
Menginjak usia kandungan 1 bulan, kondisi badan Nisa semakin lemah. Setiap hari dia muntah-muntah dan sedikit sekali makanan yang bisa masuk ke mulutnya. Dia terpaksa cuti dari kantor untuk sementara
waktu.
"Sayang,,aku akan sewa perawat untuk menjaga mu siang hari ketika aku tinggal kerja di kantor".
"Nggak usah mas, aku bisa sendiri".
"Tapi aku khawatir terjadi sesuatu padamu".
"Kau saja sangat lemah,makanan hampir tidak ada yang masuk ke perut mu".
"Kau kerja saja, aku bisa mengurus diri ku sendiri mas".
"Mana aku tega meninggalkan istriku sendiri di rumah, sementara kondisi mu lemah seperti ini".
"Percaya padaku mas, nanti kalau ada apa-apa, aku akan menelpon mu".
Dito menatap Nisa penuh kekhawatiran. Badan Nisa semakin lama semakin kurus.
Dia tak bisa mencium bau masakan. Kadang nasi yang sudah masuk mulut pun langsung kembali di muntah kan.
"Maaf mas, aku jadi tak bisa mengurus mu".
"Yang penting sekarang itu kamu sayang".
"Kalau kau ingin sesuatu, katakan saja, mas langsung akan mencarikannya untukmu".
"Aku sedang tak ingin apapun mas, aku cuma ingin berbaring, kepalaku pusing".
"Ya sudah,, mas berangkat ke kantor dulu ya".
"Sayang, anak papa....jangan nakal ya di dalam perut mama, jadilah anak baik hari ini".
Dito mencium perut dan kening Nisa. Setelah nya dia langsung berangkat ke kantor. Tak berapa lama Ratri menelpon untuk menanyakan kabar. Sudah 3 hari dia pulang ke Surabaya. Pekerjaan di kantor jadi menumpuk karena Nisa juga harus cuti.
"Kau ingin ku kirim apa Nisa,,,keponakanku ini
mau makan apa sekarang??".
"Aku tiba-tiba ingin makan kembang setaman,
bolehkah Ratri??".
"Membayangkan wanginya, hmmmm....pasti enak sekali".
"Sayang aku jauh disini, kau minta Dito saja ya,,aku tidak bisa mengirimkan kalau itu".
"Tunggu Ratri, ada yang datang, aku tutup dulu telepon nya"
"Ok..!!".
Nisa bangun dari tempat tidur dengan hati-hati. Dia berpegangan dinding untuk sampai ke pintu depan. Di depan rumah, Bayu berdiri dengan membawa sekeranjang kembang setaman. Dia seperti tahu apa yang sedang diinginkan oleh Nisa.
"Ini untuk ku Bayu, senang sekali kau membawanya ke sini".
"Silahkan mbak".
Nisa membawa masuk keranjang bunga itu.
__ADS_1
Dia mengambil bunga mawar dan makan satu persatu kelopaknya seperti kudapan. Dia terlihat lahap dan menikmati bunga yan dimakan nya itu.
Entah kenapa setelah makan kembang, dia jadi bertenaga, tidak lemas dan mual lagi.
Bahkan kembang itu tak ada yang dimuntahkan sama sekali.
Bayu masih duduk di teras rumah Nisa. Dia
menunggu kalau Nisa masih membutuhkan bantuan nya. Sekilas dia melihat pada Nisa
sewaktu memakan bunga tadi.
"Mbak,,,ada lagi yang bisa saya bantu??".
"Bayu,,,ternyata kamu anak baik ya,,aku sudah jauh lebih segar berkat diri mu".
"Omong-omong dari mana kau tahu aku ngidam kembang setaman??".
"Ada yang mengatakan padaku mbak,,yang penting mbak Nisa baikan sekarang".
Nisa tak begitu menyimak perkataan Bayu.Dia
sangat senang karena badan nya sudah tidak lemas lagi.Bayu pun berpamitan agar Nisa bisa beristirahat.
Setelah Bayu pergi, Nisa lalu memasak makanan untuk suaminya. Dia juga beres-beres rumah supaya kelihatan lebih rapi. Dia juga berdandan untuk membuat kejutan pada Dito.
Nisa sekarang bahkan punya kebiasaan baru.
