
Seharian Nisa menunggu kedatangan direktur rumah sakit. Nyatanya sudah hampir sore, beliau belum juga datang. Nisa tidak tahu kalau direktur rumah sakit itu di undang ke rumah seseorang untuk membicarakan pengadaan alat rumah sakit yang canggih.
Itu sengaja dilakukan nya agar dia tidak berangkat ke rumah sakit.Nisa akhirnya pergi karena hari sudah sore. Dia mengancam dokter jaga untuk tidak mengulangi perbuatan nya. Atau Nisa akan benar-benar melapor polisi.
Sebelum kembali ke tempat mami, Nisa menelpon Roy terlebih dahulu.
"Roy,aku butuh bantuan mu".
"Katakan ada apa Nisa??".
"Tolong kau awasi perawatan Dito selama di rumah sakit, hari ini mereka hampir mencelakainya".
"Maksud mu??".
"Dito hampir meninggal, dan itu kurasa disengaja oleh pihak rumah sakit".
"Lanjutkan Nisa, aku mendengar mu".
"Ramai sekali di belakangmu, kau ada di mana??".
"Em...aku sedang ada acara di luar, meeting perusahaan bersama Anton juga".
"O,,baiklah,, kalau begitu nanti ku telpon lagi saja".
"Maaf kalau mengganggu mu".
"Iya Nisa,, nanti ku hubungi setelah selesai".
Nisa beranjak pergi dari halaman rumah sakit
setelah menutup telpon nya. Dia kemudian mencari taxi untuk pulang ke rumahnya. Sekalian keluar, Nisa ingin sekali melihat kedua putrinya. Sudah lama mereka ditinggalkan oleh Nisa.
Di rumah mami, Ki teguh sudah datang. Dia paranormal yang di hubungi oleh Susi untuk melakukan pembersihan di rumah mami.
"Silahkan Ki,, kamar ini lah yang dipakai loncat semalam oleh Haris".
"Aku ingin aki memeriksa dan membersihkan roh jahat di dalam rumah ini".
"Hmm...tunggu sebentar,,aku akan memeriksanya".
Mawar melayang di pojok ruangan. Dia memperhatikan gerak-gerik paranormal gadungan itu. Duduk bersila dan mata terpejam serta mulut komat-kamit mengucap mantra. Dia kemudian seperti terkaget dan membuka matanya.
"Berat Bu,,, arwah gadis itu masih ada di sekitar sini".
"Dia akan menuntut balas pada kalian berdua".
"Sekarang Mawar sedang berdiri di depan kalian".
Mawar tertawa mendengar penjelasan Teguh. Sementara mami dan Susi nampak ketakutan.
"Lalu kami harus bagaimana Ki??".
"Aku akan memanggil arwahnya dan kalian bisa meminta maaf".
"Turuti perkataan Mawar ini".
"Aku akan segera memanggilnya".
"Baik Ki".
__ADS_1
Mawar masih tetap memperhatikan dengan seksama. Nampak pintar sekali dukun itu mengelabui mami dan Susi. Tak lama dia seperti melakukan ritual lagi.Tak sampai lima menit, suaranya sudah berubah seperti perempuan.
Dukun itu menyampaikan permintaan nya kepada mami, dengan pura-pura kerasukan.
Dia meminta sejumlah uang dan perhiasan kepada mami atas nama Mawar. Setelah itu dia berucap akan memaafkan keduanya, dan kembali ke alam nya.
Mami menuruti semua permintaan Mawar. Perhiasan dan uang nya dia ambil dari kamar pribadinya. Dukun itu sudah tersenyum di dalam hati.Hari ini dia untung besar pikirnya.
Mawar masih bergeming. Namun ketika giok miliknya ikut diberikan oleh mami, dia tidak tinggal diam lagi. Tepat ketika dukun palsu itu hendak mengambil giok beserta perhiasan dan uang, Mawar menampakkan diri di hadapan nya.
"Hentikan tangan mu,,,kau tahu siapa aku??".
Dukun itu terkejut bukan kepalang. Rupanya memang benar ada hantu di rumah ini. Dia sudah gemetaran, karena Mawar muncul dengan rupa yang sangat menyeramkan.
"Kau...kau...siapa??".
"Aku Mawar,,,bukan nya kau memanggilku".
"Jangan main-main dengan ku, atau nasib mu akan berakhir sama dengan kedua korban sebelumnya".
"Dengarkan aku,,,kembalikan giok itu kepada kedua wanita tersebut".
"Suruh mereka menyerahkan kepada Ratna, semuanya termasuk uang ini juga".
"Setelah itu pergi dari sini segera".
