Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Genderuwo Hutan Larangan.


__ADS_3

Nisa masih saja terfokus dengan sosok Dion yang menebar senyum kepadanya. Kadang dia muncul, kadang menghilang di barisan peserta karnaval di kampung Nisa. Padahal, jelas-jelas Dion tidak sedang mudik atau berkunjung ke kampung tersebut. Apa mungkin Dion itu sebenarnya..........


"Ah......semakin berani saja mereka menampakkan diri di siang hari".


"Aku yakin kalau itu adalah dia".


"Tatapan matanya yang terfokus ke arah ku, tidak mungkin bisa dibohongi".


"Aku mengenalnya,,,, ya....itu dia!!".


Dito menegur Nisa yang menatap peserta karnaval sambil tersenyum. Hal itu sukses membuat nya penasaran dengan tingkah istrinya tersebut.


"Apa yang kau lihat, sampai senyum-senyum seperti itu??".


"Mas,, apa kau tak melihatnya,, Dion ada di situ,, dia sedang mengikuti karnaval".


"Lalu apa salahnya, sayang......dia kan juga dari kampung ini??".


"Jelas ada salahnya,, coba lihat handphone ini,,,baca isi chat nya".


"Dion sedang tidak mudik ke kampung ini??".


"Serius......???".


"Coba lihat, di barisan mana Dion.???".


"Itu mas,, baris kedua dari belakang, sebelah kiri,, dari tadi dia tersenyum kepada ku".


"Ngaco kamu,,,,baris kedua kan nggak ada orang??".


"Coba mana lihat jidatmu,, barang kali masih panas, bekas semalam".


"Hmmmm.....jadi gitu ya mas,, ngatain istri sendiri kurang waras??".


"Bukan gitu sayang,, kamu waras kok, cantik lagi, cuma kadang halu!!".


"Ya udah deh,, mending juga aku nggak ngomong..!!".


Nisa melepaskan tangan Dito dengan jengkel. Dia kemudian menjauh dari suaminya. Nisa duduk sendiri di dekat pintu masuk balai desa. Terlihat Roy menghampirinya dan tersenyum padanya.


"Pagi ini kau kelihatan cantik sekali".


"Roy,, kenapa kau kemari,, pergi dari sini".


Roy mencengkeram pergelangan tangan Nisa dan berbisik di telinga nya.


"Bersikap baiklah padaku,, urusan kita masih belum selesai".


"Tarik kembali ucapan mu untuk mengundurkan diri dari kerjasama kita".


"Atau,,, aku tak segan-segan melaksanakan ancaman ku kepada mu!!!".


"Lepaskan tangan ku Roy,,, ini sakit sekali!!!".


Nisa masih berusaha melepaskan tangan nya dari cengkraman Roy. Sambil menahan sakit, dia berusaha menarik tangan nya agar terlepas. Tiba-tiba dari arah belakang Roy,, muncul Dion yang langsung memegangi bahu Roy. Nisa mendongak dan memperhatikan Dion dengan wajah keheranan.


"Jaga sikapmu jika bersama wanita bung!!!".


"Lepaskan tangan mu,, atau aku terpaksa melepaskan nya dari tubuhmu".

__ADS_1


Roy mundur dan melepaskan tangan Nisa. Bahunya terasa nyeri karena ulah pria ini. Dia tak bisa terima begitu saja.


"Kau siapa, mengganggu urusan ku disini".


"Kau akan menyesal kalau sampai tahu siapa diriku".


"Pergi dari sini sekarang..!!".


Dengan tatapan marah, Roy berlalu dari hadapan pria tersebut. Dia menjauh dari tempat duduk Nisa dan pindah ke arah Dito dan Sofia berdiri.


"Dito,,siapa lelaki yang sedang bersama Nisa itu, kau mengenalnya??".


"Lelaki mana,,dia dari tadi duduk sendiri".


"Dia memang seperti itu kalau sedang marah".


"Biarkan saja Roy, tunggu sampai dia reda sendiri marahnya".


"Tapi,laki-laki itu mencengkram bahuku kuat sekali".


"Kau lelah mungkin,, duduklah disini, sebentar lagi karnaval dimulai".


"Nisa sedang reuni dengan teman-teman kampungnya, biarkan saja,, besok kita sudah pulang ke Jakarta".


Roy sama sekali tidak mendengarkan omongan Dito.Dia tengah serius memperhatikan laki-laki yang bersama Nisa.


Wajahnya sangat tampan, dan Dia tampaknya sangat mengagumi Nisa.


Sementara di seberang jalan, Nisa terus saja memperhatikan Dion. Tampak seperti aslinya, tapi Nisa yakin kalau itu memang bukan Dion.


