Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Masa Lalu Alan.


__ADS_3

Nisa mengetuk pintu rumahnya. Menyetir mobil sendirian dari luar kota membuat badan nya terasa sangat capek. Sofia yang membukakan pintu, sementara si kembar masih terlelap tidur.


"Sofia,, aku akan istirahat sebentar, bangunkan aku kalau sudah pukul 8".


"Baik bu".


Nisa bergegas masuk ke kamarnya dan merebahkan diri di atas kasur. Matanya langsung terpejam. Istirahat dua jam akan memulihkan staminanya. Pukul 8 pagi, Sofia membangunkan Nisa. Dia segera merapikan dirinya di kamar mandi. Sejenak kemudian dia berangkat ke kantor.


Nisa agak terlambat datang ke kantor pagi ini.


Semuanya sudah menuju ruang meeting untuk rapat. Nisa memasuki ruangan dengan tergesa-gesa.


"Maaf,, aku terlambat, rapatnya masih belum di mulai kan".


"Belum Bu, silahkan duduk".


Nisa duduk di sebelah Roy yang memimpin jalan nya rapat. Kebetulan rapat kali ini membahas perusahaan keluarga Wibisana.


Nisa tertarik untuk mengikutinya. Dia juga sedang mencari informasi mengenai keluarga itu.


Rupanya perusahaan Wibisana akan mengadakan anniversary dan mengenalkan CEO mereka yang baru. Dan untuk itu, masing-masing perusahaan harus mengirimkan dua wakilnya sebagai tamu undangan di acara tersebut.


Anton dan Ratri tentu saja tidak bisa menghadiri undangan, mengingat Ratri baru saja melahirkan, maka mereka sepakat untuk mengirimkan Nisa dan Roy. Dia hari lagi mereka akan terbang ke Inggris untuk menghadiri acara tersebut.


Sementara di kediaman Alan, kedua asisten nya merapikan pakaian Alan di dalam koper. Kemudian mereka mengetuk pintu kamar Alan dan menjemputnya untuk di bawa ke Bandara.


"Tuan,, waktunya sudah tiba, silahkan kita berangkat sekarang".


"Tunggu,, kita mau berangkat ke mana??".


"Apa ini paman,, kenapa membawa pakaian sebanyak ini".


"Kami akan menjelaskan di pesawat nanti, yang jelas tuan harus ikut kami sekarang".


Kedua asisten itu membawa Alan pergi dari rumahnya menuju Bandara. Di sana sudah menunggu pesawat pribadi yang akan membawa Alan ke Inggris. Di dalam pesawat, asisten pribadinya memutar rekaman video perjalanan hidup Alan.Dito shock sampai tak mampu berkata-kata melihat kenyataan tentang Alan.Dia merasa dunianya berhenti saat itu juga.


Di kantor, Nisa masih berusaha menelpon Alan. Namun dari tadi ponselnya sama sekali tidak aktif. Nisa sangat gelisah, tidak biasanya Dito mematikan ponselnya seperti ini.


"Apa aku boleh masuk??".


"Masuk lah Roy,,ayo silahkan duduk".


"Siapa yang kau hubungi, kau kelihatan cemas sekali".


"Apa si kembar sakit atau ada sesuatu hal yang penting??".


"Tidak Roy,, aku menelpon temanku, tapi ponselnya tidak aktif".


"Sudahlah,, biar aku telepon lagi nanti".

__ADS_1


"Kenapa Roy, ada yang kau butuhkan??".


"Aku butuh paspor dan visa mu".


"Mereka sudah mengirim tiket untuk kita".


"Iya,, aku akan mengambilnya nanti,, semuanya ada di rumah".


"Kalau begitu, nanti aku akan mengantar mu".


"Sekalian aku ambil saja".


"Omong-omong kemarin kau keluar kota dengan siapa??".


"Aku ke rumah mu, tapi Sofi bilang kau dua hari keluar kota".


"Itu,, aku ada urusan dengan teman ku".


"Tapi kau tenang saja,, sekarang semuanya sudah selesai".


"Memangnya siapa teman mu yang tidak ku kenal??".


"Itu Roy,, dia masih kerabat ku dari Jogja".


"Sudahlah,, tak usah di bahas, lagi pula bukan urusan penting".


Dalam hati Nisa merasa sedikit resah. Dia takut kebohongan nya kali ini terbongkar oleh Roy. Nisa tak mau Roy sampai menyelidiki tentang Alan. Bisa gawat jadinya kalau semua orang tahu Dito minjam tubuh anak itu.


