
Anton diam-diam mengamati kedekatan Nisa
dan Dito.Kalau dibiarkan, Dito bisa menggagalkan rencana Anton untuk mendapatkan Nisa.Anton bertekad untuk
memisahkan keduanya.Segala hal yang
dapat menghalangi rencananya harus disingkirkan.
Anton Budiman adalah seorang pengusaha
sukses.Dia dulunya seorang santri di pondok pesantren milik kyai Ahmad.Tak ada seorangpun yang tahu kalau Ahmad yang sekarang adalah penganut aliran kejawen.
Dia sering bertapa dan melakukan ritual di gunung dan laut.Tujuannya apa lagi kalau
bukan demi ilmu kesaktian dan juga kekayaan.
Dia sering menyumbang ke pondok pesantren dan masih mendatangi kyai Ahmad untuk memberikan sumbangan ke masjid dan yayasan yatim piatu.
Hal itu dia lakukan untuk menutupi dirinya yang sebenarnya.Dia berkedok alim dan dermawan agar orang tak tahu kalau hartanya
didapatkan dengan jalan pintas.
Anton sedang ritual di laut ketika melihat Nisa
memanggil ibu ratu Nyi Roro kidul waktu itu.Sejak saat itu Anton menyelidiki tentang
asal-usul Nisa.Hingga akhirnya mendapatkan
kejutan yang menyenangkan tentang kemampuan supranatural Nisa yang tidak
disadari oleh Nisa sendiri.
Nisa yang memiliki cincin berbentuk batu mustika berwarna hijau dan dapat mengeluarkan sinar berwarna merah adalah
cincin yang paling dicari di kalangan para
penganut ilmu kejawen.
Konon katanya, siapapun yang memiliki cincin itu, dia dapat membuka pintu gerbang alam gaib, dimana seluruh penghuninya akan
tunduk kepadanya.Dia juga bisa mendapatkan
harta Karun yang melimpah tanpa disertai dengan menyerahkan tumbal.
Itulah mengapa Anton begitu berniat mendapatkan Nisa untuk dijadikan istrinya.Dia ingin memperoleh kesaktian dan harta dengan perantara Nisa sebagai istrinya.
Hanya tinggal mengasah kemampuan Nisa saja, dan dalam waktu sekejap, mereka akan
menguasai dunia.
Itulah sifat jahat Anton yang tidak diketahui orang-orang karena Anton begitu pandai menutupi jati diri dan keburukannya.
"Nisa,,,mari......aku akan mengantarmu pulang,lagipula kita searah kan??".
"Maaf Anton,, aku masih ada perlu dengan Dito,silahkan kau pulang duluan, nanti Dito
yang akan mengantarku".
Anton berlalu dari hadapan nisa dengan rasa kecewa.Niat baiknya ditolak oleh Nisa gara-gara Dito.Sementara itu di ruangan kantor, Dito tengah merayu Nisa yang sedang kesal
terhadapnya.
"Rupanya ku tinggal sebentar, sudah ada kumbang yang mendekatimu Nis".
"Anton itu penyelamat bagi perusahaan bude
__ADS_1
Wati yang hampir collapse".
"Dia juga yang meyakinkan para investor untuk bertahan,lagipula sahamnya disini paling banyak diantara yang lain".
"Hmmmm........aku jadi nggak rela kau dekat
dengan dia".
"Hanya satu yang belum kau sebutkan,,dia juga tampan bukan, masih muda dan pengusaha sukses".
"Dibanding aku yang hanya staf biasa di kantor ini".
"Walaupun cuma staf biasa, tapi kau selalu ada di saat aku membutuhkanmu, itu sudah cukup bagiku".
"Aku tak butuh kekayaan, aku hanya ingin hidup damai dan dicintai , itu saja".
"Benarkah?????, aku jadi tersanjung Nisa".
"Lalu, sekarang perusahaan ini dipimpin oleh Anton???".
"Aku tak punya pilihan, lagi pula nasib karyawan di perusahaan ini yang harus kita pikirkan".
"Aku percaya pada Anton Dit,dia orang baik,dia juga pengusaha,pengalamannya jauh
lebih banyak dibandingkan dengan ku".
"Nisa,,,,inilah yang ku suka dari mu, kau lebih
memikirkan nasib orang lain dulu, padahal
kau sendiri punya banyak masalah".
"Aku ikhlas melakukannya, demi kebaikan bersama kan".
Dito.Bapak meminta Nisa untuk cepat pulang.
