Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Kemampuan Nisa Melemah.


__ADS_3

Sosok Genderuwo yang menjelma menjadi pemuda bernama Bayu itu memang tidak tinggal di komplek perumahan Nisa. Dia tinggal di pohon besar di depan rumah Nisa.


Setelah menemui Nisa sebagai Bayu, dia akan kembali lagi ke wujud aslinya dan bersemayam di pohon besar itu.


Pagi ini pun Dito juga melihatnya. Dia sedang lari pagi di jalan depan rumah Nisa. Dito menyapanya dan mengajaknya berbincang.


"Bayu,, sebenarnya kau tinggal dimana, kata pak RT kau belum masuk ke komplek ini".


"Saya memang tinggal di komplek sebelah mas,,, karena rumah di komplek ini sudah penuh".


"Maaf kalau saya sering ke sini, karena terus terang begitu melihat mbak Nisa, itu mengingatkan kepada almarhumah adik saya yang sudah meninggal".


"Wajahnya dan tingkah lakunya mirip dengan mbak Nisa".


"Maaf kalau mas Dito nggak nyaman, saya hanya kangen dengan adik saya".


"Ini alamat rumah saya, nanti kapan-kapan kalau mau mampir".


Dito menerima secarik kertas bertuliskan alamat rumah di komplek sebelah. Dia jadi


merasa tidak enak sudah mencurigai Bayu.


Padahal hanya karena dia melihat sosok adiknya pada Nisa.


"Bayu,,,, maafkan aku, aku tidak tahu kalau adikmu meninggal".


"Tabrak lari mas,,, orang itu meninggalkan adik saya di jalan begitu saja sampai dia kehabisan darah".


"Kalau mas Dito keberatan, saya tak akan ke sini lagi".


"Kau boleh mengunjungi Nisa kapanpun kau mau, pintu rumah ini terbuka untukmu".


"Terimakasih mas".


Dito menepuk pundak Bayu, untuk memberinya kekuatan.Kehilangan orang yang paling di sayangi itu sungguh berat. Tak heran, Bayu sering sekali berkunjung, rupanya dia ingin melihat Nisa.


Dito jadi merasa bersalah karena sudah menuduh Bayu yang tidak-tidak. Lain kali dia ke sini, Dito akan memperlakukan nya dengan baik.


"Nisa,, kau sudah siap,,kita berangkat sekarang".


"Aku sedang tak ingin ke kantor hari ini, aku mau jalan-jalan ke mall saja".


"Ayolah mas,,aku lagi ngidam ini,,,anak kita pingin jalan-jalan sama ayahnya".


"Hmmm...sebentar aku telpon Anton".


Dito menelpon Anton untuk mengajukan cuti sehari. Dia menjelaskan ngidam nya Nisa yang aneh-aneh. Anton mengijinkan Dito, kerjaan di kantor akan dikerjakan olehnya.


"Jangan sering-sering seperti ini sayang,,,bisa-bisa aku dipecat dari kantor".


"Nggak akan,,,Nisa kan juga punya saham di situ mas".


"Sudah sana...siap-siap".


"Mall kan buka siang hari mas".

__ADS_1


Dito dan Nisa tertawa berbarengan. Nisa yang masih di atas tepat tidur, disusul Dito berbaring di samping nya. Mereka bermalas-malasan sembari menunggu hari siang.


Dari kejauhan tampak pohon besar di depan rumah bergoyang dengan kencang. Orang-orang yang melihat heran karena pohon itu bergerak sendiri tanpa ada angin. Mereka lari ketakutan sambil berteriak kesetanan.


Pengguna jalan di depan pohon panik semua.


Bahkan sampai ada yang mengalami kecelakaan. Suasana gaduh tersebut disebabkan oleh ulah Genderuwo yang marah melihat kemesraan Nisa dan suaminya. Dia


mengamuk dan memukul pohon besar tempatnya bersarang.


Nisa dan Dito keluar karena mendengar bunyi gaduh. Rupanya kecelakaan yang cukup parah antar 2 sepeda motor. Pengguna yang satu cedera kaki, sedang yang satu nya lagi berteriak ketakutan.


"Bawa aku pergi dari sini,,ada setan,,, aku takut dia akan memakan ku".


"Tenang Bu,,,disini tak ada apa-apa".


"Kalian tak tahu,,di pohon besar itu, ada penunggunya, dia yang menyebabkan kecelakaan tadi".


"Dia masih disitu, tinggi besar dan berbulu".


