Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Berita Duka.


__ADS_3

Nisa tiba di rumah sakit PELITA. Dia kemudian bertanya kepada perawat tentang pasien yang baru saja mengalami kecelakaan. Perawat segera paham dan menyuruhnya ke ruang operasi.


Nisa langsung saja berlari menuju ke ruang operasi. Sampai di sana, dia mencoba merangsek masuk ke dalam ruangan, sementara dokter masih berusaha menyelamatkan nyawa pasien. Perawat segera menahan Nisa dan menyuruhnya untuk menunggu di luar.


"Saya mau menemani suami saya sus,,tolong..ijinkan saya masuk".


"Sabar Bu, pasien sedang ditangani oleh dokter, sebaiknya ibu menunggu di luar saja".


"Luka yang di derita suami ibu cukup parah, sebaiknya ibu berdoa saja supaya pasien selamat".


"Maksud suster,, kondisi suami saya.....!!".


"Beliau kritis ketika di bawa kemari Bu,, jadi


biarkan dokter bekerja dengan baik".


Nisa terduduk lemas. Cobaan yang begitu berat menimpanya. Dito berjuang antara hidup dan mati. Sementara Nisa hanya bisa mendoakan suaminya tersebut.


Nisa mondar- mandir di depan ruang operasi, sampai tak sadar kalau ada satu polisi yang juga ikut duduk di ruang tunggu. Nisa Lalau menghampiri nya.


"Jadi, bapak yang sudah membawa suami saya??".


"Iya Bu,,, sebenarnya anda di tunggu di ruang administrasi, tapi tak apa".


"Saya tahu ibu sangat cemas".


"Bagaimana suami saya bisa seperti ini pak??".


"Pasien berkendara dengan kecepatan tinggi dan mobilnya menabrak pembatas jalan di atas jembatan".


"Mobilnya sudah hampir masuk sungai,, Untung kami segera menolongnya".


"Kondisi mobilnya hancur Bu,, bodi depan nya ringsek".


"Suami ibu terjepit di bodi mobil,, kepalanya mengalami pendarahan hebat, sehingga dokter segera mengoperasi nya".


Kaki Nisa langsung lemas. Pak polisi kemudian membantunya duduk dan mencarikan air minum untuk Nisa.


Untuk sesaat Nisa seperti kehilangan kesadaran nya. Saat duduk di lorong, Dito datang menghampiri dirinya. Dia mengenakan baju serba putih. Dia datang bersamaan dengan seberkas sinar terang.


"Sayang,, maafkan aku,,, ini saatnya bagi ku untuk meninggalkan mu".


"Jaga anak kita baik-baik,, karena aku tak bisa lagi menemani mu".


"Ini sudah waktu nya untuk ku harus pergi".


"Tunggu mas,, kau tak boleh pergi".


"Aku dan anak-anak masih membutuhkan mu".


"Ku mohon mas, jangan tinggalkan aku".


Dito berjalan ke arah sinar tersebut tanpa memperdulikan kata-kata Nisa. Di ujung lorong, seorang wanita cantik sudah menunggunya dengan tersenyum. Mereka kemudian bergandengan tangan. Nisa mencoba meraih tangan Dito, tapi wanita tersebut menghempaskan tangan Nisa dan mendorongnya sambil tertawa. Keduanya bergandengan tangan dan menghilang di lorong.


"Mas Dito...........!!!!".


Nisa tersadar dari lamunan nya. Kejadian itu seperti nyata di hadapan nya. Polisi yang melihat Nisa berteriak segera menghampirinya. Dia menyodorkan teh hangat untuk menenangkan Nisa.


"Silahkan Bu,, di minum dulu supaya ibu tenang".

__ADS_1


"Terima kasih pak,,,".


"Sabar Bu,, banyak berdoa untuk keselamatan suami ibu".


"Iya pak".


Nisa segera menaruh minuman nya, ketika di lihatnya dokter keluar dari ruang operasi. Wajahnya kelihatan kusut dan sedih.


"'Dokter,, bagaimana dengan suami saya??".


"Maaf Bu,, kami sudah berusaha se maksimal mungkin, tapi Tuhan berkehendak lain".


"Nyawa suami ibu tidak bisa tertolong lagi".


"Tidak........ini tidak mungkin dok.....!!".


"Suami saya pasti selamat,,, saya yakin anda salah......".


"Kami tahu perasaan ibu,, yang kuat ya Bu, kami ikut berduka".


"Tidak..............jangan. ......Dito harus hidup,, dia tak boleh mati......tidak.........!!!".


"Anda boleh ke dalam untuk melihat nya terakhir kali".


"Setelah itu, perawat akan membawanya ke kamar jenazah".


