Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Akhirnya Menikah.


__ADS_3

Bapak dan Mbah Cokro pergi berdua ke hutan larangan untuk mempersembahkan sesajen.


Mengingat Nisa dulunya dijodohkan kepada


Genderuwo di rumah kosong itu, maka Mbah


Cokro meminta izin kepada penunggu hutan larangan, supaya acara pernikahan Nisa lancar.


Bapak juga meminta bantuan Mbah Cokro untuk "berjaga" di rumah Nisa, selama acara


berlangsung. Bapak tak ingin ada gangguan


dari makhluk gaib di sekitar hutan larangan.


Jam 4 sore acara siraman dimulai, dilanjutkan dengan pengajian malam harinya.


Nisa menjalani rangkaian upacara di rumahnya, sedangkan Dito menjalani


acara di hotel.Pihak.WO yang ditunjuk Nisa


memang cekatan.Semua acara telah diatur


dengan baik.


Prosesi siraman dilakukan dengan menggunakan 7 sumber mata air.Semuanya dilakukan dengan lancar tanpa halangan.


Malamnya juga diadakan acara pengajian untuk meminta restu kepada kedua orang tua Nisa.Acara berlangsung penuh tangis dan haru.Bapak melepas Nisa dengan doa terbaiknya. Berharap semoga putrinya selalu


bahagia.


Pagi ini adalah acara inti dari semua prosesi yang telah dijalani Nisa dan Dito.Acara ijab kabul dijadwalkan pukul 8 pagi.Nisa sudah bersiap dari subuh untuk dirias. Tinggal


menunggu kedatangan mempelai laki-laki.


Jam 7 pagi Iring-iringan pengantin memasuki kampung Nisa. Diiringi dengan suara gamelan yang merdu membuat suasana sakral lebih terasa. Mereka adalah rombongan mempelai laki-laki yang telah sampai di kediaman Nisa.


Para tamu undangan berdecak kagum ketika


Nisa keluar. Aura kecantikannya terpancar


sehingga menambah kecantikan parasnya.


Bapak penghulu memimpin jalannya ijab kabul, sesaat setelah kedua pengantin di


sandingkan.


"Saya terima nikah dan kawinnya Annisa Larasati binti Ari Wicaksono dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai..!!".


"Sah.....?".


"Sah......sah......!!!".


Nisa menangis haru mendengar Dito mengucapkan ijab kabul.Bapak dan ibu juga


tak bisa membendung air mata mereka.


Akhirnya mereka resmi menjadi sepasang


suami istri.


Acara dilanjutkan dengan resepsi.Tamu undangan diperkenankan memberi selamat


kepada kedua pengantin di panggung.


Resepsi ini juga dihadiri teman-teman dekat Nisa dan Dito. Mereka khusus datang dari Jakarta.


"Selamat ya,,,untuk kalian berdua,,,,semoga samawa selamanya".


"Dito,,,jangan terlalu capek,,,,nanti malam masih harus belah duren Lo...".


"Langsung gas aja Nis,,, kasih kita keponakan yang cantik dan ganteng".


Bermacam candaan dilontarkan oleh teman-


teman Nisa dan Dito yang jail.Mereka tak henti-hentinya menggoda kedua pengantin


sampai tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Kalian lihat saja nanti, begitu Nisa masuk, semua karyawan harus lembur".


"Wah ....jangan jahat Dit,,, aturan yang harus lembur kamu, biar segera dapat Dito junior".


Acara resepsi berlangsung sampai malam.


Karena bertema pesta kebun, maka pengantin


dapat berbaur di kursi para tamu.Acara nya juga santai dan penuh kekeluargaan.


Larut malam, para tamu undangan baru meninggalkan rumah Nisa.Kedua pengantin pun segera masuk rumah untuk membersihkan diri dan beristirahat. Menjadi


Raja dan Ratu sehari membuat mereka sangat kelelahan.


Di luar rumah, orang masih ramai menikmati


hiburan musik dangdut yang disuguhkan.


Ketika tiba-tiba pak RT datang dan memberitahukan kalau terjadi pencurian mayat lagi malam ini.


Bapak-bapak yang sedang siskamling memergoki seorang pria sedang menggotong mayat dan jalannya cepat sekali.Maka


acara hiburan di rumah Nisa dihentikan.


"Malam ini harap berhati-hati pak Ari,


dikampung kita ada makhluk jadi-jadian


sedang berkeliaran.


"Mohon maaf mengganggu jalannya acara, tapi pak Kadus memerintahkan warga yang tidak berkepentingan di harap tidak keluar rumah dan menutup pintu rapat-rapat.