"Matanya merah menyala menatap kita".


Nisa melihat ke arah pohon yang ditunjukkan oleh pengendara motor. Anehnya, Nisa tidak melihat apapun di sana. Dia berbisik ke telinga Dito".


"Apa kemampuan ku sudah hilang karena aku hamil??".


"Aku tak melihat apapun di pohon itu".


"Entahlah Nisa,,,tapi lihat, sepasang naga itu bergerak di dalam liontin".


"Sudah,, kita lihat saja dulu".


Pohon itu bergoyang lagi, kali ini lebih kencang dari pada tadi. Mereka yang tadinya tidak percaya, langsung lari tunggang langgang dari dekat pohon itu.


Nisa dan Dito melihat nya juga. Tapi sosok penampakan di pohon itu, sama sekali tidak bisa dilihat oleh Nisa. Mereka berdua kemudian masuk ke dalam rumah.


"Aneh sekali mas,,kenapa kemampuan ku jadi hilang?"


"Itu malah bagus kan Nisa, setidaknya kau bisa menjalani kehamilan mu dengan tenang".


"Aku malah suka seperti ini,jadi anak kita aman di dalam".


"Iya mas,, aku juga setuju denganmu".


"Lalu bagaimana kalau penampakan di pohon itu,, meminta korban dari pengguna jalan lagi


mas??".


"Aku kasihan kalau mereka menjadi tumbal".


"Kita minta bantuan Anton dan Ratri??".


"Baiklah,, nanti kita telepon mereka".


Setelah kekacauan yang terjadi di depan rumahnya, Nisa dan Dito lantas bersiap untuk

__ADS_1


jalan-jalan ke mall. Mereka berjalan ke mobilnya,ketika Nisa melihat Bayu di jalan.


"Sedang apa Bayu di bawah pohon itu??".


"Entah lah,, mungkin dia mau pergi".


"Ayo Nisa, sebaiknya kita bergegas".


Nisa mengangguk dan segera masuk ke dalam mobil.Di jalan, Bayu menatap tajam ke arah Nisa. Dia kemudian merubah wujudnya dan mengikuti Nisa.


"Kalau kalian ada waktu istirahat, kalian bisa ke mall rembulan, Ada sesuatu yang ingin dibicarakan oleh Nisa".


"Baiklah kami ke sana sekarang Dito".


"Ok,, aku tunggu".


Nisa dan Dito masuk lift untuk menuju kafe di lantai atas. Didalam lift ada seorang anak kecil sedang duduk di pojokan.


Nisa berjongkok dan mencoba mengajaknya bicara. Anak kecil itu menunduk dan tak mau memperlihatkan wajahnya.


"Kau sedang apa di situ, ayo bangun Nisa".


"Ada anak kecil disini mas,dia mungkin tertinggal dan sedang dicari orang tuanya".


"Tunggu.....jangan bilang kau...."


Nisa menoleh ke arah anak kecil itu. Dia tidak


mempunyai wajah sama sekali. Nisa lalu berdiri dan menekan tanda keluar. Tangisan anak kecil tersebut mulai terdengar menyayat hati".


"Aku bisa melihat anak kecil itu,, dia makhluk halus".


"Mungkin dia terjatuh dari lift dan wajahnya hancur".


"Tapi kenapa aku tidak bisa melihat penunggu pohon itu mas??"


"Dito tertegun tak bisa menjawab".


Kini mereka berdua sedang menikmati minuman di kafetaria mall. Anton dan Ratri belum terlihat datang.


"Kalian sudah pesan minuman untuk ku dan Ratri??".


"Kau lihat,,silahkan tinggal makan dan minum saja".


"Apa yang ingin kau bicarakan dengan kami Nisa??".


Nisa kemudian menceritakan keanehan yang dialaminya seharian tadi. Nisa juga meminta Ratri dan Anton untuk memastikan penunggu pohon di depan rumahnya, agar tidak meminta tumbal lagi.


"Apa mungkin karena kau hamil, jadi kau kurang sensitif".


"Biasanya makhluk halus itu mengincar para bayi".


"Entahlah Ratri, apa ini pengaruh kehamilan ku atau liontin ini, yang jelas hantu anak kecil di dalam lift tadi, aku bisa melihatnya".


Mereka berempat larut dalam pikiran masing

__ADS_1


masing. Keanehan yang terjadi pada Nisa harus di cari penyebabnya. Ratri dan Anton akan ke rumah Nisa untuk mencari tahu.


__ADS_2