
Malam ini Nisa tinggal di kantor.Dia sudah beralasan lembur kepada keluarganya.Masalah ini harus segera diselesaikan.Nisa tak ingin ulah Dewi sampai memakan korban lagi.
Nisa sudah menunggu sampai keadaan kantor sepi.Tapi dari tadi arwah Dewi tidak nampak dalam pandangan Nisa.Nisa berkeliling kantor dan berharap menemukan arwah Dewi.
Nihil...........Nisa kembali ke mejanya.Dia membaca buku sembari menunggu kalau nanti Dewi datang.
Tiba-tiba dari arah gudang Nisa mendengar suara tangisan. Nisa mencari sumber suara dan mendekat ke arah gudang.
Semakin dekat,suaranya semakin terdengar jelas.Tangisan pilu yang menyayat hati.Nisa yakin itu suara tangisan arwah Dewi.
Nisa membuka pelan-pelan pintu gudang.
Saat dia masuk dia melihat sesosok wanita berpakaian putih tengah duduk dipojokan menghadap dinding.
Nisa berjalan menghampiri wanita itu.Langkahnya terhenti seketika ketika tiba-tiba sosok itu berbalik menengok ke arah Nisa.
Mukanya rata,,,dengan tangan terulur memegang kaki Nisa.Tangisannya berubah jadi tawa yang melengking.Nisa tidak bisa bergerak karena cengkraman di kakinya.
Nisa berusaha melepaskan diri ketika tiba-tiba wajah rata itu berada tepat di depan Nisa.
Aroma busuk menguar ke wajahnya.Nisa berusaha mengendalikan dirinya dari serangan makhluk astral itu.
Sejurus kemudian Nisa menunjukkan cincin yang dipakainya.Cincin pemberian ibu ratu yang melingkar di jari manisnya.
Sosok wanita tak berwajah itu pun langsung menghilang seketika.Nisa bisa bernafas lega.
Dia kemudian kembali ke ruangannya.
Sewaktu masuk ke ruangannya,ternyata sosok Dewi ada di kursi.Nisa berjalan mendekatinya.Dia mencoba berkomunikasi dengan arwah Dewi tersebut.
__ADS_1
"Dewi,,,seperti yang kubilang,aku bisa membantumu kalau kau ingin cerita padaku".
"Meskipun kau berniat menyingkirkan ku tadi siang,aku jauh lebih kuat darimu".
"Jadi,,,menyerah lah,jangan ganggu karyawan pabrik ini lagi".
"Jangan ikut campur,,,,atau nasibmu sama seperti yang lain".
"Aku bukan Dewi seperti yang mereka bilang".
"Tinggalkan tempat ini".
Nisa merenung beberapa saat,,, Dia bukan Dewi???.Lantas arwah siapa ini???
"Kalau bukan Dewi,,kau siapa??".
"Itu bukan urusanmu, kalau kau ingin selamat lekas pergi dari sini".
"Hi .....hi .....hi ....hi....hi".
"Kalian akan merasakan akibatnya".
"Ini tempatku dan tidak boleh ada yang berkeliaran disini".
"Satu-persatu dari kalian akan mati".
Hi......hi ......hi.......hi..".
Arwah itu menghilang bersamaan dengan tawanya yang melengking.Terryata ini lebih rumit dari yang Nisa kira.
__ADS_1
Nisa membereskan barang-barangnya,dia memutuskan untuk pulang.Nisa akan mencari cara untuk melawan teror dari makhluk astral itu nanti.
Sudah jam 1malam, Nisa sampai dirumah.
Rupanya bapak masih terjaga.Beliau menunggu kepulangan anak gadisnya itu.
"Nisa,,,kau tak perlu memaksakan diri, lagipula ini bukan tanggung jawabmu".
"Tapi ini kantor bude pak,,lagi pula sebagai sesama manusia,aku merasa terpanggil untuk menolong mereka".
"Lalu,,sejauh mana perkembangannya,apa kau bisa mengatasi hantu Dewi itu??".
"Dia bukan Dewi pak,Aku rasa ada kekuatan jahat di dalam kantor itu dan ini ada hubungannya dengan para karyawan yang bunuh diri".
"Mungkin,,,,arwah jahat itu meminta tumbal,dan itu di dapat dari karyawan yang tengah punya masalah dia menghasut mereka untuk loncat ke bawah".
"Ini hanya dugaanku saja pak,,,kita lihat saja nanti"
"Kalau memang benar seperti itu,,aku akan bertindak pak".
"Ingat Nisa,,jangan sampai membahayakan nyawamu sendiri".
"Nisa mengerti pak".
"Istirahatlah Nisa,,,ini sudah larut malam".
"Baik pak".
Untuk malam ini Nisa rasa sudah cukup.
__ADS_1
Tenaga Nisa sudah terforsir menghadapi arwah tadi.Selanjutnya Nisa hanya bisa menunggu.Ancaman dari arwah tadi,,apa benar-benar menjadi kenyataan.