Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Niat Jahat Yang Terselubung.


__ADS_3

Orang-orang itu segera membubarkan diri dari halaman rumah bude Wati.Dito membantu ibu yang jatuh akibat di seret orang-orang tadi.Nisa dibantu berdiri oleh orang yang menyelamatkan mereka tadi.


"Terima kasih banyak atas bantuan anda dan


pak kyai, untung kalian datang tepat waktu, kalau tidak mungkin kami sudah diusir dari sini".


"Anton yang menjemput saya tadi, perkenalkan dia ini alumni santri di pondok pesantren saya dulu".


"Sekarang dia sudah jadi pengusaha sukses".


"Pak Haji bisa saja, perkenalkan saya Anton Budiman,,saya warga kompleks sini juga".


"Nak Anton, perkenalkan saya Ari, ini istri saya dan ini putri saya Nisa, serta teman Nisa nak


Dito, Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan nak Anton".


"Santai saja pak Ari, kita bertetangga bukan,sudah sepantasnya saling membantu".


"Mari silahkan pak kyai dan nak Anton kita masuk dulu".


"Lain kali saja pak Ari, ini sudah malam, lagipula kalian butuh istirahat juga, kami permisi dulu semuanya".


Sebelum pergi, Anton mengangguk dan tersenyum pada Nisa.Dia menatap nya tajam


seolah Nisa adalah mangsanya.


"Rupanya sekarang kau punya penggemar baru Nis".


"Aku harus mengawasi mu kali ini".


"Kau ini,,,,,suka sensi orangnya,,,,,wajar kan dia tersenyum padaku,,itu tandanya dia ramah..".


"Pulang sana,,,,ini sudah malam,,,nanti kau diculik kuntilanak baru tahu rasa".


"Hmmmm......sekarang kau menyuruhku pulang,,,mentang-mentang ada yang lebih tampan, pengusaha pula".


"Ya sudah......kau menginap saja disini, tapi tidur diluar,. ok....!!".


"Aku pulang Nis, besok pagi kujemput seperti


biasa".


"Aku maunya spesial pakai telur Dit,,,sudah bosan sama yang biasa".


"Baiklah,,,,besok pagi kubawa telur dinosaurus".


Nisa tertawa mendengar kelakar Dito.Setelah


Dito pergi, Nisa masuk ke dalam rumah.


Sementara di tempat lain,seseorang sedang berbincang-bincang.


"Ini bayaran mu,,kerjamu bagus sekali, warga desa itu terhasut untuk mengusir Nisa dan


keluarganya".


"Tinggal selangkah lagi, maka aku bisa merebut simpati Nisa,kau sudah paham perintahku kan???, laksanakan besok pagi".


"Beres boss!!!".


"Hmmmm,,,,kalian boleh pergi sekarang".


"Annisa Larasati,,,gadis yang selama ini kucari".


"Pembuka pintu gerbang gaib"


"Pemilik batu mustika dari Nyi Roro Kidul"..


"Kali ini kau tidak akan aku lepaskan,,,selamanya kau akan jadi milikku".


Berulang kali Nisa menghubungi Dito,tapi telpon nya tidak diangkat.Rapat direksi akan segera dimulai,Nisa takut terlambat sampai


kantor.


"Aku berangkat dulu pak,Bu, takut terlambat".


"Kau tidak menunggu Dito???".


"Nanti bilang padanya, aku sudah berangkat bareng pak Udin pak".

__ADS_1


" Baiklah,,,, hati-hati Nisa".


"Iya pak".


Sampai di tengah jalan, mobil Nisa tiba- tiba


berhenti.


"Ada apa pak Udin??".


"Ban mobilnya bocor non".


"Kalau lama, aku naik taxi saja pak Udin,setelah selesai nanti langsung ke kantor ya?".


"Baik, non Nisa ".


Nisa berjalan ke depan untuk memanggil taxi.


Dari kejauhan ada sebuah mobil yang berhenti.


"Mbak Nisa kan,,mari ikut saya saja".


"Nggak usah mas Anton, terima kasih, saya naik taxi saja".


"Tapi rapat direksi sebentar lagi mulai Lo, nanti bisa terlambat sampai sana mbak".


"Kok mas Anton bisa tahu, saya ada rapat direksi?".


"Sudah,,,,,mbak Nisa naik saja dulu, nanti saya jelaskan di mobil".


Anton membukakan pintu mobilnya dan


mempersilahkan Nisa naik.


"Saya sekarang mewakili papa mbak, untuk melanjutkan kerjasama dengan perusahaan


almarhum Bu Wati".


"Papa saya sudah tua, sudah waktunya pensiun".


"Kebetulan sekali ya,,senang kita bisa menjadi


"Iya mbak".


