Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Eksekusi.


__ADS_3

Francis membawa adiknya pulang ke rumah setelah menyaksikan pemberian makan singa dengan umpan manusia. Sebagai seorang wanita, kakak nya itu bahkan sudah tidak merasa ngeri lagi. Hatinya mungkin sudah menyatu dengan jiwa iblis, sehingga menyaksikan kepala terlepas dari tubuhnya karena dicabik-cabik taring singa, tidak membuatnya merasa kasihan sama sekali.


Luis baru menyaksikan kekejaman Francis, belum lagi kedua orang tuanya. Mungkin mereka jauh lebih sadis. Dito baru mengerti sekarang, mengapa saat di rumah sakit Alan hanya bersama asisten nya.


Mungkin dia memang sengaja ingin mengakhiri hidupnya karena tak tahan dengan kebiasaan keluarganya. Kalau saat ini Dito terjebak di dalam tubuh Alan, itu adalah suatu malapetaka. Karena Alan sendiri sudah bebas dari beban yang dia rasakan selama ini.


"Kami sudah kembali ma, pa..".


"Bagus,,, bagaimana Luis,, kau menikmati pertunjukkan nya??".


"Adik ku ini masih belum terbiasa ma,, tapi lain kali dia sendiri yang akan memilih makanan untuk singa-singa kita".


"Bagaimana kalau wanita Indonesia tadi??".


"Kau setuju Luis, kalau dia kita jadikan umpan".


Luis terkejut mendengar kata-kata ibunya. Kalau yang dia maksud Nisa, jelas Luis tak akan tinggal diam. Tapi dia berusaha menutupi sikapnya, agar keluarganya tidak semakin curiga kepada nya.


"Terserah mama saja,, aku hanya sebagai penonton kan??".


"Francis bilang belum waktunya untuk ku memilih korban".


"Ya,, kau benar....tapi bukan hanya


singa saja yang kita beri makan".


"Aku harus mencari banyak korban sebagai persembahan".


"Lain kali, giliran mu untuk mencarikan korban untuk keluargamu".


"Francis yang akan mengajari mu sampai kau mahir".


"Dengan senang hati ma, aku pasti akan melakukan nya".


"Senang sekali papa mendengar kau cepat belajar seperti ini".


"Intinya,, ambil sebanyak- banyaknya dan manfaatkan, lalu lempar sisanya ke kandang singa".


"Gunakan pesona dan daya tarik mu, untuk memikat calon korban mu".


"Francis bahkan sudah ahli dalam hal itu".


Luis tak banyak bicara lagi. Dia hanya mengangguk seolah paham dengan perkataan keluarganya. Dia bilang banyak yang harus di beri makan selain singa. Berarti selama ini mereka sudah terbiasa membunuh manusia.


Luis masih saja berpikir, selain singa, kira-kira keluarga ini punya piaraan apa lagi yang harus memakai manusia sebagai umpan nya.


Terlalu banyak hal menakutkan dan penuh misteri di tempat ini. Luis berpikir apakah dia sanggup bertahan di sini, atau bisa jadi berakhir mengenaskan seperti hidup Alan.


"Apa yang kau pikirkan??".


"Pergilah ke kamar mu, nanti malam kau masih punya acara".

__ADS_1


"Francis,,kau harus bisa mendapatkan setidaknya satu korban di acara nanti".


"Tenang saja ma,,aku pasti bisa mendapatkan nya".


Luis cepat-cepat masuk ke kamarnya. Dia tak mau lagi mendengar rencana jahat keluarganya. Dia bahkan berencana untuk melarikan diri dari tempat ini secepatnya.


Atau dirinya nanti akan menjadi gila, menyaksikan kelakuan bengis keluarganya tersebut.


Di dalam kamar, Luis mondar-mandir kebingungan. Dia masih mendengar kedatangan seseorang di ruang tamu. Mereka berbicara begitu jelas, sehingga Luis mendengar semua nya.


"Nyonya,, saya membawa orang ini sebagai persembahan".


"Dia bahkan bersedia menjadi budak anda".


"Bagus,,,bawa dia ke kamar".


"Kau boleh pergi sekarang,,,".


"Ayo anak-anak,, waktunya kita berpesta".


"Francis tak ikut ma,,, aku masih cukup kuat untuk mencari mangsa".


"Silahkan kalian nikmati berdua".


