
Nisa memandangi ban motornya yang bocor. Entah kesialan apa lagi yang menimpanya kali ini. Badan nya sudah capek karena beberes kamar, di tambah harus berjalan mencari bengkel motor. Dia jongkok di samping motor,, menyesali nasib nya yang buruk. Di saat-saat seperti ini dia merindukan suaminya Dito. Paling tidak, beban nya bisa sedikit berkurang kalau ada suaminya itu.
"Heh.....cobaan apa lagi ini,, Tuhan....badan ku sungguh capek".
"Tak adakah yang bisa menolong ku??".
"Mana mungkin ada,, ayo semangat Nisa,, kamu pasti bisa".
Nisa bergumam dalam hati, menyemangati dirinya sendiri. Di tengah kelelahan yang menderanya,, dia lantas membawa motornya berjalan menyusuri aspal yang panas untuk mencari bengkel.
Dasar Nisa yang tidak dengar, atau pikiran nya sedang tidak fokus,, Nisa tidak melihat truk di belakangnya ngebut karena rem blong. Orang-orang sudah berteriak memperingatkan Nisa,,tapi dia tetap menunduk memperhatikan jalan.
Bunyi klakson semakin menggema, dan jarak nya dengan Nisa sudah semakin dekat, namun wanita itu masih tetap belum menyadarinya. Sampai tahu-tahu motor Nisa sudah terseret masuk ke kolong truk yang akhirnya berhenti setelah menabrak motor Nisa. Dia sendiri terjatuh ke samping jalan dengan posisi berada di pelukan seorang pemuda. Tangan nya berdarah karena menyelamatkan Nisa, dan tubuhnya masih tertindih di bawah badan Nisa.
"Nona,,,anda baik-baik saja kan??".
"Apa anda masih mau seperti ini terus??".
Nisa seperti terbangun dari lamunan nya. Dia tersadar berada di atas tubuh laki-laki yang baru saja menolongnya. Nisa segera berdiri dan menolong pemuda di depan nya.
"Maaf sekali,, aku masih shock hampir kehilangan nyawa".
"Terima kasih menyelamatkan ku di saat yang tepat".
"Iya,, sama-sama mbak,, tapi maaf mbak,, motornya sudah tidak mungkin di selamatkan lagi".
"Itu,,, nggak papa,, yang penting nggk ada korban jiwa".
"Ayo mbak,,duduk dulu,,,ini saya bawa minum".
"Kelihatan nya mbak masih seperti orang linglung".
"Kenalkan,,,,nama saya Aldi mbak".
"Iya,,,,terima kasih banyak Aldi,,, aku Nisa,,,".
"Mungkin tadi aku sudah....meninggal kalau kau tak menarik ku".
Nisa menerima botol mineral yang di sodorkan Aldi dan segera meminumnya. Setelah nya, Nisa baru bisa berpikir jernih. Entah dirinya tadi di kuasai apa sampai truk sebesar itu pun Nisa tak memperhatikan nya.
"Sudah lebih tenang sekarang??".
"Iya,,,terima kasih banyak atas bantuan nya".
"Kalau begitu biar saya antar pulang mbak, nanti motornya bisa di urus di kantor polisi".
"Ya,,,tapi saya mau ke kantor,, ini sudah sangat terlambat".
__ADS_1
"Ya sudah,,mbak naik mobil saya saja, saya antar sampai ke kantor".
Nisa setuju dengan tawaran Aldi. Dia tak punya pilihan lain selain menerima bantuan nya. Lagi pula Nisa sedang dalam kondisi yang kacau dan tidak fokus. Kecelakaan tadi pun mungkin ada hubungan nya dengan keluarga Fransisca.
"Apa sebaiknya mbak Nisa pulang saja??".
"Tunggu sampai kondisi mbak Nisa sudah lebih sehat".
"Saya takut kalau di teruskan ke kantor, nanti yang ada malah kecelakaan kerja".
"Apa memang aku terlihat kacau??".
"Iya,, dan maaf mbak,, anda seperti orang yang mabuk".
"O,,ya...baiklah,, kau antar aku pulang saja".
"Baik mbak, tolong berikan alamatnya".
"Eh....iya, Aldi".
Sepanjang jalan Nisa hanya terdiam. Entah kenapa kali ini dia seperti tidak bisa berpikir sama sekali. Di juga tak mengingat apapun yang terjadi. Semacam orang yang habis di hipnotis. Aldi jadi merasa kasihan melihatnya.
