Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Kehilangan Dito.


__ADS_3

Di rumah sakit, Nisa teringat kata-kata Roy tadi siang. Buru- buru dia menelpon nya. Nisa hendak meminta Roy mengantarnya ke tempat Mawar.


Roy yang baru selesai mandi terkejut melihat tayangan di televisi. Kecelakaan yang di alami Dito sungguh tragis. Baru saja dia hendak menelpon Nisa, tapi rupanya malah Nisa yang menelpon nya duluan.


"Halo Nis,,,aku turut prihatin dengan kejadian yang menimpa Dito".


"Bagaimana kondisi nya sekarang??".


"Roy,,,kau bisa menolong ku??".


"Katakan ...aku akan usahakan sebisa ku".


"Tolong, jemput aku di rumah sakit pelita, nanti aku jelaskan di sini".


"Ok,,tunggu 15 menit,, aku segera meluncur ke sana".


Nisa sudah menunggu di depan rumah sakit. Roy pasti tahu betul di mana alamat Mawar, mengingat tadi pagi dirinya mengatakan bersedia mengantar nya. Semoga saja, Nisa bisa menyelesaikan semuanya malam ini.


Mobil Roy sudah terlihat memasuki halaman rumah sakit. Nisa melambaikan tangan. Ketika Roy mendekat, Nisa segera masuk ke mobilnya.


"Jalan Roy,,antar aku ke rumah Mawar sekarang".


"Kenapa mendadak seperti ini Nis??".


"Bukan nya Dito masih ada di rumah sakit??".


"Kurasa sekarang bukan waktu yang tepat".


"Kau fokus saja,, tunjukkan padaku rumah Mawar".


"Baiklah, kalau itu mau mu".


Roy berkendara menembus gelapnya malam. Saat ini hampir tengah malam. Tapi Nisa rasa tak perlu menunggu lama lagi. Kalau tidak, maka Dito sudah pasti tidak akan selamat.


Roy hampir sampai di pemakaman, tapi jembatan yang di lalui nya terlihat rame. Di situlah lokasi kecelakaan yang menimpa Dito.


Para penyapu jalan masih membersihkan sisa kaca yang bertebaran di jalan.


Sekitar 10 meter dari jembatan, Roy mengarahkan mobilnya di sebuah rumah kosong. Di sampingnya ada areal pemakaman. Roy segera menghentikan mobilnya dan turun.


"Kau yakin ini rumah Mawar Roy??".


"Ya,, di rumah kosong itu, mereka selalu bersama, Mawar dan Dito suami mu".


"Lelucon macam apa ini,,jadi begini kelakuan mu sebenarnya Mawar".


"Apa maksud mu Nis,, kau sudah mengenal nya??".


"Belum,,,kita cari tahu sebentar lagi".


Nisa sendirian memasuki rumah kosong itu, sementara Roy mencari penjaga makam. Dia harus mengklarifikasi tentang Mawar kepada Nisa. Setidaknya Nisa tahu kejadian yang sebenar nya.


Sampai di dalam rumah kosong, mata Nisa mengitari dalam bangunan yang berukuran 3 meter tersebut. Tidak nampak keanehan, hanya ruangan yang gelap dan lembab serta lantai yang dingin dan basah. Tak nampak sosok Mawar di dalam nya. Nisa kemudian keluar dari ruangan.


Di lihatnya dari kejauhan, Dito berjalan bersama seorang laki-laki paruh baya. Mereka menghampiri Nisa yang berdiri di samping mobil. Begitu tiba, Bapak tua itu menjabat tangan Nisa, seolah sudah lama mengenal nya. Raut mukanya juga nampak kaget mengetahui kedatangan Nisa.

__ADS_1


"Kau,,,,,wajah mu mirip sekali dengan Mawar".


"Bapak siapa??".


"Dia penjaga makam ini Nis,,tapi bapak ini kenal dengan Mawar".


"Benar begitu pak,,,lalu siapa Mawar ini sebenarnya??".


"Mari ikut saya nak".


Penjaga makam tersebut berjalan ke deretan makam dengan menggunakan senter. Dia lalu berhenti di salah satu nisan yang masih tampak baru. Ada tulisan Mawar di situ. Mereka kemudian berjongkok di samping makam.


"Bapak tak bilang waktu itu, kalau Mawar sudah meninggal".


"Karena, baru mau dijelaskan, kamu sudah pergi duluan".


"Memangnya, siapa Mawar ini pak??".


"Bapak belum tau pasti, yang jelas dia lah penyebab dari rentetan kematian para pria di jalanan sekitar sini".


