Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Bertransformasi Menjadi Tiga.


__ADS_3

Pagi ini Nisa dan Dito harus kembali ke Jakarta. Cuti yang diberikan dari kantor sudah


habis. Keluarga Dito juga sudah lebih dulu kembali ke Medan.


Nisa sudah bersiap dari pagi.Mereka naik kereta jam 9.


"Pak,,,,nanti kalau ada apa-apa kabari Nisa


langsung ya??".


"Kamu tenang saja,,, Polisi sudah memantau


gerak-gerik pak Ali".


"Rumahnya juga sudah diawasi 24 jam oleh


petugas".


"Kalau perlu, bapak ikut pindah lagi aja ke Jakarta,,,,iya kan sayang...?"


"Tak perlu Dito, bapak dan ibu sudah nyaman


di sini".


"Kalian baik-baik di sana,,jangan lupa telpon


bapak dan ibu".


"Baik pak,,,".


Nisa dan Dito sebenarnya berat meninggalkan orang tuanya, sementara sedang ada teror yang melanda kampungnya.


Tapi, semenjak rumah pak Ali dipantau polisi


makhluk jadi-jadian itu tidak lagi menampakkan diri di kampung mereka.


Nisa dan Dito diantar bapak,ibu dan pak Yahya ke stasiun. Kebetulan kereta juga sudah datang, jadi mereka bergegas naik.


Kondektur memeriksa tiket Nisa dan Dito.


"Maaf, kalau nggak salah, mbak ini kan yang


tempo hari mengobati ibu-ibu di kereta ini?".


"Ah....saya cuma membantu pak, saya nggak bisa mengobati".


"Kebetulan aja ibu itu bisa pulih, itu semua


pertolongan dari Alloh pak".


"Saya boleh minta no telpon mbak, mana tahu


saya nanti butuh bantuan".


Nisa tidak segera menjawab, melainkan meminta izin pada Dito terlebih dahulu.


"Gimana mas??, aku terserah kamu Lo ini...".


"Nggak apa-apa kalau cuma bapak ini yang....


kasih aja".


"Ini pak,, nomer saya, silahkan dicatat".


"Iya mbak,,terima kasih banyak".


Mereka sampai di Jakarta jam 9 malam.


Sebelum pulang ke rumah, Dito mengajak


Nisa untuk makan malam di restoran.


"Mas,,, besok temani aku belanja ya,,,mulai


sekarang aku mau masakin kamu terus".


"Mas sih mau aja,,,tapi apa kamu nggak capek, kita kan masih harus kerja?".


"Buat kamu sih,,aku nggak akan pernah capek


mas".


"Berarti kalau nanti lanjut bulan madu,,,bisa kan sayang......?".


"Hmmm...........kita lihat saja nanti!!".

__ADS_1


Mereka terus bercanda di restoran. Sejurus kemudian, Nisa melihat pak Ali sedang makan malam dengan seorang perempuan.


"Mas,,,,lihat.......itu kan pak Ali??".


"Bukannya rumahnya diawasi polisi,,,lalu kenapa dia bisa sampai kemari??".


"Sebentar sayang,,,aku telpon bapak dulu".


Dito kemudian menelpon ayah mertuanya untuk menanyakan tentang pak Ali. Dito


sangat kaget mendengar bahwa pak Ali ada


dirumahnya sedang dikunjungi pak RT.


"Kau salah lihat mungkin yang,,pak Ali ada di


rumah Lo".


"Tunggu sebentar mas,,aku sapa dia dulu".


Nisa mendekati ayah Dion dan menyapanya.


Dia juga basa-basi menanyakan kabar Dion.


Nisa menawarkan pak Ali untuk mampir kerumahnya, tapi beliau menolak karena


masih ada kerjaan.


"Mas, dia itu beneran pak Ali Lo".


"Kalau benar itu pak Ali,,,lalu yang dirumahnya


siapa???".


"Apa mungkin pak Ali jadi dua???".


"Mungkin saja tapi ini benar-benar aneh".


Nisa dan Dito segera meninggalkan restoran


setelah melihat pak Ali pergi dengan temannya.Mereka segera bergegas pulang ke rumah.


Pagi hari Nisa dan Dito masih terlelap di tempat tidur. Ini masih hari Minggu, jadi baru besok pagi mereka berangkat kerja.


"Ayo bangun mas,,,ini sudah siang".


"Tapi,,,,aku belum masak dan .......".


