Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Sate Gagak Hitam.


__ADS_3

Keanehan yang dialami Nisa selama hamil, semakin berlanjut. Dito tetap sabar dan berusaha menuruti ngidam nya Nisa itu. Tapi


kali ini keinginan Nisa semakin tidak masuk akal. Dia tiba-tiba ingin makan sate burung gagak hitam. Dito bingung harus mencari dimana, mengingat baru kali ini dia mendengar ada makanan seperti itu.


Sudah dua hari Nisa tidak bertegur sapa dengan Dito. Dia masih marah karena Dito tak


bisa memenuhi keinginannya. Di kantor Dito juga jadi uring-uringan. Bahkan tak jarang, bawahannya yang kena sasaran. Anton mengamati kelakuan Dito tersebut.


"Kau sedang ada masalah dengan Nisa,,,ku lihat beberapa hari ini mood mu lagi nggak bagus???".


"Masalah besar Ton,, Nisa sampai mendiam kan ku 2 hari ini".


"Kali ini pasti serius,,, katakan...siapa tahu aku


bisa bantu".


"Kau tahu,, dimana bisa mendapatkan sate burung gagak hitam??".


"Woi.....sabar bro......Genderuwo mana yang mau kau panggil??".


"Jangan macam-macam, Nisa kan trauma dengan Genderuwo".


"Apa hubungan nya, aku justru semakin tak paham, Nisa yang menginginkan nya".


"Kau yakin Nisa yang minta??".


"Aku yakin,,, pasti liontin itu yang memanggil pemiliknya".


"Jangan berputar-putar Anton, aku semakin pusing mendengar mu".


"Dito,,, sate burung gagak hitam itu, makanan kesukaan Genderuwo".


"Dulu, kalau orang mau cari pesugihan,mereka pasti melakukan ini, disertai dengan mantra pemanggilnya".


"Genderuwo akan datang karena aroma khas daging gagak terbakar, dan kemudian dia akan mengabulkan permintaan pemanggilnya sebelum menyantap sate itu".


"Aku baru tahu, ada hal seperti ini ??".


"Memang ada,,, dan kau ingat kan perkataan ku tentang liontin itu,,, mungkin itu sebabnya


Nisa berlaku aneh".


"Benar juga,,sejak memakai liontin itu Nisa jadi aneh, makan kembang, main di kuburan dan ini yang paling aneh makan sate gagak hitam".


"Terkadang benda pusaka bisa mempengaruhi pemiliknya jika tak kuat melawan".


"Seperti aku dulu contohnya".


"Lalu, menurutmu aku harus bagaimana??".


"Siang ini aku akan mencarikannya untukmu,


tapi harus ada yang mendampingi Nisa ketika memakannya".

__ADS_1


"Bisa dipastikan kalau Genderuwo itu datang ke rumahmu nanti".


"Kau tak ingin terjadi hal yang tak diinginkan terhadap Nisa bukan??".


"Kalau begitu, kau ikut ke rumahku nanti sore".


"Aku percaya kau bisa menangani hal ini".


Anton menyanggupi untuk membantu Dito sepenuhnya.Mereka akan melakukannya menjelang magrib nanti.


Dito sudah pulang dari kantor duluan, dia menyiapkan panggangan dan tikar di depan rumah. Hanya tinggal menunggu kedatangan Anton.


"Ayo sayang,,,, aku sudah dapat apa yang kau mau".


"Kau tidak bohong kan mas??".


"Anton sudah membawanya, sebentar lagi dia sampai, dan kau bisa makan sate gagak itu sesuka mu".


"Terima kasih mas,,, aku sudah tak sabar ingin mencicipinya".


Suara mobil terdengar didepan rumah mereka. Nisa bersorak kegirangan seperti anak kecil.Dia berlari menyambut Anton.


"Kau mendapatkan nya kan??".


"Tentu saja, demi keponakan ku aku rela berputar-putar keliling kota Jakarta".


"Duduklah Anton, aku sudah menyiapkan segalanya.


Dito lalu membuka bungkusan berisi daging gagak mentah itu. Dia melumuri nya dengan bumbu dan mulai membakarnya. Aroma harum sate mulai tercium di halaman rumah nya.


"Nisa,, apa kau tidak tahu berebut makan dengan siapa??".


"Entahlah,,, aku tidak melihatnya".


