
Bapak kalap,,, dia memang bukan Nisa putrinya.Nisa tak akan mungkin menjawab
bapak se lancang perkataan nya tadi.
Bapak masih duduk di sofa menahan amarahnya. Iblis itu telah benar-benar merubah putrinya. Bapak tak akan mungkin
berdiam diri begitu saja.
Ratri dan Dito mencoba menenangkan bapak.
"Bapak jangan terpancing emosi,,iblis itu tak punya hati, bapak bisa dalam bahaya kalau
menantangnya langsung".
"Benar pak, kami sedang berusaha memanggil jiwa Nisa kembali".
"Siapa yang akan kalian panggil,,, aku sudah disini,,katakan apa mau kalian?".
"Nisa,,,,jaga bicaramu".
"Bapak,,,,jangan coba-coba sekali lagi mengaturku, kalau bapak ingin nyaman di sini
bersikap baiklah".
"Omongan macam apa ini!!!!!!!".
Dito mengelus pergelangan tangan bapak untuk menenangkannya. Sementara Nisa masuk ke dalam kamarnya.
"Orang tua itu sudah kurang ajar,,,aku harus menghabisinya".
"Jangan lakukan,,kumohon!!!!".
"Nisa, kau harus menghabisinya, atau dia akan terus menyiksamu".
"Bunuh dia Nisa,,,,, habisi dia saat lengah....".
"Pak,,,sekarang bapak ikut aku, biar ibu di rumah
sama Nisa".
"Memangnya kita mau ke mana???".
"Nanti aku jelaskan pak".
Dito mengajak bapak bersama Ratri untuk
bertemu dengan kyai Ahmad dan Ki Santoso.
Mereka akan menyusun cara mengeluarkan iblis itu dari tubuh Nisa.
Mereka berlima duduk di cafe Senja. Ratri yang memimpin pembicaraan. Rencana untuk
mengeluarkan iblis di tubuh Nisa akan dilakukan pada hari weton kelahiran Nisa.
Pada saat itu, ubun-ubun di kepala Nisa sedang terbuka lebar, jadi kyai Ahmad dan Ki Santoso akan menarik iblis itu keluar melalui kepala Nisa.
"Sebelum iblis itu keluar, aku dan bapak akan memanggil jiwa Nisa terlebih dulu".
"Dan kau Dito,,siapkan kebaya dan cincin mustika milik Nisa, serta satu benda kesayangannya".
"Lalu, Ratri.....media apa yang akan kita gunakan untuk dimasuki iblis???".
"Kita bisa gunakan burung atau ayam Ki, kemungkinan besar, iblis itu tidak akan mau
dipindahkan".
"Aku dan bapak yang akan memanggil jiwa Nisa supaya kembali ke tubuhnya".
"Tapi, bapak tidak bisa membantu banyak dalam hal ini".
"Hubungan batin bapak dan Nisa sangat kuat,,
itu yang akan menarik jiwanya untuk pulang".
"Malam Rabu Kliwon, itu hari kelahiran Nisa, itu berarti besok malam".
__ADS_1
"Baik pak,,aku akan mempersiapkan segalanya".
"Ratri,,, bagaimana kalau ini tidak berhasil dan iblis itu menyakiti Nisa karena marah??".
"Aku sudah pikirkan semuanya Dito, kita lakukan di dalam rumah dan kunci semua pintu agar Nisa tidak lari".
"Semuanya,,,persiapkan diri kalian,,,iblis itu bisa melakukan apa saja, jaga agar kalian tetap fokus".
"Baiklah Ratri......kami mengerti".
Ratri, bapak dan Dito kembali ke rumah jam 10 malam.Mereka dikejutkan dengan kehadiran Nisa yang tiba-tiba berdiri di pintu.
"Sayang,,,,kenapa kau belum tidur, ini sudah larut malam".
"Darimana kalian malam-malam begini??".
"Aku dan bapak cari makan di luar,,, ini...aku
bawakan untukmu dan ibu".
"Kebetulan kami ketemu Ratri di jalan tadi".
"Ayo Nis,, panggil ibumu dan ajak makan bersama, bapak dan Dito masih ada urusan".
"Tapi pak,,,malam ini aku ingin ditemani mas Dito,,, aku takut pak".
"Tidurlah bareng ibumu,,, dia masih kangen
kamu".
Nisa terlihat kecewa dengan kata-kata bapak.
Dia masih merajuk kepada Dito.
"Mas,,kau bisa menemaniku malam ini kan??".
"Maaf sayang,,,mas banyak kerjaan, kemarin
kita banyak libur kan,,,. makanya kali ini mas mau lembur".
"Tapi,,, aku kangen kamu mas".
Nisa terlihat marah mendengar jawaban dari Dito.Dia membanting pintu kamar mandi.