"Panggil saja Nisa mas, nggak usah sungkan".


"Ok,,,,baiklah Nisa".


Mobil Anton memasuki pelataran parkir kantor.Keduanya turun dari mobil dan berjalan


beriringan masuk ke ruang rapat direksi.


Suasana rapat sudah ricuh.Para pemilik saham ingin menarik semua saham milik mereka di perusahaan bude Wati.Mereka


tidak mau bekerjasama dengan penganut ilmu hitam.


Nisa yang masih baru dengan dunia perusahaan, bingung menyikapi hal ini, dia


membujuk para investor agar tetap mau bekerja sama.Namun, para investor tersebut


tetap menolak penawaran dari Nisa.


"Bagaimana kalau saya yang menjamin bapak


bapak sekalian bahwa saham di perusahaan ini akan naik nilainya dalam 3 bulan ke depan".


"Bagaimana kau bisa jamin, sedang nama perusahaan ini saja sudah hancur".


"Saya dan Bu Nisa akan memperbaikinya,


beri kami waktu 3 bulan, dan kami jamin, nilai


saham dari bapak-bapak sekalian akan mengalami kenaikan dua kali lipat dari nilai


keuntungan sekarang".


Nisa memandang Anton.Dia meragukan ucapan pria tersebut.Anton membalas tatapan Nisa dengan anggukan mantap.


Para investor masih ramai membicarakan

__ADS_1


penawaran dari Anton tersebut.


"Bagaimana bapak-bapak??".


"Baik,,,kami setuju untuk tidak menarik saham kami disini,tapi dengan satu syarat,pak Anton


harus berkantor disini dan mengembalikan kepercayaan kami untuk bekerjasama lagi dengan perusahaan ini".


"Maaf pak, itu bukan wewenang saya, Bu Nisa


pemimpin kantor ini sekarang, jadi beliau yang bisa memutuskan".


"Saya setuju ".Sahut Nisa .


"Kalau untuk kemajuan perusahaan ini, apa salahnya??, saya juga belum sepintar bude saya dalam berbisnis".


"Mungkin bila pak Anton bergabung di sini, perusahaan ini akan jauh lebih maju".


"Lagipula saya lihat, nilai investasi pak Anton


jauh lebih banyak dari nilai saham bapak-bapak sekalian".


"Baiklah kami setuju untuk memberi waktu selama 3bulan, kami harap keputusan kami


ini tidak salah".


"Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang sudah bapak-bapak berikan, saya harap dalam waktu 3bulan, perusahaan ini akan berkembang pesat, dan pak Anton, saya ucapakan selamat bergabung di perusahaan kami".


"Terimakasih Bu Nisa".


Anton tersenyum penuh arti. Semua rencana nya berjalan lancar.Dia sudah masuk ke dalam perusahaan Nisa.


Setelah dewan direksi meninggalkan ruang rapat, Nisa masih bersama Anton membicarakan kelanjutan kerjasama mereka.


"pak Anton, saya akan menyuruh staf saya untuk menyiapkan ruangan anda, jadi kapanpun anda mulai berkantor disini, kami


persilahkan.


"Saya rasa tak perlu ruangan khusus, kita bisa berkantor bersama dalam satu ruangan bukan?".


"Itu bisa diatur nanti,,,yang penting pak Anton


nyaman".


"Nisa,,,,jangan panggil pak, panggil saja Anton".


"Baiklah,,Anton ".


"Mari,,saya tunjukkan ruangan di perusahaan ini".


Nisa dan Anton keluar ruang rapat.Nisa ingin mengenalkan bagian-bagian perusahaan kepada rekan bisnis nya yang baru.


"Nisa,,,,bisa kita bicara sebentar???, ini penting".


"Oh...ya sebentar".


"Anton,,,kau tidak keberatan kan kalau berkeliling dengan asisten saya".


"Reni,,,tolong temani pak Anton untuk melihat-lihat perusahaan kita ini".


"Baik Bu,.....mari silahkan pak Anton, saya


antar".


Anton mengangguk mendengar perkataan Nisa.Dalam hatinya ada sedikit rasa kecewa.


Dito kemudian mengajak Nisa ke ruangannya.


"Aku minta maaf Nisa, ada seseorang yang sengaja menyekapku di gudang dekat komplek rumahmu".


"Lebih aneh lagi, mereka melepaskanku begitu saja,,aku curiga ada seseorang yang sedang mengerjai ku".


"Jadi itu alasanmu tidak menjemputmu tadi pagi??".


"Ini bukan alasan Nisa,,,aku benar-benar disekap".


"Ok,,,,,terserah kau saja lah.....".


Nisa mencoba menerima alasan Dito yang tidak masuk akal.Dia kemudian meninggalkan Dito dan melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


__ADS_2