Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Sadar Sepenuhnya.


__ADS_3

Nisa masih mengamati gerak-gerik wanita yang menggantikan dirinya. Persis sama dengan kesehariannya. Dia juga tahu kebiasaan Nisa sehari-hari. Hampir tak ada cela. Dia juga mengurus si kembar dengan sangat baik. Dan si kembar sangat nyaman dengan ibu barunya itu.


Sejak Sofia pergi, otomatis tak ada lagi media komunikasi dengan Nisa. Dia berjalan tak tentu arah di rumahnya sendiri. Bahkan Dito sangat percaya kalau itu adalah dirinya.


Seperti pagi ini, Nisa harus melihat kemesraan suaminya dengan wanita lain di atas tempat tidur. Dia tak kuasa menghindar, karena kalau dia sampai jauh dari tubuhnya, maka dia akan menghilang.


Nisa lalu menuju kamar si kembar. Dia membunyikan musik di atas tempat tidur dengan suara keras. Si kembar lantas bangun dan menangis.


"Sebentar mas, aku lihat si kembar dulu, mereka sudah bangun".


Nisa senang, akhirnya kemesraan mereka terganggu. Sangat tak nyaman melihat suami sendiri bermesraan dengan wanita lain di depan mata kita.


Wanita itu menggendong Sheina dan menghampiri Dito di kamarnya.


"Mas,,tolong kau gendong Sheila, dia juga menangis di kamarnya".


Dito segera beranjak menuju kamar si kembar. Dia sudah diam, karena sedari tadi bermain denganku.Dito kemudian menggendongnya dan membawa ke depan.


"Kalau kau kerepotan, sebaiknya kita minta suster Sofia untuk membantumu lagi".


"Aku rasa tidak perlu mas,, aku masih bisa mengurus mereka".


"Tapi kau kan baru sembuh Nisa, aku khawatir padamu".


"Kau tenang saja mas,,, bawa Sheina ke sini, dan kau siap-siap saja ke kantor".


Dito masuk ke kamar untuk mandi dan bersiap-siap.Setelahnya dia lalu berangkat ke kantor. Ratri sudah menunggu Dito di tempat parkir. Dia ingin membicarakan tentang Nisa padanya.


"Syukurlah kau datang,,ayo ikut aku,ada hal penting yang harus dibicarakan denganmu".


"Tapi,ini kan jam kantor, dan Anton......".


"Mereka sudah menunggumu, ayo cepat".


Anton mengikuti perkataan Ratri yang mengajaknya ke ruang kerja Anton.Di sana sudah menunggu Ki Santoso, Anton dan Sofia.


"Sebaiknya ini penting, karena aku tak mau membuang waktu untuk hal-hal sepele".


"Ini sangat penting karena wanita yang di rumahmu bukan Nisa".


"Entah siapa dia, yang jelas dia telah meminjam tubuh Nisa".


"Dan, Nisa yang asli terancam bahaya sekarang".


"Darimana kalian bisa menyimpulkan hal ini??"


"Karena Nisa yang asli menghubungi Ki Santoso untuk meminta bantuan".


"Dan dia juga meminta tolong pada Sofia untuk melakukan hal yang sama".


"Dito,temukan cincin Nisa, sebelum wanita itu yang mendapatkan nya".

__ADS_1


"Atau Nisa selamanya tidak akan pernah bisa kembali ke tubuhnya".


"Bisa,,,kalau ada yang menjemputnya,,tapi harus dilakukan dengan cepat".


"Maksudnya Ki??".


"Dito harus menjemput Nisa, dan mengembalikan ke tubuhnya".


"Bagaimana Dito,,kau bersedia melakukannya?".


"Saya masih bingung,,maksudnya giman Ki?".


"Kami akan mengirim mu ke dunia arwah untuk menjemput Nisa dan mengusir arwah yang ada di tubuhnya".


"Aku setuju Dito, apa salahnya kita coba".


"Mungkin Nisa bisa kembali dengan cara ini".


"Baiklah,,, kita ke rumahmu sekarang".


"Ingat Dito, waktumu hanya sedikit, cari Nisa dan langsung bawa dia".


"Baiklah Ki".


"Sofia, kau harus ikut kami, tolong jaga si kembar, sementara kami menjemput arwah Nisa".


"Baik Bu".


Ki Santoso menjelaskan kalau arwah yang masuk ke tubuh Nisa, mungkin saja terjadi karena Nisa sudah lama koma. Tubuhnya kosong dan menjadi incaran para arwah penasaran di luar sana. Ketika salah satu arwah ada yang pas dengan tubuh Nisa, bisa langsung mengisinya dan tidak mungkin pergi.