"Cepat ....lakukan..!!!!".
"Baik.....aku mengerti".
Dengan tangan gemetar, dukun bernama Teguh itu mengambil perhiasan dan uang di depan nya. Dia lalu menyerahkan pada mami dan Susi.
"Kalau kau ingin selamat,,serahkan ini semua kepada wanita bernama Ratna".
"Arwah ini sungguh berbahaya,, aku tak bisa melawan nya".
"Lakukan apa yang ku katakan secepatnya,, atau nyawamu bisa melayang seperti kedua orang langganan mu".
"Aku pergi dulu nyonya".
"Ki....tunggu Ki.....bayaran mu".
Dukun itu keburu lari, dia tidak kuasa melawan Mawar. Mami dan Susi bengong menyaksikan tingkahnya.
"Bagaimana ini Sus,,,Ki Teguh bilang Mawar di sini mengawasi kita".
"Berarti dia di depan ku dan bersiap mencekik leher ku".
"Gawat mi,,, kita serahkan saja pada Ratna sekarang".
"Kau panggil dia kemari,,, anak itu,,,aku sudah tahu kalau dia memang aneh".
Susi melangkah ke lantai bawah dan menuju ke kamarnya. Karena Nisa asih belum kembali, maka Mawar menyamar jadi dirinya.
Susi masuk ke kamar dan mendapati Ratna berbaring di kasur.
"Ratna,, mami memanggilmu sekarang juga".
"Ada perlu apa mbak??".
__ADS_1
"Mana ku tahu,, cepat bangun lah".
Mawar berjalan di belakang Susi. Mereka berdua menuju kamar mami. Ketika sudah masuk ke dalam, mami segera menyerahkan perhiasan dan uangnya kepada Ratna.
"Perhiasan ini milikmu sekarang, tapi minta Mawar untuk pergi dari sini".
"Jangan ganggu rumah ini lagi".
"Entah apa hubungan kalian, tapi aku yakin kau sengaja ingin menguras hartaku bukan??".
"Katakan,, siapa kau sebenarnya Ratna??".
Mawar terdiam menahan amarah. Mereka berdua benar-benar tidak punya hati. Keuntungan yang di dapat dari menjual tubuhnya, tidak sebanding dengan nyawanya.
Mawar kemudian berniat untuk memberinya pelajaran. Mungkin inilah saatnya untuk membuat mami dan Susi menerima balasan perbuatan mereka.
"Lihat baik-baik mi,,, kau mengenali wajah ini bukan??".
"Aku Mawar,,, yang kalian bunuh dengan kejam setelah menjual tubuh ku".
"Ini belum seberapa di bandingkan dengan yang ku alami".
"Hari ini, waktunya bagi kalian untuk menemaniku di alam kubur".
"Jangan Mawar,,,ku mohon ampuni kami".
"Kau boleh membawa apa saja, tapi tolong lepaskan aku dan Susi".
Susi dan mami berlutut di depan arwah Mawar. Mereka memohon ampun untuk kehidupan nya. Namun Mawar sudah tertutup hatinya. Tekadnya memang untuk membalas dendam.
Mawar mengangkat tubuh mami dan Susi ke atas plafon. Dia lalu membenturkan keduanya
di udara. Teriakan kedua nya seolah tak di dengar oleh Mawar. Dia melampiaskan kemarahan nya dengan wajah yang berubah menakutkan.
"Hentikan Mawar, ampuni kami".
"Ku mohon kebaikan hati mu Mawar,,,kami khilaf,,kami tak akan mengulanginya lagi".
"Aku dan Susi akan ceritakan semuanya, kami akan menyerahkan diri di kantor polisi".
Mendengar kata-kata mami, kemarahan Mawar mereda. Dia lemparkan keduanya ke lantai. Susi bahkan sudah pingsan tak berdaya. Tinggal mami yang masih bersujud memohon ampun kepada Mawar.
"Aku mengampuni mu sekarang".
"Serahkan diri mu ke kantor polisi, bersama ke delapan orang yang tersisa".
"Kalian harus menebus dosa kalian di penjara".
"Dengan cara itu, aku baru bisa tenang".
"Baik Mawar,, aku akan lakukan semua permintaan mu".
"Terimakasih kau memaafkan ku".
Mawar kemudian menghilang dari kamar mami. Para penghuni kompleks keluar dari kamarnya karena mendengar teriakan mami. Mereka masuk ke kamar dan menolong mami dan Susi yang hampir pingsan.Mami menangis karena nyawanya akhirnya selamat.
Meskipun dia nanti harus mendekam di penjara.
...****************...
__ADS_1