
Nisa dan Roy sudah ada di dalam mobilnya.
Pagi itu mereka bergegas pulang ke rumah. Semalaman tadi, Nisa sudah jauh meninggalkan suami dan anak-anaknya. Dia
terdiam sepanjang perjalanan bersama Roy.
"Nisa,,,kau marah padaku??".
"Kenapa kau diam saja".
"Entahlah Roy,, aku sendiri tak tahu apa yang tengah kurasakan saat ini".
"Yang pasti, aku ingin segera pulang, menemui suami dan anak-anak ku".
"Kau tidak bersalah Nisa, aku lah yang telah menjerumuskan mu kali ini".
"Bahkan,, aku bersedia bertanggung jawab".
"Ceraikan Dito dan menikah lah dengan ku".
"Aku akan memberi semua kebahagiaan di dunia ini".
"Bahkan yang tidak kau dapatkan dari Dito,, aku bisa memberikan nya kepadamu".
"Kau sudah gila Roy...!!!".
"Jadi ini tujuanmu sebenarnya,, kau ingin menghancurkan rumah tangga ku dan Dito??".
"Nisa,,, terserah pendapat mu, tapi aku sudah membuktikan satu hal".
"Ternyata benar,, konon katanya, orang yang disukai atau berjodoh dengan Genderuwo,, tandanya wanita itu memiliki kemampuan seksual yang sangat hebat di ranjang".
"Dan kau memilikinya,,, aku bahkan enggan melepaskan mu sekarang!!".
"Ternyata kau benar-benar sakit Roy!!!".
"Turunkan aku sekarang juga,,aku muak satu mobil dengan mu".
"Dan kau lebih memilih video kita ini aku perlihatkan pada Dito??".
"Pernikahan mu akan benar-benar hancur sekarang!!".
"Atau,,turuti perkataan ku, dan kehidupan rumah tangga mu aman".
"Ternyata,,,kau benar-benar bajingan,,,Roy!!!".
"Jadi, ini tujuan mu??".
"Aku menyesal mengenalmu".
"Aku mengutuk perbuatan kita semalam!!!".
"Jangan munafik Nisa,, kau juga menikmatinya kan??".
"Brengsek kau Roy....hentikan mobil ini sekarang!!".
"Kalau kau ingin rahasia mu tetap aman, menurut lah padaku".
Nisa menangis kencang. Ternyata Roy sama saja, dia menjebak Nisa untuk kepentingan nya sendiri. Dia memanfaatkan kepercayaan dari Nisa selama ini. Tapi semuanya sudah terlambat. Roy sudah mendapatkan keinginan nya. Tinggal Nisa yang menanggung penyesalan besar.
Sudah hampir sampai di rumah,,, Nisa tetap saja terdiam sepanjang perjalanan.
"Sebaiknya kau tetap bersikap biasa padaku".
"Atau suamimu akan curiga padamu".
"Asal kau tahu Nisa,,, aku bukan orang yang pandai menyembunyikan rahasia".
"Kalau kau seperti ini,,aku bisa saja salah bicara".
Nisa memandang tajam wajah Roy. Ada kebencian yang diperlihatkan olehnya. Tapi
Roy benar,,,dia harus bersikap biasa, atau seluruh keluarga akan mengetahui perbuatan mereka. Nisa buru-buru turun dari mobil, ketika sudah sampai di rumahnya. Tapi tangan Dito menahan nya.
__ADS_1
"Tersenyumlah,,,tunjukkan kalau kau bahagia".
Nisa menarik tangan nya dengan kasar. Dia kemudian buru-buru keluar dari dalam mobil.
"Sayang......aku rindu sekali padamu".
"Anak-anak bagaimana mas??".
"Mereka baik,, cuma kangen sama mama nya".
"Ayo Roy,, masuklah dulu".
Nisa dan yang lain bergegas masuk ke dalam rumah. Dia langsung masuk ke kamarnya untuk berganti baju. Sementara Roy mengobrol dengan Dito di sofa.
"Maaf Dito, aku terpaksa mengajak Nisa menginap, cuaca tak memungkinkan kami pulang".
"Untung pak Bara mengajak sekretarisnya, jadi dia bisa satu kamar dengan Nisa".
"Ya Roy,, aku paham cuaca di Kaliurang tidak menentu".
"Syukurlah kalian baik-baik saja".
"Dito,,sepertinya aku harus buru-buru kembali ke hotel".
"Badanku sudah lengket semua".
"Aku butuh mandi air panas".
"Baiklah,,hati-hati di jalan".
Dito masuk ke dalam rumah dan menemui Nisa. Raut wajah Nisa terlihat berbeda dari biasanya.
"Kau sakit, sayang......?".
"Tidak, aku baik-baik saja mas,,, mungkin aku cuma lelah".
"Istirahatlah,, besok pagi ada acara karnaval, setelah itu, baru kita pulang ke Jakarta".
