Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Pemuja Setan.


__ADS_3

Sementara Nisa tengah sibuk menyiapkan acara pernikahannya, warga kampung beberapa hari ini tengah ramai membicarakan


tentang hilangnya mayat warga yang baru saja meninggal.


Terakhir kemarin,mayat bayi yang baru saja


meninggal tiba- tiba lenyap dari makam.


Warga kampung khawatir kalau ada harimau


atau binatang buas yang berkeliaran di kampung mereka.


Bapak yang rumahnya dekat dengan hutan larangan juga was-was.Apalagi sebentar lagi


mereka akan punya hajat besar. Takutnya harimau itu nantinya akan menyerang tamu


undangan.


"Apa sebaiknya kita sewa gedung saja Nisa,


bapak khawatir sekali".


"Nggak usah pak,, Nisa yakin semua akan


baik-baik saja".


"Lagipula kalau mendadak sewa gedung juga nggak bisa kan pak?".


"Hmmmm..........benar juga ya Nis".


"Sudah pak,,jangan terlalu dipikirkan,,nanti kita


minta tolong warga kampung untuk berjaga


di sini selama acara berlangsung".


"Tapi yang bapak heran,,,kenapa harimau itu


makan mayat, bukan ternak warga".


"Nanti saja kita bahas ya pak,,, itu Dito sudah


datang menjemput".


Nisa dan Dito berangkat ke kota setelah berpamitan pada bapak.Rencananya hari ini


terakhir fitting baju pengantin.


"Apa Dion masih menghubungimu??".


"Nggak,,,,apa menurutmu, kejadian di kampung beberapa hari ini, ada hubungannya


dengan cerita Dion?".


"Entahlah......aku nggak mau kamu pusing dan stress, lupakan dulu masalah itu,,, yang penting sekarang kau bahagia".


Sementara di rumah Bu Mimin, terlihat sosok lelaki yang sedang memakan mayat yang baru saja semalam di dapatkannya. Dia tak


ubahnya setan yang dipujanya. Hatinya sudah


mati karena menuruti nafsu duniawi.


Tak banyak yang tahu kalau ternyata Bu Mimin dan suaminya mempelajari ilmu sesat.


Rumah Bu Mimin besar dan megah. Dikelilingi dengan pagar besi tinggi dan rimbunnya pepohonan membuat orang enggan untuk bertamu.Suami istri itu jarang bergaul dengan tetangga,hanya sesekali keluar untuk ikut pertemuan RT.


Dion anak semata wayangnya, sejak kecil sudah hidup di Jakarta.Hanya sesekali saja


dia berkunjung ke rumah orang tuanya. Bahkan belakangan ini terdengar kabar kalau rumah mewahnya sudah dijual untuk dijadikan vila.


Kekayaan keluarga Dion tak diragukan lagi.


Bu Mimin memelihara pesugihan tuyul untuk


disuruh mencuri uang. Sedangkan suaminya


mempelajari ilmu sesat.Dia percaya kalau


meminum darah dan memakan daging manusia, maka dia bisa hidup kekal, abadi


dan tidak bisa mati.

__ADS_1


Ilmu yang didapatnya berasal dari bisikan-bisikan gaib yang setiap malam selalu di


dengarnya. Dia selalu menuruti perintah


suara gaib yang didengarnya itu.


Kalau siang hari, suami Bu Mimin tampak seperti manusia biasa.Tapi ketika malam hari,


bisikan gaib itu mengubahnya menjadi seperti setan. Dia sangat beringas, bahkan tak segan untuk membunuh atau menyakiti


manusia.


Di rumahnya terdapat banyak tengkorak dan tulang-tulang manusia berserakan.Rupanya


ritual nya itu sudah memakan banyak korban.


Entah itu mayat yang baru meninggal atau orang yang sengaja dibunuhnya dengan kejam.


Biasanya setelah memakan mangsanya, suami Bu Mimin akan berubah menjadi muda,


gagah perkasa kembali.Itulah mengapa dia


mencari korban terus- menerus untuk disantapnya.


Bu Mimin yang tidak tahan dengan kelakuan


suaminya, akhirnya pergi dari rumah. Namun


karena dia juga memiliki pesugihan tuyul, sampai sekarang keadaanya juga mengenaskan.


Dion yang mengetahui keadaan ibunya melalui cerita ustad yang mendoakannya,


sangat terkejut.Terlebih lagi melihat ayahnya


sedang memakan janin waktu itu, membuat Dion semakin kepikiran.