Dia menaruh kembang setaman dalam mangkok kecil, dan menaruhnya di setiap sudut rumahnya. Dia juga seharian ini tidak bosan makan bunga itu.
Jam istirahat makan siang, Dito menyempatkan diri untuk menengok Nisa.
Dito membuka pintu kamar nisa. Dia masih terlelap tidur, tapi Nisa kelihatan cantik sekali.
Tidak seperti saat ditinggalkannya tadi pagi.
Dito menghampirinya ditempat tidur. Dia mengecup keningnya mesra. Nisa menggeliat bangun dan membuka mata. Dia tersenyum melihat Dito di sampingnya.
"Kau sudah pulang mas??".
"Iya sayang,,,kau cantik sekali hari ini".
"Sudah tidak mual lagi sekarang??".
"Mas,,,kau tidak marah kan kalau aku makan kembang lagi??".
"Entah kenapa anakmu ini hanya mau kelopak mawar itu,,rasanya manis mas".
"Nisa, darimana kau dapatkan kembang ini??".
"Bayu yang membelikannya untuk ku".
"Tolong jangan dibuang mas".
"Hmm...baiklah".
Dito terpaksa menuruti kemauan Nisa. Hanya
dengan cara itu Nisa terlihat sehat dan bisa beraktivitas. Dia bahkan bisa memasak makan siang untuk Dito.
__ADS_1
"Nisa,,, kau sangat menyukai mawar itu, apa perutmu tidak terasa lapar, atau ingin makan sesuatu??".
"Tidak mas,, aku tak ingin apapun,, aku bahkan sudah baikan sekarang".
Walaupun terlihat aneh ketika makan bunga, namun Dito tak bisa berbuat apa-apa. Kalau
bunga itu dibuang Nisa bisa menangis dan bahkan tak mau bangun dari tempat tidur.
"Mas ke kantor lagi ya,, baik-baik di rumah".
"Apa harus ??".
"Sayang...nanti sore kita ketemu lagi kan??"
"Ya....ya.....pergilah,,,biar aku sendiri di rumah".
Menghadapi ibu hamil memang susah sekali.
Mood nya naik turun menguji kesabaran.
Tadi pagi bilang ok, sekarang tak mau ditinggal.Dito dibuat bingung oleh kelakuan Nisa.
Seperti sore ini,,saat dia pulang kerja dia tak menemukan Nisa di rumahnya. Dito panik dan kebingungan mencari Nisa. Dia menghubungi ponsel istrinya itu.
"Kamu dimana sayang??".
"Aku sedang main bersama anak-anak mas".
"Mereka nggak mengijinkan aku pulang".
"Mas jemput sekarang,, di mana kamu??".
Dito menuju lokasi yang ditunjukkan oleh Nisa. Ternyata dia sedang bermain di komplek makam dekat lapangan bola. Dia bilang sedang bermain dengan anak-anak, tapi nyatanya dia tengah duduk sendirian dan tertawa didepan gundukan tanah makam.
"Mana temanmu, kulihat kau hanya sendiri di sini".
"Mereka sedang bermain dengan anak kita mas,, lihatlah mereka tak mengijinkan ku pulang".
"Tapi kau harus pulang sekarang juga, bilang pada mereka".
"Iya mas,,, aku janji pada mereka untuk kembali besok".
Dito menggeleng kan kepalanya. Semakin aneh saja kelakuan istrinya sejak hamil.
Semuanya diluar nalar manusia.
"Mas,,aku kasihan pada nenek di sana, dia ditinggalkan oleh keluarganya. Tak ada yang mengunjunginya, sekarang pun dia masih menangis di sana".
"Ini sudah hampir malam Nisa,, dan itu pemakaman, kau tidak bisa memenuhi permintaan mereka satu persatu".
"Ayo pulang,, atau kau mau tidur di makam".
Nisa memegang erat lengan Dito. Dia tahu suaminya kesal padanya. Tapi mau bagaimana lagi, Nisa seperti dipanggil oleh teman-teman kecilnya di sini.
"Cepat kau mandi,, badanmu kotor sekali".
"Apa kau mau mandi bersamaku mas".
"Kau saja duluan Nisa, aku ingin istirahat sebentar".
__ADS_1
Nisa merasa tidak enak. Suaminya benar-benar marah kali ini. Dia bahkan tidak mau dibujuk.Nisa semakin sedih.Dia mandi sambil menangis.