"Termasuk di jembatan kemarin malam".


"Itu suami saya pak, Dito namanya".


"Ya,,,,,saya ingat betul dengan mobil itu".


"Beberapa kali, arwah Mawar sempat mengajak nya bermalam di rumah kosong ini".


"Tak ku sangka, diri nya juga menjadi korban Mawar".


"Itulah mengapa saya kemari pak?".


"Rupanya Mawar menginginkan arwah suami saya,,,kondisi nya kritis sekarang".


"Saya harus bisa menemuinya sekarang juga".


"Ini sulit,,,tapi baiklah..demi kemanusiaan, bapak akan coba bantu".


Penjaga makam tersebut pergi mengambil dupa dan menyan serta kembang setaman. Dia akan melakukan ritual pemanggilan arwah Mawar. Penjaga makam seringkali melakukan nya bila saat-saat tertentu atau dalam kondisi yang mendesak.


Penjaga makam tersebut menyalakan dupa dan menyan lalu menancapkan di atas pusara Mawar. Kemudian dia menaburkan kembang setaman. Sesaat dia merobek kain kafan penutup nisan dan kemudian memejamkan mata, berkonsentrasi memanggil arwah Mawar.


Roy dan Nisa duduk bersila, menunggu ritual penjaga makam selesai di lakukan. Setelah beberapa saat, tiba-tiba pohon-pohon di sekitar makam bergoyang hebat. Angin berhembus kencang dan terdengar suara tawa wanita yang melengking.


Nisa dan Roy memperhatikan sekeliling. Mereka terkejut mendengar suara ledakan dari dalam makam Mawar, disertai dengan asap putih membumbung naik ke atas.


Penjaga makam membuka mata nya, lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling nya. Tampak sosok wanita berbaju putih sedang terbang di atas pohon. Suara tawa khas nya terdengar begitu nyaring.


"Mawar,,,turunlah.....bapak mu ini ada perlu sama kamu".


"Suruh orang itu pergi dari sini pak".


"Turun dulu,, kami tidak akan mencelakai mu".


"Mawar tahu siapa wanita itu".

__ADS_1


"Bilang padanya pak,,, sebentar lagi....buaya darat itu akan lenyap dari muka bumi".


"Semua lelaki yang sudah menyakiti Mawar, akan merasakan akibatnya".


"Mereka akan mati,,,satu per satu akan menjadi budak Mawar".


"Jangan seperti itu nak,,,,kau itu gadis yang baik bukan??".


"Aku hanya membalaskan dendam ku pak".


"Lalu,,apa salah suami ku pada mu??".


"Dito bukan seperti lelaki yang kau sebutkan".


"Ha......ha......ha. ........!!!".


"Lelaki itu di mana-mana sama saja".


"Setelah mereka puas, maka wanita seperti ku akan langsung dicampakkan".


"Lalu,, apa salahku pak,,, tega sekali mereka memperkosa ku tanpa ampun".


"Manusia itu jahat,, kalian harus di musnahkan".


"Sama seperti kalian membunuh ku".


"Ku pastikan,,malam ini...suami mu akan pergi bersamaku selamanya".


"Dia sudah berjanji, dan malam ini janjinya tersebut harus di penuhi".


"Mawar,, lepaskan suami ku".


"Ampuni dia,,, aku janji akan membalas sakit hati mu".


"Aku yang akan menghukum orang yang berlaku jahat padamu".


"Sudah terlambat......malam ini juga, suami mu akan menjadi milik ku".


"Sama seperti para ba****an di luar sana yang hanya ingin merasakan tubuh ku".


"Mereka sudah terikat selamanya dengan ku".


"Arwah mereka ada dalam genggaman ku sekarang".


Bersamaan dengan ucapan nya itu, Mawar langsung menghilang seketika. Menyisakan seringai yang menakutkan. Nisa tak kuat lagi merasakan beban tubuhnya. Dito kali ini benar-benar tak mungkin di selamatkan lagi.


Penjaga makam dan Roy sibuk menenangkan Nisa yang langsung berlinang air mata. Sesaat setelah Nisa tenang, bapak tua itu lalu berkata kepada Nisa.


"Masih ada satu cara yang bisa di tempuh nak".


"Mawar kehilangan benda penting warisan dari orang tuanya".


"Sampai itu di temukan, arwahnya tidak akan bisa tenang".


"Kau carilah benda itu dan bawa kemari,, mungkin dengan cara itu, suami mu akan kembali lagi padamu".

__ADS_1


...****************...


__ADS_2