Mungkin saja Genderuwo hutan larangan turun gunung untuk kegiatan Merti desa.


Dion masih saja di dekat Nisa. Dia memandangi sekujur tubuh Nisa. Lagi-lagi dia tersenyum senang memandang Nisa.


"Katakan siapa kau sebenarnya??".


"Aku sudah menunggu kedatangan mu, jodoh ku".


"Kau,,,penunggu hutan larangan??".


"Nisa,,,, akhirnya aku bisa menemui mu".


"Jadi benar kan,, kau penunggu hutan larangan".


"Hmmmm........kau benar Nisa".


"Jangan buat ulah disini".


"Ikutlah bersamaku Nisa....".


"Kita pulang ke hutan larangan".


Nisa sebenarnya menolak, tapi entah kenapa, Nisa akhirnya mengikuti Dion juga. Nisa berjalan menjauh dari Bali desa. Dia menuju persimpangan jalan ke arah hutan larangan.


Tak ada yang melihatnya kecuali Roy. Diam-diam, dirinya mengikuti Nisa yang tampak aneh.


Pandangan nya kosong, namun dia berjalan ke arah yang tepat. Seperti ada yang mengendalikan, atau mengikuti sesuatu.


"Nisa,,, berhenti....kau mau kemana??".

__ADS_1


"Tunggu Nisa,, itu arah ke hutan,, kau salah jalan Nisa".


Nisa tak mendengarkan panggilan dari Roy. Dia terus saja mengikuti langkah Dion masuk ke dalam hutan. Roy tetap saja mengikuti


langkah kaki Nisa.


Nisa berjalan begitu cepat. Seketika dirinya sudah berada di rumah kosong tengah hutan larangan. Nisa bersama Dion, memasuki rumah tersebut.


"Kemari Nisa,,, aku sudah lama menanti mu"


"Hari ini, hanya kita berdua".


"Kau akan menjadi milikku selamanya".


Nisa terkejut. Dia mendapatkan kembali kesadaran nya, di saat Dion hendak menyentuh nya. Dion kemudian berusaha mencium wajah Nisa. Nisa yang sudah tersadar segera menolak dan menghindar ke belakang.


Roy melihat sebuah rumah di tengah hutan.


Nisa masuk ke dalam rumah tersebut tadi.


Roy kemudian mencari tahu ke dalam rumah.


Dia melihat Nisa seolah sedang menghindari sesuatu.


"Nisa,,,ada apa dengan mu??".


"Roy,,,,tolong aku.....!!!".


Nisa masih dalam cengkeraman Genderuwo, tapi tentu saja Roy tak melihatnya. Genderuwo dalam wujud Dion itu masih berusaha mencium Nisa sambil menggeram penuh nafsu.


Tak lama Genderuwo itu menyadari kedatangan Roy. Dia langsung berubah ke wujud aslinya dan berusaha menyembunyikan Nisa. Roy yang sudah bisa melihat sesosok makhluk raksasa mengerikan menawan Nisa, langsung saja


mendekatinya. Dia berusaha menyelamatkan


Nisa. Tapi tiap kali hendak melangkah ke arah Genderuwo, seperti ada tegangan listrik yang membuatnya terpelanting.


"Jangan coba-coba mendekat.....!!!!".


"Nisa milikku sekarang...!!".


"Pergi dari sini...!!!!!".


Nisa yang melihat Genderuwo itu menghadang Roy, segera mencari kesempatan untuk lari. Digunakan nya cincin merah delima untuk menyerang mata si Genderuwo. Dalam sekejap, Genderuwo itu kesakitan. Matanya seperti kemasukkan sesuatu yang panas. Keadaan itu mereka gunakan untuk lari dari tempat itu.


"Cepat Roy,, lari .........!!!!".


Roy mengikuti Nisa lari menjauh dari rumah kosong. Tapi tak berapa lama, Genderuwo itu mengejar mereka. Suara langkah kakinya yang besar, seperti gempa bumi.


Dalam tiga langkah, Genderuwo itu bisa menangkap Roy. Tubuhnya di hempas kan ke atas pohon dengan penuh kemarahan.


Nisa yang melihat kejadian itu, langsung berhenti seketika. Dia berbalik menghadapi Genderuwo tersebut.


"Lepaskan dia,,atau aku tak akan mengampuni mu".


"Kemarilah Nisa......!!".


"Ayo.....mendekat lah........!!!!".


Genderuwo itu memanggil Nisa. Dari mulutnya keluar asap yang sukses membuat Nisa terhipnotis. Dia mendekat ke arah Genderuwo itu. Dalam penglihatan Nisa, Genderuwo itu berubah menjadi Dito suaminya. Nisa seakan mendekati suaminya sendiri.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2