajah Dito.Dia sangat takut bila nanti jiwanya tak bisa kembali lagi ke tubuhnya untuk selamanya. Itu berarti Nisa akan benar-benar meninggal.


"Mas, jangan putus harapan,, aku masih ada disini".


"Tolong jangan pernah tinggalkan aku".


"Aku masih membutuhkanmu mas".


Ketakutan Nisa akan kematian selalu saja membayangi nya. Bila kah ada keajaiban sehingga Nisa bisa sadar kembali dari koma nya. Hanya Tuhan yang bisa memberi jawaban nya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2