
Anton terkejut melihat kehadiran Nisa di depan pintu kamarnya.Dia menduga pastilah
Nisa sudah melihat "pegangan " yang khusus
dibawa Anton untuk memikat para investor di acara seminar nanti.
Nisa memang peka,salah Anton juga yang ceroboh sehingga penampakan itu menarik
perhatiannya.Tatapan Nisa seolah menuduh Anton membawa makhluk halus tersebut.
Namun Anton berpura-pura bodoh dan tak tahu apa-apa.Untungnya Anton pandai
bersandiwara. Dia langsung mengalihkan
perhatian Nisa.
Nisa menatap sosok wanita berkepala ular tersebut.Sejurus kemudian sosoknya tiba-tiba menghilang entah kemana.Nisa merasa tidak enak karena Anton memandangnya dengan penuh keheranan.
"Hei....Nisa,,,kenapa kau bengong????".
"Itu........aku.........apa kau mendengar atau melihat sesuatu yang aneh di kamarmu????".
"Ya,,,,,aku melihatnya".
"Jadi kau juga melihatnya kan???".
"Melihat apa maksudmu??, aku melihat kau yang aneh, sedang berdiri di depan kamarku
dengan ekspresi yang membingungkan".
"Oh.......kukira.......".
"Kau kira apa Nis,,memangnya apa yang kau
lihat di kamarku???".
"Oh......itu.....lupakan,,,,,,mungkin aku hanya sedang berhalusinasi".
"Jangan pergi Nisa, ini sudah waktunya makan malam bukan,,,, ayo kita turun".
"Aku juga akan mengenalkan mu dengan sahabatku, dia pemilik butik terkenal di kota Bandung, kau pasti akan menyukainya".
"Oke.....baiklah".
Nisa dan Anton menuju restoran hotel.Disana
sudah menunggu teman Anton yang bernama
Tika.Mereka asyik ngobrol sambil makan malam.
"Jadi ini Nisa yang kau ceritakan itu,, beneran cantik orangnya".
"Mbak Tika juga cantik, mungkin Anton hanya
melebih-lebih kan cerita".
Keasyikan ngobrol bertiga, mereka tak sadar
kalau malam telah larut.Nisa pamit untuk naik ke kamar duluan.Sampai di lorong kamar hotel,wanita ular itu muncul lagi.mendesis dan meliuk-liuk kan tubuhnya di depan kamar Anton.
"Tunggu,,,,kau siapa sebenarnya".
Nisa berlari hendak mengejar wanita ular itu.
Tapi, lagi-lagi dia menghilang di balik pintu
kamar Anton.
"Hmmm.....sebenarnya siapa dia???".
" Mungkin saja penunggu kamar Anton,,sudahlah......yang penting dia tidak mengganggu".
Nisa pun masuk ke dalam kamar hotelnya.
Dia melihat banyak panggilan masuk dari Dito.Nisa kemudian menelponnya.
"Akhirnya.......sesibuk apa sih.....acara seminar mu hingga kau lupa mengabari ku".
"Maaf Dito,,,ponselku ketinggalan di kamar saat aku makan malam tadi".
"Hmmmm.......aku paham sekarang".
__ADS_1
"Lupakan itu,,,,kau tahu, beberapa hari ini aku
melihat keanehan di sekitar Anton".
"Apa kubilang,,,,kau harus hati-hati dengannya
kan???".
"Coba ceritakan padaku".
"Aku belum yakin Dit, nanti setelah aku pulang
aku akan bercerita padamu".
"Tidurlah,,,ini sudah malam,jangan terlalu capek".
"Ya....ya....ya....,aku mengerti,,,selamat malam".
"Malam Nis........,mimpi indah".
Ruang seminar pagi ini sudah dipenuhi para peserta yang datang dari berbagai kota.Ini adalah ajang bagi perusahaan pemula yang ingin berkembang dan mendapat banyak investor.
Aku memilih tempat duduk yang strategis, mengingat nanti perusahaan kami akan melakukan presentasi.Anton sengaja menyuruhku untuk menyampaikan presentasi kali ini.
Nisa berdiri di hadapan para peserta seminar.
Saat tengah gugup hendak memulai presentasi, tiba-tiba ular itu datang dan masuk ke dalam tubuh Nisa.
Nisa yang dibawah pengaruh Dewi ular, lancar memikat para peserta seminar.Dia berlenggak
lenggok dengan genitnya.Tak heran setiap mata peserta seminar itu hanya tertuju pada
Nisa saja.Mereka semua seakan tersihir oleh
pesona Dewi ular yang masuk ke tubuh Nisa.
Ketika seminar sudah berakhir,Dewi ular keluar dari tubuh Nisa.Untuk sesaat Nisa limbung, tapi sedetik kemudian berhasil menguasai dirinya.
"Apa tingkahku berlebihan di seminar tadi Anton???".