"Dia sudah tak mencintaimu Nisa,,,, dia ada main dengan Ratri".
"Kau harus memberi hukuman untuk mereka berdua".
"Putuskan kabel rem mobil Dito biar dia celaka".
Bisikan-bisikan jahat itu terus saja terdengar di telinga Nisa. Dia seolah terhipnotis, dan langsung mengerjakan perintah iblis itu.
Nisa memutus kabel rem mobil Dito.Tujuan Nisa, untuk menghabisi keluarganya atas bisikan gaib yang didengarnya.Nisa tersenyum puas bisa mencelakai suaminya.
Pagi hari, Ratri dan Dito sudah bersiap ke kantor, tinggal menunggu Nisa untuk berangkat bersama.
"Sayang,,,ayo cepat....kita sudah hampir terlambat".
"Sepertinya, aku kurang enak badan,, aku di rumah saja,,,,tapi bapak ingin ikut sekalian ke pasar".
"Baiklah...ayo pak".
"Sedikit lagi,,,,mereka akan mati....".
"Nisa,,,,,hanya akan ada kita berdua,,,,akulah
sang penguasa!!!!!!".
Nisa tersenyum lebar menyaksikan ketiganya
naik ke dalam mobil.
"Ratri......berhati-hati lah.....akan terjadi sesuatu .....".
"Tunggu Dito,,, sepertinya ada sesuatu yang aneh".
__ADS_1
"Ada apa??".
"Akan terjadi sesuatu pada kita, tapi apa, kau yakin sudah memeriksa semuanya??".
"Katakan terus terang,,,biar aku paham".
"Penjaga ku menyuruh kita berhati-hati,,.dan kau lihat,, dari balik pintu, istrimu menyeringai
sinis ke kita".
"Nak Ratri,,kita pasrahkan semuanya kepada Tuhan, semoga kita dilindungi".
"Ayo berangkat".
Ratri dan Dito disusul bapak, kemudian masuk ke dalam mobil. Mereka masih membicarakan rencana nanti malam. Tiba-
tiba mobil yang dikendarai Dito sedikit oleng.
Dito terlihat panik karena rem mobilnya blong.
Dia tampak kesulitan mengendalikan laju
mobilnya.
"Kenapa Dito,,,??".
"Rem nya blong,,, aku yakin ada yang sengaja mencelakai kita".
"Tenang,,,,berbelok ke jalan sepi dan cari tanah yang lapang".
"Pak, pakai sabuk pengamannya dan pegangan yang kuat".
"Kau siap Dito,,,pohon Cemara itu,, arahkan mobilmu ke sana".
"Pegangan semuanya.......!!!!".
"Braaaakkk.........!!!!!!
Mobil menabrak pohon Cemara di pinggir jalan.Asap keluar dari bagian depan mesin mobil.Dito terbentur dashboard dan kepalanya berdarah. Bapak dan Ratri hanya terbentur ringan saja. Ratri dan bapak turun dan membantu Dito keluar dari mobil.Orang-orang yang lewat segera berkerumun untuk menolong mereka.
"Inilah yang kukatakan tadi,,,iblis itu yang melakukannya".
"Ayo Dito, sebaiknya kita ke rumah sakit dulu"
Pengendara yang lewat membopong Dito kedalam mobil dan mengantarnya ke rumah sakit. Untunglah hanya Dito yang mendapat
luka serius,, aku dan bapak baik-baik saja".
Dito mendapat 3 jahitan karena sobekan di dahinya.Untung saja kami semua sudah mendapat peringatan sebelumnya.Jadi, iblis itu gagal menghabisi kami.
"Kau ingin menginap atau pulang ke rumah??".
"Ratri,, di saat seperti ini, aku merindukan Nisa ku,,,dia pasti akan merawat ku dengan baik, bukan malah ingin membunuhku seperti ini".
"Aku mengerti Dito,,, bersabarlah.......malam ini kita dapatkan Nisa mu kembali".
Dito tak kuasa menahan kesedihannya.Bapak
memeluknya erat dan menenangkannya.Dia
sangat mengerti bagaimana rasanya di celaka i oleh istrinya sendiri.
"Sebaiknya, kau tetap di rumah sakit nak,,biar kami berempat yang membawa kembali istri
mu".
"Tapi pak, kalau aku disini, Nisa pasti menyusul kemari".
"Bagaimana nak Ratri??".
"Kau masih kuat kalau harus pulang ke rumah??".
"Aku baik-baik saja,, yang terpenting saat ini adalah Nisa".
"Baiklah,,,,,aku akan urus administrasinya".
__ADS_1
Ketiganya beriringan keluar meninggalkan rumah sakit.Dito yang terluka harus berjuang
untuk mengembalikan Nisa kembali kepadanya, walaupun dia harus berkorban nyawa nya sekalipun.