Rupanya keluarga Alan adalah penganut aliran kepercayaan, dan memperoleh kekayaan dari warisan turun-temurun.


Keluarga tersebut memelihara pesugihan yang meminta tumbal salah satu anak laki-laki di keluarga tersebut.


Kebetulan, Alan adalah tumbal yang di korban kan oleh keluarganya. Tapi entah kenapa, setiap kali ingin menghisap darahnya, anak itu tetap bertahan. Pernah sekali koma, dan sudah hampir meninggal, nyatanya dia berhasil hidup kembali.


Keluarganya sudah lama pindah di Inggris. Mereka mengira Alan sudah di habisi oleh jin pesugihan tersebut. Untuk melupakan putra mereka satu-satunya, keluarganya memusatkan bisnis nya dan meninggalkan rumah yang penuh dengan hantu pesugihan milik nenek moyang mereka.


Beberapa hari yang lalu, asisten rumah tangga keluarga Alan mengabarkan kalau Alan sudah sadar dan dalam kondisi segar bugar. Tentu saja mereka sangat berbahagia.


Orang tua Alan lantas memerintah kan nya untuk membawa Alan ke Inggris.


Mereka menganggap Alan terlahir kembali. Nyatanya nyawanya selamat dari yang seharusnya di garis kan harus menjadi tumbal pesugihan di rumahnya. Makanya mereka memutuskan untuk segera membawa pergi Alan dari rumah itu secepatnya.


Kini keluarganya sudah memberi identitas baru bagi putranya itu. Bukan lagi Alan Wibisana, namun mereka menggantinya dengan Alfredo Luis. Bagi keluarganya


Alan sudah tiada. Dan mereka menjaga Luis dengan sepenuh hati, agar iblis itu tidak mengetahui keberadaan Alan.


"Mari silahkan masuk tuan, orang tua anda sudah menunggu di dalam".


"Tapi bi, kalian tetap di sini kan?".

__ADS_1


"Maaf tuan, kami harus segera kembali".


"Anda aman di sini sekarang".


Dito memasuki mansion besar bergaya klasik. Rupanya itu adalah kediaman keluarga Alan di Inggris. Dito tak tahu harus bersikap bagaimana di depan orang tua Alan nanti. Apalagi kedua asisten nya itu tidak ikut mendampingi dirinya.


Dito masih menunggu di ruang tamu. Tak lama kemudian sepasang suami istri turun untuk menyambutnya. Wanita itu langsung memeluknya sambil meneteskan air mata. Tak ketinggalan si pria juga melakukan nya.


"Sayang,,,mama bahagia kau akhirnya berkumpul bersama kami".


"Ini keajaiban, mama dan papa sungguh senang sekali hari ini".


"Ayo,,duduklah...kau tentu lelah menempuh perjalanan lama".


"Ceritakan sayang,,,bagaimana akhirnya kau bisa melawan iblis itu dan tersadar kembali".


"Maaf,,,ma,pa, aku belum bisa mengingat terlalu banyak".


"Sudah lama aku koma,,,dan setelah aku sadar kembali,,ternyata aku sudah ketinggalan banyak hal".


"Aku harus mempelajarinya dari awal lagi".


"Ma,,,biarkan anak kita istirahat di kamarnya".


"Telpon Fransisca dan bilang padanya untuk membeli makanan kesukaan Luis".


"Iya pa".


"Luis,,,masuklah ke kamar mu, beristirahatlah,nanti pelayan akan memanggil mu untuk makan siang".


"Sebentar ma,,,di mana ponsel lama ku, kalian menyimpan nya??".


"Asisten mu yang sudah menyimpan nya ".


"Sekarang itu tidak di perlukan lagi".


"Alan Wibisana sudah meninggal, dan kau adalah Alfredo Luis".


"Tentunya kau akan mempunyai handphone baru di sini".


"Dan tentu saja kau harus tinggalkan circle pertemanan lama mu".


"Fransisca akan membantu mu menyesuaikan diri nanti".


"Dia adalah kakak kesayangan mu, kau tentu ingat bukan??".


Dito sama sekali asing dengan nama-nama yang di sebutkan orang tuanya. Dia hanya mengingat satu nama di hatinya yaitu Nisa.


Kalau ponsel nya pun di sita, berarti pupus sudah harapan nya untuk bisa bertemu dengan istrinya kembali. Tentu Nisa mencemaskan dirinya yang seharian ini loss kontak darinya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2