Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Kejutan.


__ADS_3

Kesuksesan Roy dan Alan membawa Nisa kembali dari rumah Fransisca, nyatanya malah menimbulkan tanda tanya di hati ki Santoso. Pasalnya, tak mungkin iblis itu dengan begitu mudahnya melepaskan jiwa dan raga orang yang sudah di incarnya. Terlebih lagi, Nisa sudah di persiapkan untuk menjadi titisan iblis di dunia.


Benar saja dugaan Ki Santoso, bersama tubuh Nisa, datang juga sesosok gaib yang menyertai di atas kepala Nisa. Sosok tinggi besar berwarna hijau dengan dua taring besar di mulutnya, serta bola matanya berkilat memerah laksana bola api. Lidahnya terjulur ke depan dengan dua tanduk panjang di kepalanya.


Jelas baru kali ini, ki Santoso melihat makhluk tersebut. Dia tertawa lebar dan menatap tajam ke arah ki Santoso. Seketika bau belerang menyengat ke dalam rumah Nisa, dan langsung membuat penghuninya sesak nafas. Alan bahkan langsung pingsan di tempat kehabisan nafas.


Masih setengah sadar, sosok tersebut berdiri di depan Ki Santoso dan langsung menekan dadanya hanya dengan jentik kan jari saja.


"Rupanya kau berani menantang ku??".


"Wanita ini sudah mengikat perjanjian dengan ku, wahai manusia".


"Selamanya, jiwanya akan menyatu dengan diri ku".


"Aku lah sekarang penguasa bagi tubuh dan juga sukmanya".


Ki Santoso mendengarkan perkataan dari sosok gaib tersebut. Rupanya telah terjadi pernikahan antara jiwa Nisa dan iblis tersebut


Itulah mengapa Ki Santoso kesulitan memanggil arwah Nisa.


"Lepaskan wanita itu,,,dia bukan milik mu".


"Pergilah dari jiwa dan hatinya, biarkan wanita itu hidup tenang".


"Dia bukan wanita yang kau inginkan".


"Ha..........ha.......ha......ha......!!!!!".


"Hanya kematian yang bisa memisahkan kami".


"Kau....ataupun yang lain nya, tak mungkin bisa mengambilnya dari sisi ku".


Ki Santoso menyerah. Lelaki tua itu pingsan karena bau belerang yang membuatnya kesulitan bernafas. Ternyata iblis itu jauh lebih kuat dari pada ilmu kesaktian Ki Santoso sendiri.


Selang beberapa lama, Ki Santoso, Alan dan Roy terbangun di ruang tamu Nisa. Semuanya tampak rapi, seolah-olah tak terjadi apa-apa.


Mereka kebingungan saat melihat tubuh Nisa sudah menghilang dari sofa.


"Nisa di mana Ki,,apa mungkin Fransisca mengambilnya kembali".


"Tidak mungkin,, mereka sudah mendapatkan yang mereka ingin kan".


"Sangat sulit untuk ku mengambil kembali jiwa murni Nisa".


Penjelasan Ki Santoso belum di pahami benar oleh Alan dan Roy, saat di lihatnya Nisa membawa minuman dari arah dapur. Keadaan nya segar bugar, berbanding terbalik dengan dirinya yang terbujur kaku saat di bawa keluar dari rumah Fransisca.


Berkali-kali Roy dan Alan mengucek matanya untuk meyakinkan penglihatan nya, bahwa wanita itu adalah benar-benar Nisa. Alan hendak berdiri dan menghampiri Nisa, tapi isyarat tangan dari Ki Santoso menahan langkahnya. Mereka masih terdiam di tempat duduknya dan menunggu reaksi Nisa selanjutnya.


"Silahkan bapak-bapak, di minum teh nya,, sebentar lagi suami saya kembali".


"Dan ini ongkos untuk bapak-bapak bertiga".


"Terima kasih sudah membantu kami beres-beres".


" Maklum saja, kami baru saja pindah dari kampung".

__ADS_1


"Mas Satria sedang ada keperluan di kantornya".


Alan dan Roy melongo,,seperti cerita sinetron


saja, Nisa terbangun dengan kondisi mental yang berbeda. Setelah menyerahkan amplop berisi uang, Nisa kembali ke kamarnya.


"Apalagi ini Ki????".


"Kenapa Nisa bisa menjadi seperti ini?".


"Dia sama sekali tak mengenali kita".


"Dan,, siapa suaminya??, kalian dengar tadi kan, dia bilang suaminya sebentar lagi kembali".


"Aku sudah menduga ini akan terjadi".