Anton lalu menyentuh dahi Nisa, dia mengucapkan sesuatu ke arahnya. Sedetik kemudian Nisa menjerit ketakutan dan bersembunyi di belakang Dito. Nisa melihat makhluk mengerikan itu sedang memakan sate miliknya. Begitu nikmatnya sampai Genderuwo itu tak menyadari keadaan sekitar.


Nisa jadi jijik dan mual-mual.Dia memuntahkan isi perutnya yang belum seberapa tadi. Keringat dingin mengucur deras dari dahinya.Tubuhnya tiba-tiba lemas seketika.


"Sekarang kau pergilah dari pohon itu, jangan ganggu Nisa lagi".


"Atau kau ingin kami yang mengusir mu??".


Genderuwo itu tak mendengarkan perintah Anton. Begitu selesai makan, dia langsung berjalan kembali ke arah pohon dan menghilang. Dia tak berniat mengganggu atau menyakiti Nisa sama sekali.


"Dito,, dia sudah pergi, sebaiknya bawa Nisa masuk".


"Kita jadi tahu sekarang kalau rumahnya di pohon besar itu".


Dito membawa Nisa ke kamar nya. Rasa trauma membuatnya terus memegangi lengan suaminya itu. Nisa tidak mau ditinggal oleh Dito barang sedetikpun. Bahkan Anton sampai datang ke kamar untuk berpamitan.


"Terimakasih atas bantuanmu,,, maaf aku tak bisa mengantarmu".


"Tak masalah,,, kau urus saja Nisa, dia lebih membutuhkan mu sekarang".

__ADS_1


Anton pergi dari rumah Nisa. Hatinya masih saja terasa sakit setiap kali melihat kemesraan keduanya. Dito menemani Nisa


sampai dia tertidur. Setelah itu dia keluar untuk beres-beres dan mengunci pintu.


Baru berjalan beberapa langkah, Dito mencium bau sate yang tengah di bakar. Dia cepat-cepat ke depan. Di lihatnya Bayu tengah asyik membakar sate. Dia kelihatan sangat kelaparan. Sate yang baru setengah matang itu,habis dilahapnya tanpa bersisa.


Dito heran menyaksikan kelakuan Bayu. Dia terus memandang dari balik pintu. Setelah makan, Bayu berjalan meninggalkan rumah Dito. Dia menghilang di kegelapan malam.


"Mas,,, kau di mana??".


"Sebentar sayang,, aku buatkan susu untukmu".


"Jangan pergi mas,,,aku takut Genderuwo itu mendatangi ku".


"Jelas dia datang, karena kau sendiri yang memanggilnya".


"Mana aku tahu kalau pohon itu rumahnya".


"Dan sate itu,,,kau bahkan memuntahkan nya".


"Entahlah....aku sendiri bingung mas".


"Bagaiman mungkin aku bisa minta hal tersebut kepadamu".


"Sudahlah....minum susunya dan tidurlah".


"Jangan pikirkan yang aneh-aneh lagi'.


"Maaf kan aku yang selalu menyusahkan mu mas".


Dito memeluk istrinya. Diusap nya kepalanya sampai dia kembali tertidur. Dia merasa kasihan dengan Nisa. Selalu menjadi sasaran


makhluk gaib di sekitarnya.


Pagi harinya, Nisa sudah baikan. Dia tidak mual dan muntah-muntah lagi. Dilihatnya wajah suaminya yang masih tertidur lelap di sampingnya. Dia mencium pipi Dito dan dan kembali memeluknya. Dito terbangun karena ciuman lembut dari Nisa.


"Sayang,,, tidurmu nyenyak semalam??".


"Ya,, sangat nyenyak,, terima kasih banyak mas".


"Pagi ini aku akan ke kantor bersama mu, aku sudah merasa baikan".


"Baiklah....ayo kita bersiap-siap".


Nisa menyiapkan teh hangat dan nasi goreng untuk Dito. Baru kali ini, dia merasa badan nya benar-benar segar.


"Ini sarapan mu, nasi goreng spesial ala chef Nisa".


"Pasti rasanya enak,, sudah lama aku tak makan masakan mu".


"Cobalah mas,".


"Benar kan.....ini enak sekali".

__ADS_1


Nisa tersenyum mendengar pujian dari suaminya. Pagi ini berlalu tanpa drama


ngidam dari Nisa. Dia terlihat sehat dan segar.


__ADS_2