"Ayo Nisa,, kami akan tunjukkan sesuatu padamu".
"Apa itu pak??".
"Ikutlah,,,kau akan mengerti nanti".
Nisa mengikuti langkah kaki kedua orang tuanya. Mereka menuju ke pemakaman desa.
Bapak dan ibu, melangkah mendekati batu nisan di tengah makam. Ada dua nisan berjejer di sana. Di sana tertulis Sri haryanti dan Nila.
Bapak dan ibu berjongkok di depan kedua batu nisan tersebut. Mereka khusyuk berdoa.
Nisa mengikuti langkah kedua orang tuanya mendoakan pusara keduanya.
"Semoga setelah ini, gangguan di rumah kita berhenti".
"Mbah Cokro akan mengatasi nya nanti malam".
"Sebenarnya ada apa to pak??".
"Makam siapa ini,, Nisa tak pernah mengetahuinya".
"Ceritanya panjang nduk,,, biar nanti ibu mu yang cerita di rumah".
Mata ibu sembab karena menangis di pemakaman tadi. Nisa terus saja memegangi lengan nya. Suasana hati Nisa yang sedang buruk terbawa juga. Dia juga ikut menangis sesenggukan di pelukan ibu.
"Kalian kenapa,, ibu, Nisa.....kenapa menangis??".
"Duduklah disini Dito,, ibu mau bicara pada kalian berdua".
"Apa ada yang menyakiti hati ibu??".
"Kalian berdua harus tahu ini,, walaupun sungguh menyakitkan,,, tapi ibu akan mencoba menceritakan nya".
Nisa dan Dito duduk di samping ibu. Mereka mendengarkan cerita ibu dengan seksama.
__ADS_1
"Nisa,,, kau punya anak kembar, bukan tanpa alasan, karena kita juga punya kembaran nduk...?".
"Maksud ibu???".
"Dengarkan dulu ibu bercerita".
"Ibu punya saudara kembar bernama Sri haryanti, dan saudara kembar mu bernama Nila".
"Mereka berdua yang makam nya kau kunjungi tadi".
"Kakakku sri, meninggal lebih dulu karena kecelakaan".
"Lalu arwah kakak ku mengambil saudara kembar mu, dia tertabrak mobil, hingga separuh wajahnya mengelupas terkena aspal".
"Arwah keduanya selalu menghantui warga kampung".
"Mereka tidak suka kalau ada anak kembar di sini".
" Jadi mereka sering mencelakai anak kecil dengan menyamar menjadi ibu dan dirimu, Nisa".
"Wajah kita sama dengan mereka jadi membuat mudah untuk membawa anak-anak kejalan dan mendorong mereka ke arah kendaraan yang melaju".
"Banyak korban meninggal karena ulah mereka".
"Sampai Mbah Cokro mengurung keduanya di bilik kayu belakang rumah".
"Bertahun-tahun, tidak ada lagi korban di kampung ini".
"Sampai kau membawa cucu kembar ibu kemari".
"Tidak .....jangan katakan mereka mengincar anak-anak ku".
"Sayangnya,, itu benar nduk!!".
"Bapak sudah meminta bantuan Mbah Cokro".
"Kau tenang saja,, si kembar pasti baik-baik saja".
"Kenapa aku tak pernah tahu cerita ini Bu??".
"Karena terlalu menyakitkan untuk ibu ceritakan nak??".
"Ibu tak ingin kau kepikiran".
"Arwah saudara kembar mu membawa pengaruh buruk bagi kampung ini".
"Ibu tidak mau kau tertekan, hidup di bawah bayang-bayang Nila".
"Bu,,,aku tak akan membiarkan dia mengambil anak-anak ku".
"Sampai tetes darah terakhir, aku akan melawan mereka".
"Tenang Nisa,,,kita tunggu kabar dari bapak mu dan Mbah Cokro".
"Aku tak akan menunggu lagi, kita kembali ke Jakarta sekarang juga mas".
"Aku akan menyuruh Sofia bersiap-siap".
"Jangan......kalian harus tetap disini".
"Atau aku tak akan bisa menjamin keselamatan kalian".
"Tunggulah,, sementara aku akan berkomunikasi dengan arwah mereka dulu".
"Kalian berdua,, bawa si kembar ke kamar dan kunci pintunya dari dalam".
"Apapun yang terjadi, jangan pernah membukanya sebelum jam 12 malam".
"Tunggu apalagi.....ayo, cepat kerjakan!!".
Nisa melaksanakan perintah Mbah Cokro dengan perasaan was-was. Kejutan yang baru didapatnya membuat Nisa belum bisa berpikir jernih. Nisa dan Dito kemudian mengajak Sofia, ibu dan si kembar ke dalam kamar yang telah diberi pagar gaib oleh Mbah Cokro..Mereka menantikan malam yang gelap dan kejadian yang akan terjadi di depan mereka nanti".
...****************...
__ADS_1