Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Malam Panas.


__ADS_3

Acara makan malam bersama keluarga Roy berlangsung dengan lancar. Mohana bisa memgendalikan situasi dengan sangat baik. Roy yang sudah di hipnotis olehnya, tentu saja mengira kalau Mohana adalah Nisa istrinya.


Semua orang segera kembali ke kamar mereka masing-masing. Tersisa Mohana yang langsung menghampiri Roy di kursinya. Di sentuhnya pundak laki-laki tersebut sambil membisikkan kata-kata lembut di telinganya.


"Sayang,,kau pasti capek...kita ke kamar sekarang".


"Nisa.....malam ini kau kelihatan cantik sekali".


"Kau juga tampan mas".


"Kita tidur sekarang??".


Mohana membawa Roy masuk ke dalam kamar.


Keduanya saling bermesraan seolah sepasang suami istri. Roy belum sadar juga kalau wanita yang tidur dengan nya bukanlah Nisa istrinya.


Kedua insan itu menuntaskan hasrat mereka satu sama lain, menjelang pagi baru Roy dan Mohana tertidur.


Sementara itu, di luar pekarangan rumah, tepatnya di atas pohon beringin, sesosok genderuwo terlihat marah menyaksikan tingkah Mohana dan Roy. Tidak ada angin dan hujan, pohon beringin tersebut tiba-tiba bergoyang sangat kencang. Meliuk-liuk sampai merontokkan


semua daun nya ke tanah.


Genderuwo itu menggeram, berteriak-teriak meluapkan amarahnya. Mohana membuka kedua matanya lebar. Dia segera berpakaian dan langsung keluar. Mohana berdiri di bawah pohon beringin dan memandang ke atas, mencari genderuwo yang mengusik malam nya bersama Roy.


"Jaga sikap mu makhluk jelek!!!".


"Sebentar lagi kau akan bertemu dengan Nisa".


"Aku membawa mu kemari bukan untuk mengganggu ku, kau mengerti bukan??".


"Penuhi janji mu padaku, aku bosan jadi penunggu pohon tua".


"Tentu,,,sebentar lagi kau akan dapatkan keinginan mu!!".


Mohana berbalik dan masuk ke dalam rumah, meninggalkan genderuwo sendirian di atas pohon. Aksi jahilnya tidak berhenti sampai di situ.


Genderuwo itu melempari kamar Mohana dengan butiran pasir. Setelah itu, dia juga mengganggu pengguna jalan di depan rumah. Dia tak perduli kalau ulahnya tersebut bisa membuat Mohana marah.

__ADS_1


Di tempat lain, Nisa terbangun dan menyadari kalau Roy tidak ada di sampingnya. Dia berusaha mencari di dalam balkon dan di kamar mandi, namun Roy tak ada juga. Nisa kemudian segera mandi karena berpikir kalau Roy pasti sedang sarapan di lobby atau jalan-jalan. Setelah selesai berpakaian, barulah Nisa menyusul Roy turun ke bawah. Dia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling, mencari keberadaan suaminya. Sekian waktu berlalu, tapi Roy tak kunjung kelihatan batang hidung nya.


Nisa mendatangi resepsionis dan menanyakan perihal suaminya. Salah seorang resepsionis kebetulan melihat Roy keluar hotel semalam. Dia lantas memberikan informasi tersebut kepada Nisa.


"Semalam saya dan pak satpam melihat suami ibu keluar hotel tengah malam".


"Saya juga belum melihatnya kembali dari semalam".


"Oh....begitu mbak, baiklah....saya akan mencari nya nanti".


"Terimakasih atas informasinya mbak".


"Sama-sama bu".


Nisa lantas kembali ke kamar dan mencoba menghubungi ponsel Roy kembali. Masih saja tidak ada jawaban. Sejak semalam bahkan ponselnya mati, sama sekali tidak bisa di hubungi.


"Kemana kamu sebenarnya mas??".


"Apa.....jangan-jangan kau pulang ke rumah kita?".


"Ah...iya, lebih baik aku segera ke rumah saja, mungkin memang Roy semalam pulang ke sana".


Nisa mondar-mandir sambil terus bergelut dengan pikiran nya. Alih-alih menunggu, Nisa memutuskan untuk berangkat ke rumah miliknya. Dengan mengendarai taxi, wanita itu bergegas menuju ke rumah lamanya.