Para pemain musik dan penyanyi dangdut segera berkemas dan meninggalkan rumah Nisa. Mereka takut menjadi sasaran makhluk


jadi-jadian tersebut.


Mereka mengendarai mobil meninggalkan rumah Nisa. Sampai di persimpangan jalan menuju hutan larangan, mobil tiba-tiba tidak


bisa bergerak.


"Kenapa ini pak,,, kita kan harus buru-buru pergi dari sini?"


Pak sopir turun untuk memeriksa keadaan mobil.Rupanya mesin nya baik-baik saja.


Dia kemudian ke belakang untuk memeriksa


ban mobil.Sampai di belakang, ternyata mobil


tersebut ditahan oleh sesosok makhluk


mengerikan.


Pak sopir hendak lari masuk ke mobil, tapi


gerakan makhluk itu lebih cepat,, dalam sekejap kepala sopir itu sudah tercabut dari


lehernya.Darah segar yang mengucur dari


lehernya kemudian dihisap habis oleh makhluk tersebut.


Setelahnya dia mencabut organ dalam dari


sopir tersebut dan kemudian lari secepat


kilat dengan membawa kepala korbannya.


Para penyanyi dangdut yang menyaksikan


peristiwa tersebut dari dalam mobil langsung shock dan pingsan.


Bapak sengaja tidak menceritakan secara jelas kepada Nisa dan Dito tentang kabar yang di bawa pak RT. Bapak tidak ingin


merusak suasana kebahagiaan mereka berdua.


"Memangnya harimau itu memangsa mayat lagi pak, sehingga diberlakukan jam malam??".


"Begitu lah Nis, pak RT tidak mau ada korban

__ADS_1


lagi di kampung kita".


"Makanya acara dangdutan terpaksa dibubarkan".


"Maaf nak Dito,,, acara pesta harus berakhir


seperti ini".


"Nggak apa-apa pak, ini kan juga demi kebaikan bersama".


"Yang penting saya dan Nisa sudah resmi menikah".


"Sebaiknya kalian istirahat, bapak akan memeriksa pintu dulu".


Bapak menuju ke dapur untuk memeriksa pintu. Ternyata jendela dapur belum ditutup.


Ketika bapak hendak menutup jendela, sekelebat bayangan kepala nampak terbang ke arah barat.Bapak kemudian buru-buru


mengunci jendela dan masuk ke dalam.


Di dalam kamar, bapak menceritakan apa yang di lihatnya kepada ibu.


"Malam ini mungkin akan terjadi tragedi Bu".


"Jangan keluar rumah kalau hari belum pagi".


"Semoga penglihatan ku tadi salah".


"Pak,,jangan sampai Nisa tahu hal ini".


"Bapak tahu kan bagaimana sifatnya,


aku takut Nisa bisa nekat".


"Aku sudah menyuruh mereka masuk kamar Bu, semoga sampai pagi Nisa dan Dito


tidak mendengar apa-apa".


Di dalam kamar, Nisa dan Dito masih belum tidur, Malam ini adalah malam pertama mereka.Walaupun acara sedikit kacau,, tapi tidak mempengaruhi keromantisan mereka


berdua.


"Nisa, apa kau bahagia menjadi istriku?".


"Iya mas,,aku sangat bahagia".


"Kemarilah Nis..........".


Dito meraih tangan Nisa kemudian menciumnya. Nisa lantas mendekat dan duduk disampingnya.


"Aku mencintaimu Nisa ...".


"Aku juga mencintaimu mas......".


Dito memeluk Nisa dan mencium keningnya.


Nisa pasrah menerima segala perlakuan manis suaminya itu.Sebagai istri, inilah tugas


Nisa menunaikan kewajibannya sebagai istri


Dito seutuhnya. Mereka melakukan hubungan suami istri seperti pengantin pada umumnya.


Pagi hari Nisa merasakan badan nya sakit semua.Semalam entah sudah berapa kali mereka melakukannya. Dito seakan enggan melepaskan Nisa. Sepanjang malam terus


mendekap Nisa di dalam lengannya.


"Mas,,,,bangun ini sudah siang,,,lepaskan aku".


"Sebentar lagi sayang,,,rasanya malam ini


cepat sekali berlalu".


"Ayolah mas,,,nggak enak sama ibu dan bapak".


"Kita kan pengantin baru,,mereka pasti mengerti".


Nisa kemudian berdiri dan mengenakan pakaiannya. Dito masih memejamkan mata

__ADS_1


dan enggan bangun.Sepertinya dia kelelahan karena semalam tidak tidur. Nisa keluar kamar dan langsung mandi.


__ADS_2