"Saat tidak sadar, Nisa sudah mengadakan perjanjian perkawinan dengan bangsa iblis".


"Jiwanya tergadaikan oleh mahar yang di terimanya saat mereka melakukan perkawinan".


"Nisa tak mungkin bisa lepas, sebelum dia mengembalikan mahar yang di terimanya".


"Namun, perjanjian dengan iblis, biasanya berakhir dengan kematian".


"Bagaimana mungkin Nisa bisa melakukan nya".


"Nisa sangat membenci hal tersebut".


"Apa Ki Santoso tak bisa menolong nya??"


"Aki punya kenalan kyai dari daerah Jawa".


"Dia pintar mengusir makhluk halus yang bersemayam di tubuh seseorang".


"Semoga saja dia masih bisa menyelamatkan Nisa".


Tak berapa lama, dari luar rumah tampak seorang lelaki tampan, masuk ke dalam.


Dari tatapan matanya, Ki Santoso tahu kalau dia bukan manusia. Laki-laki itu menunduk dan berbicara kepada Ki Santoso.


"Bagaimana pak tua,, masih mau menantang ku sekarang??".


"Coba ambil Nisa kalau kalian bisa".


"Atau, sebentar lagi dia akan menjadi wanita kejam dan haus darah".


Ketiganya terdiam mendengar ancaman dari pria tampan tersebut. Tak berapa lama, Nisa keluar dari kamarnya.


"Mas Satria, kapan kau pulang?".


"Baru saja dik..".


"O..ya,,,bapak-bapak sudah boleh pulang,,,,


terima kasih banyak atas bantuan nya".

__ADS_1


Ketiga orang lelaki tersebut pergi meninggal


kan rumah Nisa dengan seribu tanda tanya.


Kehadiran pria baru yang menjadi suami Nisa sangat sulit di terima baik oleh Alan maupun Roy. Ki Santoso menghela napas dengan berat. Dirinya merasa sudah kecolongan, karena sekarang Nisa menjadi pengikut iblis dan penyembah setan.


"Pria yang bersamanya, bukanlah seorang manusia".


"Nisa sudah terjerat tipu daya setan".


"Kita harus segera berangkat menjemput kyai tersebut".


"Semoga saja beliau masih bisa menyelamat


kan Nisa dari jeratan iblis itu".


Alan dan Ki Santoso kembali ke rumah Roy untuk sementara. Mereka berencana untuk segera menemui kyai tersebut, supaya segera bisa menolong Nisa.


Kondisi Nisa walaupun sudah sadar, tapi belum sepenuhnya bisa mengingat kisah hidupnya. Pengaruh iblis tersebut sudah merasuk kuat ke dalam pikiran nya. Yang dia tahu hanya Satria suaminya dan bekerja di Jakarta. Selebihnya Nisa masih susah mengingat semuanya.


Satria mengajarkan kebencian, kesombongan serta hal-hal buruk kepada Nisa. Tidak berhenti sampai di situ, Satria mulai mengajari Nisa untuk menghabisi orang yang tidak di sukai nya.


Seperti sore ini, dengan kejam Satria menyiksa kucing dengan kejam, hanya karena


binatang itu masuk ke rumahnya. Kucing itu akhirnya mati di tangan Satria.


Rupanya sisi baik dalam diri Nisa masih ada, makanya dia langsung menguburkan kucing tersebut di belakang rumah. Hal itu dia lakukan tanpa sepengetahuan Satria.


Nisa tidak tahu kalau suaminya seorang makhluk halus, tak ada yang bisa di sembunyi


kan dari dirinya. Melihat hal tersebut, Satria langsung memanggil Nisa.


"Dari mana saja kau,, kenapa tangan mu kotor begitu??".


"Aku,,,,sedang membersihkan halaman belakang".


"Dengar Nisa,, jangan pernah berbohong padaku".


"Bukankah sudah ku bilang, biarkan bangkai kucing itu di sana".


"Rupanya kau tidak mendengar perintah ku".


"Aku kasihan mas,, dia juga makhluk hidup seperti kita".


"Tak sepantasnya sikap kita sia-sia padanya".


"Buang rasa kasihan dari hati mu,, dalam hidup siapa yang terkuat, maka dia yang akan


menang".


"Dan, cara apapun sah di lakukan, termasuk membunuh orang yang menghalangi jalan mu".


Kata-kata Satria lirih, namun menusuk hati Nisa. Bahkan, suaminya itu menyuruh Nisa untuk melakukan kejahatan. Satu sisi hatinya ingin menolak, tapi pengaruh Satria jauh lebih


kuat menghipnotis pikiran nya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2