Di rumah nya, Roy baru saja terbangun. Dia merasa kelelahan akibat aktivitas panasnya semalam bersama Mohana, yang di sangka nya Nisa istrinya. Hari sudah siang, dan dirinya masih berbaring telanjang di bawah selimut.Matanya berkeliling mencari sosok Nisa, namun tak kunjung di temuinya. Roy meraih piyama dan langsung menuju ke kamar mandi.


Saat Roy selesai mandi, Mohana sudah berada di kamar membawa kan sarapan untuk dirinya. Laki-laki itu tersenyum, memandang mesra wajah istrinya. Dia belum menyadari sepenuhnya kalau wanita di hadapan nya bukan lah Nisa istrinya, melainkan Mohana. Iblis jahat yang menyerupai wajah Nisa.


"Sayang,,,rupanya kau sudah bangun??".


"Aku sudah bawakan sarapan untuk mu".


"Ayo cepat makan lah!!".


"Tumben sekali Nisa,,apa ini karena semalam??".


"Kau membuat ku sangat puas sayang!!".

__ADS_1


"Kau sungguh luar biasa Nisa!!!".


Mohana menyeringai senang. Rencana nya terhadap Roy berjalan mulus. Tinggal selangkah lagi usahanya, dan dia bisa menjadi Nisa seutuhnya.


Di luar rumah, Nisa sedang turun dari mobil yang di sewanya. Dari luar pagar dia bisa melihat dengan jelas mpbil Roy yang terparkir di bawah pohon beringin di depan rumahnya. Sejenak Nisa berpikir keras, berarti semalaman Roy bersama dengan jelmaan dirinya di rumah mereka.


Nisa melangkah mendekati pagar dan mencoba membukanya dari luar. Rupanya pagar tersebut sengaja di kunci dari dalam. Nisa berteriak seperti orang gila, memanggil Roy untuk membukakan pintu.


"Mas......buka pintunya,, aku tahu kamu di dalam!!!".


"Cepat buka mas,,, atau aku akan bertindak nekat!!!". Ujar Nisa dengan menahan geram.


Mohana mengintip dari balik jendela karena mendengar suara berisik di luar rumahnya. Roy tentu saja tidak mendengar karena masih berada di kamar mandi. Sejenak Mohana tersenyum licik penuh kemenangan. Dalam sekejap, dia sudah berada di depan pintu pagar rumahnya.


"Hentikan suara mu, percuma saja kau terus berteriak seperti itu!". Nisa terkejut tatkala melihat bayangan dirinya sudah berdiri di dekat pagar dan berbisik lirih di telinganya.


"Oh....rupanya kau yang sedang berusaha menggantikan posisi ku di rumah ini??".


"Buka pintu nya,, aku akan memberi mu pelajaran sekarang juga!!". Teriakan Nisa lantang sambil mencoba membuka pintu pagar. Mendengar hal itu, Mohana sama sekali tak bergeming. Dia bahkan tersenyum mengejek kebodohan Nisa.


"Aku bilang buka sekarang!!". Teriak Nisa masih dengan memegangi pagar dan mengguncang-guncangkan dengan keras.


"Kau.....tidak di terima lagi di rumah ini,,jadi sebaiknya kau pergi sekarang".


"Jangan berpikir bodoh untuk masuk ke rumah ini lagi". Sahut Mohana, masih dengan santai nya berbicara kepada Nisa.


"Dengar....aku tahu kalau kau ini iblis yang jahat".


"Aku lah Nisa yang asli,,bukan diri mu!!". Teriak Nisa semakin kencang ke arah wajah Mohana. Nisa berharap kalau Roy mendengar keributan mereka berdua dan segera keluar.


Mohana mencengkram kerah baju Nisa sehingga tubuhnya tergencet pagar. Dia menatap tajam ke arah Nisa dengan raut wajah penuh amarah.


"Pergi sekarang juga,,,atau kau akan menerima akibat nya!!". Nisa berusaha melepaskan diri dari cengkeraman tangan Mohana yang dingin seperti es. "Tidak...tanpa Roy", teriak Nisa sambil mendorong tubuh Mohana ke belakang. Bukan nya terjatuh, wanita itu malah kelihatan lebih tinggi dan besar. Badan nya sekarang duavkali lipat dari ukuran tubuh manusia normal.


Nisa terhenyak dan undur ke belakang, demi menyaksikan perubahan Mohana. Hantu wanita ini mulai menunjukkan wujud aslinya sekarang, pikir Nisa.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2