
Pagi ini rencananya Ratri dan Anton ingin berkunjung ke rumah Rudi.Tapi mendadak Rudi menelpon kalau tengah keluar kota.Rencananya sore baru pulang ke rumah.
Anton terlihat kecewa mendengar perkataan Rudi. Dia ingin sekali lekas memastikan bahwa dia memang benar kuntilanak yang menyamar.
"Sabar Ton,,,mungkin Rudi memang sedang keluar kota,,kita tunggu saja dia pulang.
"Aku kasihan sama Yeni,, padahal dia sangat mencintai keluarganya".
"Lihat,,,Nisa sudah datang,,kita tanya dulu pendapatnya".
Nisa dan Dito bergandengan tangan. Raut wajah mereka pun terlihat bahagia. Anton
memandang sekilas. Kadang di hatinya masih
merindukan Nisa. Namun dia sadar kalau Nisa memang sudah jadi istri Dito sekarang.
"Duh......pengantin baru,,,mesra terus,, aku jadi iri.......".
"Makanya Ratri, buruan kamu nikah, pasti tiap hari kamu seperti aku dan Nisa".
"Belum ada yang cocok,,,lagipula aku masih
mencari yang pas...".
"Jangan terlalu pemilih,,,bisa-bisa kamu nggak kebagian".
"Siapa bilang mas,,itu ada Anton,, dia juga masih bujangan kan??"
"Bisa diatur,,, nanti kita jodohkan mereka berdua".
"Apaan sih kalian ini.....jangan menggodaku terus".
Anton dan Ratri yang dibicarakan saling pandang dan tersipu malu. Wajah keduanya memerah ketika mata mereka bertatapan.
"Jadi gimana Nisa,,kita jadi ke rumah Yeni nggak nih??".
"Nanti sore saja kalian ke sana,,,,kalau Rudi di luar kota, berarti 'istri'nya itu pasti ikut dong".
"Berarti nanti sore kalian ke rumah Anton, sekalian temani Yeni,biar kami cek berdua".
"Ya,,,,nanti aku dan mas Dito ke sana".
Setelah sepakat nanti sore akan berkumpul di rumah Anton, mereka berempat keruangan masing-masing untuk melanjutkan pekerjaan
mereka.
Tepat pada saat istirahat jam makan siang, Yeni menelpon dari rumah Anton. Dia berteriak ketakutan karena ada sosok wanita yang hendak menyakitinya.
Nisa dan Ratri segera bergegas menyusul ke rumah Anton. Kondisi Yeni sudah meringkuk di pojokan dengan wajah yang sangat tegang.
Ketika keduanya sampai, Yeni masih berteriak- teriak mengusir seseorang pergi.
"Tenang mbak Yeni,,, ini aku Ratri....tenang mbak".
Ratri meraih tangan Yeni yang masih gemetaran.Dia memeluknya sambil menenangkan nya. Yeni menangis di bahu Ratri. Mereka membiarkan Yeni Sampai tenang dulu.
"Minum dulu mbak,,,".
Yeni meraih gelas yang diberikan Nisa dan meminumnya. Kondisi nya sudah jauh lebih tenang sekarang, hanya tangannya masih gemetaran dan keringat dingin.
"Mbak Yeni,,, sekarang sudah tenang kan??".
"Coba tolong ceritakan,, ada apa sebenarnya??".
__ADS_1
"Dia itu.....orang yang sama,,,, yang ingin saya mati".
"Dia selalu datang dan menyiksaku seperti ini,
dia selalu tahu keberadaan ku".
"Aku rasa dia tak akan berhenti sampai aku mati".
"Wanita itu lagi,,, jelas dia akan terus menyiksamu mbak,,, agar selamanya dia bebas menjadi dirimu".
"Lihatlah.....dia hanya berdiri di pintu dan aku sudah babak belur seperti ini".
"Wanita itu memang benar-benar sakti,,, aku tak yakin di sana anak-anakku akan selamat".
"Mbak,,, dia bukan manusia,,,mungkin dia
memang berilmu, tapi aku harap kita bisa segera menemuinya secepatnya".
"Apa yang diinginkannya dari ku,,,kalau dia bukan manusia,,,kenapa bisa hidup dengan keluargaku".
"Mbak,,,memang ada kuntilanak yang bisa menjadi manusia kalau kepalanya di paku dengan paku emas, dan hanya orang berilmu tinggi yang bisa melakukan hal itu".
"Entahlah....aku bingung Nisa,,,aku hanya ingin hidup tenang bersama suami dan anak
anak ku, itu saja".
"Baiklah Ratri,,sekarang kita coba saja kerumahnya,gimana??".
