
Bapak dan Mbah Cokro pergi berdua ke hutan larangan untuk mempersembahkan sesajen.
Mengingat Nisa dulunya dijodohkan kepada
Genderuwo di rumah kosong itu, maka Mbah
Cokro meminta izin kepada penunggu hutan larangan, supaya acara pernikahan Nisa lancar.
Bapak juga meminta bantuan Mbah Cokro untuk "berjaga" di rumah Nisa, selama acara
berlangsung. Bapak tak ingin ada gangguan
dari makhluk gaib di sekitar hutan larangan.
Jam 4 sore acara siraman dimulai, dilanjutkan dengan pengajian malam harinya.
Nisa menjalani rangkaian upacara di rumahnya, sedangkan Dito menjalani
acara di hotel.Pihak.WO yang ditunjuk Nisa
memang cekatan.Semua acara telah diatur
dengan baik.
Prosesi siraman dilakukan dengan menggunakan 7 sumber mata air.Semuanya dilakukan dengan lancar tanpa halangan.
Malamnya juga diadakan acara pengajian untuk meminta restu kepada kedua orang tua Nisa.Acara berlangsung penuh tangis dan haru.Bapak melepas Nisa dengan doa terbaiknya. Berharap semoga putrinya selalu
bahagia.
Pagi ini adalah acara inti dari semua prosesi yang telah dijalani Nisa dan Dito.Acara ijab kabul dijadwalkan pukul 8 pagi.Nisa sudah bersiap dari subuh untuk dirias. Tinggal
menunggu kedatangan mempelai laki-laki.
Jam 7 pagi Iring-iringan pengantin memasuki kampung Nisa. Diiringi dengan suara gamelan yang merdu membuat suasana sakral lebih terasa. Mereka adalah rombongan mempelai laki-laki yang telah sampai di kediaman Nisa.
Para tamu undangan berdecak kagum ketika
Nisa keluar. Aura kecantikannya terpancar
sehingga menambah kecantikan parasnya.
Bapak penghulu memimpin jalannya ijab kabul, sesaat setelah kedua pengantin di
sandingkan.
"Saya terima nikah dan kawinnya Annisa Larasati binti Ari Wicaksono dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai..!!".
"Sah.....?".
"Sah......sah......!!!".
Nisa menangis haru mendengar Dito mengucapkan ijab kabul.Bapak dan ibu juga
tak bisa membendung air mata mereka.
Akhirnya mereka resmi menjadi sepasang
suami istri.
Acara dilanjutkan dengan resepsi.Tamu undangan diperkenankan memberi selamat
kepada kedua pengantin di panggung.
Resepsi ini juga dihadiri teman-teman dekat Nisa dan Dito. Mereka khusus datang dari Jakarta.
"Selamat ya,,,untuk kalian berdua,,,,semoga samawa selamanya".
"Dito,,,jangan terlalu capek,,,,nanti malam masih harus belah duren Lo...".
"Langsung gas aja Nis,,, kasih kita keponakan yang cantik dan ganteng".
Bermacam candaan dilontarkan oleh teman-
teman Nisa dan Dito yang jail.Mereka tak henti-hentinya menggoda kedua pengantin
sampai tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Kalian lihat saja nanti, begitu Nisa masuk, semua karyawan harus lembur".
"Wah ....jangan jahat Dit,,, aturan yang harus lembur kamu, biar segera dapat Dito junior".
Acara resepsi berlangsung sampai malam.
Karena bertema pesta kebun, maka pengantin
dapat berbaur di kursi para tamu.Acara nya juga santai dan penuh kekeluargaan.
Larut malam, para tamu undangan baru meninggalkan rumah Nisa.Kedua pengantin pun segera masuk rumah untuk membersihkan diri dan beristirahat. Menjadi
Raja dan Ratu sehari membuat mereka sangat kelelahan.
Di luar rumah, orang masih ramai menikmati
hiburan musik dangdut yang disuguhkan.
Ketika tiba-tiba pak RT datang dan memberitahukan kalau terjadi pencurian mayat lagi malam ini.
Bapak-bapak yang sedang siskamling memergoki seorang pria sedang menggotong mayat dan jalannya cepat sekali.Maka
acara hiburan di rumah Nisa dihentikan.
"Malam ini harap berhati-hati pak Ari,
dikampung kita ada makhluk jadi-jadian
sedang berkeliaran.
"Mohon maaf mengganggu jalannya acara, tapi pak Kadus memerintahkan warga yang tidak berkepentingan di harap tidak keluar rumah dan menutup pintu rapat-rapat.