"Sstttt......lupakan itu,,,,,nanti kita bisa pesan


makanan, pokoknya aku cuma ingin berdua


sama kamu".


Nisa menuruti perkataan suaminya. Dia maklum karena waktu bulan madunya terganggu dengan teror makhluk jadi-jadian itu". Seharian mereka hanya memadu kasih


di dalam kamar.Dito seakan tak pernah ada puasnya, menginginkan Nisa lagi dan lagi".


"Aku mencintaimu Nisa......sungguh-sungguh


mencintaimu".


"Aku juga mencintaimu mas".


Entah sudah ke berapa kali Nisa dan Dito bercinta seharian ini. Badan Nisa sudah tidak


karuan rasanya.Dia baru mau pesan makanan


ketika tiba-tiba telepon berdering.


"Halo,,,Nisa....maaf aku mengganggumu".


"Ada apa Dion???".


"Hari ini aku menemukan catatan diary ibuku, isinya tentang ilmu sesat yang dipelajari mereka berdua, aku sungguh takut".


"Memangnya apa yang ditulis ibumu ???".


"Saat bulan purnama nanti,,,,ilmu setan ayahku akan sempurna dan dia bisa menjadi


iblis yang sangat berbahaya".


"Dan kau tahu,,jumlah kepala dan organ dalam yang dikumpulkannya harus101, tinggal 1lagi, maka ayahku akan jadi iblis".


"'Apa kau serius,,, berarti akan ada 1 korban lagi sebelum bulan purnama??".

__ADS_1


"Dan kau tahu,,,sangat mudah bagi ayahku untuk berburu korbannya".


"Kau tahu Dion,,ayahmu ada disini kemarin".


"Apa maksudmu,,,ayahku beberapa hari ini


tidak keluar kota, dia sedang dalam pengawasan polisi".


"Tapi itu benar-benar ayahmu".


"Itulah yang ku takutkan Nisa,,,ayahku bisa sangat berbahaya".


"Kalau kau mau, tolong kirimkan diary ibumu


ke alamatku".


"Aku akan membacanya dulu,sambil membujuk Dito nanti".


"Baik Nisa,,,,akan aku kirimkan segera".


Dito terbangun mendengar percakapan Nisa.


"Kau sedang menelpon siapa sayang???".


"Itu.....tadinya mau pesan makanan,,,tapi nggak bisa juga, kau saja yang pesan mas..".


Nisa sengaja tidak bicara kepada Dito perihal


telepon dari Dion. Dia akan menunggu sampai buku itu sampai terlebih dahulu.


Setelah itu nanti baru membujuk Dion.


"Handphone ku juga nggak bisa pesan makanan, tidak ada driver,,,kita makan diluar saja".


"Ok,,,aku siap-siap dulu mas".


Nisa dan Dito berangkat ke restoran naik sepeda motor.Ketika sudah sampai,Nisa terkejut karena dikursi pojok ada pak Ali sedang duduk di sana.


Nisa baru saja berbicara dengan Dion tadi.


Dion bilang ayahnya ada di Jogja,,,lalu apa


yang dilakukan pak Ali disini???.


Nisa memotret pak Ali dari kejauhan. Gambar


itu langsung dikirimkan nya ke Dion.


"Ada apa lagi ini yang??".


"Itu lagi-lagi pak Ali bukan???".


"Kenapa aku merasa, dia sedang mengikuti


kita".


"Lagipula, kau tahu,,di Jogja juga ada pak Ali".


"Coba kau lihat ini".


Nisa menunjukkan foto kiriman dari Dion.


Ternyata bukan hanya di dua tempat saja,


tapi 3 tempat dalam 1 waktu, pak Ali ada di


sana.


Itu berarti,2 diantaranya bukan pak Ali yang asli. Tapi ada tujuan apa dia di Jakarta??.


Semakin dipikirkan, Nisa semakin bingung.


Sebenarnya ilmu macam apa yang dipelajarinya.


Pak Ali pergi sebelum Nisa dan Dito menghabiskan makanannya.Dia sempat


menyapa. Nisa merasa setiap kali bertemu


pak Ali ada aura jahat yang mengelilinginya.


Nisa merasa tertantang untuk memecahkan


misteri tentang pak Ali ini. Ilmu sesat macam


apa yang menyuruh pelakunya untuk mengumpulkan kepala manusia. Nisa masih

__ADS_1


tak habis pikir sampai sekarang.


__ADS_2