Nisa bertanya karena khawatir tentang sikapnya ketika sedang di bawah kendali
"Nisa,,,,,,kau sempurna!!!!!!, sisi inilah yang kusukai dari seorang Nisa".
"Bersiap-siaplah,,,perusahaan kita akan kebanjiran job".
Walaupun Anton tahu kalau Dewi ular yang merasuki Nisa sedikit agresif, tapi Anton sangat menyukainya.Dia jadi makin menyukai
Nisa yang liar, sensual dan memikat.Siapa pun jadi tergila-gila dengan nya.
"Nisa.........Nisa.........aku harus segera mendapatkan mu untuk menjadi milikku
seutuhnya".
Sampai di kamar hotelnya, Nisa mendapat banyak pesan masuk untuk mengajaknya berkencan.
"Ular itu ........apa yang diperbuatnya dengan
tubuhku".
"Apa karena aku tidak memakai cincin dari ibu ratu jadi dia bisa merasuki ku?".
Nisa yang awam perihal ilmu gaib, memang tidak bisa mengendalikan kekuatan nya.
Kadang muncul tiba-tiba kadang menghilang,
dan kadang bisa memanggil khodam pelindungnya jika dalam kondisi yang berbahaya atau terdesak.
Cincin mustika pemberian ibu ratu juga banyak menolong dirinya.Ketika ada kekuatan jahat ingin menyerang Nisa,muncul bisikan -
bisikan memperingatkan dirinya.
Selebihnya hanya bisa melihat dan berkomunikasi dengan makhluk halus.
Mungkin kalau Nisa mendalami bakatnya, dia pasti punya kesaktian yang tinggi.Tapi Nisa memilih jadi orang biasa, makanya dia dan keluarganya memilih meninggalkan kampung
dulu.
Nisa menemui Anton di kamarnya untuk mengklarifikasi tentang kejadian di ruang seminar.
"Anton,,,apa aku boleh masuk?.
__ADS_1
"Silahkan Nisa,,,pintu kamar ini terbuka untukmu".
"Lihatlah......banyak telepon masuk ke handphone ku,,,pasti aku tadi berbuat sesuatu
di ruang seminar kan?".
"Apa maksudmu berbuat sesuatu,, bukan nya kau disana tadi,,,jangan-jangan kau sedang
mabuk ya?".
"Tidak,,,maksud ku kenapa mereka tiba-tiba
mengajakku kencan".
"Ya .....karena kau cantik Nis,,dan ternyata kau
pandai memikat lawan jenis".
"Aku pun mau berkencan denganmu,atau malah kau mau jadi istriku Nisa?".
"Jangan bercanda, ini bukan lelucon tau?".
Anton tersenyum puas,,,dia berhasil menemukan titik kelemahan Nisa, Kalau
kerasukan,,dia bisa melakukan apa saja
seperti yang ku perintahkan".
"Oh......Nisa......aku benar-benar terobsesi padamu".
Anton dan Nisa mempercepat kepulangan mereka dari Bandung.Anton tidak mau Nisa
terganggu dengan permintaan para kolega bisnisnya untuk berkencan dengan Nisa.
Sampai di Jakarta sudah malam, Nisa langsung masuk ke rumahnya.Lagi-lagi
dia disambut seorang gadis kecil.
Entah siapa gadis kecil itu.Dia hanya bersembunyi,tidak mau berbicara kepada Nisa.
Karena terlalu lelah, Nisa tertidur dan tidak memperhatikan gadis kecil itu lagi.
Ketika pagi tiba, gadis kecil itu juga ikut menghilang.Lama-lama Nisa jadi terbiasa.
Dirumahnya jadi ada yang menemani sekarang. walaupun dia memang makhluk
tak kasat mata.
"Tok.....tok......tok......".
Nisa buru-buru membuka pintu.Dion sudah ada di depan menenteng makanan.
"Selamat pagi Nis,,,".
"Dari mana kau tahu kalau aku sudah pulang?".
"Aku baru akan menghubungimu".
"Tak perlu,,,,aku punya banyak mata-mata di
kantor".
"Berarti kau tahu apa yang kulakukan saat kerasukan wanita ular itu?".
"Kau kerasukan wanita ular??".
"Dia tiba-tiba muncul dan masuk ke tubuhku saat aku mau mulai presentasi".
"Lalu??".
"Semua investor setuju untuk bekerja sama dengan perusahaan bude Wati".
"Dan anehnya lagi,,, mereka mengajakku
berkencan setelah acara itu".
"Sampai saat ini aku masih bingung,, apa aku menggoda mereka saat tengah dirasuki wanita ular itu??".
"Itulah yang ku takutkan kalau aku tidak di sampingmu,,,sewaktu-waktu kesurupan, kau lupa segalanya".
Perkataan Dito memang benar, karena hanya Dito yang bisa menjaganya, bukan Anton, bukan pula orang lain,hanya Dito saja.
__ADS_1