Para pemain musik dan penyanyi dangdut segera berkemas dan meninggalkan rumah Nisa. Mereka takut menjadi sasaran makhluk
jadi-jadian tersebut.
Mereka mengendarai mobil meninggalkan rumah Nisa. Sampai di persimpangan jalan menuju hutan larangan, mobil tiba-tiba tidak
bisa bergerak.
"Kenapa ini pak,,, kita kan harus buru-buru pergi dari sini?"
Pak sopir turun untuk memeriksa keadaan mobil.Rupanya mesin nya baik-baik saja.
Dia kemudian ke belakang untuk memeriksa
ban mobil.Sampai di belakang, ternyata mobil
tersebut ditahan oleh sesosok makhluk
mengerikan.
Pak sopir hendak lari masuk ke mobil, tapi
gerakan makhluk itu lebih cepat,, dalam sekejap kepala sopir itu sudah tercabut dari
lehernya.Darah segar yang mengucur dari
lehernya kemudian dihisap habis oleh makhluk tersebut.
Setelahnya dia mencabut organ dalam dari
sopir tersebut dan kemudian lari secepat
kilat dengan membawa kepala korbannya.
Para penyanyi dangdut yang menyaksikan
peristiwa tersebut dari dalam mobil langsung shock dan pingsan.
Bapak sengaja tidak menceritakan secara jelas kepada Nisa dan Dito tentang kabar yang di bawa pak RT. Bapak tidak ingin
merusak suasana kebahagiaan mereka berdua.
"Memangnya harimau itu memangsa mayat lagi pak, sehingga diberlakukan jam malam??".
"Begitu lah Nis, pak RT tidak mau ada korban
__ADS_1
lagi di kampung kita".
"Makanya acara dangdutan terpaksa dibubarkan".
"Maaf nak Dito,,, acara pesta harus berakhir
seperti ini".
"Nggak apa-apa pak, ini kan juga demi kebaikan bersama".
"Yang penting saya dan Nisa sudah resmi menikah".
"Sebaiknya kalian istirahat, bapak akan memeriksa pintu dulu".
Bapak menuju ke dapur untuk memeriksa pintu. Ternyata jendela dapur belum ditutup.
Ketika bapak hendak menutup jendela, sekelebat bayangan kepala nampak terbang ke arah barat.Bapak kemudian buru-buru
mengunci jendela dan masuk ke dalam.
Di dalam kamar, bapak menceritakan apa yang di lihatnya kepada ibu.
"Malam ini mungkin akan terjadi tragedi Bu".
"Jangan keluar rumah kalau hari belum pagi".
"Semoga penglihatan ku tadi salah".
"Pak,,jangan sampai Nisa tahu hal ini".
"Bapak tahu kan bagaimana sifatnya,
aku takut Nisa bisa nekat".
"Aku sudah menyuruh mereka masuk kamar Bu, semoga sampai pagi Nisa dan Dito
tidak mendengar apa-apa".
Di dalam kamar, Nisa dan Dito masih belum tidur, Malam ini adalah malam pertama mereka.Walaupun acara sedikit kacau,, tapi tidak mempengaruhi keromantisan mereka
berdua.
"Nisa, apa kau bahagia menjadi istriku?".
"Iya mas,,aku sangat bahagia".
"Kemarilah Nis..........".
Dito meraih tangan Nisa kemudian menciumnya. Nisa lantas mendekat dan duduk disampingnya.
"Aku mencintaimu Nisa ...".
"Aku juga mencintaimu mas......".
Dito memeluk Nisa dan mencium keningnya.
Nisa pasrah menerima segala perlakuan manis suaminya itu.Sebagai istri, inilah tugas
Nisa menunaikan kewajibannya sebagai istri
Dito seutuhnya. Mereka melakukan hubungan suami istri seperti pengantin pada umumnya.
Pagi hari Nisa merasakan badan nya sakit semua.Semalam entah sudah berapa kali mereka melakukannya. Dito seakan enggan melepaskan Nisa. Sepanjang malam terus
mendekap Nisa di dalam lengannya.
"Mas,,,,bangun ini sudah siang,,,lepaskan aku".
"Sebentar lagi sayang,,,rasanya malam ini
cepat sekali berlalu".
"Ayolah mas,,,nggak enak sama ibu dan bapak".
"Kita kan pengantin baru,,mereka pasti mengerti".
Nisa kemudian berdiri dan mengenakan pakaiannya. Dito masih memejamkan mata
__ADS_1
dan enggan bangun.Sepertinya dia kelelahan karena semalam tidak tidur. Nisa keluar kamar dan langsung mandi.