Nisa masuk ke ruang operasi. Dilihatnya arwah suaminya masih diatas kepalanya. Sementara pemandangan ganjil juga di lihatnya. Di ruangan itu ada arwah seorang wanita yang tadi mendorongnya.


Nisa berusaha mengabaikan kehadiran nya. Dia mendekati kepala Dito dan mulai berbicara dengan nya.


"Ini tidak benar mas,,, kau belum boleh mati".


"Kenapa kau diam saja,, ayo...jawab aku mas".


Arwah Dito yang berdiri di samping Nisa, berusaha berkomunikasi dengan istrinya itu.


"Sayang,,, rela kan aku pergi sekarang".


"Tempat ku bukan lagi di dunia ini".


"Aku bahkan masih berdosa padamu".


Nisa lalu menjawab kata-kata dari arwah Dito.


"Kalau begitu,, bangun mas.......".


"Kita sama-sama lagi seperti dulu".


"Aku mohon,,, jangan pergi.......!!!!!!".


"Aku masih mencintai mu mas Dito".


Mendengar kata cinta dari mulut Nisa, arwah Dito kelihatan bersemangat. Namun tak lama,


gadis yang ada di ruangan itu menghampiri Dito. Dia memegang tangan nya dan berusaha membawa pergi arwah Dito.


"Ayo sayang,,, ini sudah waktunya".


"Mulai sekarang, kita sudah tak terpisahkan lagi".

__ADS_1


"Kau milik ku dan aku milik mu".


"Istri mu hanya sedang bersandiwara, dia tak benar-benar mencintai mu".


Dito dan wanita tersebut hendak pergi, ketika Nisa berteriak seperti kesetanan. Para perawat sampai takut mendengarnya.


"Tunggu,, aku tak tahu siapa kau".


"Tapi ku pastikan kau akan menerima akibatnya jika berani membawa Dito pergi dari sini".


"Lepaskan sekarang, atau kau yang hancur!!".


Nisa mengarahkan cincin nya ke tangan gadis yang bernama Mawar tersebut.Merasa kepanasan, dia lalu mengendurkan pegangan nya. Nisa semakin berani, dia menyerang Mawar sampai kewalahan. Akhirnya, arwah gadis itu pergi menjauh. Sementara arwah Dito masih berada di sekitar tubuhnya.


Nisa lalu menghampiri tubuh Dito. Dia membisikkan sesuatu di telinganya, dengan. tujuan supaya arwah Dito mendengar kata-kata Nisa.


"Dengar mas,,jangan pergi kemana pun".


"Aku akan mencari cara untuk membawa mu kembali".


"Sementara tetap di dekat tubuhmu,, atau kau akan benar-benar pergi".


Setelah mendengar bisikan dari Nisa, arwah Dito berusaha masuk kembali ke tubuhnya.


Dalam lima menit, semua alat kembali berfungsi. Sepertinya Dito memang masih belum meninggal.


Walaupun hanya sebentar Dito sadar, tapi kondisi tubuhnya bisa stabil lagi. Perawat lalu memanggil dokter dan berusaha memantau alat yang terpasang di tubuh Dito.


Perawat membawa Nisa keluar. Mereka kembali sibuk menangani Dito. Sementara, arwah Dito sudah mengikuti Nisa keluar ruangan. Sepertinya ada sesuatu yang menahan nya kembali ke tubuhnya. Dan Nisa yang harus segera mencari tahu akan hal ini.


Nisa masih menunggu di lorong rumah sakit ditemani arwah Dito. Sesaat dokter keluar dan menemui Nisa.


"Ini sungguh mukjizat,,,suami anda hidup kembali".


"Tapi saat ini dia masih koma".


"Selama dua hari ke depan adalah masa kritis nya".


"Kalau pak Dito bisa melewati ini, maka dia akan sembuh".


"Baik dokter,,saya mengerti".


"Pasien akan terus di pantau di ICU, hanya anda yang boleh menemui nya".


"Saya permisi".


Nisa segera mengenakan pakaian steril. Dia perlu bicara dengan Dito. Ini menyangkut nyawanya. Kali ini Dito harus jujur pada Nisa.


"Mas, katakan padaku, di mana aku bisa menemui arwah gadis tadi".


"Di jembatan tempat mu kecelakaan, atau di tempat lain".


"Nisa,, mungkin di rumah kosong spring pemakaman".


"Dia kerap kali membawa ku ke sana".


"Namanya Mawar Nisa, kalau itu mungkin bisa membantu".


Nisa mulai paham, jadi gadis ini yang bernama Mawar. Jadi selama ini Dito berhubungan dengan makhluk halus. Pantas saja kalau nyawanya yang jadi taruhan. Dito sudah melakukan hal yang sangat bodoh. Semoga saja ini belum terlambat.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2