Mereka bergegas meninggalkan kantor dan menemui bapak di rumah. Rupanya pihak bank datang untuk membicarakan sisa pinjaman dari bude Wati yang masih belum dilunasi.
"Maaf pak, kami memang keluarganya, tapi kami baru tahu kalau Bu Wati punya pinjaman
di bank".
"Nilai pinjamannya cukup besar pak,tapi ini hanya sisanya saja, plafonnya dipakai untuk
mendirikan perusahaan dan jaminan nya rumah ibu Wati".
"Baiklah pak,,kami akan menghubungi pengacara ibu Wati dulu, besok pagi saya akan datang ke bank".
"Baiklah,,,,,kami tunggu kedatangannya, kami
permisi dulu".
"Kita harus bersiap-siap Nisa, kalau sewaktu-waktu rumah ini di sita bank".
"Aku punya sedikit tabungan pak, itu cukup untuk mengontrak rumah bagi kita".
"Aku dan ibumu akan kembali ke kampung,
rumah ini dan segala isinya didapat mbak Wati dengan bantuan Buto ijo,maka tidak heran kalau hartanya habis setelah Buto ijo itu pergi".
"Lalu bagaimana dengan perusahaan??".
"Anton bersedia menjadi investor pak, mulai besok dia pimpinan perusahaan yang baru".
"Syukurlah,,,,semoga masalah ini cepat selesai".
__ADS_1
"Aku dan ibumu akan berangkat besok pagi,kau carilah kontrakan sesuai kemampuanmu".
"Ingat Nisa,jangan terlena dengan harta dunia".
"Nisa mengerti pak".
Nisa dan Dito membantu bapak dan ibu berkemas. Bagi mereka hidup di kampung jauh lebih nyaman.Lagipula Nisa tinggal di sini, jadi mereka hanya berdua, tak mungkin akan ada gangguan dari makhluk gaib.
Dengan berat hati Nisa mengantar kepulangan bapak dan ibu.Pagi-pagi sekali
mereka sudah naik kereta ke Yogya.
Selepas dari stasiun, Nisa dan Dito lanjut berangkat ke bank. Pengacara bude Wati sudah menunggu di sana.
Pihak pengacara membenarkan tentang utang piutang tersebut.Solusi keduanya adalah menjual rumah bude Wati untuk melunasi hutang-hutangnya di bank.
"Untuk sementara kau tinggal di rumahku dulu, nanti setelah dapat kontrakan kau bisa pindah".
"Rumah bude Wati sudah disita bank, jadi
hari ini kau harus angkat kaki dari rumah itu kan??".
"Iya,,,, mungkin nggak ada salahnya aku sementara tinggal di rumahmu dulu, besok aku akan mulai cari kontrakan".
Nisa kemudian berangkat ke kantor, tadi dia menelpon Anton terlebih dahulu untuk meminta izin terlambat datang ke kantor.
"Bagaimana Nis, semua sudah beres??".
"Sudah, hari ini aku harus angkat kaki dari rumah bude Wati, pihak bank akan menyita rumah itu".
"Lalu,,kau dan keluargamu tinggal dimana?".
"Orang tuaku sudah kembali ke kampung, aku sementara akan tinggal di rumah Dito, sambil mencari kontrakan".
"Kau bisa tinggal di rumahku kalau kau mau".
"Dua cluster itu rumahku semua, kau bisa menempati sebelahnya".
"Jadi kau menyewakan rumahmu, kalau sesuai dengan kemampuanku aku akan mengambilnya".
"Kau boleh menempati nya, jangan pikirkan uang sewa, itung-itung daripada kosong,sayang kan??".
"Aku cari tempat lain saja kalau begitu".
"Baiklah,,,,kau boleh bayar berapapun, nanti kita atur lagi tarif sewa nya".
"Baiklah,,,aku setuju".
Anton sangat senang, perangkap untuk Nisa
sudah masuk.Dia juga sudah berpesan pada
pihak bank untuk merahasiakan siapa yang
membeli rumah bude Wati.
Nisa benar-benar mempercayai Anton.Dia tak menaruh curiga sedikitpun.Padahal semua yang terjadi belakangan ini dalangnya adalah
Anton.
Mulanya Dito keberatan ketika Nisa mengatakan bahwa dia akan tinggal di sebelah rumah Anton.Tapi Nisa meyakinkan
nya kalau dia akan baik-baik saja.Lagipula
Dito bebas mengunjunginya kapan saja karena di komplek itu hampir semua warganya sudah mengenal Dito.Jadi tidak harus menyesuaikan diri seperti kalau di tempat lain.Dito pun akhirnya setuju.
__ADS_1