Untuk itu arwah pemilik tubuh yang asli, harus segera masuk kembali ke tubuhnya, atau dipanggil untuk masuk, supaya bisa sadar kembali.


Mereka segera bergegas berangkat ke rumah Nisa. Ki Santoso sudah menyiapkan segalanya untuk memanggil kembali arwah Nisa ke tubuhnya.


Dito masuk duluan, dan segera memberikan obat tidur kepada wanita yang ada di rumahnya.Setelah memastikan obat tersebut bereaksi, Ki Santoso segera menghipnotis Dito.


Dito seolah-olah memasuki labirin yang besar.


Dia mencari keberadaan Nisa dan memanggilnya. Ternyata yang ditemui Dito adalah sesosok kuntilanak yang tadi masuk ke tubuh Nisa. Kuntilanak itu menangkap Dito dan mengikatnya di dalam sebuah ruangan.


Nisa yang mendengar panggilan segera mencari sumber suara. Ternyata dia mendapati Dito sedang dalam bahaya.


Kuku kuntilanak yang tajam dan panjang itu telah menusuk leher Dito. Nisa segera menghampirinya dan berusaha melepaskan Dito dari cengkeraman nya.


Usaha Nisa gagal karena sekali tatapan mata, kuntilanak itu langsung membuat Nisa terlempar ke belakang. Dia tak putus asa, Nisa masih mencoba untuk menolong Dito.


"Nisa,, pergilah ikuti arah sebelah kanan dan keluarlah lewat pintu tersebut, maka kau bisa kembali ke tubuhmu".


"Aku tak mungkin meninggalkanmu sendirian,


tunggu sebentar".

__ADS_1


Nisa lalu menggigit tangan kuntilanak tersebut, hingga cengkeraman nya pada Dito terlepas. Mereka berdua kemudian melarikan diri dari ruangan tersebut. Kuntilanak itu terus


mengejar di belakang.


"Cepat Nisa, raih tanganku".


"Dito.....kuntilanak itu di belakang kita".


"Itu pintunya,, cepat masuk".


Dito dan Nisa masuki pintu tersebut dan menutupnya. Seketika kemudian, keduanya


kembali sadar dan masuk ke tubuh mereka masing-masing.


"Syukurlah,,kalian berdua bisa kembali dengan selamat".


"Nisa,, kami sangat merindukanmu".


"Terima kasih banyak atas bantuan kalian semua".


"Mas,,,terimakasih sudah menjemputmu".


"Aku menyesal baru mengetahuinya,, andai saja dari dulu aku tahu kau menderita".


"Ki Santoso, maaf merepotkan mu sekali lagi,


tanpa bantuan mu entahlah apa aku bisa kembali".


"Untung kau tepat waktu Nisa,, kalau tidak kami tidak akan bisa menyelamatkanmu lagi".


"Terimakasih banyak Ki".


Nisa akhirnya bernafas lega. Dia kembali ke keluarganya. Dia bisa memeluk Dito dan anak-anak nya lagi.


Kejadian yang dialaminya di dunia Maya, biarlah hanya dia sendiri saja yang mengetahuinya.Dia berharap menjadi manusia yang lebih baik lagi dari sebelumnya.


"Sofia, berikan si kembar padaku,, aku ingin menyentuhnya langsung kali ini".


"Baik Bu".


Sofia membawa si kembar pada Nisa. Anehnya, mereka malah menangis melihat ibunya. Seperti tidak kenal dan menganggap


orang asing. Semakin Nisa memeluknya, mereka semakin menjerit ketakutan. Nisa jadi merasa gagal sebagai seorang ibu.


"Pelan-pelan saja sayang,, mungkin mereka butuh adaptasi, kau baru saja bertemu kan??".


"Tapi, kuntilanak itu justru mereka sukai mas,, mereka nyaman digendong olehnya".


"Mungkin karena kau sudah lama koma".


"Untuk sementara, biar Sofia yang mengasuh mereka".

__ADS_1


"Lama-lama mereka juga akan terbiasa dengan mu".


Nisa menuruti perkataan Dito. Dirinya yang seolah baru saja dilahirkan, jadi wajar kalau si kembar masih menolak kehadiran nya. Selama ini yang mendekati mereka adalah kuntilanak yang setiap saat datang ke rumah Nisa.


__ADS_2