Pagi ini Dion memberanikan diri untuk pulang


kerumahnya.Dia akan memastikan sekali lagi


kondisi ayahnya itu.Saat sampai di rumahnya,


Dion disambut ayahnya dengan kondisi yang jauh berbeda dibanding waktu itu.


bekas darah atau apapun.Dion jadi heran


melihat perubahan ini.


Ditempat lain, Nisa tengah mencoba kebaya untuk akad nikahnya nanti.


"Wah,,,,mbak Nisa kelihatan cantik sekali"


"Iya Nis,,cocok sekali kebaya itu kamu pakai"


"Beneran udah pas, aku jadi nggak pede soalnya".


"Ini aja belum di make up mbak, aku nggak ngebayangin mbak Nisa nanti secantik apa".


Nisa tersipu malu mendengar pujian dari karyawan salon tempatnya menyewa baju


pengantin. Dito juga tersenyum senang melihat penampilan Nisa. Dalam hati dia bangga, Nisa akhirnya memilih dirinya.


Selepas dari salon, Nisa dan Dito makan siang di restoran. Sambil menikmati makanan


nya, Dito menelpon pihak WO. Nanti sore rangkaian acara pernikahan sudah digelar.


Dimulai dengan siraman, pengajian dan acara


adat Jawa lengkap.Untuk itu Dito memastikan


kesiapan pihak WO.


Di restoran yang sama, Dion baru saja masuk


bersama ayahnya.Mereka membeli makanan


untuk dibawa ke rumah sakit.Nisa memperhatikan ayah Dion dengan pandangan aneh.


Dion menghampiri Nisa dan Dito untuk sekedar basa-basi.Ayah Dion duduk di kursi


sambil menunggu pesanan makanan.Nisa menyapanya, tapi reaksi ayah Dion terlihat

__ADS_1


biasa saja.


Nisa kemudian jadi tahu kalau ternyata ayah


Dion yang bersamanya itu bukanlah manusia.


Nisa pun kembali ke mejanya. Tak lama kemudian Dion dan ayahnya meninggalkan restoran.


"Kau tahu Dit,,,yang bersama Dion tadi itu


bukan ayahnya".


"Aku tak tahu itu apa, tapi aura jahatnya bisa


kurasakan sangat kuat".


"Dia bilang kemarin, ayahnya berubah jadi setan kan?".


"Lalu kenapa sekarang dia bisa pergi bersama??".


"Orang itu memang aneh,,untung kemarin kau


menolak permintaannya".


"Tapi aku jadi benar-benar kasihan melihatnya


hari ini".


"Jangan mulai lagi,,,,Lisa hari besar kita".


"Aku tahu....lagian kan aku cuma kasihan".


"Aku mengenalmu Nis, bagaimana kau bertindak atas nama kasihan".


"Jadi,,aku peringatkan sekali lagi padamu".


"Iya.....iya.....aku paham".


Kali ini mereka mengakhiri perdebatan, karena ingin fokus dengan urusan mereka


berdua.Lagipula di rumah Nisa, tenda sudah


terpasang dan siap untuk acara nanti malam.


Rumah Nisa yang biasanya sepi, kali ini sudah dipasang tenda dan dekorasinya.


Karena rumah Nisa dekat hutan, maka


acara pernikahan nanti akan bertema pesta kebun.


Semua warga kampung sudah berkumpul di rumah Nisa untuk membantu pelaksanaan acara 3 hari ke depan.Ibu-ibu memasak di dapur dan bapak-bapak bertugas mengatur


kursi dan keperluan lainnya.


Nisa dan Dito baru kembali dari salon.Mereka


kemudian berbincang-bincang dengan ibu dan bapak di ruang tamu.


"Semuanya sudah beres pak, tadi Dito sendiri


yang memeriksanya".


"Baguslah....bapak lega, semua berjalan sesuai rencana".


"Kamu jangan kemana-mana lagi Nis,,, harusnya kamu itu dipingit Lo....".


"Iya pak,,,lagian semua sudah sesuai jadwal kok, jadi Nisa nggak perlu kemana-mana lagi".


"Sebaiknya kamu juga pulang Dit,, istirahat


untuk acara nanti malam".


"Baik pak,,Dito permisi kalau begitu".


Nisa langsung masuk kamar begitu Dito pulang ke rumah.Dia mengambil sesajen


yang baru saja dibelinya, kemudian menyuruh bapak menaruh di rumah kosong dekat hutan larangan.


Sesajen itu Nisa persembahkan untuk para penunggu di hutan tersebut supaya tidak


mengganggu hajatan yang sedang digelar

__ADS_1


oleh keluarganya.


__ADS_2