Sampai di rumahnya, Nisa hanya sendirian saja. Aldi menurunkan nya di halaman dan segera kembali ke kantor polisi. Harus ada yang mengurus sepeda motor Nisa, sementara pemiliknya tengah bingung. Alhasil, Aldi lah yang harus menolongnya lagi.
Nisa menuju kamar mandi dan membasuh mukanya. Ketika melihat wajahnya di cermin,, muncul sosok wanita yang hancur mukanya di hadapan Nisa. Dia sangat terkejut, dan baru menyadari kalau dari tadi dirinya di ikuti oleh sosok makhluk halus yang menutup pandangan nya.
Dia tiba-tiba sudah berdiri di hadapan Nisa. Kukunya yang tajam menancap di wajah Nisa sehingga tampak bekas kemerahan.
"Kali ini kau lolos lagi,,, tapi kami tak akan menyerah".
"Sebelum kau mati,kami akan tetap mendatangi mu".
"Siapa kalian sebenarnya,, apa salah ku??".
"Siapa yang memerintahkan kalian,, jawab...!!!".
Wanita itu tak melepaskan kukunya dari wajah Nisa. Dia malah semakin menekan kuat hingga wajah Nisa mengeluarkan darah. Nisa merasa kesakitan, sehingga melakukan perlawanan pada wanita tersebut.
"Lepaskan aku,, kau atau siapa pun tak mungkin bisa menyakiti ku".
"Pergi dari rumah ku sekarang juga".
Nisa berusaha berontak dan melepaskan cengkeraman di wajahnya. Dia kemudian keluar dari kamar mandi dan menutup pintunya. Namun, ketika berbalik, wanita itu sudah menyeringai di depan nya.
Nisa memperlihatkan cincin merahnya sembari komat-kamit membaca doa. Seketika wanita itu merasakan panas di sekujur tubuhnya. Lalu setelahnya dia menghilang dari hadapan Nisa dan pegawai kantor lain nya.
Nisa terduduk di lantai.Dia sudah habis-habisan. Sejak semalam hingga saat ini, teror makhluk halus masih terus mengganggunya.
__ADS_1
Keluarga Fransisca sudah terbukti sangat berbahaya.
Nisa teringat ponsel di dalam tas nya. Dia memencet nomer ponsel Roy. Bagaimanapun juga Nisa harus minta izin kepada nya.
"Roy,,,aku kecelakaan,,jadi tak bisa berangkat ke kantor".
"Jangan bercanda Nisa,,,lelucon mu kali ini sama sekali tidak akan membuat ku tertawa".
"Terserah kau saja, tapi saat ini motor ku sudah hancur tergilas truk".
"Untung saja aku selamat".
"Ya sudah,,kau jangan kemana-mana, biar aku ke sana sekarang".
Roy mematikan ponsel dan mengambil kunci mobilnya. Dia bergegas menuju rumah Nisa.
Tak sampai setengah jam dia sudah sampai di rumahnya. Namun Roy terkejut karena di depan rumah Nisa ada mobil mewah terparkir di sana. Roy turun dan masuk ke dalam rumah untuk memastikan siap tamu Nisa sebenarnya.
"Nisa,, kau ini kenapa,,, kenapa bisa ceroboh seperti ini??".
"Apa kau terluka,, aku antar ke rumah sakit sekarang".
"Tenang Roy,, aku baik-baik saja, Aldi sudah menolongku tadi".
"Kenalkan Roy,, ini Aldi, dia baru saja mengurus motor ku di kantor polisi".
Roy dan Aldi bersalaman. Tak lupa Roy mengucapkan terima kasih karena pemuda itu sudah menolong Nisa dari kecelakaan.
"Ini,, kalian minum dulu".
"Tapi, mbak Nisa sudah tidak bingung lagi kan?".
"Iya Aldi,, mungkin aku sangat lelah, jadi konsentrasi ku berkurang".
"Lalu, bagaimana dengan motor mu Nis??".
"Sudah hancur Roy,, Aldi bilang nanti menunggu klaim dari asuransi saja".
"Betapa malangnya aku, motor dan mobilku dua-duanya hancur karena kecelakaan".
"Jadi dulu mbak Nisa juga sempat kecelakaan mobil??".
"Bukan aku, tapi suamiku, dia sudah meninggal sekarang".
"Maaf mbak Nisa, saya turut berduka cita".
Ketiga nya masih terlibat obrolan santai. Tapi sesekali Roy memperhatikan gerak-gerik Aldi yang seolah terpesona kepada Nisa. Roy jadi sedikit cemburu di buatnya.
__ADS_1
...****************...