"Kita berpura-pura menawarkan pakaian seragam ke dia??".
"Ok,,,,apa salahnya kita coba".
"Mbak Yeni berani kan di sini sendirian,,, aku dan Ratri akan ke rumahmu".
"Baiklah...Nisa".
Mereka menekan Bel yang ada di luar pagar.
"Maaf, mau cari siapa Bu??".
"Saya ingin ketemu Bu Yeni dan pak Rudi, beliau ada di rumah??".
"Kebetulan mereka sedang diluar kota Bu, sore nanti baru pulang ".
"Kalau anak-anak??"
"Mereka ada di dalam".
"Saya ingin ketemu boleh,,, saya istrinya pak Anton, kami teman lama keluarga ini".
"Baik Bu,,, mari silahkan masuk,, saya panggilkan sebentar".
Saat masuk ke dalam rumah Yeni,,,banyak kejanggalan yang ditangkap Nisa.Kuntilanak itu membuat tipuan mata bagi para penghuninya. Hanya rumah utama yang benar- benar rumah asli.Selanjutnya hanya
kebun kosong yang keadaannya sungguh mengerikan.
Rupanya, rumah Yeni dijadikan sarang bagi makhluk lain.Mungkin inilah sebabnya, kuntilanak itu menyerupai Yeni. Nisa hanya
melihat ular besar yang melilit pintu penghubung di ruang tamu.
Selebihnya, Nisa tak bisa melihat lebih jauh, karena baru pertama kali datang ke rumah ini.
Anak-anak Yeni keluar menemui Nisa dan Ratri. Mereka juga seperti orang yang terhipnotis.
__ADS_1
"Sayang,,, kau ingat dengan Tante kan,, kami ini teman ibumu".
"Tante,, tolong bilang ke ibu,,, jangan menakut-nakuti kami terus,,, ibu sekarang jadi jahat, ibu sudah tidak sayang kami lagi".
"Bukan begitu mungkin,,, nanti Tante akan coba bicara dengan ibumu ya".
"Sekarang Tante pamit dulu,,nanti sore Tante kesini lagi,, ok??".
Kedua anak Yeni mengangguk dan kembali ke kamar mereka.Sangat memprihatinkan, keadaan di rumah ini sudah benar-benar kacau.
Ratri dan Nisa kemudian kembali ke kantor.
Mereka menceritakan pada Anton dan Dito,
tentang penemuannya di rumah Yeni.
Rumah itu sudah dijadikan semacam sarang bagi makhluk gaib. Tak heran kalau kuntilanak
itu betah berada di sana. Bahkan anak-anak
Yeni pun ketakutan di rumah itu.
"Kalian tahu kan, apa yang harus dilakukan nanti??".
"Usahakan sampai ke belakang rumah, agar kita bisa tahu, siapa saja yang menghuni rumah itu".
"Aku akan coba Nisa".
"Tenang saja, Rudi itu orangnya terbuka,, jadi tak masalah kalau kita mau berkeliling rumah".
"Ok,,,nanti kalau kalian sudah sampai kabari kami ya".
"Siap Nisa,,, aku pasti kabari".
Nisa dan Dito pulang kerumahnya untuk ganti baju, setelah itu mereka akan menemani Yeni di rumah Anton. Sementara Anton dan Ratri bersiap-siap datang memenuhi undangan Rudi.
Mobil yang dikendarai keduanya, akhirnya sampai di halaman rumah Rudi.Satpam yang membuka pintu langsung mengenali Ratri.
"Istrinya pak Anton kan,,,, mari silahkan masuk, bapak dan ibu sudah menunggu di dalam".
Anton melayangkan pandangan ke arah Ratri.
Dia kemudian berbisik di telinganya.
"Sejak kapan kau jadi nyonya Anton".
"Maaf, Nisa yang mengucapakan tadi, supaya kami bisa masuk".
"Ya....ya....baik,,, istriku!!".
Ratri mencubit lengan Anton dengan kencang. Dia bahkan sampai kesakitan.Melihat hal itu, Ratri langsung meminta maaf.
"Kalau istriku yang mencubit ku,,, Sampai mati
pun aku rela menahan sakitnya".
"Sudah,,, jangan bercanda..hanya ketika disini saja aku jadi istrimu".
"Jadi kau tak mau kalau punya suami macam aku??".
"Bukan begitu Anton,,,,nanti saja kita bicarakan,,, urus hal yang penting dulu saja".
Hati Ratri tampak sedikit berbunga, mendengar perkataan Anton.Mungkinkah
__ADS_1
di hatinya sudah merasakan getar asmara pada Anton???". Entahlah .......
seiring berjalannya waktu pasti nanti akan terjawab.