Francis melangkah keluar rumah, sementara kedua orang tuanya masuk ke kamar. Luis cepat-cepat keluar kamar dan mengintip dari lubang kunci. Dia samar-samar melihat kedua orang tuanya mendekati seseorang yang sudah nampak ketakutan. Selanjutnya Luis hanya mendengar jeritan putus asa dari seseorang di dalam kamar. Terdengar tawa bahagia dari dalam kamar mereka.


Tak berapa lama terdengar langkah kaki memasuki ruangan menuju kamar orang tua Luis. Dia cepat-cepat masuk kembali ke dalam kamarnya. Pengawal itu membopong tubuh seseorang yang sudah tertutup kain putih keluar kamar. Ada noda darah di kain putih tersebut. Luis tidak bisa menyaksikan langsung. Dia takut, pengawal itu mengetahui


kalau dirinya mengintip dari balik pintu.


"Luis,,,,cepat turun.....!!!".


Luis masih gemetaran, ketika orang tua nya memanggil dirinya. Dia berusaha tenang dan bersikap seolah-olah tak mengetahui apa pun. Dia keluar kamar dan langsung menemui kedua orang tuanya itu.


"Kalian berdua memanggilku??".


"Kau bersiap lah,, sebentar lagi kita berangkat ke hotel".


"Jangan sampai Francis menunggu lama,, kakak mu itu bukan tipe penyabar".


"Baik ma,, aku mengerti".


"Sebentar aku kembali".


Luis kembali masuk ke dalam kamarnya. Ada yang berubah dari penampilan kedua orang tuanya tadi. Mereka terlihat jauh lebih muda dari usianya. Mungkinkah mereka tadi meminum darah manusia. Atau apa yang dilakukan nya pada orang tadi.


Berbagai macam pertanyaan memenuhi pikiran Luis. Dia bahkan tak menemukan jawaban sama sekali. Iblis macam apa yang mereka sembah, sehingga bisa memberikan keabadian dan usia muda.


Luis cepat-cepat bersiap. Dia tak mau Francis dan kedua orang tuanya sampai marah karena dirinya terlambat. Tak menunggu lama


Luis turun dengan setelan jas dan dandanan rapi.

__ADS_1


"Aku sudah siap sekarang".


"Bagus,, tinggal menunggu Fransisca,, dia akan segera tiba".


"Kau teguk lah minuman di depan mu itu".


"Kami sudah bersusah payah menyiapkan nya untuk mu".


Luis mengambil gelas arak di atas meja. Dia melihat isi di dalamnya. Seperti darah, tapi sama sekali tidak berbau anyir. Ragu-ragu Luis untuk minum. Dia merasa jijik dan perutnya mual. Berpikiran kalau itu adalah darah dari orang tadi.


"Maaf ma,, aku tidak bisa meminumnya".


"Perut ku rasanya tidak enak".


"Ternyata kau masih belum belajar juga".


"Percuma kau sadar dari koma, kalau masih tidak bisa mengikuti gaya hidup kita".


Tiba-tiba Fransisca masuk dan menyelamat


kan adiknya itu. Dia memberi pengertian kepada kedua orang tuanya.


"Jangan paksa dia untuk melakukan nya ma".


"Biar aku yang meminumnya".


"Sudah untung Luis masih bersama kita".


"Mulai sekarang, aku yang akan mengurusnya".


Fransisca mengambil gelas arak berisi darah tersebut dan langsung meneguknya habis. Setelah itu dia membersihkan mulutnya dan merapikan make up nya. Mereka berempat kemudian berangkat menuju hotel tempat acara jamuan makan malam.


Saat di mobil bersama kakak nya, Luis bahkan tak berani menatapnya. Wajahnya pucat dan sepertinya badan nya merasa tidak enak.


"Francis,, sepertinya aku tidak enak badan".


"O,ya...ayo lah,, kau jangan manja".


"Aku sudah menyelamatkan mu tadi, masih saja kau mau cari masalah".


"Tahan sakit mu itu, atau orang tua kita tak akan mengampuni mu lagi".


"Cukup ikuti perintah ku kalau kau mau selamat di sini".


"Tapi, haruskah seperti ini??".


"Kalian sungguh aneh".


"Pelan kan suara mu, di sini pendapat mu sama sekali tidak berguna".


"Salah bicara,,kau bisa habis seketika".

__ADS_1


Luis semakin frustasi mendengar penjelasan dari Fransisca. Rupanya memang benar kalau iblis itu tak mengenal hubungan darah. Mereka hanya harus menuruti nafsu kejahatan saja.


...****************...


__ADS_2